Polsek Sungai 9 Melakukan Pengecekan Pekarangan Pangan Makanan Bergizi Bersama Petani.

ARBindonesia,com.Dumai-Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, personel Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Sembilan bersama petani melaksanakan kegiatan pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh AIPDA S. Malau dan AIPDA J. Tindaon bersama petani di lahan pekarangan pangan bergizi milik Joko yang berlokasi di Jalan Mampu Jaya RT 01, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan.

Lahan seluas sekitar 0,5 hektare tersebut ditanami berbagai komoditas pangan, di antaranya sayur pare dan ubi kayu. Dari hasil pengecekan, kondisi tanaman saat ini terlihat tumbuh subur dan berkembang dengan baik.

Pengecekan secara rutin terus dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas bersama petani sebagai bentuk pendampingan dan monitoring terhadap perkembangan tanaman. Langkah ini bertujuan untuk memastikan tanaman tetap terawat sehingga dapat menghasilkan panen yang maksimal serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan.***




Cetak Kader Berintegritas, HMI Rohul Tuntaskan Intermediate Training Tingkat Nasional

ROKAN HULU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Rokan Hulu sukses menyelenggarakan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional yang berlangsung selama enam hari di Hotel Gelora, Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan tersebut dikelola oleh Tim Master of Training (MOT) yang dipimpin Febri dari Bukittinggi bersama enam orang master HMI lainnya.

Puncak kegiatan ditandai dengan acara penutupan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu pada kamis, 18/6/2026. Kegiatan tersebut secara resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Margono, S.Sos., M.Si.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rokan Hulu Suharman, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Rokan Hulu, unsur Kepolisian, Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Rokan Hulu beserta jajaran, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana LK II Tingkat Nasional, Jamalulaian, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar sejak pembukaan hingga penutupan. Sebanyak 34 peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

“Peserta yang dinyatakan lulus berasal dari empat provinsi, yakni Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Bengkulu, serta mewakili 10 kabupaten/kota. Kegiatan ini didukung oleh tujuh orang master training dan 20 panitia pelaksana yang bekerja maksimal demi menyukseskan agenda nasional ini,” jelas Jamalulaian.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hulu, Al Fajar, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan proses Intermediate Training. Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga para alumni LK II ini mampu memberikan dampak nyata di daerah masing-masing, menjadi kader yang berintegritas, serta mampu menjawab berbagai tantangan zaman. HMI Cabang Rokan Hulu akan terus berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun Rokan Hulu yang lebih maju,” ujar Al Fajar.

Ketua MD KAHMI Rokan Hulu, Lufita Nur Alfiah, S.P., M.Si., turut memberikan apresiasi atas keberhasilan HMI Cabang Rokan Hulu dalam menyelenggarakan LK II Tingkat Nasional hingga tuntas. Dalam sambutannya, ia mengulas sejarah panjang HMI sejak berdiri pada 1947 serta menjelaskan peran strategis organisasi tersebut dalam membangun sumber daya manusia, mengawal kebijakan pemerintah, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., yang diwakili Staf Ahli Bupati Margono, menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Anton, HMI tetap menjadi mitra kritis pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, katanya, membuka ruang seluas-luasnya bagi HMI untuk menyampaikan gagasan, pemikiran, maupun kritik konstruktif demi kemajuan daerah.

“HMI merupakan organisasi yang selalu diperhitungkan sebagai mitra strategis pemerintah. Keberhasilan HMI Cabang Rokan Hulu menyelenggarakan kegiatan tingkat nasional di daerah ini menjadi bukti bahwa kader-kader HMI memiliki kapasitas besar untuk menghadirkan perubahan dan mencetak kader yang berkelanjutan demi masa depan Rokan Hulu,” ungkap Margono.

Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu terhadap pelaksanaan LK II Tingkat Nasional, Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hulu, Al Fajar, menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM.

Suksesnya penyelenggaraan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional ini kembali menegaskan komitmen HMI Cabang Rokan Hulu sebagai organisasi kader yang konsisten melahirkan pemimpin-pemimpin muda berkualitas, berwawasan kebangsaan, serta siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara.




Pemkab Inhil Dukung Reforma Agraria

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman menyatakan kesiapan daerahnya mendukung Reforma Agraria sebagai bagian dari pelaksanaan Kebijakan Strategis Nasional di bidang agraria dan tata ruang. Terlebih, Kabupaten Inhil memiliki enam desa di Kecamatan Pelangiran yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan reforma agraria.

Wilayah tersebut memperoleh alokasi lahan seluas 3.811,75 hektare yang berasal dari penataan aset agraria.

“Lahan tersebut direncanakan untuk pemberdayaan masyarakat melalui skema pengelolaan yang difasilitasi oleh Bank Tanah,” ujar Bupati Inhil saat hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Awal Gugus Tugas Reforma Agraria, pada Kamis (17/6) di Kantor Gubernur Riau.

Rakor tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Riau, Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Riau, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.

Untuk informasi, HGU atau Hak Guna Usaha merupakan hak yang diberikan negara kepada pihak tertentu untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara guna kepentingan pertanian, perkebunan, perikanan, atau peternakan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam pengelolaan lahan ini, Bupati Inhil akan memprioritaskan masyarakat setempat yang benar-benar membutuhkan, dengan batas maksimal penguasaan lahan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.

“Maksimal satu orang mengelola 5 hektare. Kita memberdayakan masyarakat tempatan yang layak menerima bantuan agar ekonomi masyarakat semakin meningkat. Kita akan pilah, jangan ada satu orang sampai mengelola 20 hektare, itu tidak bisa. Maksimal 5 hektare saja, artinya memang wajar dan sesuai tujuan pemberdayaan,” tegas Herman.

Proses penetapan calon penerima manfaat akan dilakukan secara cermat melalui verifikasi lapangan yang melibatkan ATR/BPN, camat, kepala desa dan masyarakat agar prosesnya berjalan transparan dan tepat sasaran. (Galeri Foto)




Karutan Dumai Tegas Jagan Main-Main Aturan, Integritas Harga Mati.

ARBindonesia,com.DUMAI – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menegaskan pentingnya disiplin dan integritas bagi seluruh pegawai saat memimpin apel pagi di lapangan serbaguna Rutan Dumai, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Enang mengingatkan seluruh jajaran agar menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), menjaga profesionalisme, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra institusi pemasyarakatan.

“Jangan pernah bermain-main dengan aturan. Laksanakan tugas sesuai SOP, jaga integritas, disiplin dalam bekerja, serta hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi,” tegas Enang di hadapan seluruh pegawai.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif sekaligus evaluasi internal menyusul sejumlah peristiwa di beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia yang belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurut Enang, berbagai kejadian yang terjadi di tempat lain harus menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran Rutan Dumai agar tidak lengah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Ia menekankan bahwa setiap pegawai memiliki peran strategis dalam menjaga marwah organisasi. Karena itu, budaya kerja yang jujur, disiplin, transparan, dan bertanggung jawab harus terus ditanamkan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadikan kejadian yang terjadi di tempat lain sebagai cermin bagi kita semua. Jangan sampai hal serupa terjadi di Rutan Dumai. Bangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas,” ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan, Karutan juga mengajak seluruh pegawai untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas kepada masyarakat maupun warga binaan.

Penguatan yang disampaikan dalam apel pagi tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas IIB Dumai dalam membangun lingkungan kerja yang aman, tertib, serta bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan komitmen yang terus diperkuat, Rutan Dumai berharap mampu menjadi institusi pemasyarakatan yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan tata kelola yang bersih, profesional, dan berintegritas di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.***




Karutan Dumai Tekankan Disiplin Dan Integritas Pegawai Saat Apel Pagi.

ARBindonesia,com.Dumai-Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai memberikan penguatan kepada seluruh jajaran pegawai saat pelaksanaan apel pagi yang digelar di lapangan serbaguna Rutan Dumai, Senin (15/6).

Dalam arahannya, Kepala Rutan Dumai, Enang Iskandi, menegaskan pentingnya menjaga kedisiplinan, integritas, serta melaksanakan setiap tugas dan fungsi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Seluruh pegawai diingatkan agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dalam bekerja dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang.

“Jangan pernah bermain-main dengan aturan. Laksanakan tugas sesuai SOP, jaga integritas, disiplin dalam bekerja, serta hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi,” tegas Karutan.

Penguatan tersebut disampaikan sebagai bentuk respon dan evaluasi terhadap beberapa kejadian di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan lain yang belakangan menjadi sorotan publik dan viral di berbagai media. Karutan menekankan agar seluruh jajaran Rutan Dumai menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi dengan bekerja secara jujur, bertanggung jawab, dan penuh dedikasi.

“Jadikan kejadian yang terjadi di tempat lain sebagai cermin bagi kita semua. Jangan sampai hal serupa terjadi di Rutan Dumai. Bangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan yang berkualitas,” ujarnya.

Melalui penguatan ini, diharapkan seluruh pegawai Rutan Kelas IIB Dumai semakin memperkokoh komitmen dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tertib, berintegritas, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang profesional kepada masyarakat dan warga binaan**tm.




Perayaan Milad ke-61 Menegaskan Identitas Inhil sebagaiDaerah yang Menjunjung Tinggi Nilai Kebersamaan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Semarak Milad Kabupaten Indragiri Hilir ke-61 tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemandirian masih hidup di tengah masyarakat. Perayaan kali ini berlangsung meriah tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepeser pun.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari panggung hiburan rakyat hingga atraksi spektakuler Joget Mande yang melibatkan 6.100 orang, terlaksana berkat partisipasi berbagai pihak. Dukungan datang dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, sponsorship, donasi masyarakat, hingga swadaya panitia.

Hal itu di sampaikan Ketua Panitia Pelaksana Milad Inhil, Dr. Trio Benni Putra.

“Alhamdulillah, perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir ke-61 tahun ini kita laksanakan dengan semangat gotong royong dan kemandirian. Tanpa membebani APBD sepeser pun. Semua rangkaian kegiatan murni dari partisipasi CSR perusahaan, sponsorship, donasi masyarakat, dan swadaya panitia,” ungkapnya.

“Ini bukti marwah Inhil: merayakan hari jadi dengan cara yang bertanggung jawab, transparan, dan mengedepankan partisipasi seluruh elemen. Syukuri anugrah, bangkitkan marwah,” tambah Trio.

Atmosfer kebersamaan terasa di setiap sudut kota. Warga dari berbagai kalangan turun tangan, baik sebagai peserta maupun penyokong acara. Semangat ini menegaskan identitas Inhil sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, transparansi, dan tanggung jawab sosial.

Lebih dari sekadar pesta, Milad ke-61 menjadi momentum refleksi, bagaimana masyarakat dan pemerintah bisa bersinergi membangun daerah tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran negara. Inhil menunjukkan bahwa dengan partisipasi aktif seluruh elemen, sebuah perayaan dapat menjadi simbol kebangkitan marwah dan kebanggaan bersama.

Bupati Inhil, H Herman dalam rapat Paripurna DPRD dalam rangka Milad ke-61 Kabupaten Inhil, menegaskan sejak dimekarkan dari Kabupaten Indragiri pada 14 Juni 1965, Inhil telah mengalami banyak kemajuan dan perkembangan di berbagai sektor. Berbagai capaian pembangunan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu, pemerintah daerah, serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan usia ke-61 tahun ini, sudah banyak capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan. Namun, masih banyak pula pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Herman, sebagai kabupaten terluas di Provinsi Riau dengan luas wilayah lebih dari 18 ribu kilometer persegi, Inhil memiliki tantangan pembangunan yang cukup besar. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu alasan utama pentingnya dukungan dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.

“Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, sehingga percepatan pembangunan di Kabupaten Inhil dapat berjalan lebih optimal dan merata,” tegasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Inhil juga terus fokus menjalankan program pengentasan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai langkah juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan cadangan pangan daerah guna mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat sektor pertanian dan perkebunan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herman kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan kesejahteraan petani kelapa. Salah satunya melalui surat resmi yang telah disampaikan kepada pemerintah pusat terkait usulan penetapan harga minimal kelapa sebesar Rp5.000 per kilogram.

“Kelapa adalah identitas dan sumber penghidupan sebagian besar masyarakat Inhil. Karena itu, kami terus memperjuangkan adanya kebijakan harga yang memberikan kepastian dan perlindungan kepada para petani,” katanya.

Momentum Milad ke-61 juga menjadi ajang menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal daerah. Salah satu yang membanggakan adalah Tari Mande dari Kecamatan Mandah yang berhasil meraih Rekor MURI dunia dan menjadi kebanggaan masyarakat Inhil.

“Kita patut bersyukur karena budaya dan kearifan lokal yang kita miliki mampu dikenal hingga tingkat nasional bahkan dunia. Ini menjadi modal penting untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah,” ungkap Herman.

Di akhir sambutannya, Bupati Herman mendorong seluruh perangkat daerah agar terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Mari jadikan Milad ke-61 ini sebagai momentum untuk bangkit bersama, memperkuat marwah daerah, dan melanjutkan pembangunan demi mewujudkan Inhil yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya. (Arb)