2017, BLH Inhil Garap “Kampung Jawa” Sebagai Kawasan Percontohan PROKLIM

Pemanfaatan lahan pekarangan seperti ini selain memberi manfaat pemenuhan kebutuhan rumah tangga juga akan menjadikan lingkungan menjadi asri, bersih dan pastinya akan dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca

Tembilahan, detikriau.org – Badan Lingkungan Hidup (BLH) kabupaten Indragiri Hilir mencanangkan pembentukan kawasan percontohan  kampung iklim yang dinamai program kampung iklim (Proklim).

Program yang direncanakan akan digarap dalam waktu dekat ini menetapkan “Kampung Jawa” Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan  sebagai kawasan percontohan.

“Kita akan konsentrasi di kampung jawa. Nantinya disana akan banyak opd yang terlibat seperti, Kesehatan, Cipta Karya, Pertanian dan PU termasuk juga PKK.” Sampaikan Kepala BLH Inhil, Helmi D kepada detikriau.org diruang kerjanya, rabu (10/5/2017)

Nantinya ditambahkan Helmi, secara bersama pihaknya akan melakukan upaya pencerahan kepada masyarakat tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang higienis dan bersih, mengupayakan membentuk apa yang namanya Bank Sampah, termasuk juga memperhatikan faktor sanitasi dan infrastruktur pembangunan.

Dikawasan percontohan Proklim itu juga akan ditanam berbagai tanaman hijau yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan. Salah satunya dicontoh Helmi seperti tanaman cabe. Untuk suksesnya berbagai kegiatan yang akan dilakukan, opd terkait akan mengintervensi kegiatan.

“Kampung iklim ini nantinya akan berhasil apabila banyak keterlibatan dunia usaha dan industri dalam hal penyaluran CSR-nya di kampung iklim.” Ucapnya

Penetapan kampung jawa sebagai lokasi percontohan menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Inhil ini karena dinilai kawasan ini merupakan salah satu perkampungan yang diasumsikan terpadat di kota Tembilahan dan juga dikenal dengan kolektifitas dan kekompakan masyarakatnya.

“ Dalam waktu dekat kita akan bentuk pokja program kampung iklim.” Akhiri Helmi.

Untuk sekedar diketahui, pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19/2012 tentang Program Kampung Iklim.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan sekitar 2.000 lokasi yang tersebar di Indonesia akan dijadikan sebagai Kampung Iklim pada tahun 2019 sejak peluncurannya pada Oktober 2011 lalu.

Proklim tersebut adalah langkah dalam memperkuat aksi nyata di tingkat lokal yang dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca. Ini juga sebagai upaya adaptasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim./dro




Wakili Bupati Inhil, Asisten Pemerintahan Hadiri Rakor Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Kabupaten Inhil tahun 2017

Tembilahan, detikriau.org – Mewakili Bupati Inhil HM Wardan, Asisten Pemerintahan Setdakab Inhil Afrizal menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Kabupaten Inhil tahun 2017 di Hotel Harmoni, Tembilahan, Senin (8/5/2017).

Rapat Koordinasi yang mengangkat tema ‘Menjaga Netralitas Mengamankan dan Mensukseskan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Inhil Tahun 2018’ tersebut akan digelar selama 4 hari hingga Kamis (11/5/2017).

Ketua Panitia Penyelenggara TM Syaifullah  mengatakan, Rakor ini digelar sebagai sarana untuk menyampaikan dan menyatukan Visi, Misi dan komitmen penegak hukum dalam menjaga situasi dan kondisi serta ketenteraman masyarakat, terutama dalam kurun waktu menjelang Pilkada Tahun 2018 mendatang.

“Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dirasa perlu dilakukan, mengingat ‘pesta demokrasi’ masyarakat Kabupaten Inhil akan segera menjelang. Tentunya, rapat ini memiliki tujuan utama untuk senantiasa menciptakan kondusifitas daerah,” Pesankan Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Inhil ini

Pada rapat yang turut dihadiri Wakapolres Inhil itu, dalam pesan tertulisnya Bupati Inhil, HM Wardan menyambut baik penyelenggaraan Rakor dan berharap tujuan penyelenggaraan kegiatan ini dapat tercapai.

“Kepada unsur pimpinan Kecamatan yang membawahi Desa dan Kelurahan diharapkan agar secara konsisten dapat menjaga dan dan mengkoordinir situasi dan kondisi di masyarakat pada masing – masing wilayah yang dipimpinnya,” imbau Bupati./ADV/Am




Tumpangi Sebatang Pohon Nipah, Warga Jambi Ini Hanyut Hingga ke Perairan Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Debby Satria (32) ditemukan mengapung di perairan Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (9/5/2017) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pria kelahiran tahun 1984 ini berasal dari Desa Bukit Baling RT 001 Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Ia ditemukan oleh seorang nelayan Desa Sei Laut.

“Nelayan itu melihat pemandangan aneh, karena seorang lelaki sedang mengapung dengan sebatang pohon nipah. Melihat hal tersebut, nelayan itu mendekati, lalu menaikkan lelaki ke sampannya dan selanjutnya membawanya ke Desa Sei Laut,” kata Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Kadmadi.

Sempat diberi makan, kemudian pria itu dibawa ke Bhabinkamtibmas Sei Laut BRIPKA Ahmad Mora Hasibuan dan Babinsa Sei Laut Serda Elia Rahman. Waktu itu, warga Jambi tersebut hanya membawa pakaian, KTP sementara dan Kartu Keluarga.

“Dari tanya jawab kepada yang bersangkutan, Debby Satria menyatakan pergi dari rumah, karena ingin menjumpai keluarganya di Dabo Singkep,” tuturnya.

Pria itu kemudian dibawa ke Puskesmas Kuala Enok untuk dilakukan pemeriksaan secara fisik, dan setelah diketahui ada KK yang dibawanya, pihak kepolisian langsung berkomunikasi dengan keluarganya.

“Ayah kandung Debby Satria, atas nama Ifrial mengatakan bahwa Debby Satria sudah pernah 2 kali dirawat di RS Jiwa Jambi dan akan menjemput di Polsek Tanah Merah untuk dibawa pulang ke Jambi,” tutupnya./Mirwan




Enam Misteri yang Allah Sembunyikan dari Manusia

Kehidupan di dunia merupakan salah satu misteri yang tidak diketahui oleh penghuninya. Tidak ada satupun makhluk yang mengetahui bagaimana jalan cerita hidupnya kecuali atas izin Allah SWT. Begitu banyak hal yang Allah sembunyikan dari makhluk ciptaan-Nya.

Beberapa hal bahkan dikatakan sebagai rahasia Ilahi yang tidak bisa diramalkan secara pasti. Akan tetapi di balik misteri yang disembunyikan tersebut tentu ada hikmah luar biasa yang akan diperoleh manusia.

Misteri tersebut akan terbuka apabila Allah SWT berkehendak. Menurut Umar bin Khattab ada enam perkara yang masih jadi misteri dan disembunyikan oleh Allah dari umat-Nya. Lantas apa sajakah keenam misteri tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Allah Menyembunyikan Keridhoan-Nya Dalam Ketaatan kepada-Nya
Misteri pertama yang disembunyikan Allah SWT dari umat-Nya adalah, Dia menyembunyikan keridhoan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya. Tujuan dari disembunyikannya hal tersebut adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan segala perintah yang diberikan oleh Allah dengan penuh ketaatan.

Maka dari itu, janganlah menyepelekan ketaatan walaupun perbuatan atau amalan tersebut merupakan perkara kecil. Sebab bisa jadi di sanalah terleta keridhoan Allah SWT kepada kita yang melaksanakannya.

2. Allah Menyembunyikan Murka-Nya Dalam Kemaksiatan seorang hamba-Nya
Tidak hanya menyembunyikan ridho-Nya dalam ketaatan seorang hamba, ternyata Allah SWT juga menyembunyikan kemurkaan-Nya dalam kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang. Hal ini bertujuan agar manusia menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan merasa takut untuk terjerumus ke dalam kemaksiatan tersebut.

Maka dari itu, tidak pantas bagi kita untuk meremehkan kemaksiatan walaupun dalam bentuk yang sangat kecil. Sebab bisa jadi, dari perbuatan kecil tersebut justru terletak murka Allah SWT yang dapat membuat kita terjerumus dalam api neraka di akhirat kelak.

3. Allah menyembunyikan Lailatul Qadar dalam bulan Ramadan
Misteri selanjutnya yang disembunyikan oleh Allah yakni perihal malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Sebagaimana di sebutkan dalam Hadist ‘pahala ibadah sunnah di bulan Ramadhan sama dengan pahala ibadah wajib pada bulan selainnya dan agar bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar sebab nilainya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun 4 bulan)

Itulah sebabnya Allah SWT menyembunyikan kapan terjadinya malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan untuk melihat kesungguhan dari Umat untuk mendapatkannya lewat jalan beribadah kepada Allah Ta’ala.

4. Allah Menyembunyikan Para Wali Di Antara Manusia
Allah SWT juga menyembunyikan para wali di antara manusia. Tujuannya adalah agar manusia saling menghormati dan tidak meremehkan orang lain. Apabila orang tersebut meremehkan orang lain, bisa jadi orang yang diremehkannya tersebut justru merupakan wali Allah. Maka dari itu, kita harus menghargai semua orang.

5. Allah Menyembunyikan Kematian Dalam Umur
Misteri selanjutnya yang juga disembunyikan oleh Allah SWT dari manusia adalah Dia menyembunyikan kematian dalam umur orang tersebut. Tujuanya adalah agar semua manusia senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut kematian yang belum tahu kapan akan terjadinya dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. a.dan

6. Allah Menyembunyikan ‘Ash-Sholatul Wushta’ (Sholat Yang Paling Utama) Dalam Salat Lima Waktu
Hal terakhir yang disembunyikan oleh Allah SWT dari umat manusia ialah Allah menyembunyikan ‘Ash-Sholatul Wushta’ atau salat yang paling utama di dalam salat lima waktu. Tujuannya adalah agar seorang muslim tersebut dapat memelihara semua salat wajibnya dan tidak meremehkan satu di antaranya.

Demikianlah informasi mengenai enam misteri yang disembunyikan oleh Allah SWT dari manusia. Sebagai umat Islam kita harus menyadari bahwa ada maksud baik di balik penyembunyian enam hal di atas. Yakni untuk menambah keimanan dan keikhlasan kita dalam melaksanakan ibadah dan amalan kebaikan lainnya kepada Allah SWT.

sumber: infoyunik




Mengenal Sosok Ketua Majelis Hakim yang Memvonis Ahok 2 Tahun Penjara

Catatan ringan Ilham Bintang

Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto (tengah) memimpin persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PN Jakarta Utara, Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (29/3). Sidang ke-16 itu beragendakan mendengarkan keterangan dari tujuh saksi ahli yang dihadirkan pihak penasehat hukum. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./aww/17.

Rasanya sulit dipercaya, tetapi begitulah faktanya. Setiap hari, dari rumah ke kantor, pulang-pergi, ia naik angkutan umum Transjakarta. Itulah hakim H Dwiarso Budi, ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memimpin majelis hakim sidang perkara penistaan agama oleh Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Sidang ini telah dimulai dari Selasa (13/12/2016) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajahmada, Jakarta.

Di mata kawan-kawannya, ia dijuluki bonek (bondo nekat). Bukan hanya karena kelahiran Surabaya. Namun, julukan itu menunjuk pada integritasnya sebagai hakim. “Antisuap, antigertak,” kata seorang sahabatnya.

Lahir di Surabaya, 14 Maret 1962, Inoenk, begitu panggilan akrab H Dwiarso Budi Santiarto SH Mhum, sampai sekarang pun masih tinggal di rumah dinas. Suami Yanti SH MH (teman kuliah) dan ayah dua anak, Rio dan Anya ini pernah menjadi ketua pengadilan di Kotabumi, Kraksaan, Depok, Banjarmasin, dan Semarang.

Putranya, Rio (S-1 ITB dan S-2 UI), saat ini tinggal di Jepang bekerja sebagai pelayan toko. Sedangkan, Anya (Hukum Unpar) bekerja sebagai pegawai pajak di Palangka Raya. Ada kisah menarik dari putra-putri Inoenk ketika terjadi penangkapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitus Akil Mochtar tempo hari. Kompak mereka meminta Inoenk berhenti jadi hakim karena merasa malu dengan profesi ayahnya. Juga kompak berdua menyatakan biarlah mereka yang bekerja untuk menopang ekonomi orang tuanya.

Sarjana hukum jebolan S-I Universitas Airlangga dan S-2 Universitas Gadjah Mada serta terakhir Lemhanas (2016) ini adalah mantan atlet hoki PON Jatim dan atlet tenis mewakili provinsi di mana dia bertugas waktu itu.

Memutus seumur hidup koruptor BLBI

Mantan asisten/sekretaris Mahkamah Agung ini sewaktu bertugas sebagai hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus hukuman seumur hidup untuk koruptor BLBI. Bahkan, waktu bertugas di Semarang, Inoenk juga memutus sengketa gubernur Jateng lawan pengacara kondang Yusril dengan menghukum hakim temannya sendiri karena menerima suap dan beberapa koruptor serta pejabat bupati Karang Anyar.

Keberaniannya untuk berbeda dengan alasan hukum yang rasional itulah yang membuat Ketua Mahkamah Agung Marsekal Sarwata sangat membanggakannya. Dosen favorit Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu kini menjadi tempat bergantung harapan keputusan adil dari persidangan kasus penistaan agama Ahok. Sekian lama, ia memang menjadi gantungan harapan para penuntut keadilan yang mengharapkan vonisnya terhadap Ahok terbebas dari pelbagai intervensi supaya wajah hukum kita mendapat kepercayaan publik.

Selasa (9/5) siang, akhirnya, ia membuktikan dirinya memang hakim yang berintegritas tinggi. Meskipun sempat dibayangi spekulasi, dia juga akan dilumat pelbagai manuver, seperti aparat penegak hukum lainnya yang masuk angin. Vonisnya, Ahok terbukti bersalah dan dihukum penjara dua tahun yang langsung ditahan di LP Cipinang.

sumber: republika.co.id




Antisipasi Penyebaran Faham Radikal dan Terorisme, Kesbangpol Riau Beri Pemaparan di Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya Terorisme di salah satu Aula Hotel di Jalan Batang Tuaka, Tembilahan, Selasa (9/5/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Kewaspadaan Badan Kesbangpol Provinsi Riau Kaifi Azmi, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Inhil Darussalam, Pasi Ops Kodim 0314/Inhil Lettu Inf Abdillah Rahmansyah beserta sejumlah undangan.

Dalam sambutannya Azmi menerangkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan visi, misi, persepsi dan strategi antara generasi muda dengan masyarakat.

“Tujuan untuk menyatukan, khususnya dalam mencegah dan mengantisipasi penyebaran dan pengembangan faham radikal dan terorisme di daerah kita,” kata Kaifi Azmi.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Inhil, Darussalam menerangkan bahwa kegiatan penyuluhan tentang bahaya terorisme ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme dan radikalisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan negara.

“Sebagaimana kita ketahui keberadaan terorisme di Indonesia merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional,” katanya.

Dengan kondisi ini, lanjutnya, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara. dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di semua lini harus dimulai sejak dini.

Oleh karena itu, diperlukan usaha penyuluhan kepada seluruh komponen bangsa agar memiliki pemahaman dan sikap serta kemampuan untuk mengantisipasi dan mencegah terorisme dan radikalisme tersebut.

“Saya berharap dan meminta komponen pemerintah daerah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu secara sinergis dan berkesinambungan. Dengan demikian hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi bahkan hilang dari kehidupan sosial di masyarakat,” tuturnya./Mirwan