Persiapan Rampung 80 Persen, Balon Kades diminta Ikut Peraturan dan Ketentuan Berlaku

Tembilahan. (detikriau.org) – Bakal Calon (balon) kepala desa agar dapat mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku. hal tersebut mengingat banyaknya tahapan-tahapan yang harus di lalui oleh balon kepala desa yang mengikuti pilkades serentak pada tahun ini.

 Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kebupaten Inhil mengatakan, sampai saat sekarang ini persiapan pilkades serentak  sudah mencapai depalan puluh peresen. hal ini dilihat dengan begitubanyaknya pihak desa yang menyampaikan daftar pemilih ke bpmpd inhil untuk persiapan pilkades serentak nantinya.

Degan hamper rampungnya persiapan dalam pilkades serentak, Julizal berharap kepada semua pihak terkait untuk membantu mengsukseskan kegiatan pesta demokrasi pelkades serentak yang akan di gelar di bulan november mendatang.(fa)

BERIKUT WAWANCARA detikriau.org DENGAN KEPALA BPMPD KABUPATEN INHIL

https://youtu.be/IUVgugui1-8

lego-usb-homepage-DESKTOP




Lima Hari Tak Mengalir, Warga Tembilahan Hulu Juga Keluhkan Pelayanan PDAM TI

“Harus ada perhatian serius dari pemerintah agar kebutuhan air masyarakat dapat dipenuhi dengan baik.”

foto ilustrasi: net
foto ilustrasi: net

Tembilahan (detikriau.org) – Setelah warga jalan Batang Tuaka Tembilahan Kota, kini giliran warga di Kecamatan Tembilahan Hulu yang mengeluhkan pelayanan PDAM Tirta Indragiri. Lima hari tak dapatkan pasokan air, warga mengaku kecewa. Sebahagian dari mereka bahkan rela merogoh kantong untuk membuat sumur bor.

“Sudah lima hari air PDAM tidak mengalir. Pastinya kita menjadi susah, apalagi saat ini musim kemarau.” Keluhkan Edi, warga jalan sabilal muhtadin Tembilahan hulu melalui detikriau.org, jum’at (16/10/2015)

Menurut Edi, untuk memenuhi kebutuhan air dalam beberapa hari ini ia terpaksa mempergunakan air sumur. Meskipun kualitas air jauh dari bersih, ia mengaku tidak ada pilihan. “kita berharap PDAM TI untuk segera memperbaiki pelayanan agar pelanggan tidak terus dirugikan,” Pinta Edi

Anto, warga seputaran jalan kayu jati Kecamatan Tembilahan Hulu pun mengeluhkan persoalan senada. Iapun mengaku dalam beberapa hari belakangan ini tidak lagi mendapatkan pasokan air PDAM TI. Karena kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan pokok rumah tangganya, ia terpaksa harus mengeluarkan biaya untuk membuat sumur bor.

“terpaksa bikin sumur bor bang. Manual aja. Kalau bikin yang kualitas bagus, harganya selangit. Kita tak mampu,” Sampaikannya

Anto berharap persoalan ini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Bagimanapun menurutnya PDAM TI merupakan perusahaan milik Pemkab Inhil. Jika Pemkab memperhatikan kebutuhan masyarakatnya tentunya keberadaan satu-satunya perusahaan penyedia air bersih bagi masyarakat Inhil ini mendapatkan perhatian serius.

“Harus ada keterlibatan pemerintah agar kebutuhan air masyarakat dapat dipenuhi dengan baik.” Pinta Anto

Sebelumnya, terkait keluhannya pelanggan ini, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto menjelaskan, terputusnya pasokan air disebabkan terjadinya kebocoran pada pipa induk yang terletak di parit 8 desa Pulau Palas. Akibatnya, distribusi air jadi berkurang sebesar 500 meter kubik setiap harinya. Saat ini menurutnya bidang teknisi sedang melakukan perbaikan.

“Kalau tidak ada hambatan, sore ini sudah selesai pekerjaan perbaikannya,” yakinkan Agus, Selasa (13/10) kemaren.

Namun hingga hari ini, jum’at (16/10.2015) masih banyak pelanggan PDAM TI yang tidak mendapatkan haknya. (dro)

lego-usb-homepage-DESKTOP




Jika Pemkab Tak Mampu Tangani, DPRD Inhil Akan Bentuk Pansus

“Terkait Persoalan PT IJA dan Masyarakat Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra”

dari kiri: Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna,  Amd Junaidi dan Edi Haryanto Sindrang
dari kiri: Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna, Amd Junaidi dan Edi Haryanto Sindrang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tidak kunjung tuntasnya persoalan antara masyarakat, khususnya petani pemilik lahan dengan pihak perusahaan membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) merasa gerah.

Oleh karena itu, para wakil rakyat ini berencana akan menggulirkan dan membentuk Panitia Khusus (Pansus), dalam upaya penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak di Negeri Seribu Parit.

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna saat menghadiri pertemuan antara perwakilan masyarakat Sungai Bungus dan Sungai Ular, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dengan manajemen PT Indogreen Jaya Abadi (IJA), di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Kamis (15/10/2015) kemarin.

Dimana, pada pertemuan yang difasilitasi langsung oleh Pemkab Inhil ini, PT IJA kembali tidak mengirimkan perwakilannya, seperti saat pertemuan beberapa waktu lalu di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan.

Menurut Iwan, apa yang ditunjukkan oleh PT IJA ini merupakan sikap yang tidak baik dan terkesan melawan Pemerintah Daerah (Pemda). Pasalnya, meskipun telah diundang dua kali, namun perusahaan tersebut tetap tidak mengirimkan perwakilannya.

Padahal, pembahasan ini bertujuan untuk mencari solusi dan jalan keluar terhadap persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat di dua tempat tersebut, yakni kerusakan lahan perkebunan dan pohon kelapa, yang diakibatkan aktifitas PT IJA.

“Jadi, kami minta kepada Pemkab Inhil melalui BLH untuk segera mengkaji persoalan ini. Kalau memang karena ulah perusahaan, langsung saja beri tindakan tegas,” kata Iwan.

Selanjunya, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini merekomendasikan kepada Pemda, agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan tersebut, karena keberadaannya dinilai lebih banyak memberikan mudharat daripada manfaat.

“Apabila ini tidak selesai juga oleh Pemkab Inhil, maka saya akan menggulirkan pembentukan Panus di DPRD,” pungkasnya. (adi)

 

 




UNISI Ditunjuk Sebagai Tim Independen Uji Kompetensi Bakal Calon Kades Se-Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri (Unisi) ditunjuk sebagai tim independen uji kompetensi bakal calon Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2015. Kepercayaan tersebut disampaikan wakil Rektor III Unisi Junaidi kepada detikriau.org, Jum’at (16/10/2015).

“Lembaga Unisi ini ditunjuk oleh kepanitiaan pemilihan serentak Kades Kabupaten Inhil sebagai assesor atau dalam peraturan dikenal sebagai tim independen terhadap bakal calon Kades se-Inhil,” beber Junaidi.

Ia menyampaikan, penunjukan tersebut murni mengatas-namakan lembaga perguruan tinggi Unisi. Dalam lembaga itu pula dibentuk panitia tim independen penguji yang langsung ditanggulangi oleh Rektor. Setelah terbentuk, maka tim tersebut bekerja sesuai yang dilampirkan oleh kepanitiaan berlevel Kabupaten.

Dikesempatan itu, ketua panitia tim independen uji kompetensi Kades se-Inhil ini juga menyampaikan bahwa peserta bakal calon Kades diperkirakan ada sekitar 100 lebih yang terdaftar. Jumlah tersebut khusus para bakal calon yang mengikuti pemilihan Kades serentak se-Inhil yakni sedikitnya 96 desa.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Panitia pemilihan serentak Kades se-Inhil tahun 2015 Mahibuddi menerangkan, berdasarkan peraturan perundang-undangan apabila jumlah peserta bakal calon di satu desa melebihi 5 orang maka wajib dilakukan uji kompetensi.

Untuk Inhil, terdapat banyak desa yang mendaftat lebih dari 5 peserta maka secara otomatis uji kompetensi tersebut dilakukan dan pengujinya adalah bersifat independen yakni diluar struktur kepemerintahan.

“Uji kompetensi itu dilaksanakan selama 5 hari dimulai tanggal 17 sampai 21 Oktober 2015. Sistem pelaksanaannya diserahkan langsung kepada kepanitiaan tim penguji,” katanya, belum lama ini. (mirwan)

 

d1-hp




Desember, Pusdatin Inhil Akan Tampilkan Film Para Istri Bupati Inhil Dari Masa-kemasa

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pusat Data dan Informasi Perempuan (Pusdantin) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) rencanakan untuk menampilkan film dokumenter profil istri-istri Bupati Inhil dari masa-kemasa pada bulan Desember 2015 mendatang.

Pemutara film itu dalam rangka memperigati hari ibu sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-2 Pusdantin Kabupaten Inhil. Saat ini, pengurus Pusdatin sedang mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan isi film.

“Tujuanya untuk memotifasi kepada generasi muda nantinya apa saja yang sudah dibuat dan dikiprah ibu ibu ini dalam mendampingi suaminya yang sibuk mengurus daerah,” kata Ketua Pusdatin Inhil Hj Zulaikhah Wardan usai melakukan rapat persiapan pembuatan film di gedung wanita, Tembilahan, Kamis (15/10/2015) sore kemarin.

Menurutnya pembuatan dokumenter ini cukup penting untuk mengingat jasa-jasanya, sebab di Kabupaten Inhil merupakan wilayah perairan dan sangat luas, cukup sulit bagi pemimpin untuk menjangkau secara keselururan. Itulah katanya yang mesti dipantau kembali bagaimana para istri Bupati terdahulu setia mendampingi suaminya.

Dengan demikian ia berharap Pusdatin ini bisa melakukan tugas-tugas dan membantu pemerintah dalam memberikan data dan informasi yang akurat sehinga bisa dijadikan pembangunan khususnya untuk perempuan. (mirwan/adv)

Mini-Carousel-Shoes-Fair




Zulaikah Terharu M Yoga Kembali Semangat Tempuh Pendidikan

IMG_20151015_115740TEMBILAHAN (detikriau.org) – Istri Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan mengaku terharu mendengar kabar bahwa M Yoga (10) kembali bersemangat menempuh pendidikan. Bagaimana tidak, anak itu sedang menderita suatu penyakit yang mengakibatkan kakinya tidak bisa bergerak.

“Semangat seperti ini patut dicontoh, terlebih kepada pihak-pihak yang peduli dan mau membantu anak itu sehingga Yoga dan keluarganya bisa keluar dari masalah yang dihadapi,” kata Zulaikhah, kemarin.

Kepada dinas terkait, Zulaikhah berharap dapat memberi bantuan kepada keluarga Yoga berupa rumah layak huni dari program Kemensos RI sehingga tidak lagi menyewa rumah. Karena saat ini keluarga Yoga sedang menyewa rumah di jalan Pelajar Tembilahan dan bersekolah di SDN 004 Tembilahan Hulu sejak tanggal 13 Oktober kemarin.

Untuk diketahui, awalnya Yoga ini pernah sekolah pada tahun 2012 di salah satu SD di kampong kelahirannya, Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu. Namun letak sekolah itu cukup jauh dari rumahnya dan melelahkan bagi orang tuanya mengantarkan setiap hari, sebab waktu itu Yoga terpaksa digendong orang tuanya menuju ke Sekolah.

Sekitar 2 bulan menjalani antar jemput sekolah, akhirnya orang tua Yoga mengaku lelah dan tidak sanggup lagi mengantarkan setiap hari, secara terpaksa Yoga berhenti mengikuti pendidikan formal selama 4 tahun lamanya.

Kepala SDN 004 Tembilahan Hulu, Fadli saat dihubungi awak media, Kamis (15/10/2015) mengatakan kalau Yoga memiliki semangat belajar dan tampak pantang menyerah. Sebab itulah pihaknya berupaya membantu mencarikan solusi bagaimana Yoga bisa kembali sekolah.

Salah satu caranya kata Fadli, pertama menyebar luaskan bahwa ada anak Inhil yang membutuhkan bantuan melalui Medsos. Tak lama kemudian, beberapa donatur menghampiri memberi bantuan kursi roda dan mencarikan rumah sewa di jalan Pelajar tersebut.

“Ia ada semangat kembali sekolah, kasian juga kita biarkan, padahal solusinya hanya kursi roda dan menyediakan tempat tinggal di dekat SD. Alhamdulillah ada yang membantu,” kata Kepsek ini. (mirwan)

banner 1