Tahukah Kamu Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan

dsc_5409-copyTembilahan (detikriau.org) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar Sumatera dan Kalimantan sudah dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

dikutip dari kompas.com Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, gangguan kesehatan akan lebih mudah terjadi pada orang yang gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Dampak langsung yang akan dirasakan adalah infeksi paru dan saluran napas. Tjandra menjelaskan, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Kemudian juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi pneumonia.

“Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi,” jelas Tjandra.

Tjandra menjelaskan, ISPA pun akan lebih mudah terjadi karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus, ditambah buruknya lingkungan.

Selain infeksi pernapasan, dampak lainnya yaitu, gangguan iritasi pada mata dan kulit akibat kontak langsung dengan asap kebakaran hutan. Mulai dari terasa gatal, mata berair, peradangan, dan infeksi yang memberat. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan PPOK akan diperburuk jika asap karena asap terhirup ke dalam paru.

Menurut Tjandra, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

“Berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal juga dapat saja memburuk. Sebab, dampak tidak langsung kabut asap dapat menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres,” ungkap Tjandra.

Kemudian, secara tidak langsung asap kebakaran hutan dapat mencemari air bersih. Jika dikonsumsi masyarakat, bisa menganggu saluran cerna. Selain itu, dapat mencemari buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk itu cucilah hingga bersih sebelum dikonsumsi.

Untuk mencegah efek buruk tersebut, Tjandra mengimbau masyarakat yang telah memiliki penyakit kronik dan gangguan pernapasan untuk mengurangi intensitas ke luar ke luar rumah. Selalu gunakan masker yang baik jika berada di luar rumah. Lalu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (kompas/dro)




Dinkes Inhil Turunkan Petugas Kesehatan Atasi Kasus Diare

dr-saut-pakpahanTembilahan (detikriau.org).- Selain menderita penyakit ISPA dengan akibat kabut asap kebakaran Lahan dan Hutan, warga kabupaten inhil kini juga dihebohkan dengan maraknya kasus penderita diare. Untuk mencegah perluasan penderita kasus diare yang hari demi hari kian meningkat, Dinas Kesehatan turunkan sejumlah petugas pelayanan kesehatan kebebrapa lokasi terjadinya peningkatan kasus diare.

Menurut Plt Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan, petugas kesehatan itu merupakan petugas dari dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas

Dalam tinjauan kelapangan tersebut petugas kesehatan mendapatkan laporan bahwa terjadinya peningkatan kasus diare, dipicu karena banyaknya warga yang mengkonsumsi air yang kurang steril untuk konsumsi sehari-hari.

Sahut berharap dengan adanya upaya petugas dari dinas kesehatan kabupaten inhil ini dapat meredam perluasan penderita diare yang ada dikabupaten inhil. selain itu ia juga menghimbau kepada petugas kesehatan  lainnya  agar dapat cepat tanggap menangani permasalahan kesehatan warga yang ada dikabupaten inhil.

dengan diturunkannya langsung porsonil dari dinas kesehatan yang ada di lokasi-lokasi terjadinya peningkatan kasusu diare di kalangan masyarakat kabupaten inhil. diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan warga di daerahh-daerah rawan terjadinya peningkatan kasus diare dikabupaten inhil.(fa)

 

berikut wawancara detikriau.org dengan plt kepala dinas kesehatan kabupaten inhil.

 




RSUD Puri Husada Tembilahan di Banjiri Pasien Penderita Diare

Tembilalhan (detikriau.org) – Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, RSUD Puri Husada Tembilahan dibanjiri pasien penderita Diare. Peningkatan jumlah pasien ini mengakibatkan petugas kewalahan disebabkan keterbatasan sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit berplat merah tersebut.

Hampir setiap harinya, Rumah Sakit milik pemerintah ini menampung tambahan puluhan pasien penderita diare yang melakukan pengobatan. Pasien yang datang bervariasi baik dari anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut kepala ruang anak RSUD Puri Husada, ida lustari, meskipun dengan keterbatasan sarana kesehatan (ranjang pasien. Red) akan tetapi pihaknya akan terus memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien.

Ida lustari berharap kepada pemerintah agar dapat membantu penambahan fasilitas kesehatan yang nantinya berguna bagi pasien yang melakukan pengobatan di rumah sakit umum puri husada tembilahan tersebut.(fa)

 

berikut wawancara dengan kepala ruang anak rs puri husada.

 




Kabut Asap, Disperindag Inhil Bagikan Ribuan Masker Gratis

Tembilahan (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir membagikan ribuan masker secara gratis kepada sejumlah pengguna jalan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga akan bencana kabut asap yang melanda saat ini.

Pembagian masker tersebut dilakukan dibeberapa ruas jalan dikota tembilahan seperti jalan Suwarna Bumi, Veteran, Diponegoro, Kembang, Datuk Bandar serta beberapa ruas jalan-jalan umum lainnnya.

Pemberian masker tersebut dipimpin langsung oleh kepala disperindag inhil, fahrulrozi disertai ibu-ibu darmawanita dan dekranasda inhil. Dalam kegiatan ini, 4.600 masker ludes dalam sekejab

Selain membagi-bagikan masker, Disperindag inhil juga mesosialisasikan tata cara pemasangan masker yang baik dan benar.

Fahrulrozi mengatakan kegiatan ini bedasarkan inisiatif disperindag sendiri dalam upaya membantu masyarakat terhadap gangguan kabut asap. Ia berharap dengan dibagikan masker kepada masyarakat tersebut dapat dimanfatkan dengan baik agar masyarakat dapat terhindar dari bahaya ganggua kesehatan akibat bencana kabut aspa yang melanda kabupaten inhil.(fa)

berikut wawancara detikriau.org dengan kepala disperindag kabupaten inhil.

 

 




Asap Semakin Pekat, Mantan Bupati Inhil Ungkap Kekhawatiran di Akun FB

“Usaha ini kita lakukan bukan utk menjatuhkan siapapun, bkn utk menjelekkan siapapun, kita mengadu dan meminta kepada PRESIDEN JOKOWI yang terhormat karena beliaulah yg bisa memerintahkan siapapun yg punya kemampuan di Indonesia ini utk bertindak, berbuat dan bekerja dengan cepat dan beliau jg yg punya kuasa utk mengeluarkan berapapun anggran yg mencukupi utk menyelesaikan masalah ini”

Foto: akun fb suhaimi azzura
Foto: akun fb suhaimi azzura

Tembilahan (detikriau.org) – Selimut kabut asap kebakaran lahan dan hutan saat ini seakan tiada hentinya. Saban hari, kita menghirup udara berbahaya. Saban hari pula, beratus-ratus bahkan beribu-ribu manusia terserang ISPA. Kapan semua ini akan usai?

Kekhawatiran ini juga disampaikan oleh Mantan Bupati Inhil, H Indra Muchllis Adnan dalam Akun FB-nya, Bima Al Makky, ditulisnya,

“Hari ini kalimantan, Inhil, Palembang Jambi dan Riau dalam kondisi udara terparah dalam sejarah kabut asap di Indonesia, ISPA Jambi hari ini sampai di angka 601,berarti 2 kali lipat dari ambang batas bahaya yg ada di angka 300an.”

Saya tidak tahu bagaimana cara bisa bertahan, Saya juga tidak tahu bagaimana cara bayi2 dan anak2 “bisa bernafas”. Sementara kasus ISPA trus brtambah, Jika tidak ada satu tindakan yg di ambil maka bukan tidak mungkin berita selanjutnya yg kita dengar dari kalimantan, inhil, Palembang, Jambi, Pekanbaru adalah bayi2 yg tidak bernyawa,anak2 yg dlm kondisi kritis.

Sayang sungguh sayang informasi ini smpai sekarang belum jadi berita utama media Nasional. Alhasil org2 di luar Sumatera menganggap tidak terjadi apa2.

Kawan-kawan, kita tidak bisa turun ke jalan mengumpulkan sumbangan, tidak bisa mengumpulkan pakaian layak pakai, beras, indomie, popok, pembalut seperti saat kita berteriak: SAVE GAZA, SAVE ACEH, SAVE JOGJA dll.

Bencana asap beda dgn bencana lainnya yg korbannya bisa di ungsikan, bisa dilihat lukanya, traumanya, kesedihannya, kematiannya. Tidak, tidak seperti itu, di penderitaan karna asap semuanya terjadi pelan2. tidak ada rumah rusak, jembatan ambruk, sekolah runtuh, masjid atau surau yg roboh. Sehingga kita tdk bisa nyumbang genteng atau paku, arsitek dan ahli bangunan tidak bisa bantu, ahli sanitasi untuk air bersih atau WC tak berguna.

Satu2nya cara yg bisa kita lakukan hanya berdoa dan BERTERIAK TERUS MENERUS DI MEDIA SOSIAL, SEBARKAN, SEBARKAN, SEBARKAN. Usaha ini kita lakukan bukan utk menjatuhkan siapapun, bkn utk menjelekkan siapapun, kita mengadu dan meminta kepada PRESIDEN JOKOWI yang terhormat karena beliaulah yg bisa memerintahkan siapapun yg punya kemampuan di Indonesia ini utk bertindak, berbuat dan bekerja dengan cepat dan beliau jg yg punya kuasa utk mengeluarkan berapapun anggran yg mencukupi utk menyelesaikan masalah ini.

Bima Al Makky




Drama Kolosa HUT TNI Ke-70, Pemeran Tokoh Jendral Sudirman Ngaku Kesulitan

Ahmad Sukkron Foto BErsama Bupati Inhil, HM Wardan dan Ketua DPRD, Dani M Nursalam
Ahmad Sukkron Foto BErsama Bupati Inhil, HM Wardan dan Ketua DPRD, Dani M Nursalam

TEMBILAHAN (detikriau.org) –Ahmad Sukron mengaku cukup kesulitan berperan sebagai Jendral Sudirman pada penampilan drama kolosal dimomen HUT TNI ke-70 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Senin (5/10/2015).

Sukron menerangkan, letak kesulitannya terletak pada ketidaktahuannya terhadap karakter Jendral Soedirman yang sebenarnya, terlebih pada memerankan saat Jendral Soedirman memimpin Griliya sedang dalam kondisi sakit paru-paru.

“Saya cukup sulit bagaimana memerankan Jendral Soedirman tetap bersikap tegas memimpin grilya padahal ia dalam kondisi sakit,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum Unisi ini.

“Satu lagi kesulitannya, saya tidak tahu persis bagaimana suara Jendral Soedirman, apakah lantang atau biasa-biasa saja. Karena negara kita tidak ada mendokumentasikan suaranya. Jadi saya gambarkan sajalah bagaimana jadi seorang pemimpin, dan itu dituntut tampil maksimal,” tambahnya.

Pantauan lapangan, penampilannya hampir memakan waktu 15 menit ini tampak ditonton serius oleh Bupati dan sejumlah pejabat yang hadir. Saat itu, drama yang dibawakan Sanggar Wirakartika ini menceritakan bagaimana perjuangan tentara Indonesia melawan penjajah yang dipimpin oleh Jendral Soedirman.

Dimana waktu itu, Presiden pertama RI sedang ditahan oleh penjajah. Diakhir drama, akhirnya tentara Indonesia ini berhasil merebut kemerdekaan.

“Peserta drama yang tampil ada 61 orang dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Drama ini kami lakukan latihan hanya dalam 4 hari,” tutup Sukron.(mirwan)