HIngga Oktober 2015, Terjadi 35 Kasus Pelecehan Sex dan Kekerasan Terhadap Anak-Anak dan Remaja

foto ilustrasi: lapost.co
foto ilustrasi: lapost.co

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Terhitung sejak Januari hingga oktober 2015 tercatat sebanyak 35 kasus terjadi pada anak-anak dan remaja. Yang terbanyak adalah kasus pelecehan seksual.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan kepada sejumlah awak media usai mengikuti hearing di Kantor DPRD Inhil jalan HR Soebrantas, Tembilahan, Selasa (13/10/2015).

“Keseluruhan itu rata-rata berstatus pelajar,” kata Zulaikhah.

Saat ini, ditambahkan Zulaikah, P2TP2A Kabupaten Inhil terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum untuk benar-benar menjaga anak-anaknya. Ia mengharapkan dari sosialisasi yang dilakukan dapat mengurangi terjadinya kasus ini.

Untuk diketahui, kehadiran P2TP2A tersebut berfungsi untuk memfasilitasi penyediaan berbagai pelayanan untuk masyarakat, baik fisik maupun non fisik seperti berfungsi sebagai pusat informasi dan data, rujukan, tempat konsultasi ataupun konseling hingga pelatihan keterampilan pada perempuan dan anak.

“Meski begitu, kita tetap membutuhkan bantuan oleh beberapa organisasi lainnya sebagai titik koordinasi kita,” tandasnya. (mirwan)




RDP Komisi IV DPRD dan BP3AKB Inhil, Adriyanto : Jangan Ada Lagi Kekerasan Terhadap Anak dan Remaja

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Inhil, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (13/10/2015).

RDP yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto didampingi para anggota ini, dihadiri Kepala BP3AKB, Hj Djamilah, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Hj Zulaikhah, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik), Kementerian Agama (Kemenang) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto berharap kepada seluruh pihak terkait, untuk benar-benar memperhatikan keselamatan dan memberikan perlindungan kepada anak dan remaja yang ada di Negeri Seribu Parit.

“Ke depan, saya harapkan jangan ada lagi terjadi dan ditemukan adanya kekerasan terhadap anak dan remaja,” tutur Adriyanto.

Senada dengan itu, Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana berharap ada langkah riil dari berbagai pihak terkait di lapangan, seperti dengan melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke setiap daerah di Kabupaten Inhil.

“Dalam penanganan berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak dan remaja ini, tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah saja, tapi harus ada peran aktif dari berbagai pihak terkait lainnya, seperti BP3AKB dan P2TP2A, yang baru terbentuk di Inhil,” tambah anggota Komisi IV DPRD Inhil lainnya, Asnawi.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Inhil, Hj Zulaikhah menjelaskan, dalam upaya mencegah dan mengantisipasi sejak dini terjadinya kasus yang menimpa anak dan remaja, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, sehingga apabila ada yang menjdi korban kekerasan atau pelecehan seksual bisa melaporkannya.

“Kami juga meminta agar dianggarkan pembangunan rumah aman dan sekretariat P2TP2A, guna memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dan para korban,” kata Zulaikhah didampingi Kepala BP3AKB Inhil, Djamilah. (adi/adv)




Pelayanan PDAM TI Kembali dikeluhkan, Jangankan Bersih Setetes Airpun Tak Mengalir

air macetTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI) kembali dikeluhkan. Jangankan mendapatkan kualitas air bersih, belakangan, setetes airpun tidak lagi mengalir.

“Sudahlah musim kemarau, air PDAM pulak macet, terpaksa kami sekeluarga mandi di sumur tetangga,” keluh salah seorang pelanggan perusahaan air milik pemerintah daerah di Pekan Arba Tembilahan, Awe kepada detikriau.org, Selasa (13/10/2015).

Senada, warga lainnya juga mengatakan hal yang sama. Evi contohnya, warga Tembilahan ini juga mengeluhkan akibat macetnya PDAM kali ini sangat mempengaruhi aktivitas kesehariannya di rumah. Bagaimana tidak, semua kegiatannya terhambat akibat air PDAM tidak menetes.

“Cucian sudah menumpuk belum dapat dicuci, air tak ada. Mau menggunakan air hujan sangat kita sayangkan, karena sekarang musim kemarau,” ujarnya.

Terkait keluhannya pelanggan ini, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto menjelaskan, terputusnya pasokan air disebabkan terjadinya kebocoran pada pipa induk yang terletak di parit 8 desa Pulau Palas. Akibatnya, distribusi air jadi berkurang sebesar 500 meter kubik setiap harinya. Saat ini menurutnya bidang teknisi sedang melakukan perbaikan.

“Kalau tidak ada hambatan, sore ini sudah selesai pekerjaan perbaikannya,” yakinkan Agus, Selasa (13/10). (mirwan)




Bupati Serahkan Secara Simbolis Honor Guru Agama di Lima Kecamatan

honor_guruBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Secara simbolis, Bupati Rokan Hilir, H Suyatno menyerahkan honor bagi guru di lima Kecamatan tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) tahap ke dua

Kelima kecamatan itu adalah Kecamatan Tanah Putih, Tanah Putih Tanjung melawan, kecamatan Pujud, kecamatan Bangko Pusako dan kecamatan Rantau Kopar.

Bupati berharap kedepan para guru honorer di bawah naungan Kemenag Rohil untuk lebih giat memberikan ilmu agama kepada generasi penerus. “Saya atas nama Pemkab Rohil mengucapkan teriamkasih kepada para guru yang telah memberikan pembekalan ilmu agama kepada anak-anak kita” sampaikan Bupati disela sambutannya.

Hadir pada acara itu Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan, Kanwil Kementerian Agama Rohil Agustiar SAg, Camat Tanah Putih Suryadi SE, dan muspida.

“Penyerahan honor kali ini merupakan tahapan keduanya, sebelumnya telah dibagikan di Bagansiapiapi untuk guru di 8 kecamatan lalu pada hari ini diserahkan bagi guru di lima kecamatan bagi sebnayak 1.255 guru. (humas /dro/adv)




Material Proyek Penuhi Badan Jalan, Dinas Cipta Karya diminta Awasi Pekerjaan di Lapangan

“Kalau perlu Bupati sendiri yang berikan teguran agar Satker yang berada di bawah pimpinannya dapat bekerja benar.”

”Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat meminta kepada Dinas Cipta Karya untuk melakukan pengawasan proses pekerjaan perbaikan ruas jalan. Dilapangan, rekanan pelaksana kerap ditemukan menumpuk material seenaknya yang tentunya akan menggangu arus lalulintas dan rawan menimbulkan kecelakaan.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Anto, tidak sedikit ia menyaksikan bahan material pekerjaan perbaikan jalan ditumpuk memenuhi badan jalan. Material batu dan pasir yang berserakan ini menyuliltkan pengguna jalan untuk melintas.

“bukan satu dua kali pula kita mendengar pengguna jalan terjatuh akibat melintas material ini. Harusnya dinas terkait, dalam hal ini Cipta Karya untuk melakukan pengawasan agar rekanan tidak seenaknya dalam melaksanakan pekerjaan,” Pinta Anto

Andre, warga Tembilahan lainnya bahkan tidak hanya meminta kepada Dinas Cipta Karya dalam melakukan pengawasan, Satpol PP juga menurutnya memegang peranan penting dalam menjaga ketertiban.

“:ini tentunya juga menjadi tugas Satpol PP atau kalau perlu Bupati sendiri yang berikan teguran agar Satker yang berada di bawah pimpinannya dapat bekerja benar.” Tegas Andre. (dro)




Meriahkan Gema Muharam, Bupati: Rekor Muri Bukanlah Tujuan Utama

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengatakan bahwa rekor muri bukanlah menjadi tujuan utama dalam memeriahkan Gema Muharam. Namun bagaimana agar pergantian tahun baru islam ini bisa dilaksanakannya semeriah mungkin.

Diagendakan pada pelaksanaan gema muharam tahun ini akan digelar pembacaan shalawat Nariah se-Kabupaten Inhil secara serentak. Jika diingat pada tahun lalu, Pemkab Inhil mendapatkan rekor muri karena mengumpulkan bubur asyura terbanyak.

“Itu hanya sebatas cara kita memeriahkan tahun baru Islam secara maksimal, namun bukan menjadi tujuan utama untuk mendapatkan rekor muri. Jikapun dapat ya Alhamdulillah,” kata Wardan di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, kemarin.

“Kalau kita memang menginginkan rekor muri, bisa saja kita kumpulkan semua rebana, kompangan dan yang sejenis lainnya. Jika kita kumpulkan satu tempat maka ratusan gendang akan bersamaan memukulkan seni musiknya, saya yakin dapat muri, tapikan bukan itu tujuannya,” tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Disporabudpar Kabupaten Inhil, pelaksanaan peringatan Gema Muharram tahun ini akan dilaksanakan semeriah mungkin selama 10 hari dimulai tanggal 13 sampai 23 Oktober 2015 mendatang.

Dalam 10 hari itu akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti do’a akhir tahun, do’a awal tahun, kemudian ada lagi sembilan malam berturut-turut diisi dengan penampilan lomba kesenian bernafaskan islam, dan pada puncak acara yakni pada 10 Muharram akan ada tablig akbar.

“Pada hari puncak itu juga akan dilaksanakan pembacaan Shalawat Nariah secara serentak pada jam yang sama se-Kabupaten Inhil. Kita targetkan diikuti 30 ribu jamaah dari berbagai kecamatan dan berpusatkan di lapangan Gadjah Mada Tembilahan,” ucap Sekretaris Disporabudpar Kabupaten Inhil, Palisman. (mirwan/adv)