Menjaga Kesehatan Paru-paru Berikut Tips Dari Kadiskes Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Menjaga kesehatan paru-paru merupakan salah satu aspek penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rahmi Indrasuri, SKM, M.KL, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, telah menekankan beberapa langkah vital yang dapat diambil individu untuk menjaga fungsi paru-paru yang optimal.

Dijelaskan Kadiskes, pertama dan terutama, menghindari merokok dan paparan asap rokok adalah kunci utama, mengingat keduanya merupakan penyebab utama dari berbagai penyakit paru, termasuk kanker paru-paru dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Asap rokok diketahui dapat menyempitkan saluran napas dan memicu peradangan kronis yang berdampak buruk pada paru-paru.

Selain itu, menghindari paparan polutan, baik di dalam maupun luar ruangan, sangat penting karena polusi udara dapat merusak jaringan paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Olahraga teratur juga dianjurkan karena dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperkuat sistem pernapasan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah preventif untuk menghindari infeksi yang dapat mempengaruhi paru-paru.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk tes fungsi paru-paru, sangat disarankan untuk mendeteksi masalah sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Rahmi Indrasuri juga mengungkapkan bahwa Puskesmas akan memainkan peran kunci dalam memperkuat sistem kesehatan primer, termasuk pemantauan kesehatan paru-paru di tingkat desa dan kelurahan.

Inisiatif seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan paru-paru dan cara-cara menjaganya. Dengan pola hidup sehat dan lingkungan yang bersih, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan paru-paru dan secara keseluruhan meningkatkan kualitas hidup kita. (Adv)




Dinkes Inhil Sebut Penderita Asam Urat Sebaiknya Hindari Sayuran Jenis ini

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sayuran adalah makanan yang kaya akan nutrisi dan bermanfaat bagi tubuh. Namun, bagi penderita asam urat, beberapa jenis sayuran sebaiknya dihindari. 14/11/24

Mengabaikan hal ini bisa menyebabkan radang sendi yang berulang. Asam urat diproduksi secara alami dalam tubuh, terutama dari pemecahan makanan yang mengandung purin.

Jika ginjal tidak dapat mengeluarkan asam urat dengan baik, maka asam urat akan terakumulasi dan membentuk kristal di persendian, menyebabkan nyeri dan peradangan.

Apa Itu Asam Urat?

Asam urat (uric acid/U?) adalah produk akhir dari metabolisme purin. Sebagian besar asam urat dihasilkan secara alami, tetapi juga dapat berasal dari makanan, alkohol, dan minuman yang mengandung fruktosa. Penyakit asam urat terjadi ketika tubuh tidak dapat membuang kelebihan asam urat secara efektif.

Menghindari Makanan Tinggi Purin

Untuk mencegah penyakit asam urat, penting untuk membatasi konsumsi makanan tinggi purin. Kebanyakan sayuran mengandung purin yang sangat rendah, tetapi kaya akan serat, vitamin, mineral, dan kalsium.

Mengonsumsi sayuran yang cukup dapat mendukung pola makan sehat. Namun, ada beberapa sayuran hijau yang sebaiknya dihindari bagi penderita asam urat seperti berikut ini berdasarkan pemaparan Dinkes Inhil :

  1. Kangkung

Sayuran ini dapat memicu nyeri sendi dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lain, seperti darah tinggi dan batu ginjal. Kangkung juga dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang berisiko menyebabkan keloid.

  1. Bayam

Mengandung purin tinggi, bayam dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, yang berpotensi menyebabkan serangan asam urat. Penderita diare dan batu ginjal juga sebaiknya menghindari bayam.

  1. Brokoli

Meskipun memiliki banyak manfaat, brokoli termasuk dalam sayuran silangan yang mengandung purin tinggi. Konsumsi brokoli dapat meningkatkan kadar asam urat, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. (Adv)




Peresmian Gedung Posyandu Perintis Desa Pengalihan, Sebuah Langkah Positif untuk Kesehatan Masyarakat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR- Desa Pengalihan, Kecamatan Pengalihan, Keritang, baru saja merayakan sebuah kabar baik bagi masyarakatnya. Pada hari Kamis (14/11/2024), Gedung Posyandu Perintis resmi diresmikan. Peresmian ini dilakukan oleh Kepala Desa Pengalihan dan dihadiri oleh seluruh Lintas Sektor serta masyarakat setempat.

Posyandu Perintis terletak di Parit 1 Sungai Nau, Desa Pengalihan, yang menjadi bagian dari wilayah kerja UPT Puskesmas Pengalihan Keritang. Sebelumnya, Posyandu ini tidak memiliki gedung khusus dan pelayanan posyandu terpaksa menumpang di Pos Kamling.

Dengan rata-rata kunjungan balita mencapai 40 orang setiap bulannya, pelayanan yang diberikan tidak dapat berjalan optimal. Dalam satu tahun terakhir, posyandu bahkan menumpang di Rumah Kepala Dusun Nau.

Pembangunan gedung Posyandu Perintis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Desa Pengalihan.

Posyandu ini bukan hanya menjadi tempat untuk memantau kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita, tetapi juga telah berkembang menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer.

Kini, Posyandu Perintis memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Berbagai layanan kesehatan yang disediakan di Posyandu Perintis mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan gizi, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta imunisasi.

Selain itu, posyandu ini juga memberikan pelayanan pemantauan makanan tambahan (PMT), pemantauan Tumbuh-Tubuh (TTD), dan screening penyakit sesuai dengan kelompok usia.

Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Posyandu Perintis akan lebih optimal dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Pengalihan.

Pembangunan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warganya, khususnya bagi ibu dan anak. (Adv)




Massa Blood Survey KLB Malaria di Kuala Selat

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Tim UPT Puskesmas Pelangiran, bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, serta tenaga kesehatan (nakes) perwakilan dari puskesmas, melaksanakan kegiatan Mass Blood Survey (MBS) untuk mengidentifikasi wabah penyakit malaria di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, (12/11/2024).

Kegiatan pengambilan sampel darah secara massal ini bertujuan untuk mendeteksi penyebaran penyakit malaria di wilayah tersebut, serta memberikan penanganan yang cepat bagi masyarakat yang terjangkit. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan terkendali tanpa adanya kendala berarti.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang sudah terinfeksi malaria dapat segera mendapatkan pengobatan dan perawatan yang maksimal.

Selain itu, upaya pencegahan juga diharapkan dapat mengurangi risiko penularan malaria, terutama bagi warga yang belum terjangkit. Kerjasama lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi wabah ini dan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.

Semoga dengan adanya kegiatan ini, wilayah Desa Kuala Selat dapat terbebas dari ancaman malaria, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini. (Adv)




Diduga Kasmarni Terlibat Kasus Pencucian Uang Rp 23,6 Miliar, Formasi Riau Pinta Kejati Turun ke Bengkalis

ARB INdonesia, PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau didesak untuk segera turun ke Kabupaten Bengkalis, guna menelusuri kasus dugaan keterlibatan pencucian uang oleh Mantan Bupati Bengkalis, Kasmarni.

Hal tersebut diketahui dalam aksi masyarakat yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi-Riau), di Gedung Kejati Riau, Rabu (13/11/2024).

Koordinator Aksi, Muhammad Al Hafis menjelaskan bahwa aliran dana kepada Kasmarni diketahui berasal dari suaminya Amril Mukminin yang merupakan mantan Bupati Bengkalis periode 2016-2020 lalu.

“Amril Mukminin sendiri merupakan terpidana kasus korupsi dan telah menjalani masa hukuman kurungan penjara,” tutur M Al Hafis.

Berdasarkan informasi yang dirangkum kata Hafis, kasus ini bermula dari Amril yang diduga mentransfer uang ke rekening Bank CIMB Niaga Syariah atas nama istrinya, Kasmarni.

“Tercatat ada transaksi mencapai Rp23,6 miliar, diduga berasal dari dua pengusaha sawit, yakni Jonny Tjoa dan Adyanto, yang dikatakan terkait dengan kepentingan bisnis mereka,” ungkanya.

Formasi Riau menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas pejabat daerah.

Oleh karena itu, Kejati Riau didesak untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap harta kekayaan Amril Mukminin dan Kasmarni, yang dinilai tidak sesuai dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Tak hanya itu lanjut Hafis, Formasi Riau juga memberikan ultimatum kepada Kejati Riau supaya menindaklanjuti permintaan mereka ini dalam waktu 2×24 jam.

“Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, kami akan melakukan aksi lanjutan atau aksi jilid 2 dalam rangka memperjuangkan keadilan dan transparansi di Kabupaten Bengkalis,” tutupnya. (rls)




1500 Pedagang Pasar Bundaran Deklarasi Dukung Pasangan Ferdisnsyah-Soeparto

DUMAI – Sekira 1.500 pedagang pasar Bundaran Jalan H. Imam Munandar Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdianyah SE – H. Soeparto.

Deklarasi untuk mendukung, memilih dan memenangkan Paslon dengan singkatan Fatonah (FerdiAnsyah – soeparTO AmaNAH) disampaikan Rabu (13/11/2024) di kediaman Calon Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 2, H. Soeparto di Jalan H. Imam Munandar, Kelurahan Jayamukti.

Deklarasi dukungan dibacakan perwakilan pedagang, Julianto atau Jul Pasar yang dikuti seluruh pedagang yang hadir dan berkas tertulis dukungan diterima langsung Ferdiansyah didampingi H. Soeparto.

Turut menyaksikan, Wali Kota Dumai periode 2004 – 2009 dan 2015 – 2020, H Zulkifli AS, ketua Koalisi Partai Pengusung Edison, Ketua Relawan Fatonah Hendri Sandra dan sejumlah tokoh masyarakat.

“Dengan penuh rasa syukur dan mengharap rahmat Allah, kami seluruh pengurus pasar, pedagang dan masyarakat sekitar Pasar Bundaran, dengan ini menyatakan siap mendukung, memilih dan memenangkan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai nomor urut 2, Ferdiansyah dan H. Soeparto,” ucap Julianto diikuti serempak oleh para pedagang yang hadir.

Julianto mengungkapkan sejumlah alasan mengapa para pedagang Pasar Bundaran mendukung Ferdiansyah dan H. Soeparto. Salah satunya keterlibatan H. Soeparto dan anaknya almarhum Eko Suharjo atas keberadaan pasar tersebut.

H. Soeparto yang akrab dipanggil Mbah Parto, mengucapkan terimakasih atas dukungan para pedagang Pasar Bundaran. Ia pun berjanji tidak akan menggusur pasar tersebut.

“Pasar ini telah memberikan kontribusi pada perekonomian masyarakat. Insya Allah nanti kami akan bantu peningkatan fasilitasnya agar lebih baik lagi di masa yang akan datang,” kata Mbah Parto.

Hal serupa juga disampaikan Cawako Ferdiansyah. Lebih jauh Ia mengatakan bahwa peningkatan kesejahteraan merupakan program prioritas. Salah satunya memperhatikan para pedagang.

“Perhatian kami adalah peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Sehingga terjadi perputaran ekonomi yang tentunya nantinya juga akan dinikmati pedagang,” kata Ferdi. (*)