BPBD Hentikan Balap Liar di Jalan Swarna Bumi Dengan Water Barrier

DSC_6160 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menutup satu pelintasan trotoar jalan Swana Bumi Tembilahan menggunakan Water Barrier, Senin (26/10/2015) sore.

Hal itu dilakukan karena ruas jalan itu kerap menjadi sarana balap liar bagi anak muda kota Tembilahan dan menimbulkan efek yang meresahkan semua pihak, terutama pegawai PBPD Inhil yang berkantor di depan jalan tersebut.

“Kita di sini resah melihat anak muda kebut-kebutan. Itu bagi kami yang berada di Kantor, bagaimana jika para pengendara lainnya yang ingin melintas, pastilah juga merasa resah,” kata Kabid Rehabilitas dan Kontruksi BPBD Inhil, Gordon kepada detikriau.org di lokasi Water Barrier.

Mini-Carousel-TongaMenurutnya sepanjang pemantauannya selama ini, para pembalap liar tersebut hanya sadar ketika Polantas sedang berada di TKP. Setelah itu kembali ada aktivitas kebut-kebutan dengan suara motor yang keras.

Dengan demikian, BPBD melakukan rapat terpadu yang dihadiri oleh perwakilan Polres Inhil dan disetujui untuk meletakkan Water Barrier di tempat rawan aktivitas balap liar.

Gordon menyebutkan, peletakan Water Barrier yang dipenuhi dengan air itu tidak belum jelas sampai kapan. Yang jelas katanya sampai dipercaya tidak adanya lagi aktivitas kebut-kebutan. (mirwan)




Banyak Persoalan Timbul Antara Perusahaan dan Masyarakat. Pemkab Harus Carikan Solusi

Anggota DPRD Inhil, Edy Sindrang
Anggota DPRD Inhil, Edy Sindrang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Banyaknya persoalan yang muncul dan terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan saat ini harus segera dicari solusi dan jalan keluarnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edi Hariyanto Sindrang saat menghadiri pertemuan antara perwakilan masyarakat Dusun Sungai Ular dan Sungai Bungus, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dengan manajemen PT Indogreen Jaya Abadi (IJa), yang difasilitasi oleh Pemkab Inhil di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Edi, permasalahan antara masyarakat dan pihak perusahaan ini harus secepatnya dituntaskan, guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan di lapangan, khususnya yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami juga menyarankan kepada Pemda, supaya jangan mudah memberikan izin kepada pihak perusahaan, karena kebanyakan perusahaan hanya merugikan dan tidak perduli dengan kondisi masyarakat disekitarnya,” kata Edi, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini.

Menanggapi hal itu, Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam menjelaskan bahwa pihaknya tidak ada memberikan izin baru kepada pihak perusahaan dan bahkan sedang berupaya menyelesaikan berbagai izin yang bermasalah sekarang ini.

“Saya setuju untuk memberikan teguran yang keras kepada perusahaan yang membandel, sehingga mereka tidak lagi melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (adi)




Masyarakat Terlantar di Kantor Bupati, Pemkab Inhil Akui Teledor

DSC_6153 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat dari dusun Sungai Bungus Desa Sungai Bela Kecamatan Kuala Indragiri terlantar di depan pintu Balai Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) jalan Akasia Tembilahan, Senin (26/10/2015).

Kejadian tersebut disebabkan keteledoran Pemkab Inhil terkait kesepakatan bersama untuk melakukan pertemuan lanjutan antara Pemkab, DPRD, pihak perusahaan dan masyarakat Sungai Bungus. Rencana pertemuan itu dalam rangka menindak lanjuti persoalan PT Indogreen Jaya Abadi (IJA) yang telah merusak perkebunan masyarakat setempat.

“Kami sangat kecewa dengan pemerintah, bukan hanya sebatas janji namun ini adalah kesepakatan bersama pada pertemuan tanggal 15 kemarin. Kesepatakannya rencana pertemuan pada hari ini sudah ada keputusan dari pemerintah terkait persoalan perusahaan dengan masyarakat,” kata Juru Bicara masyarakat Sungai Bungus, Tengku Suhardi.

GARMIN-Zumo-350-MPC-SKU07615920-2015101915200KING-Kacamata-Safety-KY734--SKU07215785-2015106164436Ia mengaku bahwa masyarakat juga dizhalimi oleh pemerintah dengan cara membiarkan perusahaan menzhalimi masyarakat. Bagaimana tidak, ketika hal ini ingin dipercapat penyelesaiannya tidak ditanggapi dengan serius oleh pemerintah.

Pria yang akrab disapa Comel ini juga menuturkan kalaulah ada hambatan pada pertemuan yang telah disepakati, bisa dikonfirmasikan pembatalannya.

“Ini tidak, batalnya pertemuan tak ada kabar sama sekali. Masyarakat ini bukannya tak pakai biaya dari Dusun, tambah lagi berapa banyak waktu yang terbuang hanya karena datang ke Tembilahan tanpa hasil. Perlu diketahui juga, masyarakat yang tinggal di dusun sedang menunggu apa hasil pertemuan kami di sini,” tukasnya.

Sekedar diketahui, sejumlah masyarakat dari Dusun tersebut tiba ke pusat ibu kota Kabupaten Inhil dari pagi dan terlantar hingga sore hari. Sekitar pukul 16.10 WIB tibalah Asisten I Setdakab Inhil Darussalam ke Balai Kantor Bupati di dampingi beberapa pejabat lainnya.

Darussalam mengakui bahwa hal ini adalah keteledoran Pemkab terkait janji yang disepakati bersama pada pertemuan sebelumnya.

“Hari ini pimpinan daerah kita sedang tidak ada di Inhil, begitu juga Plt Sekda dan Asisten III. Tinggal saya sendiri berada di Inhil,” katanya.

Ia meminta jeda waktu kembali sampai jadwal yang ditetapkan oleh pimpinan daerah, yang jelas katanya kejadian saat ini akan disampaikan kepada Bupati. (mirwan)




Bupati Inhil Tinjau Pembangunan Tanggul di Sungai Salak

Bupati HM.Wardan saat meninjau tanggul yang terletak Di Kelurahan Tempuling Kec.Kempas
Bupati HM.Wardan saat meninjau tanggul yang terletak Di Kelurahan Tempuling Kec.Kempas

TEMPULING (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan didampingi Kadis Perkebunan, Muchtar T beserta beberapa pejabat lainnya meninjau langsung proses pembangunan tanggul yang terletak di Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Ahad (25/10/2015) kemarin.

Bupati mengatakan, program pembangunan tanggul mekanik maupun manual ini sesuai dengan program tahun Anggaran 2015. Setelah melakukan peninjauan, ia mengaku puas melihat pekerjaan di lapangan.

Terpenting katanya, kualitas pembangunan betul-betul baik dan dapat bermanfaat secara maksimal di kalangan masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan.

“Kedepan pembangunan tanggul ini akan menjadi program prioritas Pemda, mengingat di Inhil ini merupakan hamparan kelapa dunia namun masih banyak kebun masyarakat yang masih mengalami kerusakan. Itu yang sedang kita upayakan perbaikannya,” kata Wardan.

Sekedar diketahui, pada tahun 2015 ini Pemkab Inhil akan melakukan pembangunan tanggul sepanjng 235,4 KM yang tersebar di 20 Kecamatan dan normalisasi saluran sepanjang 64,4 KM. (mirwan/adv)




Ketua Tim Independen UK Balon Kades Bantah Adanya Permainan Pada Proses Penyeleksian

“Jikapun inginkan kejelasan, para Balon dipersilahkan untuk memeriksa di Sekretariat secara rinci sistem penilaian selama pelaksanaan Uji Kompetensi”

Foto: Ketua tim independen UK, Junaidi
Foto: Ketua tim independen UK, Junaidi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Tim Independen Uji Kompetensi Bakal Calon (Balon) Kepala Desa se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Junaidi membantah adanya permainan selama proses penyeleksian dan penilaian beberapa waktu lalu.

Menurutnya tim Independen sudah melakukan hal-hal sesuai aturan dan tepat pada draft serta tahapan-tahapan sesuai prosedur yang diinginkan oleh Panitia Pemilihan Kades serentak se-Inhil tahun 2015.

“Ada tahapan yang kita lakukan, di dalamnya ada yang lulus dan temtunya ada juga yang tidak,” kata Junaidi kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, Senin (26/10/2015).

Bahkan menurutnya lagi, sistem penilaian kelulusannya pun berdasarkan angka, semua ini ada di Sekretariat tim independen. Dan hasilnya pun juga telah diserahkan kepada panitia pelaksana di lingkungan Pemkab Inhil.

PREMIER-Maple-Shell-Drum-Kit-XPK-Series-ROCK-KIT-Blueburst-Lacquer-SKU06915851-201510215519YAMAHA-Drum-Elektrik-[DTX-400]-SKU01613726_0-20140328220000Jikapun inginkan kejelasan, para Balon dipersilahkan untuk memeriksa di Sekretariat secara rinci sistem penilaian selama pelaksanaan Uji Kompetensi.

“Yang kita lampirkan kepada peserta uji kompetensi itu cukup lulus dan tidaknya. Jika menuding kami tidak transparan, saya persilahkan datang kembali ke sini dan periksa saja atau langsung ke panitia di Pemkab,” tandasnya.

Sebelumnya, dari total 70 peserta uji kompetensi yang diseleksi oleh tim independen, ada salah satu diantaranya yang mengaku kecewa terhadap pihak penguji independen. Ia menuding tim penguji tidak transparan dalam proses seleksi dan terindikasi adanya permainan. (mirwan)




Penilaian Desa ber-PHBS di Kelurahan Kuala Lahang, Masyarakat Diimbau Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Diskes Inhil, Fitri Astuti SST saat melakukan penilaian desa ber-PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Kelurahan Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, pekan kemarin.

image_1Dikatakan Fitri, pembinaan dan penilaian lomba desa ber-PHBS tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini, diikuti sebanyak 10 desa. Dimana, 3 desa terbaik nantinya akan dipilih sebagai pemenang lomba.

“Dari tiga desa pemenang lomba, terbaik satu akan ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Inhil, untuk mengikuti perlombaan serupa tingkat Provinsi Riau tahun 2016 mendatang,” kata Fitri saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya.

Adapun kategori penilaian dalam perlombaan desa ber-PHBS tersebut, yaitu :

  1. Kelengkapan administrasi, seperti sistem pencatatan yang ada di desa ber-PHBS.
  2. Adanya kegiatan inovatif yang dikembangkan oleh desa, yang menunjang 10 indikator PHBS.
  3. Dukungan kebijakan pemerintah, baik tingkat desa maupun kecamatan.
  4. Observasi langsung kondisi rumah tangga (peranserta masyarakat).

“Kita harapkan, hasil dari perlombaan ini tidak hanya sebatas penilaian pemenang. Tetapi, bagaimana masyarakat dapat menerapkan perubahan perilaku hidup sehat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (adi/adv)