Ketua DPRD Inhil Hadiri Coffee Morning di Kejaksaan Negeri

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Iwan Taruna, S.T., M.Si., menghadiri rapat koordinasi bertajuk Coffee Morning Session di Kantor Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Tembilahan, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan strategis yang menjadi perhatian di daerah. Rapat dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Sejumlah agenda yang tercantum dalam undangan meliputi pembahasan isu strategis daerah, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta perkembangan inflasi dan harga kebutuhan pokok.

Agenda lainnya mencakup antisipasi potensi gejolak sosial menjelang akhir tahun, pemusnahan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap, serta pembahasan hal-hal mendesak lainnya. Kehadiran Iwan Taruna dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan unsur legislatif dalam forum koordinasi lintas lembaga.

Pertemuan semacam ini dapat menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan informasi dan membahas persoalan daerah sesuai tugas serta kewenangan masing-masing. Salah satu isu yang masuk dalam agenda adalah penanganan karhutla. Pencegahan dan penanganan kebakaran memerlukan kesiapsiagaan serta koordinasi berbagai pihak.

Informasi yang tersedia belum merinci wilayah yang menjadi perhatian ataupun langkah khusus yang dibahas dalam rapat. Perkembangan inflasi dan harga kebutuhan pokok juga menjadi topik penting. Perubahan harga dan ketersediaan barang dapat berdampak pada masyarakat, sehingga pemantauan kondisi pasar oleh instansi terkait diperlukan.

Dalam forum tersebut, isu ini tercantum sebagai bahan koordinasi; belum tersedia keterangan mengenai data maupun kesimpulan pembahasannya. Rapat juga mengagendakan pembahasan keamanan dan ketertiban masyarakat serta antisipasi potensi gejolak sosial menjelang akhir tahun. Koordinasi antarlembaga diharapkan dapat membantu para pihak bertukar informasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di daerah.

Selain membahas isu strategis, agenda pemusnahan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap turut dicantumkan dalam undangan. Namun, informasi yang tersedia tidak menyebutkan jenis barang bukti, perkara yang terkait, maupun rincian pelaksanaannya.

Coffee Morning Session tersebut menjadi kesempatan bagi unsur terkait untuk memperkuat komunikasi dalam merespons beragam persoalan di Kabupaten Indragiri Hilir. Keterlibatan DPRD dalam forum koordinasi juga memberi ruang bagi lembaga legislatif untuk mengikuti pembahasan isu-isu daerah yang tercantum dalam agenda.

Hingga berita ini disusun, belum tersedia keterangan mengenai hasil rapat, keputusan yang disepakati, atau tindak lanjut dari masing-masing agenda. Pernyataan langsung dari Iwan Taruna maupun pihak Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir juga belum disertakan. (Adv)




Kuala Lemang ‘Bergolak’! Sinergi Dahsyat TNI-Pemkab Inhil Robohkan Keterbelakangan Lewat TMMD ke-130

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR –Sinyal kuat percepatan pembangunan di pedalaman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi digelorakan, Selasa (13/10/2026).

Bupati Indragiri Hilir, H Herman secara meyakinkan membuka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0314/Inhil Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang.

Langkah strategis ini menjadi tonggak nyata dalam meretas keterisolasian kawasan pelosok, membawa harapan baru bagi ribuan warga setempat yang merindukan infrastruktur dan akses kesejahteraan layak.

Dalam nada bicara penuh apresiasi dan semangat, Bupati Herman menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar rutinitas pertahanan, melainkan motor penggerak roda pembangunan daerah.

“Program TMMD ini adalah bukti nyata keberadaan TNI yang menyatu dengan urat nadi masyarakat. Bersama Pemerintah Daerah dan warga, kita tidak hanya membangun semen fisik, melainkan merajut masa depan dan membebaskan desa dari keterbelakangan secara nyata,” tegas H Herman di hadapan para prajurit dan warga setempat.

Paket Lengkap Akselerasi: Dari Semenisasi Hingga Gempur Stunting

TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil kali ini tidak bermain-main. Serangkaian sasaran fisik dan nonfisik skala masif diterjunkan langsung ke jantung Desa Kuala Lemang, meliputi:

Aksesibilitas dan Infrastruktur: Semenisasi jalan poros sepanjang 1.000 meter yang siap menghubungkan mobilitas perekonomian warga.

Hunian Layak dan Sanitasi: Bedah 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah sehat, lengkap dengan pembuatan sumur bor dan fasilitas MCK higienis.

Ketahanan Pangan dan Lingkungan: Pembukaan lahan ketahanan pangan seluas 1 hektare, penghijauan melalui penanaman pohon, serta aksi pembersihan fasilitas umum.

Intervensi Sosial: Bantuan langsung dan pendampingan intensif bagi keluarga dan anak penderita stunting guna menekan angka gizi buruk di Inhil.

Tidak berhenti pada fisik, ‘pasukan hijau’ ini juga menggelar operasi nonfisik secara masif. Berbagai edukasi strategis disuntikkan langsung ke warga, mulai dari wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum dan bahaya laten narkoba, pelayanan kesehatan gratis, Posyandu, hingga langkah preventif penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap menjadi ancaman tahunan.

Komitmen Kodim 0314/Inhil: Nyata untuk Rakyat

Dandim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., menegaskan bahwa TMMD ke-130 didesain untuk menyentuh akar permasalahan masyarakat paling bawah. Menurutnya, prajurit TNI siap bekerja bahu-membahu menembus setiap tantangan geografis demi memastikan manfaat program terasa langsung di lapangan.

“Kami hadir bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi memastikan bahwa senyum dan kemudahan hidup benar-benar dirasakan oleh saudara-saudara kita di Desa Kuala Lemang. Lewat program TNI Manunggal Air, infrastruktur, dan edukasi kesehatan, kami ingin dampak TMMD ini bertahan panjang bagi generasi mendatang,” ujar Letkol Arm Wahib penuh optimisme.

Kolaborasi tripartit antara kekuatan TNI, komitmen Pemerintah Daerah, dan kemanunggalan masyarakat Inhil ini menjadi titik balik penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Negeri Seribu Parit, membuktikan bahwa desa bukan lagi pinggiran, melainkan fondasi utama kemajuan daerah. (Adv)




Pertandingan Parade Sound System sebanyak 27 Daerah Di Kota Dumai. RAGA 1. GD CUP KE 2, Kecamatan Bukit Kapur.

ARBindonesia,com.Dumai-Selasa, tanggal 13 Oktober 2026, bertempat di lapangan Simp Murini, buat Para peserta Sound System di berbagai daerah sebanyak 27 Peserta Sound Sistem yang bernama

  1. Annisa Musik daerah Mahato
    2 RKA Elektro Musik, Mahato
    3.AR Pro Audio, Jayamukti.
    4.ALS Musik, Tanah Putih
    5.Hadi S Pro Bagan siapi2
    6.Bintang Musik, Sumpah. Murini
    7.Raja Musik Dumai.
    8.Cinde Laras, Duri
    9.ARRA Audio, Pinggir.
    10.Sufia Musik, Pinggir.
    11.Ganesa Audio, Dumai.
    12.Dua Putra, Bahan Keladi.
    13.Sila Audio, Bagan Keladi.
    14.Setia Maju, Gurun Panjang.
    15.Aufa Musik, Gurun Panjang.
    16.El Audio, Gurun Panjang
    17.AFF Musik, Bukit Kapur.
  2. SR Audio, Air Besar.
  3. Millenium, Bukit Kapur.
    20.Mardi CS, Pinggir.
    21.Asyfa Musik, Kulim.
    22.Aldy Audio, Bagan Siapi api
    23.Simponi Musik, Bagan Siapi
    24.Pelangi Musik, Bagan siapi2
    25.Sovia Musik, Kandis.
    26.Eva Musik, Bagan Siapi api
    27.Eko Audio, Bagan Siapi api.

Dari sebanyak 27 Sound System, Hasil Tes SPL PARADE RAGA 2, DBA dan DBD yaitu

  1. DBA = 112, DBC = 124.11
    2.DBA = 112, DBC = 123.7
    3.DBA = 112, DBC = 128.8
    4.DBA = 112, DBC = 128.4
    5.DBA = 117, DBC = 114.8
    6.DBA = 112, DBC = 117.6
    7.DBA = 112, DBC = 126.0
    8.DBA = 112, DBC = 124.2
    9.DBA = 112, DBC = 124.7
    10.DBA = 112, DBC = 130.7
    11.DBA = 112, DBC = 123.5
    12.DBA = 112, DBC = 120.8
    13, DBA = 105, DBC = 119.7
    14.DBA = 102, DBC = 118.5
  2. DBA = 102, DBC = 114.6
    16.DBA = 112, DBC = 125.3
    17.DBA = 111, DBC = 119.0
    18.DBA = 111, DBC = 122.5
  3. DBA = 112, DBC = 127.2
    20.DBA = 112, DBC = 128.7
    21.DBA = 112, DBC = 130 3
    22.DBA = 112, DBC = 124.6
    23.DBA = 110, DBC = 125.1
  4. DBA = 112, DBC = 121.7
  5. DBA = 107.3, DBC = 126.7
    26.DBA = 109.6, DBC = 123.6
    27.DBA = 110.2, DBC = 123.9.

Dari hasil kemenangan Sound System, Untuk Juara 1, di Pegang oleh Peserta No 10, dari 27 Peserta, yang bernama Adi Gobel, Sond System SUFIA Musik dari Desa Pinggir. Selamat Sukses buat Adi Gobel, untuk Meraih Kemenangan Juara 1 di Sound System Parade Sound System Kota Dumai, Kecamatan Bukit Kapur.(dir).




Sinergi Hukum di Laut Indragiri Hilir, MoU Kejaksaan dan KSOP: Pelabuhan Tembilahan Kini Dijaga Ketat Aturan

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Sebuah langkah strategis lahir di jantung transportasi laut Indragiri Hilir. Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir bersama KSOP Kelas IV Tembilahan, KSOP Kuala Cinaku, KSOP Kuala Enok, UPP Kuala Gaung, dan UPP Sungai Guntung resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Perdata dan Tata Usaha Negara.

Tak sekadar seremoni, penandatanganan ini menjadi fondasi kokoh sinergi hukum di sektor perhubungan laut. Momentum tersebut diperkuat dengan peresmian Posko Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir di Terminal Penumpang Pelabuhan Tembilahan, menjadikannya pusat konsultasi dan pendampingan hukum yang mudah diakses publik.

Pelabuhan Tembilahan Jadi Sorotan
Kepala KSOP Kelas IV Tembilahan, Feriland Saragih, menegaskan MoU ini adalah jaminan bahwa setiap kebijakan pelabuhan berdiri di atas dasar hukum yang kuat.

“Pelayanan di pelabuhan harus cepat, aman, transparan, dan akuntabel,” ujarnya penuh keyakinan.

Kerja sama ini mencakup pendampingan hukum, mediasi, hingga penyelamatan aset negara. Dukungan Kejaksaan memberi kepercayaan diri bagi KSOP menghadapi potensi sengketa maupun masalah administrasi.

Posko Hukum di Jantung Pelabuhan
Peresmian posko hukum di Terminal Penumpang menjadi tameng baru bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan kanal konsultasi yang terbuka, persoalan kepelabuhanan bisa dicegah sejak dini dan ditangani cepat.

Feriland menekankan, pelabuhan adalah ruang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena itu, kepatuhan hukum harus menjadi benteng utama. “Sinergi ini memastikan setiap langkah berada di koridor hukum,” tegasnya.

Kolaborasi Tanpa Ego Sektoral
MoU ini juga menjadi simbol kolaborasi antarunit perhubungan laut. KSOP Tembilahan bersama KSOP Kuala Cinaku, Kuala Enok, UPP Kuala Gaung, dan UPP Sungai Guntung berkomitmen bergerak dalam satu visi: pelayanan publik prima, aman, dan transparan.

Feriland mengajak seluruh jajaran menjadikan MoU sebagai momentum pembenahan internal untuk penguatan SOP, penataan administrasi, hingga koordinasi rutin dengan Kejaksaan. “Kerja sama ini tidak boleh berhenti di atas kertas,” tandasnya.

Menuju Transportasi Laut Profesional
Dengan sinergi hukum yang diperkuat, sektor perhubungan laut Indragiri Hilir diharapkan semakin profesional, patuh hukum, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Ini ikhtiar bersama untuk sektor perhubungan laut yang lebih kuat,” tutup Feriland. *




HUT ke-27 Rokan Hulu, DPRD Dituntut Kawal Pembangunan dan Anggaran

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni dan pidato resmi. Di tengah keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran, momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar deretan program dan laporan keberhasilan.

Pesan tersebut mengemuka dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Rokan Hulu dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu, Senin (12/10/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, didampingi unsur pimpinan DPRD lainnya. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, tokoh adat, tokoh agama, serta sejumlah undangan.3

Mengusung tema “Maju Bersinergi, Membangun Negeri”, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan Kabupaten Rokan Hulu.

Namun, sinergi tidak boleh berhenti sebagai slogan. Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, pemerintah dituntut semakin cermat menentukan prioritas, sedangkan DPRD harus memastikan setiap kebijakan dan alokasi anggaran benar-benar menjawab kebutuhan publik.

Efisiensi Anggaran, Ujian Nyata Pembangunan

Keterbatasan fiskal menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah daerah harus mampu memilah program yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat, tanpa mengabaikan kualitas pelayanan dasar.

Pemerataan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat desa masih menjadi pekerjaan penting yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Dalam kondisi tersebut, efektivitas belanja daerah menjadi krusial. Setiap anggaran yang dialokasikan harus memiliki sasaran yang jelas, pelaksanaan yang terukur, serta hasil yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Publik tentu berharap efisiensi tidak sekadar dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi juga sebagai upaya menghilangkan pemborosan, memperbaiki tata kelola, dan memastikan anggaran yang tersedia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

DPRD Harus Memastikan Sinergi Berbuah Hasil

Sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan bersama pemerintah daerah melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Karena itu, peringatan Hari Jadi ke-27 Rokan Hulu semestinya menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan penggunaan APBD. Transparansi, akuntabilitas, serta kesesuaian antara perencanaan dan realisasi harus menjadi bagian penting dari evaluasi pembangunan daerah.

Pengawasan yang efektif juga diperlukan agar program prioritas tidak sekadar tercantum dalam dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terlaksana dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Di sisi lain, partisipasi masyarakat perlu mendapat ruang yang memadai. Aspirasi warga, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan ketimpangan pembangunan ant wilayah, harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan.

Usia 27 Tahun, Saatnya Mengukur Hasil

Memasuki usia ke-27, Rokan Hulu memiliki perjalanan panjang pembangunan yang patut menjadi bahan refleksi. Namun, capaian masa lalu tidak boleh membuat pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan mengabaikan persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian.

Ukuran kemajuan daerah bukan hanya terlihat dari kegiatan pemerintahan yang terlaksana, tetapi juga dari semakin mudahnya masyarakat memperoleh pelayanan, membaiknya akses infrastruktur, meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan, serta terbukanya peluang ekonomi yang lebih merata.

Semangat “Maju Bersinergi, Membangun Negeri” harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, kebijakan yang tepat, dan keberanian melakukan evaluasi terhadap program yang belum. (Adv)




HUT ke-27 Rohul, Bupati Anton Paparkan Sejumlah Capaian Pembangunan

ARBindonesia.com, ROKAN HULU — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk memperkuat komitmen pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam upacara peringatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin (12/10/2026), Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, tokoh adat, tokoh agama, hingga generasi muda.

“Hari ini, 1 tahun, 7 bulan, 22 hari, saya dan Bapak Wakil Bupati melanjutkan harapan yang dibangun 27 tahun lalu, dengan tanggung jawab yang sama, menjadikan Kabupaten Rokan Hulu semakin maju, sejahtera, dan pembangunan yang kita laksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Anton saat bertindak sebagai inspektur upacara.

Mengusung tema “Maju Bersinergi Membangun Negeri”, peringatan hari jadi tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Riau, Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini beserta anggota DPRD, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Rohul Drs. H. Yusmar, M.Si., Ketua TP-PKK Rohul dr. Yeni Dwi Putri, kepala OPD, camat, Ketua LAM Rohul H. Zulyadaini, serta tokoh masyarakat dan para pendiri Kabupaten Rokan Hulu.

Turut hadir sejumlah mantan kepala daerah dan pejabat terdahulu, di antaranya Dr. H. Achmad, M.Si., H. Masrul Kasmi, Ir. H. Hafit Syukri, M.M., H. Indra Gunawan, H. Masperi, serta Ir. H. Damri.

Ekonomi Tumbuh 6,79 Persen

Dalam amanatnya, Anton menyampaikan bahwa visi pembangunan Rokan Hulu diarahkan untuk mewujudkan daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang religius, melalui pemanfaatan sumber daya alam berwawasan lingkungan, demi terciptanya masyarakat yang sejahtera dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu capaian yang disorot adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rokan Hulu yang tercatat sebesar 6,79 persen. Angka tersebut, menurut Anton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Riau sebesar 4,59 persen dan nasional sebesar 5,13 persen.

“Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri, sekaligus menjadi dorongan agar pembangunan ekonomi semakin membuka peluang bagi masyarakat,” katanya.

Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, Pemkab Rohul terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui program KURDA ASA yang menyediakan pinjaman modal sebesar Rp5 juta dengan bunga ditanggung pemerintah daerah.

Selain itu, Pemkab Rohul juga merencanakan kegiatan job fair yang akan menghadirkan 50 perusahaan dengan total 500 lowongan pekerjaan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.

Program ini diharapkan dapat mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus membuka akses kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Infrastruktur Jadi Prioritas

Di bidang infrastruktur, Anton memaparkan sejumlah program peningkatan konektivitas jalan antardesa dan antarkecamatan.

Program tersebut meliputi peningkatan jalan sepanjang 13,21 kilometer, rekonstruksi jalan sepanjang 14,74 kilometer, serta rekonstruksi jalan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sepanjang 6,12 kilometer dengan anggaran sekitar Rp27 miliar.

Pemkab Rohul juga memperoleh dukungan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang bersumber dari APBN, dengan anggaran sekitar Rp37 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 5,1 kilometer.

Pembangunan lainnya mencakup gedung DPRD senilai Rp8,8 miliar, revitalisasi kawasan kumuh perkotaan, penataan Danau Dipo Boncah Balong, serta persiapan Kabupaten Rokan Hulu sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau tahun 2027.

Persiapan tersebut dilakukan melalui rehabilitasi astaka MTQ dan pembangunan stadion berstandar nasional.

Sedangkan pada sektor pendidikan, Anton menyebutkan bahwa Kabupaten Rokan Hulu memperoleh program revitalisasi.(Adv)