Bupati Ajak Jadikan Peringatan Tahun Baru Hijarah Sebagai Sarana Instropeksi Diri

muharramTANAHPUTIH, detikriau.org – Bupati Rohil, H Suyatno didampingi Plt Sekda Rohil, Drs H Surya Arfan Msi ikut menghadiri peringatan tahun baru hijriyah di Masjid Raya Annur Sintong Kecamatan Tanah Putih, rabu (14/10). Bupati berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk instropeksi diri.

“Jadikan bulan Muharram ini sebagai sarana atau media untuk Introspeksi diri,” kata Bupati Rohil

Dengan introspeksi, tambah Suyatno, kita dapat memahami berbagai kekurangan dan kelebihan yang telah dicapai. “Ini semua dilakukan agar ke depan kita bisa lebih baik lagi,” kata Suyatno.

Kecamatan Tanahputih ini, lanjut Suyatno, termasuk salah satu daerah yang maju dan terus berkembang. Ini dapat ditandai dengan banyaknya kegiatan fisik yang menyentuh Kecamatan Tanahputih. Salah satunya yakni di bidang infrastruktur.

Kendati demikian Suyatno tidak menafikan tentang banyaknya bidang infrastruktur seperti jalan maupun jembatan yang telah mengalami kerusakan. Hal tersebut setidaknya dapat membuat mobilitas masyarakat terutama di daerah-daerah sentra ekonomi tersendat.”Kita akui soal itu. Ke depan, soal infrastruktur di daerah ini, segera kita tingkatkan,” kata Suyatno.

Sebagai orang nonor satu di Kabupaten Rohil, kehadiran Suyatno di masjid ini memang benar-benar dimanfaatkan oleh warga. Mulai dari menyapa dan menyalaminya hingga sampai berfoto bersama. (humas /dro/adv)




Setelah Bertugas Setahun, Diskes Lepas Kepulangan 15 Dokter Intersif di Inhil

diskesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melepas kepulangan 15 dokter intersif di daerah tersebut, Jum’at (16/10/2015). Prosesi pelepasan yang dipusatkan di aula Wijaya Kusuma Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan ini, turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Diskes Kabupateb Inhil.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Diskes Inhil, Ridwan MKes mengatakan, sebelumnya 15 dokter intersif ini telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Negeri Seribu Parit selama satu tahun.

“Selama setahun ini, mereka melaksanakan praktek di RSUD Puri Husada sekitar 8 bulan dan sisanya 4 bulan di UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan,” tutur Ridwan.

Dengan telah berakhirnya kegiatan tersebut, Ridwan mewakili pimpinan dan jajaran di lingkungan Diskes Inhil mengucapkan terimakasih atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat selama ini.

“Kami juga memohon maaf, apabila selama bekerjasama ada terdapat kesalahan dan kekhilafan. Mudah-mudahan, ke depan kerjasama ini dapat terus ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, 15 dokter intersif tersebut berasal dari bebagai daerah di Indonesia, seperti Siak, Kampar, Bengkalis, Dumai, Garut, Kerinci, Bengkulu dan Sumatera Barat (Sumbar). (adi/adv)




Dalam Proses Keuangan, Kadisdik Pinta Guru Bantu Provinsi Bersabar

“Pencairan dipastikan dalam 7 hingga 10 hari kedepan”

Kadisdik Inhil, Helmi D
Kadisdik Inhil, Helmi D

Tembilahan (detikriau.org) – Guru bantu Provinsi di Kabupaten Inhil diminta untuk tetap bersabar menunggu pencairan gaji mereka yang tertunda sejak tiga bulan terakhir ini. Pasalnya gaji guru bantu yang telah ditransfer oleh pemerintah provinsi riau rekening pemerintah kaupaten inhil  pada jumat pekan lalu harus melalui sejumlah prosedur keuangan.

Kadisdik inhil Helmi Darmawi memastikan gaji guru bantu provinsi yang selama tiga bulan   akan bisa dicairkan dalam 7 hingga 10 hari kedepan hal   ini dikarenakan pencairan tersebut harus melalui sejumlah proses up, gu dan tu.

Helmi berharap seluruh guru bantu di kabupaten inhil dapat memaklumi hal ini sebagai bagian dari mekanisme keuangan yang harus dipenuhi sebagai bagian dari mentaati tertib admnistrasi keuangan.

Sementara itu, sebanyak 528 orang guru bantu provinsi telah menunggu– nunggu pencairan gaji yang totalnya mencapai 3,1 m tersebut, para guru berharap kedepanya tak ada lagi keterlambatan pencairan gaji guru yang selama ini beberapa kali terjadi di kabupaten inhil. (fa)

accesoria-ida-D1-450x590

 




Asisten III Setdakab Inhil Himbau Pihak Desa Gunakan dan Pertanggungjawabkan Dana Desa Dengan Baik dan Benar

Asisten III Setdakab Inhil, Afrizal
Asisten III Setdakab Inhil, Afrizal

Tembilahan (detikriau.org) – Asisiten III Setdakab Inhil, Afrizal meminta kepada aparatur pemerintahan Desa untuk dapat mempergunakan dan mempertanggunjawabkan penggunaan dana Desa dengan baik dan benar.

Selain itu itu ia juga mengharapkan kepada pihak desa agar dapat mengikuti peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya, hal tersebut bertujuan untuk memperlancar proses upaya pembangunan yang ada didesa-desa sekabupaten inhil.

Terlebih pada saat ini menurut mantan kepala BKD Inhil ini sudah banyak pihak desa yang mencairkan dana desa maju inhil jaya untuk tahapan ke dua. Afrizal berharap agar pihak desa dapat mengetahui secara benar tentang tata cara pertanggung-jawaban dana desa, hal ini bertujuan guna mempermudah desa tersebut untuk meneruskan upaya pembangunan di desanya sendiri, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

selain itu afrizal mengatakan pemerintah kabupaten inhil bersama badan instansi terkait seperti badan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa akan melakukan pengawasan bagi seluruh desa-desa sekabupaten inhil, dalam program menjalankan program unggulan pemerintah kabupaten inhil tersebut.(fa)

 




Bupati: Rangkaian Kegiatan Sambut Tahun Baru Islam diharap Membawa Berkah

Tembilahan (detikriau.org) – Sambut tahun baru islam 1437 hijrah, Pemkab Inhil gelar even wisata religi do’a bersama awal dan akhir tahun di Mesjid Raya Al-Huda tembilahan, rabu (14/10/2015) kemaren.

Even wisata religi  ini dihadiri oleh Bupati  Inhil HM Wardan, unsur forkopimda, sejumlah pejabat di lingkungan  pemkab inhil dan ribuan warga di kota tembilahan  dan sekitarnya.

hari perdana  even wisata religi gema muharam dimulai dengan pembacaan doa awal tahun, salat magrib berjamaah, salat hajat, doa akhir tahun dan ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh kh. Murjani Nurani guru andang yang berasal dari kalimatan selatan.

Bupati mengatakan, dengan berbagai kegiatan keagamaan yang di  gelar pemkab inhil dalam rangka menyambut kedatangan tahun baru islam di harapkan akan memberikan berkah kepada kabupaten inhil sehingga dengan permohonann doa  yang telah dipanjatkan  pada akhir dan awal tahun ini dapat menjadikan inhil sebagai kabupaten yang lebih baik dimasa mendatang.(fa)

 

 




PT IJA Kembali Mangkir, Junaidi : Langsung Berikan Warning, Karena Menyangkut Wibawa Pemda.

“Karena ini groupnya Surya Dumai, maka suratnya kita kirim kesana. Saya sendiri juga sangat gerah dengan tingkah perusahaan ini, jadi perlu tindakan tegas dari kita”

dari kiri: Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna,  Amd Junaidi dan Edi Haryanto Sindrang
dari kiri: Iwan Taruna, Amd Junaidi dan Edi Haryanto Sindrang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), untuk memberikan tindakan tegas terhadap PT Indogreen Jaya Abadi (IJA), karena dinilai sudah tidak kooperatif dalam menyelesaikan permasalahannya dengan masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi terkait dengan tidak hadirnya perwakilan PT IJA dalam pertemuan bersama masyarakat Sungai Ular dan Sungai Bungus Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), yang difasilitasi oleh Pemkab Inhil di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Kamis (15/10/2015).

Pertemuan yang dipimpin Asisten I Setda Inhil, Darussalam didampingi Kepala Disbun, Mukhtar T dan Kepala BLH, Encik Kamal Syahindra ini, dihadiri Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna dan Wakil Ketua Komisi III DPRD, Edi Sindrang, serta diikuti sejumlah pejabat eselon, Camat, perwakilan masyarakat Sungai Ular dan Sungai Bungus, Kecamatan Kuindra.

Menurut Junaidi, kembali tidak hadirnya perwakilan PT IJA pada pertemuan kedua kalinya ini, menunjukan bahwa perusahaan tersebut hanya main-main dan tidak jelas status serta keberadaannya.

“Harus ada tindakan tegas dari Pemda terkait persoalan ini, kalau perlu langsung berikan warning, karena ini menyangkut wibawa Pemda,” tutur Junaidi.

Senada dengan itu, Juru Bicara (Jubir) Masyarakat Sungai Ular dan Sungai Bungus, Tengku Suhandri mempertanyakan bagaimana peran Pemda sebenarnya dalam menyikapi ketidakhadiran perwakilan perusahaan dalam pertemuan tersebut.

Pasalnya, lanjut pria yang akrab disapa Comel ini, Pemda memiliki kewenangan penuh dalam mengelola dan mengatur daerah, khususnya terkait dengan keberadaan dan operasional perusahaan yang notabenenye hanya menumpang di Negeri Seribu Parit.

“Kami kecewa sama pemerintah, karena punya kewenangan untuk menghadirkan pihak perusahaan, tapi ternyata tak mampu menghubungi mereka. Jadi, ini sangat aneh dan kami tak tau lagi dimana salahnya,” keluh Comel.

Menanggapi hal tersebut, Asisten I Setda Inhil, Darussalam menyatakan bahwa tindakan tidak kooperatif dari pihak perusahaan ini akan menjadi catatan penting bagi Pemda, khususnya untuk menentukan langkah dalam upaya penyelesaian persoalan dengan masyarakat setempat.

“Intinya kami sependapat, perusahaan ini memang bandel. Kalau keinginan saya pribadi, tutup saja perusahaannya, tapi karena ini keputusan institusi, tentu harus ada cara-cara yang ditempuh terlebih dahulu,” terangnya.

Oleh karena itu, Darussalam setuju untuk memberikan teguran keras terhadap pihak perusahaan, dengan memanggil kembali perwakilan PT IJA guna memberikan klarifikasi. Apabila tidak juga hadir, maka Pemda akan mengambil keputusan sepihak dan harus diterima serta diselesaikan oleh pihak perusahaan.

“Karena ini groupnya Surya Dumai, maka suratnya kita kirim kesana. Saya sendiri juga sangat gerah dengan tingkah perusahaan ini, jadi perlu tindakan tegas dari kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya sejumlah masyarakat Sungai Ular dan Sungai Bungus, Kecamatan Kuindra meminta kepada pihak perusahaan agar mengganti rugi lahan dan pohon kelapa milik mereka yang rusak akibat aktifitas perusahaan.

Dimana, luas lahan perkebunan masyarakat yang rusak saat ini adalah sekitar 4,8 hektar, sedangkan pohon kelapa yang juga mengalami kerusakan disebabkan serangan hama kumbang sebanyak 5.000 batang. (adi)