Bupati Resmikan Sekretariat DPC NU Inhil

IMG_0624 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meresmikan Sekretariat Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Inhil di jalan H Arief Tembilahan Hulu, Sabtu (24/10/2015).

Dalam sambutannya, Bupati mengharapkan keberadaan NU di negeri ini tetap menjadi tempat rujukan ummat, berfatwa, masukan dan saran sesuai kepentingan ummat pengikut UN secara umum.

“Atas nama Pemerintah, saya menyatakan siap memberikan dukungam dan support untuk kemajuan NU kedepan, terlebih menjadi satu wahana bagi Pemkab menerima saran dan solusi terbaik demi kemajuan daerah,” kata Wardan.

Terkait Sekretariat baru, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menyebutkan bahwa dengan kondisi saat ini para pengurus NU Cabang Inhil bisa lebih giat melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya seperti tempat bermusyawarah dan kegiatan pengadministrasian.

“Saya berharap keberadaan NU di inhil ini dapat mengayomi masyarakat, memberikan fatwa-fatwa dan melakukan kegiatan pembinaan kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua pengurus cabang NU Inhil KH Abd Muis Kurnain menyampaikan, jumlah pengurus cabang NU di Inhil ini ada sekitar 50 orang. Namun ia menegaskan kalau NU ini adalah milik seluruh ummat Islam.

“Jangan sampai ada yang memanfaatkan NU, karena organisasi ini berdiri secara resmi dan pemiliknya adalah ummat Islam sebagai tempat rujukan dari berbagai fatwa,” kata Muis Kurnain. (mirwan/adv)




Bupati Tunjuk Ferry H Parya Jabat Plt Kadis BMP

sertijabBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Pemkab Rohil menunjuk Ferry H Parya menggantikan Khaidir sebagai Plt kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohil. SK Pengakatan Ferry diserahkan Plt Sekdakab Rohil Drs Surya Arfan di Aula kantor BPM, Jumat (23/10)

“pergantian Ini langsung perintah pak Bupati karena belum maksimalnya kinerja Bina Marga sehingga ditunjuk Fery sebgai Plt, pak Fery juga tetap menjabat kepala Dispenda,” kata Surya.

Sekda berharap menjelang akhir tahun ini BMP bisa bangkit dan melaksanakan program yang sudah direncanakan. “Semua akan dibenahi, program-program harus berjalan dan pegawai lain bantu pak Fery untuk bekerja agar lebih maksimal,” katanya.

Keputusan pemkab mengangkat Ferry tidak terlepas dari banyaknya keluhan pegawai maupun rekanan kontraktor yang berurusan ke kantor BMP. Plt kadis sebelumnya tidak pernah masuk kantor. Akibatnya banyak pekerjaan yang tidak dapat berjalan baik dan akhirnya menjadi terbengkalai. (humas/dro/adv)




Sipir Lapas Tembilahan Temukan Narkoba Dalam Bingkisan Makanan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Narkoba jenis sabu-sabu kembali ditemukan di dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II A Tembilahan. Namun masuknya barang haram kali ini berhasil digagalkan oleh seorang petugas sipir Lapas Roni (33) di pintu utama Lapas Tembilahan, Jum’at (23/10/2015) kemarin sore.

Pelaku sementara adalah seorang pelajar berinisial RN (18) warga jalan Pangeran Hidayat Tembilahan. Sabu-sabu itu diniatkan akan dikirim kepada salah satu warga binaan Lapas Tembilahan berinisial SL.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Sabtu (24/10/2015) mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dengan nomor: 129/X/2015/RIAU/RES INHIL/SAT NARKOBA membenarkan adanya peristiwa itu.

Krologisnya, sekitar pukul 18.00 WIB petugas Lapas ini menerima tamu yang ingin mengantarkan titipan makanan yang terbungkus di dalam pelastik. Setelah meletakkan titipan, tamu ini langsung meninggalkan lokasi. Kemudian petugas Lapas ini memeriksa dan ditemukan 1 bungkus plastik kecil yang mencurigakan.

“Petugas Lapas langsung memanggil tamu tadi yang sudah berada di luar. Tamu itu langsung diamankan petugas Lapas untuk diminta keterangan,” kata Warno.

Saat itu juga lanjutnya, pria berstatus pelajar itu dilaporkan ke KPLP dan diteruskan laporannya ke Polres Inhil untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah 1 paket kecil Sabu-sabu yang di bungkus plastik putih bening les merah,  1 lembar Plastik asoy warna putih, 1 lembar plastik Asoy warna merah, uang tunai sebesar Rp 60 ribu dan 1 unit Handphone merk Blackberry. (mirwan)




Sumber Pangan, Jangan Telantarkan Pekarangan Rumah

8Hampir disetiap rumah memiliki pekarangan, walau kadang hanya beberapa meter persegi. Selama ini, kebanyakan masyarakat tidak memanfaatkannya dengan baik. Bahkan ada yang menelantarkannya dan menjadikan rumah menjadi kurang asri dan terkesan gersang. Padahal jika dikelola dengan penataan yang baik, lahan sempit ini akan memberikan manfaat yang banyak bagi penghuninya.

Pada sebagian kalangan masyarakat berkembang opini untuk bisa hidup sehat pasti diperlukan biaya yang tidak sedikit karena tubuh memerlukan berbagai macam asupan gizi.

Namun tidak demikian halnya bagi orang yang mau berbuat, tahu bagaimana cara berbuat dan bagaimana berusaha memanfaatkan apa yang dimiliki, tentunya opini tersebut dapat dipatahkan. Kunci murah dan mudah untuk dapat hidup sehat sangatlah sederhana jika setiap orang mau meluangkan waktu untuk melakukan pengelolaan cukup hanya di pekarangan rumah dalam ukuran terbatas.

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga, kenapa bisa demikian? Karena  dengan kegiatan ini sudah barang tentu masyarakat akan menjadi terbiasa dan terdidik untuk memanfaatkan potensi yang ada  walau hanya sejengkal tanah,  soal kebutuhan pangan dan gizi keluarga tidak perlu dipusingkan lagi, pendapatan keluarga juga akan bertambah.

del1Bagi rumah tangga yang mempunyai pekarangan luas khususnya dipedesaan pekarangan akan lebih mudah dikembangkan dan dimanfaatkan seperti untuk bercocok tanam, beternak, dan membuat kolam ikan. Namun masyarakat perkotaan  lahan pekarangan tentunya relative sempit bahkan tidak ada sama sekali.

Untuk lahan sempit, masyarakat dapat menerapkan sistim TABULAPOT (tanaman Buah/bumbu dalam pot). Bila hal ini dapat kita lakukan dan mengaturnya sesuai dengan penataan eksterior tentunya pekarangan rumah akan tampak asri dan juga bermanfaat untuk upaya diversifikasi pangan dan gizi yang secara langsung dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Pemilihan komoditi yang akan di kembangkan tentunya harus juga mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta pengembangannya secara komersial berbasis kawasan.

Sungguh besar arti dan manfaat untuk kebutuhan dan kelangsungan hidup kita jika pekarangan sekitar kita dapat kita manfaatkan. Berikut fungsi dan manfaat pekarangan yaitu :

  1. Pemenuhan gizi keluarga : ada beberapa tanaman, ternak dan ikan yang dapat dipelihara di pekarangan dan menghasilkan makanan yang dibutuhkan keluarga. Seperti umbi-umbian sebagai sumber vitamin, sedangkan ternak dan ikan sebagai sumber protein dan lemak.
  2. Sebagai lumbung pangan : hasil dari usaha pekarangan dapat diambil sewaktu-waktu dan tidak ada musim pacekliknya.
  3. Apotik hidup : pekarangan dapat ditanami berbagai tanaman obat yang berkhasiat, jika anggota keluarga sewaktu-waktu sakit dapat ditanggulangi sementara dengan obat yang ada di pekarangan.
  4. Menambah penghasilan : pekarangan yang dikelola dengan baik, hasilnya dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga karena banyak komoditas tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membudidayakannya.
  5. Menghasilkan bahan bangunan : jenis tanaman pohon seperti bambu, kelapa, nangka dan tanaman lainnya yang ditanam di pekarangan dapat dijadikan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga.
  6. Sebagai tempat rekreasi keluarga : pekarangan yang ditata dan dirawat secara teratur akan memberikan keindahan dan rasa tentram bagi orang yang melihatnya serta membuat kita betah tinggal di rumah.

Begitu besar  fungsi dan manfaat  pekarangan jika dikelola dengan baik, mari  manfaatkan pekarangan anda kalau belum yuk mulai sekarang  tidak ada kata terlambat.

Sumber: bkp.ntbprov.go.id




Inhil Siap Tampil Sebagai Tuan Rumah Event Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Riau

20121012_Alat_Penjernih_Air_Gambut_7030Tembilahan. (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nyatakan siap untuk menjadi tuan rumah event akbar pagelaran teknologi tepat guna. Event tahunan teknologi tepat guna ini dijadwalkan akan di laksanakan pada tanggal satu hingga empat desember mendatang yang akan diikuti oleh seluruh Kabupaten di Riau.

pergelaran inovasi teknologi tepat guna ini nantinya akan menampilkan segala macam jenis-jenis industri teknologi yang ada dari berbagai daerah seprovinsi riau.

“Kita sudah melakukan pertemuan untuk melakukan pembentukan panitia untuk mensukseskan pagelaran inovasi tepat guna yang ke tiga ini,” Sampaikan Kepala BPMPD Inhil melalui, Yulida Purba

New-Frontpage-Column-D-Banner-20151021085826-0Selain itu, yulida purba juga menambahkan bahwa pihaknya juga sudah melakukan koordinasi kepada BPN Bangdes tingkat Provinsi Riau terkait masalah persiapan-persiapan yang harus di adakan nantinya.

Ia juga berharap event itu nantinya mendapatkan dukungan dari semua pihak agar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

Melalui event ini kedepannya diharapkan dapat dijadikan modal pemerintah daerah maupun provinsi untuk memperbaiki segala macam kebutuhan teknologi yang ada setiap daerah di riau.(fa)

 




Pupuk Organik Cair dan Cara Membuatnya

Botol Fermentasi Aerob Perangkap air
Botol Fermentasi Aerob Perangkap air

Pupuk organic cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organic yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsure haranya lebih dari satu.

Pupuk organic dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin.

Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat ini.

Lantas bagaimanakan cara membuat pupuk organic?. Ternyata cukup mudah. Berikut ulasan yang dikutip dari laman alamtani.com

Cara membuat pupuk organik cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menstabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

pupuk organik

Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.

Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.

Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.

Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.