Pengguna Narkoba Rawan Terinveksi HIV/AIDS

syringeTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemakai narkoba jarum suntik sangat beresiko tertular Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang diakibatkan oleh penggunaan jarum suntik yang berganti-ganti dengan sesama pemakai.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Dikatakan, saat kondisi sakau pemakai narkoba jarum suntik tidak mungkin bisa berpikir panjang dan jernih untuk hal apapun, termasuk mensterilkan atau mengganti jarum suntik, sehingga tiap orang yang pakai narkoba biasanya tidak sadar saat melakukan tindakan beresiko tertular HIV.

“Hal ini semakin didukung juga dengan sikap solidaritas sesama pemakai, dengan menggunakan jarum yang bergantian. Padahal, diantara mereka ada juga yang tahu kondisi temannya apakah terinfeksi HIV atau tidak,” tutur Fitri.

Lebih jauh dijelaskan, memakai narkoba tidak hanya merusak tubuh dengan zat adiktif, tetapi juga sarana penyebaran beberapa virus, seperti HIV, hepatitis dan lain-lain.

“Orang yang tidak terinfeksi HIV, lalu memakai jarum suntik bersama dengan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), maka akan langsung tertular,” terangnya.

Selain itu, pemakaian narkoba tanpa jarum suntik pun dapat membuka pintu resiko terhadap penularan, apabila mendorong pemakai melakukan seks beresiko.

“Ini karena beberapa jenis narkoba menstimulasi dorongan seksual,” imbuhnya.(adi)




Petani Kepala Ini Dirampok, Puluhan Juta Dibawa Kabur

rampokTEMPULING (detikriau.org) – Juhdi (50) warga parit Sungai Buluh RT 07 RW 03 Kelurahan Tanjung Pidada Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dirampok oleh sejumlah orang tak dikenal di kediamannya, Rabu (21/10/2015) kemarin sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban ini diduga sudah menjadi target pelaku karena pada aksinya meminta kepada korban untuk menyerahkan uang tunai hasil transaksi jual beli kelapa. Waktu itu, korban diancam oleh pelaku dengan senjata tajam ke leher korban.

“Merasa terancam, korban inipun secara terpaksa menunjukkan letak penyimpanan uang tunai beserta harta benda lainnya,” kata Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Kamis (22/10/2015).

ridgebake-hol-d1Kronologis peristiwa dijelaskan Warno bermula saat korban mendengar suara pintu bagian depan didobrak menggunakan kayu. Secara tiba-tiba pintu itu terbuka dan masuklah dua orang tak dikenal ke dalam kamar dan memaksa korban keluar dari kamar.

Ketika diluar kamar, korban melihat anaknya, Hatta (22) dalam kondisi terikat serta diawasi ketat oleh tawanan perampok. Sedangkan istri korban Hapsah (48) juga dalam kondisi serupa.

Dari insiden itu, pelaku berhasil merampas uang tunai sebesar kurang lebih Rp 16 juta, kalung emas 4 mayam, gelang emas 4 mayam, cincin emas 2 mayam serta 2 unit Handphone. Total keseluruhan mencapai kurang lebih Rp 30 juta.

“Menurut pengamatan korban, pelaku kurang lebih 6 orang. Saat ini semua pelaku masih dalam penyelidikan petugas Polsek Tempuling,” tutupnya.(mirwan)

 

New-Frontpage-Column-D-Banner-20151021085826-0




Kemarau Panjang, Panen Padi di Pekan Arba Juga Anjlok

“Memang ada saya dengar kalau beberapa lahan padi di Inhil mengalami kekeringan, namun satupun petani yang datang untuk melapor. Jadi saya simpulkan di Inhil tidak ada gagal panen,”

DSC_6104TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hasil panen padi di kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami penurunan drastis dari kondisi normal. Penurunan ini karena kekurangan pasokan air di persawahan akibat kemarau panjang.

Menurut salah satu pengelola badai benih Pekan Arba, Sutarman (38), Kamis (22/10/2015) jika pada kondisi sempurna bisa menghasilkan panen seberat 5,4 ton benih perhektar. Namun jika pada kondisi normal, petani ini bisa menghasilkan panen benih minimal 3,6 ton perhektar.

Short-banner---bagTetapi, pada kondisi saat ini ia hanya mampu menghasilkan panen 2 ton perhektar. Panen ini merupakan hasil tanam bulan Mei dan dipanen pada bulan Agustus 2015.

“Karena cuaca daerah kita sudah tak menentu, maka penanaman pun kita stop untuk sementara. Karena jika kami paksakan maka akan rugi,” kata Sutarman.

Menurutnya lagi, kondisi panen kali ini tidak hanya kekurangan air, namun juga ada pengaruh dari kabut asap yang menyebabkan pemasakan padi tidak sempurna. Sebab katanya dari ketebalan asap di udara melindungi cahaya matahari.

“Jadi panen kali ini bisa kami sebut gagal, sebab selain penurunan drastis juga hasil pemasakannya tidak sempurna. Hasil 2 ton perhektar itu tidak menguntungkan, yang ada balik modal,” tukasnya.

Sekedar diketahui, persawahan lahan padi di Pekan Arba, 5 hektarnya milik dinas terkait dan ratusan hektar milik masyarakat.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil melalui Kasi Tanaman Pangan, M Shaleh saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan adanya gagal panen padi di Kabupaten Inhil.

Ia menghimbau, jika memang ada lahan padi yang gagal panen disegerakan melaporkan ke pihaknya untuk dicarikan solusi terbaik.

“Memang ada saya dengar kalau bebarapa lahan padi di Inhil mengalami kekeringan, namun satupun dari mereka belum ada yang datang untuk melapor. Jadi saya simpulkan di Inhil tidak ada gagal panen,” tandas Shaleh. (mirwan)




Inhil Masih Dalam Status Waspada ISPA dan Diare

Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan
Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, dr Saut Pakpahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga kini, kondisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan masih waspada penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, Kamis (22/10/2015).

Dikatakan Saut, saat ini musim kemarau panjang dan kabut asap masih melanda Negeri Seribu Parit, sehingga tetap harus diwaspadai oleh masyarakat agar tidak menjadi korban dan terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin berkembang.

“Melihat cuaca yang masih belum turun hujan dan kabut asap dalam kurun waktu yang cukup lama, maka kita nyatakan Inhil masih dalam status waspada diare dan ISPA,” tutur Saut.

Dijelaskan Saut, untuk mencegah terkenanya penyakit diare, masyarakat dianjurkan mengkonsumsi air bersih yang telah dimasak terlebih dahulu, serta menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, yakni mandi, cuci dan kakus (MCK)

“Jadi, jangan gunakan air parit atau sungai yang kotor, karena akan mendatangkan penyakit,” terangnya.

Namun apabila sudah terkena penyakit tersebut, Saut menyarankan untuk langsung diobati dengan meminum larutan air gula, garam dan oralit atau berobat langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Sedangkan untuk mengantisipasi penyakit ISPA, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, masyarakat bisa menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar rumah.

“Tapi jika ada warga yang merasa terserang gejala-gejala penyakit ISPA, seperti batuk berkepanjangan yang disertai flu, disarankan untuk sesegera mungkin berobat ke unit pelayanan kesehatan terdekat,” tambahnya.

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan pengobatan di unit pelayanan kesehatan seperti puskesmas, tidak perlu khawatir karena biaya pengobatan digratiskan.

“Tidak ada pungutan biaya, semua itu gratis, kecuali di rumah sakit, karena itu hasil rujukan,” imbuhnya. (adi/adv)




74 Calon Sekda dan Kadis Sudah Lengkapi Berkas

Kepala BKD Inhil H Syaifuddin
Kepala BKD Inhil H Syaifuddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 74 calon pejabat definitif telah melengkapi berkas untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan empat jabatan kepala Dinas di lingkungan Pemkab Inhil.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil Syaifuddin ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2015). Dari 74 itu, 13 calon Sekda dan 61 calon kepala dinas.

“Inilah total keseluruhan yang mendaftarkan diri untuk mengikuti assessment mendatang. Pendaftaran sudah kita tutup kemarin tanggal 21 Oktober 2015,” kata Syaifuddin.

New-Frontpage-Big-Stand-A-Mockup-Big-Stand-A-1-20151015093937-0Untuk nama-nama calon, Kepala BKD tidak menyampaikan siapa saja yang mencalonkan tersebut baik calon Sekda maupun calon kepala Dinas. Sebab keseluruhan calon tersebut belum tentu bisa mengikuti assessment karena masih ada satu tahapan yang harus dilalui. Tahapan itu berupa penyeleksian administrasi oleh panitia seleksi.

Setelah dilakukan seleksi itu maka akan ada hasil berapa calon yang lulus untuk mengikuti assessment. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan pada tanggal 27 Oktober mendatang.

Sekedar mengingatkan, jabatan kepala Dinas yang masih kosong itu adalah Dinas Bina Marga, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP), Dinas Kesehatan dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). (Mirwan)




Ortu Diminta Berperan Aktif Didik, Bina dan Awasi Perilaku Anak-Anak

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat terutama para orang tua di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk turut berperan aktif dalam mendidik, membina dan mengawasi setiap perilaku anak-anaknya, sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Ferryandi dalam sambutannya saat menghadiri salah satu kegiatan di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), belum lama ini.

Dikatakan Ferryandi, mengedepankan pencegahan diyakini dapat menjadi kunci utama dalam memerangi penyebaran narkoba di Negeri Seribu Parit.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi pelajar adalah hal yang utama untuk diwaspadai. Karena tidak saja berupa perilaku penyalahgunaan narkoba, namun saat ini perilaku menyimpang untuk menyalahgunakan alat kimia pertukangan berupa lem sering dilakukan anak remaja,” tutur Ferryandi.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, orang tua harus memberikan perhatian dan pengawasan yang ekstra terhadap anak-anaknya, seperi mengetahui dengan siapa dan bagaimana pergaulannya sehari-hari.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi maraknya peredaran narkoba di Inhil saat ini, khususnya yang telah banyak melibatkan kaum remaja. Jadi, mari sama-sama kita memberantas penyebaran narkoba hingga ke akar-akarnya,” ajak Ferryandi.

Lebih jauh dijelaskan Ferryandi, apabila sudah terlibat dengan narkoba ini, hanya ada 3 cara saja untuk berhenti, pertama meninggal, kedua ditangkap polisi dan terakhir direhabilitasi.

“Untuk itu, marilah kita jaga anak-anak kita, supaya mereka jauh dari narkoba dan memberikan dukungan kepada mereka agar melakukan berbagai kegiatan yang positif dan berguna bagi masa depannya,” imbuhnya.(adi)