Kadinkes Inhil Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Terhadap Kanker Paru-paru

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kanker paru-paru, salah satu penyakit kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan kanker paru-paru, Dinas Kesehatan Inhil mengadakan berbagai kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan. 22/11/24

Kanker paru-paru, yang seringkali disebabkan oleh kebiasaan merokok dan paparan polusi udara, menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia. Rahmi Indrasuri mengungkapkan bahwa meskipun kanker paru-paru sering dikaitkan dengan perokok, tidak sedikit juga kasus yang terjadi pada non-perokok, terutama yang terpapar polusi udara atau faktor genetik.

“Kanker paru-paru sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut, karena gejalanya seperti batuk terus-menerus, sesak napas, dan penurunan berat badan sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang biasa. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala ini dan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika merasakannya,” ujar Rahmi Indrasuri.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Inhil menyarankan masyarakat untuk menghindari kebiasaan merokok dan mengurangi paparan polusi udara, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan yang terpapar asap atau bahan kimia berbahaya. Selain itu, penting juga untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta rutin memeriksakan kesehatan.

Dinas Kesehatan Inhil juga bekerja sama dengan puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah untuk menyediakan layanan deteksi dini kanker paru-paru, termasuk pemeriksaan seperti foto rontgen dada atau CT scan bagi mereka yang berisiko tinggi. Rahmi Indrasuri menekankan pentingnya deteksi dini dalam memperbaiki prognosis penyakit ini. Meskipun kanker paru-paru sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi kelainan lebih cepat.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan juga mengadakan seminar kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang kanker paru-paru, faktor risiko, serta cara-cara pencegahannya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan paru-paru mereka.

“Kesadaran adalah langkah pertama dalam pencegahan. Kami berharap masyarakat dapat lebih terbuka mengenai risiko kanker paru-paru dan lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri mereka, baik melalui deteksi dini maupun pola hidup sehat,” tutup Rahmi Indrasuri.

Dengan adanya kampanye ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil berharap dapat menurunkan angka kejadian kanker paru-paru melalui pencegahan yang tepat dan deteksi dini, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan meminimalisir risiko penyakit ini. (Adv)




Tentang Prematuritas, Kadinkes Inhil Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang prematuritas, yaitu kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu. Prematuritas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan komplikasi pada bayi baru lahir, dan membutuhkan perhatian serta perawatan medis intensif agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. 22/11/24

Rahmi Indrasuri menyatakan bahwa prematuritas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti komplikasi pada kehamilan, infeksi, gangguan kesehatan ibu, atau kelainan janin. Bayi yang lahir prematur berisiko mengalami masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan, masalah pencernaan, dan kelainan organ lainnya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami faktor risiko prematuritas dan pentingnya perawatan kehamilan yang baik sejak awal.

“Prematuritas menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan ibu dan anak. Bayi prematur seringkali membutuhkan perawatan khusus dan lebih lama di rumah sakit. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kehamilan untuk mendeteksi dini faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kelahiran prematur,” ujar Rahmi Indrasuri.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang prematuritas, Dinas Kesehatan Inhil mengadakan berbagai kegiatan edukasi yang menyasar para calon ibu, keluarga, dan masyarakat umum. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan seminar dan penyuluhan tentang pentingnya perawatan prenatal yang baik, serta cara-cara mencegah kelahiran prematur. Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan pemeriksaan kehamilan di puskesmas-puskesmas untuk mendeteksi dini masalah yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

Dinas Kesehatan Inhil juga menekankan pentingnya faktor-faktor pencegahan prematuritas, seperti menjaga pola makan sehat, menghindari stres, tidak merokok, serta mengelola penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

“Pencegahan adalah langkah utama yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kelahiran prematur. Ibu hamil yang mendapatkan perawatan prenatal yang tepat dan menjaga kesehatan tubuh selama kehamilan memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan bayi yang sehat dan pada waktu yang tepat,” tambah Rahmi Indrasuri.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kehamilan yang optimal, serta memberikan informasi yang tepat tentang bagaimana mencegah dan mengatasi prematuritas. Dengan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan angka kelahiran prematur di Kabupaten Indragiri Hilir dapat berkurang, dan kesehatan ibu serta bayi dapat lebih terjamin. (Adv)




Raih Award dari Komisi Informasi Membuktikan Pemkab Inhil Terbuka dalam Informasi Publik

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Indragiri Hilir (Diskominfopers Inhil), Dr. Trio Beni Putra, SE, MM, dengan tegas membantah tudingan yang menyebut adanya dugaan ketidak transparanan dalam pengelolaan kerjasama media oleh Diskominfopers Inhil.

Tudingan tersebut dilontarkan oleh Ketua PPWI DPD Inhil, Rosmely, yang bahkan menyasar kepada Penjabat (Pj) Bupati Inhil.

Dalam pernyataannya pada Kamis (21/11/2024), Dr. Trio Benni menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan mencerminkan ketidakpahaman mekanisme yang diatur dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Tuduhan yang dilayangkan kepada kami, bahkan melibatkan Pj Bupati Inhil adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Perlu ditegaskan bahwa setiap permintaan informasi publik yang diajukan telah diproses sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku,” tegas Kadis Kominfopers.

“Penjabat Bupati tidak memiliki keterlibatan langsung dalam mekanisme operasional ini, karena hal tersebut menjadi domain kami di Diskominfo bersama PPID Utama,” tambah Dr. Trio.

Dr. Trio menambahkan bahwa PPID Utama Kabupaten Inhil telah menjalankan fungsinya dengan optimal, termasuk merespons dan menjawab setiap permintaan informasi yang diajukan, termasuk dari Rosmely.

“Jika pihak yang bersangkutan merasa tidak puas, jalur keberatan telah tersedia melalui Komisi Informasi. Menebar tuduhan tanpa dasar, apalagi menyasar pimpinan daerah bukanlah langkah yang sesuai aturan,” paparnya.

Selain itu, Dr. Trio juga menggaris bawahi bahwa tuduhan mengenai ketidak transparanan ini bertolak belakang dengan fakta bahwa Pemkab Inhil baru saja menerima penghargaan Keterbukaan Informasi Award dari Komisi Informasi Provinsi Riau.

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa keterbukaan informasi publik di Kabupaten Inhil telah berjalan sesuai standar dan mendapat pengakuan resmi,” jelasnya.

Ia juga mengkritik keras langkah PPWI Inhil yang langsung membuat pemberitaan tanpa terlebih dahulu mencari data yang valid.

“Sebagai Ketua PPWI, seharusnya memahami bahwa Jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang berimbang dan berdasarkan fakta, bukan opini atau asumsi. Tuduhan seperti ini hanya menciptakan keresahan di masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap media,” ungkapnya.

Dr. Trio mengingatkan bahwa komunikasi yang sehat adalah kunci penyelesaian masalah.

“Kami selalu terbuka untuk dialog dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang benar. Akan tetapi membangun narasi yang keliru untuk menyerang pihak lain bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan,” ungkap Dr Trio.

“Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan terus berkomitmen menjalankan keterbukaan informasi sesuai aturan hukum,” tutupnya.(Adv)




Kadinkes Inhil Ajak Masyarakat Waspada Bahaya Kanker Pankreas

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap kanker pankreas, yang merupakan salah satu jenis kanker yang berbahaya dan sering kali terdeteksi pada stadium lanjut. Dalam rangka meningkatkan kesadaran, Dinas Kesehatan Inhil mengadakan sosialisasi mengenai kanker pankreas dan pentingnya deteksi dini untuk memperbaiki tingkat kelangsungan hidup pasien. 21/11/24

Kanker pankreas merupakan jenis kanker yang berkembang di pankreas, organ yang berfungsi menghasilkan enzim pencernaan dan hormon insulin. Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita yang baru menyadari kondisi mereka ketika kanker telah memasuki stadium lanjut. Hal ini menjadikan kanker pankreas sebagai salah satu kanker dengan tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

Rahmi Indrasuri mengungkapkan bahwa meskipun kanker pankreas tergolong jarang, angka kejadian penyakit ini cenderung meningkat, dan sangat penting untuk memahami faktor risikonya. “Faktor risiko kanker pankreas antara lain merokok, pola makan yang tidak sehat, obesitas, riwayat keluarga dengan kanker pankreas, serta kondisi medis tertentu seperti diabetes. Kami mengimbau masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat, menghindari merokok, serta mengatur pola makan untuk mencegah timbulnya kanker pankreas,” ujarnya.

Gejala kanker pankreas yang perlu diwaspadai meliputi nyeri perut atau punggung, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, jaundice (penyakit kuning), nafsu makan berkurang, dan gangguan pencernaan. Jika masyarakat merasakan gejala-gejala tersebut, Rahmi Indrasuri menghimbau agar segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil juga menekankan pentingnya deteksi dini dalam upaya meningkatkan prognosis penyakit ini. Meskipun belum ada tes skrining yang dapat dilakukan secara rutin untuk kanker pankreas, deteksi dini melalui pemeriksaan lanjutan dapat membantu menemukan kanker pada tahap yang lebih awal, meningkatkan peluang pengobatan yang efektif.

Sebagai bagian dari kampanye kesehatan, Dinas Kesehatan Inhil juga berencana untuk mengadakan seminar, penyuluhan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada masyarakat, terutama untuk mereka yang memiliki faktor risiko tinggi. Penyuluhan akan mencakup edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya menjaga berat badan ideal, serta mengenali gejala-gejala kanker pankreas.

“Pencegahan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi kanker pankreas. Dengan memperbaiki pola hidup dan lebih waspada terhadap gejala yang muncul, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini,” tambah Rahmi Indrasuri.

Melalui berbagai kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan mengenali tanda-tanda penyakit sejak dini, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan angka kejadian kanker pankreas di wilayah tersebut. (Adv)




Dinkes Inhil Himbau Paslon Pengantin untuk Jalani Pemeriksaan Kesehatan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mencegah stunting, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Dinas Kesehatan, telah mengambil langkah proaktif dengan menghimbau pasangan calon pengantin untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. 21/11/24

Inisiatif ini merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk memastikan bahwa calon pengantin memiliki informasi dan sumber daya yang diperlukan untuk memulai kehidupan berkeluarga yang sehat. Pemeriksaan ini mencakup serangkaian tes yang dirancang untuk mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin mempengaruhi kehamilan dan kesehatan anak-anak yang akan lahir.

Salah satu inovasi yang telah diperkenalkan adalah aplikasi “Kecap Manis” yang dikembangkan oleh Puskesmas Tembilahan Kota. Aplikasi ini menyediakan informasi penting tentang pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi, serta tips untuk menghadapi masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Dengan aplikasi ini, calon pengantin dapat dengan mudah mengakses informasi kesehatan yang relevan dan terkini, yang dapat membantu mereka dalam mempersiapkan pernikahan dan kehidupan berkeluarga yang sehat.

Pemeriksaan kesehatan pra-nikah ini meliputi berbagai jenis tes, termasuk pemeriksaan darah untuk mendeteksi kondisi seperti thalassemia dan anemia, tes golongan darah dan rhesus untuk mengetahui kompatibilitas dan risiko yang mungkin terjadi pada anak, serta tes untuk hepatitis B, HIV/AIDS, dan penyakit TORCH yang dapat mempengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi.

Selain itu, tes gula darah dan urin juga dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan secara umum dan mendeteksi penyakit metabolik atau sistemik yang mungkin ada.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga telah melakukan sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan ini melalui berbagai kanal, termasuk puskesmas dan media lokal, untuk memastikan bahwa informasi ini menjangkau semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bahwa pasangan calon pengantin akan lebih sadar akan pentingnya kesehatan reproduksi dan persiapan yang diperlukan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting di Kabupaten Indragiri Hilir dan memastikan bahwa generasi mendatang akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan sejahtera. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan akses ke sumber daya kesehatan yang memadai, calon pengantin diharapkan dapat mempersiapkan diri mereka dengan lebih baik untuk membangun keluarga yang kuat dan sehat. Ini adalah langkah penting dalam upaya bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih kuat untuk masa depan yang lebih cerah.(adv)




Kenali 5 Tanda Kehamilan Normal-Dinkes Inhil

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Tanda-tanda kehamilan normal pada ibu terdapat ragam variasi, akan tetapi tanda yang secara umum sering terjadi ada 5. Selasa (20/11/24).

Mengutip dari alodokter, terdapat 5 tanda tanda kehamilan normal yang sering terjadi pada umumnya, diantaranya :

Perdarahan ringan melalui vagina: Bercak darah yang keluar dari vagina pada awal kehamilan bisa merupakan tanda perdarahan implantasi atau akibat hubungan seksual atau pemeriksaan USG transvaginal. Namun, jika perdarahan berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai nyeri berat dan demam, segera konsultasikan ke dokter.

Morning sickness g: Mual dan muntah saat hamil seringkali terjadi di trimester awal. Mengonsumsi jahe hangat, vitamin B6, dan makanan dalam porsi kecil dapat membantu mengatasi morning sickness.

Perubahan pada payudara : Payudara bisa membesar, lebih sensitif, dan mengalami perubahan warna puting.

Pergerakan janin: Ibu hamil mungkin merasakan gerakan janin, terutama di trimester kedua.

Berat badan naik secara bertahap : Kenaikan berat badan yang wajar selama kehamilan adalah hal yang normal.

Ingat selalu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. (Adv)