Bupati Hadiri Pengukuhan Empat Organisasi Paguyuban Suku Bugis

Bupati HM.Wardan menyampaikan sambutan saat menghadiri Pengukuhan KKSS, IKAMI, IWSS dan IPSS Kabupaten InhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menghadiri kegiatan pengukuhan empat organisasi paguyuban warga masyarakat suku bugis digedung Engku Kelana, Tembilahan, sabtu (24/10) malam. Keempat paguyuban tersebut adalah Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS), Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) dan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa dan Pelajar (IKAMI) Sulawesi Selatan periode 2015-2020.

Prosesi pengukuhan langsung dilakukan oleh Ketua BPW KKSS Provinsi Riau Alimuddin yang juga dihadiri,unsur Forkopimda Kabupaten Inhil dan sejumlah pengurus BPW KKSS di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil meyakini dengan kehadiran paguyuban-paguyuban seperti ini dapat memberikan kontribusi dalam membangun daerah dengan slogan Spirit baru Menuju Kabupaten Inhil yang bermarwah dan bermartabat.

Foto Bersama Bupati HM.Wardan dengan Ketua DPW KKSS Provinsi Riau dan  Pengurus KKSS Serta IKAMI Kabupaten Inhil.
Foto Bersama Bupati HM.Wardan dengan Ketua DPW KKSS Provinsi Riau dan Pengurus KKSS Serta IKAMI Kabupaten Inhil.

Diakui Bupati paguyuban asal Sulawesi di Inhil ini sangat memberikan dukungan terhadap apa yang dilakukan Pemkab. “Selama kepemimpinan saya sebagai Bupati telah banyak bantuan yang diberikan oleh warga KKSS,” kata Wardan.

Bupati berharap kerjasama yang sudah terjalin selama ini akan tetap dijaga dengan penuh kekompakan untuk membangun Inhil lebih baik kedepannya

Sementara itu, Ketua BPW KKSS Provinsi Riau Alimudin menyatakan kesiapan untuk membantu meningkatkan kemajuan daerah.

“Hal ini karena warga suku Bugis bukanlah pendatang, tetapi sudah sejak zaman dahulu nenek moyang kita sudah berada di sini. Makanya kita warga suku bugis dari Sulawesi juga merasa memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan daerah Inhil,” tandasnya. (mirwan/adv)




Cegah Terinfeksi HIV, Ini Yang Harus Diwaspadai

HIV-Cegah-Dengan-Metode-ABCTEMBILAHAN (detikriau.org) – Selain dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan hubungan seks yang beresiko, Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga bisa menular melalui transfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti SST kepada detikriau.org di kantornya, belum lama ini.

Dijelaskan Fitri, sebelum melakukan transfusi darah yang tidak melalui proses filter HIV, maka pastikan bahwa saat mendonorkan darah ataupun berada dalam kondisi memerlukan transfusi darah, hendaknya dipastikan dulu darah tersebut steril.

“Tattoo dan tindik juga bisa menjadi media penyebaran HIV. Jadi, ini juga harus diwaspadai,” tutur Fitri.

Selain itu, lanjut Fitri, jika ada yang merasa pernah melakukan seks beresiko segera periksakan diri ke dokter atau klinik Voluntary Conselling and Tenting (VCT) terdekat.

“Mencegah adalah satu-satunya cara untuk tidak terinfeksi HIV. Namun jika sudah terinfeksi HIV, segera lakukan perawatan Antiretroviral (ARV),” imbuhnya. (adi/adv).




Bupati Resmikan Sekretariat DPC NU Inhil

IMG_0624 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meresmikan Sekretariat Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Inhil di jalan H Arief Tembilahan Hulu, Sabtu (24/10/2015).

Dalam sambutannya, Bupati mengharapkan keberadaan NU di negeri ini tetap menjadi tempat rujukan ummat, berfatwa, masukan dan saran sesuai kepentingan ummat pengikut UN secara umum.

“Atas nama Pemerintah, saya menyatakan siap memberikan dukungam dan support untuk kemajuan NU kedepan, terlebih menjadi satu wahana bagi Pemkab menerima saran dan solusi terbaik demi kemajuan daerah,” kata Wardan.

Terkait Sekretariat baru, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menyebutkan bahwa dengan kondisi saat ini para pengurus NU Cabang Inhil bisa lebih giat melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya seperti tempat bermusyawarah dan kegiatan pengadministrasian.

“Saya berharap keberadaan NU di inhil ini dapat mengayomi masyarakat, memberikan fatwa-fatwa dan melakukan kegiatan pembinaan kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua pengurus cabang NU Inhil KH Abd Muis Kurnain menyampaikan, jumlah pengurus cabang NU di Inhil ini ada sekitar 50 orang. Namun ia menegaskan kalau NU ini adalah milik seluruh ummat Islam.

“Jangan sampai ada yang memanfaatkan NU, karena organisasi ini berdiri secara resmi dan pemiliknya adalah ummat Islam sebagai tempat rujukan dari berbagai fatwa,” kata Muis Kurnain. (mirwan/adv)




Bupati Tunjuk Ferry H Parya Jabat Plt Kadis BMP

sertijabBAGANSIAPIAPI, detikriau.org – Pemkab Rohil menunjuk Ferry H Parya menggantikan Khaidir sebagai Plt kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) Rohil. SK Pengakatan Ferry diserahkan Plt Sekdakab Rohil Drs Surya Arfan di Aula kantor BPM, Jumat (23/10)

“pergantian Ini langsung perintah pak Bupati karena belum maksimalnya kinerja Bina Marga sehingga ditunjuk Fery sebgai Plt, pak Fery juga tetap menjabat kepala Dispenda,” kata Surya.

Sekda berharap menjelang akhir tahun ini BMP bisa bangkit dan melaksanakan program yang sudah direncanakan. “Semua akan dibenahi, program-program harus berjalan dan pegawai lain bantu pak Fery untuk bekerja agar lebih maksimal,” katanya.

Keputusan pemkab mengangkat Ferry tidak terlepas dari banyaknya keluhan pegawai maupun rekanan kontraktor yang berurusan ke kantor BMP. Plt kadis sebelumnya tidak pernah masuk kantor. Akibatnya banyak pekerjaan yang tidak dapat berjalan baik dan akhirnya menjadi terbengkalai. (humas/dro/adv)




Sipir Lapas Tembilahan Temukan Narkoba Dalam Bingkisan Makanan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Narkoba jenis sabu-sabu kembali ditemukan di dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II A Tembilahan. Namun masuknya barang haram kali ini berhasil digagalkan oleh seorang petugas sipir Lapas Roni (33) di pintu utama Lapas Tembilahan, Jum’at (23/10/2015) kemarin sore.

Pelaku sementara adalah seorang pelajar berinisial RN (18) warga jalan Pangeran Hidayat Tembilahan. Sabu-sabu itu diniatkan akan dikirim kepada salah satu warga binaan Lapas Tembilahan berinisial SL.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Sabtu (24/10/2015) mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dengan nomor: 129/X/2015/RIAU/RES INHIL/SAT NARKOBA membenarkan adanya peristiwa itu.

Krologisnya, sekitar pukul 18.00 WIB petugas Lapas ini menerima tamu yang ingin mengantarkan titipan makanan yang terbungkus di dalam pelastik. Setelah meletakkan titipan, tamu ini langsung meninggalkan lokasi. Kemudian petugas Lapas ini memeriksa dan ditemukan 1 bungkus plastik kecil yang mencurigakan.

“Petugas Lapas langsung memanggil tamu tadi yang sudah berada di luar. Tamu itu langsung diamankan petugas Lapas untuk diminta keterangan,” kata Warno.

Saat itu juga lanjutnya, pria berstatus pelajar itu dilaporkan ke KPLP dan diteruskan laporannya ke Polres Inhil untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah 1 paket kecil Sabu-sabu yang di bungkus plastik putih bening les merah,  1 lembar Plastik asoy warna putih, 1 lembar plastik Asoy warna merah, uang tunai sebesar Rp 60 ribu dan 1 unit Handphone merk Blackberry. (mirwan)




Sumber Pangan, Jangan Telantarkan Pekarangan Rumah

8Hampir disetiap rumah memiliki pekarangan, walau kadang hanya beberapa meter persegi. Selama ini, kebanyakan masyarakat tidak memanfaatkannya dengan baik. Bahkan ada yang menelantarkannya dan menjadikan rumah menjadi kurang asri dan terkesan gersang. Padahal jika dikelola dengan penataan yang baik, lahan sempit ini akan memberikan manfaat yang banyak bagi penghuninya.

Pada sebagian kalangan masyarakat berkembang opini untuk bisa hidup sehat pasti diperlukan biaya yang tidak sedikit karena tubuh memerlukan berbagai macam asupan gizi.

Namun tidak demikian halnya bagi orang yang mau berbuat, tahu bagaimana cara berbuat dan bagaimana berusaha memanfaatkan apa yang dimiliki, tentunya opini tersebut dapat dipatahkan. Kunci murah dan mudah untuk dapat hidup sehat sangatlah sederhana jika setiap orang mau meluangkan waktu untuk melakukan pengelolaan cukup hanya di pekarangan rumah dalam ukuran terbatas.

Pemanfaatan lahan pekarangan rumah merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga, kenapa bisa demikian? Karena  dengan kegiatan ini sudah barang tentu masyarakat akan menjadi terbiasa dan terdidik untuk memanfaatkan potensi yang ada  walau hanya sejengkal tanah,  soal kebutuhan pangan dan gizi keluarga tidak perlu dipusingkan lagi, pendapatan keluarga juga akan bertambah.

del1Bagi rumah tangga yang mempunyai pekarangan luas khususnya dipedesaan pekarangan akan lebih mudah dikembangkan dan dimanfaatkan seperti untuk bercocok tanam, beternak, dan membuat kolam ikan. Namun masyarakat perkotaan  lahan pekarangan tentunya relative sempit bahkan tidak ada sama sekali.

Untuk lahan sempit, masyarakat dapat menerapkan sistim TABULAPOT (tanaman Buah/bumbu dalam pot). Bila hal ini dapat kita lakukan dan mengaturnya sesuai dengan penataan eksterior tentunya pekarangan rumah akan tampak asri dan juga bermanfaat untuk upaya diversifikasi pangan dan gizi yang secara langsung dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Pemilihan komoditi yang akan di kembangkan tentunya harus juga mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta pengembangannya secara komersial berbasis kawasan.

Sungguh besar arti dan manfaat untuk kebutuhan dan kelangsungan hidup kita jika pekarangan sekitar kita dapat kita manfaatkan. Berikut fungsi dan manfaat pekarangan yaitu :

  1. Pemenuhan gizi keluarga : ada beberapa tanaman, ternak dan ikan yang dapat dipelihara di pekarangan dan menghasilkan makanan yang dibutuhkan keluarga. Seperti umbi-umbian sebagai sumber vitamin, sedangkan ternak dan ikan sebagai sumber protein dan lemak.
  2. Sebagai lumbung pangan : hasil dari usaha pekarangan dapat diambil sewaktu-waktu dan tidak ada musim pacekliknya.
  3. Apotik hidup : pekarangan dapat ditanami berbagai tanaman obat yang berkhasiat, jika anggota keluarga sewaktu-waktu sakit dapat ditanggulangi sementara dengan obat yang ada di pekarangan.
  4. Menambah penghasilan : pekarangan yang dikelola dengan baik, hasilnya dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga karena banyak komoditas tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membudidayakannya.
  5. Menghasilkan bahan bangunan : jenis tanaman pohon seperti bambu, kelapa, nangka dan tanaman lainnya yang ditanam di pekarangan dapat dijadikan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga.
  6. Sebagai tempat rekreasi keluarga : pekarangan yang ditata dan dirawat secara teratur akan memberikan keindahan dan rasa tentram bagi orang yang melihatnya serta membuat kita betah tinggal di rumah.

Begitu besar  fungsi dan manfaat  pekarangan jika dikelola dengan baik, mari  manfaatkan pekarangan anda kalau belum yuk mulai sekarang  tidak ada kata terlambat.

Sumber: bkp.ntbprov.go.id