Kemarau Panjang, Panen Padi di Pekan Arba Juga Anjlok

“Memang ada saya dengar kalau beberapa lahan padi di Inhil mengalami kekeringan, namun satupun petani yang datang untuk melapor. Jadi saya simpulkan di Inhil tidak ada gagal panen,”

DSC_6104TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hasil panen padi di kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami penurunan drastis dari kondisi normal. Penurunan ini karena kekurangan pasokan air di persawahan akibat kemarau panjang.

Menurut salah satu pengelola badai benih Pekan Arba, Sutarman (38), Kamis (22/10/2015) jika pada kondisi sempurna bisa menghasilkan panen seberat 5,4 ton benih perhektar. Namun jika pada kondisi normal, petani ini bisa menghasilkan panen benih minimal 3,6 ton perhektar.

Short-banner---bagTetapi, pada kondisi saat ini ia hanya mampu menghasilkan panen 2 ton perhektar. Panen ini merupakan hasil tanam bulan Mei dan dipanen pada bulan Agustus 2015.

“Karena cuaca daerah kita sudah tak menentu, maka penanaman pun kita stop untuk sementara. Karena jika kami paksakan maka akan rugi,” kata Sutarman.

Menurutnya lagi, kondisi panen kali ini tidak hanya kekurangan air, namun juga ada pengaruh dari kabut asap yang menyebabkan pemasakan padi tidak sempurna. Sebab katanya dari ketebalan asap di udara melindungi cahaya matahari.

“Jadi panen kali ini bisa kami sebut gagal, sebab selain penurunan drastis juga hasil pemasakannya tidak sempurna. Hasil 2 ton perhektar itu tidak menguntungkan, yang ada balik modal,” tukasnya.

Sekedar diketahui, persawahan lahan padi di Pekan Arba, 5 hektarnya milik dinas terkait dan ratusan hektar milik masyarakat.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil melalui Kasi Tanaman Pangan, M Shaleh saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan adanya gagal panen padi di Kabupaten Inhil.

Ia menghimbau, jika memang ada lahan padi yang gagal panen disegerakan melaporkan ke pihaknya untuk dicarikan solusi terbaik.

“Memang ada saya dengar kalau bebarapa lahan padi di Inhil mengalami kekeringan, namun satupun dari mereka belum ada yang datang untuk melapor. Jadi saya simpulkan di Inhil tidak ada gagal panen,” tandas Shaleh. (mirwan)




Inhil Masih Dalam Status Waspada ISPA dan Diare

Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga kini, kondisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan masih waspada penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, Kamis (22/10/2015).

Dikatakan Saut, saat ini musim kemarau panjang dan kabut asap masih melanda Negeri Seribu Parit, sehingga tetap harus diwaspadai oleh masyarakat agar tidak menjadi korban dan terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin berkembang.

“Melihat cuaca yang masih belum turun hujan dan kabut asap dalam kurun waktu yang cukup lama, maka kita nyatakan Inhil masih dalam status waspada diare dan ISPA,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, untuk mencegah terkenanya penyakit diare, masyarakat dianjurkan mengkonsumsi air bersih yang telah dimasak terlebih dahulu, serta menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, yakni mandi, cuci dan kakus (MCK)

“Jadi, jangan gunakan air parit atau sungai yang kotor, karena akan mendatangkan penyakit,” terangnya.

Namun apabila sudah terkena penyakit tersebut, Saut menyarankan untuk langsung diobati dengan meminum larutan air gula, garam dan oralit atau berobat langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Sedangkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat bisa menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar rumah.

“Tapi jika ada warga yang merasa terserang gejala-gejala penyakit ISPA, seperti batuk berkepanjangan yang disertai flu, disarankan untuk sesegera mungkin berobat ke unit pelayanan kesehatan terdekat,” tambahnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pengobatan di unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas, tidak perlu khawatir karena biaya pengobatan digratiskan.

“Tidak ada pungutan biaya, semua itu gratis, kecuali di rumah sakit, karena itu hasil rujukan,” imbuhnya. (adi/adv)




74 Calon Sekda dan Kadis Sudah Lengkapi Berkas

Kepala BKD Inhil H Syaifuddin
Kepala BKD Inhil H Syaifuddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 74 calon pejabat definitif telah melengkapi berkas untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan empat jabatan kepala Dinas di lingkungan Pemkab Inhil.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil Syaifuddin ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2015). Dari 74 itu, 13 calon Sekda dan 61 calon kepala dinas.

“Inilah total keseluruhan yang mendaftarkan diri untuk mengikuti assessment mendatang. Pendaftaran sudah kita tutup kemarin tanggal 21 Oktober 2015,” kata Syaifuddin.

New-Frontpage-Big-Stand-A-Mockup-Big-Stand-A-1-20151015093937-0Untuk nama-nama calon, Kepala BKD tidak menyampaikan siapa saja yang mencalonkan tersebut baik calon Sekda maupun calon kepala Dinas. Sebab keseluruhan calon tersebut belum tentu bisa mengikuti assessment karena masih ada satu tahapan yang harus dilalui. Tahapan itu berupa penyeleksian administrasi oleh panitia seleksi.

Setelah dilakukan seleksi itu maka akan ada hasil berapa calon yang lulus untuk mengikuti assessment. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan pada tanggal 27 Oktober mendatang.

Sekedar mengingatkan, jabatan kepala Dinas yang masih kosong itu adalah Dinas Bina Marga, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP), Dinas Kesehatan dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). (Mirwan)




Ortu Diminta Berperan Aktif Didik, Bina dan Awasi Perilaku Anak-Anak

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para orang tua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk turut berperan aktif dalam mendidik, membina dan mengawasi setiap perilaku anak-anaknya, sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi dalam sambutannya saat menghadiri salah satu kegiatan di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), belum lama ini.

Dikatakan Ferryandi, mengedepankan pencegahan diyakini dapat menjadi kunci utama dalam memerangi penyebaran narkoba di Negeri Seribu Parit.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi pelajar adalah hal yang utama untuk diwaspadai. Karena tidak saja berupa perilaku penyalahgunaan narkoba, namun saat ini perilaku menyimpang untuk menyalahgunakan alat kimia pertukangan berupa lem sering dilakukan anak remaja,” tutur Ferryandi.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, orang tua harus memberikan perhatian dan pengawasan yang ekstra terhadap anak-anaknya, seperi mengetahui dengan siapa dan bagaimana pergaulannya sehari-hari.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi maraknya peredaran narkoba di Inhil saat ini, khususnya yang telah banyak melibatkan kaum remaja. Jadi, mari sama-sama kita memberantas penyebaran narkoba hingga ke akar-akarnya,” ajak Ferryandi.

Lebih jauh dijelaskan Ferryandi, apabila sudah terlibat dengan narkoba ini, hanya ada 3 cara saja untuk berhenti, pertama meninggal, kedua ditangkap polisi dan terakhir direhabilitasi.

“Untuk itu, marilah kita jaga anak-anak kita, supaya mereka jauh dari narkoba dan memberikan dukungan kepada mereka agar melakukan berbagai kegiatan yang positif dan berguna bagi masa depannya,” imbuhnya.(adi)




Ini Dia Pemenang Lomba Shalawat Nariah

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui panitia pelaksana mengumumkan para pemenang lomba Shalawat Nariah pada peringatan Gema Muharram 1437 H di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, kemarin.

Lomba ini dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai 15 Oktober 2015 yang diikuti oleh perwakilan pelajar SD, SMP dan SMA sederajat se-kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu serta diikuti perwakilan PNS di instansi kepemerintahan dan umum.

Adapun para juaranya adalah, untuk tingkat SD sederajat, juara I SDN 004 Tembilahan Kota, juara II SDN 32 Tembilahan Kota, juara III MIN Tembilahan, Harapan I SDN 09 Tembilahan Hulu dan Harapan II MI Al-Baqiatussa’adiyah.

New-Frontpage-Big-Stand-A-Mockup-Big-Stand-A-1-20151015093937-0Untuk tingkat SMP sederajat, juara I MTs Al-Baqiatussa’adiyah, Juara II MTs Negeri Tembilahan, juara III MTs PPTH, juara Harapan I MTs Sabilal Muhtadin dan juara Harapan II SMP Negeri 2 Tembilahan Hulu.

Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat, juara I SMA Negeri 1 Tembilahan Kota, juara II SMA Negeri 2 Tembilahan Kota, juara III MAN Tembilahan, juara Harapan I SMA PGRI Tembilahan dan juara Harapan II MA Nurul Jihad.

Terakhir untuk kalangan PNS di instansi pemerintah dan umum, juara I Inspektorat, juara II Disporabudpar, juara III Riyadussalihin, juara Harapan I Kemenag Kabupaten Inhil dan juara Harapan II guru SMP Negeri 1 Tembilahan kota.

“Alhamdulillah pertama kali pelaksanaan dan keutamaan serta tidak ada interfensi dewan hakim,” sebut Kepala Disporabudpar Kabupaten Inhil, Rudiansyah. (mirwan)




Bupati Inhil Hadiri RKP di Jakarta

Bupati Inhil, HM Wardan berbincang dengan Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman sebelum mengikuti RKP
Bupati Inhil, HM Wardan berbincang dengan Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman sebelum mengikuti RKP

JAKARTA (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, HM. Wardan .MP menghadiri rapat kerja pemerintah (RKP) di Istana Negara, Jakarta., Rabu (21/10/2015)

Dalam rapat kerja pemerintah yang dihadiri oleh para Gubernur, Bupati/Walikota, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada para kepala daerah yang daerahnya rentan terhdap musibah kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap agar pada musim panas berikutnya segera menetapkan keadaan siaga darurat.

“Sehingga pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu bisa bergerak cepat. Karena tanpa itu BNPB tidak bisa mengintervensi daerah, karena apapun ini sudah otonomi,”kata Presiden memberikan arahan.

Sebelumnya Presiden Jokowi juga meminta agar daerah-daerah, wilayah-wilayah yang mempunyai hutan yang mempunyai potensi untuk kebakaran agar tahun depan menganggarkan untuk penanganan itu, terutama untuk pencegahan.

“Saya lihat yang terbakar sekarang ini baik provinsi maupun kota/kabupaten tidak ada anggaran untuk itu, untuk penanganan asap. Baik pencegahannya, pencegahan artinya misalnya pembuatan kanal bersekat, pembuatan embung di dekat-dekat area hutan itu sehingga hutan selalu basah, gampang mencari air untuk pemadaman,” kata Presiden Jokowi.

Dalam rapat yang dihadiri oleh 279 Gubernur, Bupati/Walikota dari wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku, Presiden Jokowi berpesan agar para Gubernur, Bupati/Walikota yang daerahnya rentan menghadapi bencana kebakaran hutan dan kabut asap untuk mencatat betul pemintaannya, karena saat dirinya ke daerah beberapa waktu lalu, ia menanyakan hal tersebut (surat penetapan keadaan siaga darurat), tidak ada. Pun demikian, ditanya soal anggaran juga tidak ada anggaran itu.

Rapat kerja pemerintah itu antara lain dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramil,  Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Desa Marwan Jafar. (humas/adv)