Bupati Inhil Irup HUT TNI Ke-70

DSC_5592 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-70 tahun 2015 di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (5/10/2015).

Pada upacara itu langsung dihadiri Dandim 0314 Inhil Letkol Inf Jarot Suprihanto, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, unsur Forkopimda Kabupaten Inhil dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah anggota Kodim 0314.

Dalam amanatnya, Bupati membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan bahwa sejarah mencatat kalau keberadaan TNI ini merupakan dari masyarakat kecil dan telah membesarkan negara NKRI. Termuat ungkapan pesan, bahwa anggota TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat kecil.

DSC_5630 copyDisamping itu TNI ini dikenal sebagai militer yang hebat dan disegani yang berjuang untuk negara dan melindungi rakyat kecil. Diketahui pada era ini semua negara sedang berlomba-lomba menciptakan teknologi pertahanannya, namun untuk TNI sangat diperlukan juga melahirkan karakter yang baik serta menciptakan keharmonisan kepada sejumlah instansi kepemerintahan.

“Atas nama pemerintah, kita berharap agar TNI bisa mempertahankan pendekatannya kepada masyarakat. Jika dinilai, program-programnya banyak sekali yang menyentuh masyarakat secara langsung,” ucap Wardan.

Sementara itu, Dandim 0314 Inhil Letkol Inf Jarot Suprihanto mengatakan, langkah kedepannya lebih kepada memandang kebelakang, artinya kembali melihat bagaimana sebabnya TNI ini muncul di tanah air Indonesia.

“Jika kita lihat lagi catatan sejarah, maka dari masyarakatlah TNI ini muncul oleh sebab itu saat ini kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” ungkap Jarot.

Ditegaskan, TNI kuat apabila TNI bisa merakyat. Disampaikannya juga kalau keberadaan TNI ada 4 macam yakni TNI Profesional, TNI merakyat, TNI Nasional dan TNI Pejuang.

Maka dari itu, segala persoalan di lingkungan masyarakat juga merupakan bagian tugas TNI dan mesti diaplikasikan di lapangan. (mirwan/adv)




Lagi Kisruh Orgen Tunggal, Ebit dikeroyok dan dihadiahi Tikaman Belati

KEMPAS (detikriau.org) – Ebit (17), warga Blok A Kelurahan Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikeroyok AR (19), RA (23), ER (19) dan RI (24). disaat asyik nonton hiburan orgen tunggal di RT 03 RW 07 Blok A Kelurahan Kempas Jaya, Ahad (4/10/2015) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Kronologis kejadian berawal disaat korban sedang berjoget mengikuti alunan suara biduanita. Saking asyiknya, tanpa disengaja Ebit bersenggolan dengan AR. Kejadian ini membuat AR tidak senang dan mengajak pelaku keluar dari arena orgen tunggal untuk membuat perhitungan.

Tantangan AR diterima Ebit dengan mengikuti kemauan AR. Namun setibanya di TKP, tiga orang teman AR sudah menunggu. Dan tanpa komando secara bersama-sama mereka melakukan pengroyokan hingga korban rubuh tak berdaya.

“Sewaktu korban terjatuh tidak berdaya, pelaku utama, AR melengkapi aksinya dengan melayangkan tikaman ketubuh korban menggunakan sebilah pisau,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Senin (5/10/2015).

Akibat kejdian itu, korban mengalami luka pada bagian lengan tangan kiri dan kanan serta pada bagian pinggang. Dengan sejumlah luka ditubuhnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Pematang Reba Kabupaten Inhu.

“Malam itu juga Er berhasil dibekuk petugas, sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri dan saat ini dalam pengejaran petugas kepolisian.” Pungkas Paur Humas. (mirwan)




Galeri Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Rencana Penetapan Pulau Basu Sebagai Kawasan Hutan Tahura




Dewan Dukung Pemkab Inhil Wujudkan Danau Mablu Sebagai Kawasan Tahura

dprdTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendukung rencana Pemerintah Daerah (Pemda), untuk menjadikan Danau Mablu yang terletak di Pulau Basu, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) sebagai Kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan bersama Komisi III DPRD, yang dipusatkan di ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (5/10/2015).

Tampak hadir saat itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nurusalam, Ketua Komisi III DPRD Iwan Taruna beserta anggota, serta perwakilan Dinas Kehutanan (Dishut), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Inhil.

Dikatakan Junaidi, berdasarkan peraturan dan ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), yang menyatakan bahwa DPRD tidak memiliki wewenang dalam memberikan keputusan ini, maka pihaknya hanya memberikan support dan dukungan sepenuhnya.

“Pada intinya, kita di DPRD siap mendukung penuh terhadap usulan tersebut, agar bisa segera terwujud. Sehingga keberadaan Danau Mablu dapat dilindungi dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan bisa lebih dikembangkan ke fungsinya sebagai jantung dunia,” tutur Junaidi.

Oleh karena itu, Dewan meminta usulan tersebut dapat dipertanggungjawabkan Pemda, sebagaimana yang diharapkan semua pihak. Sehinga kedepannya Danau Mabuk bisa lebih berkembang dan menjadi kawasan kebanggaan Negeri Seribu Parit.

Untuk pembiayaan nantinya harus diselesaikan terlebih di tingkat Pemda melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil. Ini juga tidak hanya menjadi tanggung jawab eksekutif, tapi tanggung jawab legislatif,” tambah Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam.

Sementara itu, Kepala BLH Inhil, Encik Kamal Sahendra menjelaskan, luas wilayah yang akan dikonversi nantinya seluas 25 hektar lebih, termasuk didalamnya areal pantai.

“19 ribu hektar daratan yang akan dikonversikan menjadi kawasan Tahura. Jika termasuk luas pantai maka seluas 25,6 ribu hektar,” terangnya. (adi)




HENDRI : Pemenang Lelang Pengadaan APK Pilkada INHU Sudah di Umumkan

“rekanan pemenang diminta untuk tidak menunda-nunda pekerjaannya sehingga APK akan segera dapat dipasang.”

Rengat, (detikriau.Org) – Komisioner KPU Inhu, Hendri A Saleh  mengatakan pemenang proses lelang Alat Peraga Kampanye (APK) Pilkada Inhu tahun 2015 sudah diumumkan. Selanjutnya rekanan akan mencetak APK tersebut sesuai dengan yang sudah disepakati.

“Hari ini, kita sudah mengetahui  rekanan yang menjadi pemenang  proses lelang Alat Peraga kampanye (APK) Pilkada Inhu tahun 2015, yakni CV. Teguh Karya yang beralamat di Jl. R. Soeprapto No. 10, Rengat, Inhu”, Sampaikannya di Rengat. Senin (5/10/2015)

“setelahnya maka rekanan akan melakukan percetakan APK sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan”, ucapnya.

Dijelaskan Hendri, diperkirakan percetakan APK tersebut akan memakan waktu selama 15 hari kerja sehingga untuk pemasangan APK  oleh rekanan akan dilaksanakan menjelang akhir oktober 2015.

Berdasarkan hasil rapat dilanjutkan Hendri, jumlah APK yang akan dipasang oleh rekanan atas nama KPU Inhu adalah baliho, sebanyak 5 buah untuk setiap pasangan calon di seluruh wilayah Inhu; Umbul-umbul, sebanyak 20 buah untuk setiap pasangan calon di setiap kecamatan; Spanduk, sebanyak 2 buah untuk setiap pasangan calon di setiap desa/kelurahan.

“kita sudah melaksanakan rapat dan hasil rapat tersebut dituangkan juga jumlah APK yang akan dipasang”, jelasnya.

Dia berharap kepada rekanan yang menjadi  pemenang dalam prosses lelang APK Pilkada Inhu untuk tidak menunda-nunda pekerjaannya sehingga APK segera dapat dipasang. (ZAL)




Akses Jalan Menuju SD 017 dan SMKN I Reteh Memprihatinkan

“Dibutuhkan Perhatian Pemerintah Untuk Segera Melakukan Perbaikan”

RETEH (detikriau.org) – Jalan Imam Bonjol Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh kondisinya kini sungguh memprihatinkan. Padahal ruas jalan itu setiap harinya dipergunakan pelajar Sekolah Dasar (SD) 017 dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 01 untuk menimba ilmu. Diharapkan kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah untuk segera dilakukan perbaikan.

Berdasarkan penjelasan Plt Kepala SMKN I Reteh, Azwirman, kerusakan ruas jalan ini sudah terjadi cukup lama. Disaat musim penghujan dan pasang tinggi, jalan akan menjadi becek, berlumpur dan licin. Untuk menuju sekolah, anak-anak didiknya bahkan terpaksa harus melepaskan alas kaki agar tidak sampai kotor terkena lumpur. Namun disaat-saat musim kemarau, jalanan akan dipenuhi debu dan membuat sesak pernapasan.

Beginilah kondisi akses jalan menuju SD 017 dan SMKN 01 Kecamatan Reteh. dibutuhkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan
Beginilah kondisi akses jalan menuju SD 017 dan SMKN 01 Kecamatan Reteh. dibutuhkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan

“Jangankan untuk dilalui kendaraan roda dua, sekedar berjalan kaki saja harus berhati-hati. Kita berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah,” Sampaikan Azwirman kepada detikriau.org ditemui di Reteh kemaren

Ditambahkannya, ruas jalan ini disamping dipergunakan anak didiknya untuk menuju sekolah, diruas jalan ini juga berdiri sebuah sekolah dasar. Serupa, untuk menuju sekolah, anak-anak sekolah dasar ini juga harus melalui badan jalan yang bisa dibilang sudah sangat tidak layak.

“Kasihan mereka, harus ada perhatian segera dari pemerintah agar kerusakan akses jalan ini tidak sampai menghambat jalannya proses belajar mengajar,” Harapnya. (Aminrullah)