3 Polisi Pembekuk Pelaku Bom Molotov Diberikan Reward

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung menyerahkan Reward terhadap 3 personil di halaman Mapolres Jalan Gadjah Mada Tembilahan, Selasa (2/4/2017).

Ketiga polisi itu adalah BRIPKA Andromik, BRIPKA Marhadi Kusuma dan BRIPTU Rio Aidul Putra. Dan ketiganya personil Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan.

Sedangkan Reward tersebut merupakan bentuk penghargaan atas keberhasilannya menahan pelaku Bom Molotov terhadap Bank Riau Kepri dan BNI Cabang Tembilahan beberapa waktu lalu.

Dimana waktu itu, ketiganya sedang piket di kantornya Jalan Jendral Sudirman. Tiba-tiba, terdengar teriakan-teriakan dari arah Bank Riau. Ketiganya inipun segera turun dan mengejar pelaku hingga berhasil ditahan.

“Kepada personel yang mendapat Reward, saya mengucapkan apresiasinya dan berharap hal tersebut menjadi pembelajaran bagi personel yang lain untuk bekerja dengan ikhlas dan tuntas,” kata Kapolres.

Pagi itu, penyerahan disaksikan Waka Polres Inhil Dr H Azwar, sejumlah Kasat, Kapolsek dan para perwira lainnya. Serta dihadiri para personil jajaran Polres Inhil./Mirwan

 




Dilapori Kerap Transaksi Narkoba, 2 Pria Ini Akhirnya Digiring Polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya membekuk dua orang pria di salah satu rumah Tsk Jalan Tanjung Harapan Tembilahan, Selasa (2/4/2017) sekitar pukul 1.00 WIB.

Masing-masing kedua Tks tersebut berinisial Sup alias Ay (28) warga Jalan Tanjung Harapan Tembilahan dan AC (33) warga Kelurahan Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka.

Hasil penggeledahan, disita barang bukti berupa 6 paket kecil sabu-sabu seberat 2,5 gram dan sejumlah barang bukti pendukung lainnya.

“Penangkapan dua lelaki tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan bahwa ada orang yang sering melakukan transaksi narkoba di TKP. Atas informasi tersebut maka dilakukan penyelidikan hingga berhasil menahan keduanya,” kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kasat Res Narkoba, AKP Bachtiar.

Saat ini lanjutnya, kedua Tsk dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut./Mirwan




Pemkab Inhil Gelar Upacara Peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah Ke-XXI 2017

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah ke-XXI di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Selasa (2/4/2017) kemaren.

Pagi itu tampak dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah pejabat esselon di lingkungan Pemkab Inhil, tenaga pendidik, peserta didik dan sejumlah elemen lainnya.

Dalam sambutnya, Bupati membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dimana, tema Hardiknas kali ini adalah pendidikan dan kebudayaan sebagai gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter pancasila.

“Kata kunci dari tema tersebut adalah gerakan. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu, pendidikan tidak bisa dipandang sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat,” ucapnya.

Kemudian, pendidikan juga harus didorong menjadi gerakan semesta yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa yaitu masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli dan ormas/LSM mengorganisasi.

Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter pancasila dalam pendidikan bersama.

Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

“Itulah karakter pancasila yang menjadi tujuan pendidikan nasional kita. Menumbuhkembangkan potensi anak didik seperti memerlukan karakteristik pendidik dan suasana pendidikan yang tepat,” tambahnya.

Terkait Hari Otonomi Daerah, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini membacakan amanat Menteri Dalam Negeri RI. Melalui pelaksanaan program-program pembangunan daerah yang dipadukan dengan pelaksanaan program pembangunan nasional, diharapkan akan terwujud peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Dalam hal ini, saya menghimbau setiap pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan berusaha bagi kalangan dunia usaha, agar seluruh infrastruktur yang telah dibangun dapat memberi manfaat ekonomis dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” bacanya./ADV/Mirwan




Bupati Inhil Tinjau UNKP di MTsN Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) di MTs Negeri Tembilahan, Selasa (2/5/2017).

Saat itu, Bupati didampingi Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam, Asisten 1 Setdakab Inhil Afrizal, Kepala Dinas Pendidikan Inhil H Syaifuddin, Kepala Kemenag Inhil H Azhari dan Ketua UN SMP Inhil M Nasir MPd serta disambut langsung oleh Kepala MTSN Tembilahan, Drs HM Rusli.

Bupati mengatakan, meski mayoritas sekolah di Inhil hanya mampu menerapkan UNKP, yang terpenting anak-anak didik bisa mengikuti UN dan penyelenggaraannya berjalan tertib, lancar dan tentunya sebuah asa terpancang dalam pelaksanaan serta tidak menemukan hambatan-hambatan.

”Kepada anak-anak tentunya belajar harus lebih giat lagi sehingga nantinya dapat menjawab semua pertanyaan dan lulus dengan nilai yang baik,” kata Wardan.

Sepanjang pemantauannya di MTs tersebut, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini mengaku tidak terdapat hambatan yang signifikan selama pelaksanaan UN.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil Syaifuddin mengatakan, jumlah peserta UNKP SMP dan MTs secara keseluruhan tahun ini mencapai 11.074 orang. Sedangkan perserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hanya sebanyak 260 orang.

“Pelaksanaan UNBK ini juga hanya 1 sekolah yakni SMP Negeri 1 Tembilahan,” tuturnya./ADV/Mirwan




Kwaran Pramuka Tembilahan Taja Kursus Mahir Dasar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kwartir Ranting (Kwaran) 04.02.02 Gerakan Pramuka Tembilahan menggelar Kursus Mahir Dasar (KMD) di Kantor Pramuka, Jalan Subrantas Tembilahan, Senin (1/5/2017) malam.

Kegiatan yang dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Tembilahan, RM Sudinoto, SP., MM., ini, diikuti oleh para peserta KMD yang berjumlah 50 orang.

Ketua Kwaran Pramuka Tembilahan, Trio Beni Putra, SE., MM., dalam pidatonya menyebutkan, bahwa Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan aktifitas kepramukaan. Diantara tugas pokok tersebut, salah satunya adalah pembentukan tunas bangsa yang lebih baik, berkarakter dan  bermental pancasila.

Gerakan Pramuka, dikatakan Trio Beni, dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan layaknya sekolah. Untuk itu, lanjutnya, perlu diciptakan para pembina Gerakan Pramuka yang andal dan tangguh melalui pelaksanaan Kursus Mahir Dasar.

“Dalam praktiknya, Pendidikan dan Pelatihan ini harus pula dilaksanakan secara profesional dan proporsional. Tata kerja kepramukaan juga sudah semestinya dijalankan secara mandiri melalui persahabatan dan persaudaran berlandaskan pada prinsip dasar kepramukaan,” katanya.

Awalnya, Trio Beni merasa, pelaksanaan KMD Kwaran Tembilahan ini, agak sedikit riskan, mengingat kepedulian yang begitu minim dari para pembina di Gugus Depan. Namun, ternyata kerisauan tersebut dapat hilang dengan sendirinya karena jumlah peserta yang ada sampai pada saat ini, telah melebihi standar minimal yang dipersyaratkan.

“Ini membuktikan, bahwa antusiasme para peserta begitu tinggi untuk menjadi seorang pembina pramuka yang kompeten dan qualified untuk kemudian dapat memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada para penerus pramuka yang akan datang,” tambahnya.

Selanjutnya, Trio Beni Putra menyampaikan, pelaksanaan KMD yang tahun 2017 ini dikelola secara  d mandiri yang didanai oleh, dari dan untuk pembina serta donasi dari beberapa pihak, terutama dukungan dari kwartir cabang Indragiri Hilir baik dalam bentuk peminjaman gedung serta penyediaan tenaga pelatih selama penyelenggaraan KMD.

Sementara itu, Kamabiran Pramuka Tembilahan, RM Sudinoto pada penyampaiannya menjelaskan, Kursus Mahir Dasar merupakan suatu cara pembekalan karakter bagi generasi penerus pramuka, khususnya generasi penerus pramuka yang berasal dari Kecamatan Tembilahan.

“Kegiatan KMD ini, juga dapat dijadikan instrumen dalam mengembangkan sikap dan perilaku positif kader muda pramuka kedepannya. Sehingga, dapat mengantisipasi aktifitas yang bertentangan dengan etika dan moril serta kesusilaan,” jelasnya.

RM Sudinoto mengakui, dalam pramuka, pembekalan yang diberikan dari generasi ke generasi, dinilai lebih komprehensif jika dibandingkan dengan organisasi lainnya karena mencakup berbagai aspek kehidupan.

Dari sisi prestasi, RM Sudinoto mengungkapkan, Kwartir Ranting Pramuka Tembilahan pernah menjadi yang terbaik beberapa tahun silam. Untuk itu, Dia berharap, kedepan Kwaran Pramuka Tembilahan bisa menorehkan prestasi serupa.

“Saat prestasi tersebut diraih, setiap bulannya, Pramuka Tembilahan senantiasa menyelenggarakan kegiatan apapun bentuknya. Contoh kecil seperti bantuan terhadap musibah yang melanda kawasan Kabupaten Inhil, Kwaran Pramuka Tembilahan secara sigap bergerak menggalang bantuan untuk daerah korban bencana tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, RM Sudinoto mengharapkan, kepedulian seperti yang diberikan oleh Kwaran Pramuka Tembilahan senantiasa mempertahankan sikap dan kegiatan positif seperti yang telah sering dilakukan tersebut.

Pembukaan kegiatan Kursus Mahir Dasar ini ditandai dengan pemasangan tanda peserta dan penyerahan Bendera Oelatih oleh Kamabiran Tembilahan, RM Sudinoto SP., MM kepada pimpinan Pelatih./Mirwan




Istri Gubri Kagumi Hasil Kerajinan Dekranasda Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Riau Hj Sisilita Arsyadjuliandi Rachman bangga atas hasil kerajinan Dekranasda Indragiri Hilir (Inhil).

Bagaimana tidak, Dekranasda yang berkantor di Jalan M Boya Tembilahan ini memproduk banyak bentuk kerajinan diantaranya tenun songket khas Inhil dari Kecamatan Tanah Merah, Reteh dan Tembilahan. Kapasitas produksi tenun songket ini mencapai 500 lembar/tahun, dengan bermacam warna dan motif.

Bahkan juga menghasilkan kerajinan batik Inhil yang tulis dan batik printing. Batik Inhil memiliki berbagai macam corak dan motif yang melambangkan ciri khusus kabupaten Inhil yaitu motif mayang terurai, kelapa berpadu, kiambang berpadan, kiambang berkelok, kiambang merajut, daun bidada, kiambang raja, kiambang berlapis, dan sebagainya. Untuk batik tulis kapasitas produksi mencapai 960 lembar/tahun, sedangkan batik printing mencapai 300 meter/hari.

Selain itu, saat ini juga telah memiliki jenis kerajinan yang unik dan memiliki nilai jual. Diantaranya kerajinan anyaman pandan dari Desa Lajau Kecamatan Kuindra, Desa Pulau Palas Tembilahan Hulu, Desa Sungai Ambat dan Desa Pengalihan Kecamatan Enok.

Kerajinan anyaman pandan tersebut menghasilkan keranjang kain, tudung saji, tempat kue, tempat tisu, keranjang sampah, keranjang telur, bingkai foto, bingkai cermin, tikar, kipas, tempat handphone, guci, topi, dompet, sandal dan lain sebagainya.

Terakhir, Dekranasda ini juga menghasilkan kerajinan perabot batang kelapa. Sentra industri kerajinan itu menyebar hampir seluruh kecamatan yang ada.

Untuk saat ini khususnya di kecamatan Tembilahan kerajinan perabot tersebut dikelola oleh Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) dibawah naungan Disperindag Inhil dengan hasil produk seperti kosen pintu, meja teras, meja osin, kursi tamu, asbak, hiasan dinding, meja tulis dan tempat pena.

“Dekranasda Inhil merupakan salah satu Dekranasda terbaik yang ada di Provinsi Riau. Terutama anyaman pandannya, Insya Allah kita tingkatkan lagi. Yang paling penting promosinya,” kata Hj Sisilita saat mengunjungi Sekretariat Dekranasda Inhil, Senin (1/5/2017).

Sementara itu, Ketua Dekranasda Inhil Hj Zulaikhah Wardan cukup bangga atas kunjungan Ketua Dekranasda Riau. Pada intinya, istri Bupati Wardan ini bersyukur dapat arahan dan suportnya.

“Tadi ada arahan dari beliau bahwa Dekranasda Inhil masih butuh pembinaan terhadap pengrajin untuk meningkatkan kualitas produksinya baik itu tenun, anyaman dan batik,” tuturnya./Mirwan