Pasokan Listrik “Byar Pet”. Ini Penjelasan Direktur PLN Rayon Tembilahan

Manajer PLN Rayon Tembilahan, Iwan Eka Putra

Tembilahan, detikriau.org – Manajer PLN Rayon Tembilahan, Iwan Eka Putra mengklarifikasi kerap terputusnya pasokan listrik PLN kesejumlah rumah pelanggan disebabkan terjadinya gangguan teknis.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi bukan disebabkan kurangnya daya melainkan persoalan pada pengoperasian mesin listrik yang notabene baru dioperasikan. Tepatnya gangguan karena penerapan pola baru dalam sistem kontrol.

“Sekarang ketersediaan daya kelistrikan kita sudah lebih dibandingkan beban penggunaan listrik oleh masyarakat Tembilahan. Total beban penggunaan listrik masyarakat Tembilahan sebesar 14,5 MW (Mega Watt), sedangkan pasokan listrik yang tersedia sebesar 27,5 MW. Artinya ada surplus daya,” terang Iwan, selasa (30/5/2017)

Surplus daya dijelaskan Iwan berasal dari pengoperasian mesin pembangkit daya listrik yang lama dan yang baru dengan masing – masing daya sebesar 12,5 MW dan 15 MW.

“Jadi, permasalahan pemadaman listrik baru – baru ini, khususnya yang terjadi tadi malam itu bukan karena kendala defisit daya, melainkan murni permasalahan dari sisi kontrol atau proteksi yang masih perlu di re-set (atur ulang, red). Masih perlu ada penyesuaian,” perjelasan Iwan.

Kedepan Iwan berjanji pihak PLN akan terus berupaya maksimal mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini guna menstabilkan kondisi listrik, khususnya di wilayah Tembilahan.

“Saat ini pun, kami lagi mengevaluasi pola perhitungan proteksi, alat ukur, cabling dan segala macamnya. Sesegera mungkin lah kita upayakan, bahkan kalau bisa hari ini pun harus bisa selesai,” pungkasnya./Am

Save




Respons Keluhan Masyarakat, Bupati Sambangi PLN Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan menyambangi  Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tembilahan di lokasi Pembangkit Listrik Parit 4, Tembilahan Hulu, Selasa, (30/5/2017) siang

Kunjungi Bupati yang didampingi sejumlah pejabat ini sebagai bentuk respon atas keluhan masyarakat akan kerapnya terjadi pemutusan pasokan listrik dalam beberapa waktu belakangan terutama selama bulan Rmadhan.

Dalam kunjungan ini, Bupati mendapatkan klarifikasi dan memaklumi permasalahan teknis yang tengah dihadapi oleh pihak PLN Rayon Tembilahan.

“Dari sisi mesin tenaga listriknya tidak ada masalah, hanya ada sedikit gangguan kontrol mesin untuk men-supply aliran listrik keluar saja yang sekarang menjadi persoalan,” terang Bupati Wardan.

Terkait kontrol mesin, berdasarkan hasil tinjauan, Bupati Wardan mengungkapkan, teknisi PLN senantiasa melakukan pengawasan atas operasional mesin listrik.

“Tadi malam (Senin, 29/5/2017) pun, pihak PLN telah berupaya maksimal sampai jam 2 dini hari melakukan perbaikan. Ini berarti ada rasa tanggung jawab dari mereka yang patut kita hargai,” ungkapnya.

Disamping itu, Bupati mengimbau kepada masyarakat agar dapat bersabar sembari menunggu kondisi kelistrikan kembali normal.

“Jadi, kepada masyarakat jangan terlalu cepat memberikan respons negatif atas kejadian ini. Saya sudah lihat sendiri apa yang terjadi. Semoga saja permasalahan yang tengah dihadapi oleh PLN dapat segera teratasi sehingga listrik didaerah kita ini dapat kembali normal,” tandas Bupati./adv/Kominfo/ Mirwan




Bupati Sidak Pedagang Pasar Jalan Yos Sudarso Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hari ke empat bulan Ramadan, Bupati Inhil, HM Wardan bersama sejumlah pejabat eselon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil turun ke pasar yang terletak di Jalan Yos Sudarso Tembilahan atau lebih dikenal dengan nama Pasar Rakyat Tembilahan.

Dalam kesempatan itu, Bupati menemukan banyak pedagang yang berjualan melewati batas parkir. Sehingga, menghambat pejalan kaki maupun pengendara melewati jalan tersebut.

Seperti beberapa penjual selimut, Bupati langsung menghampirinya dan menjelaskan bahwa mereka berjualan ditempat yang salah.

”Ibu tahu tidak garis putih ini tanda apa,” tanya Bupati.

Salah seorang pedagang dengan lugas langsung menjawab bahwa itu adalah tanda batas berjualan.

Mendengar jawaban itu, sontak saja orang Nomor Satu di Negeri Seribu Parit itu langsung tertawa dan mengatakan bahwa pemahaman sang ibu itu tidak-lah benar.

”Ini tanda batas parkir bu, seharusnya ini tempat parkir, bukan tempat berjualan,” terang Bupati.

Meski demikian, Bupati tetap memberikan keringanan, dengan membiarkan mereka berjualan hingga akhir Idul Fitri.

Tidak apa-apa sampai Idul Fitri, setelah itu ini harus dibongkar, dan pindah ke Pasar Kayu Jati

Dinas terkait harus tegas dan buat baleho seperti himbauan dan saya tidak mau lagi bangunan maju kedepan./*/Humas Pemkab Inhil




Bersepeda, Kapolres Pantau Kamtibmas Seputaran Kota Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, didampingi sejumlahPerwira memantau situasi Kamtibmas diseputaran kota Tembilahan, Selasa (30/5/2017).

Mempergunakan sepeda, Kapolres juga menyempatkan menyapa dan menghampiri warga, mengajak bercengkrama dan berbincang – bincang. Warga tampak antusias, dengan kedatangan orang nomor satu di Polres Inhil ini.

“Saya ingin memantau secara langsung kegiatan pengamanan yang dilakukan Personel Polres Inhil, terutama pada Pasar – Pasar Wadai yang bertebaran di jalan-jalan utama dan di lorong – lorong di seputaran Kota Tembilahan.” Ujar Kapolres

Kapolres yang menyelesaikan pendidikan SD dan SMP – nya di Kota seribu parit ini berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berniat untuk ngabuburit, mencari takjil yang akan disajikan saat berbuka puasa, atau masyarakat yang menghabiskan waktu menunggu tibanya beduk maghrib./ Am




Meriahkan Ramadhan 1438 H, Pejuang Subuh Sambangi Mesjid Hingga ke Desa

KETERANGAN FOTO:
Ketua Pejuang Subuh Tembilahan, Taufiqurrahman.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Pejuang Subuh Tembilahan berkeliling mesjid hingga ke pelosok desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1438 H. Kegiatan tersebut digelar setiap akhir pekan.

“Program kita selama Ramadhan ini keliling mesjid waktu subuh setiap hari, namun setiap akhir pekan kita ke kecamatan hingga ke desa,” kata Ketua Pejuang Subuh Tembilahan, Taufiq kepada detikriau.org, Selasa (30/5/2017).

Tak hanya itu, pihaknya juga memprogramkan beberapa kegiatan lainnya seperti Shalat Tarawih keliling, buka puasa bersama 1 kali dalam sepekan, Pesantren Kilat dikhususkan untuk para pelajar baik SD, SMP maupun SMA sederajat.

Disela kegiatan buka bersama, Pejuang Subuh Tembilahan juga mengisi dengan kegiatan pengajian rutin membahas kitab Riyadhus Sholihin.

“Dan kedepan, kita juga berencana menggelar kegiatan pembagian bantuan khususnya kepada anak yatim di Masjid YAMP. Namun rencana ini masih dalam tahap konfirmasi,” tuturnya.

Pada intinya, Pejuang Subuh Tembilahan berupaya memaksimalkan kegiatan selama Ramadhan 1438 H yang tidak biasa dengan hari lainnya./Mirwan

 




Penghuni Emperan Toko di Pulau Kijang Ditemukan Tak Bernyawa

RETEH (detikriau.org) – Sesosok mayat ditemukan terbujur kaku tak bernyawa di emperan ruko Jalan SMP Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Selasa (30/5/2017) sekitar pukul 6.00 WIB.

Identitas jazad tersebur adalah Jamal alias Acok Bin Cilak (50). Ia seorang pengangguran yang tinggal di kaki lima Pertokoan Pasar Kelurahan Pulau Kijang.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Reteh, AKP Suharyono mengatakan bahwa pagi itu salah seorang saksi, Erwin sedang membuka pintu toko.

Ketika melihat di bengkel sepeda motor, ia melihat seseorang dalam posisi tertidur. Setelah didekati, ternyata orang yang disangka tertidur tersebut tidak bergerak dan terlihat tidak bernapas lagi.

“Sosok laki-laki tersebut adalah Jamal alias Acok Bin Cilak, yang selama ini dikenal kurang waras dan selalu tidur di emperan toko,” kata Kapolsek.

Setelah ditemukan, korban langsung dilakukan pemeriksaan dengan hasil bahwa korban diduga meninggal dengan wajar dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Jasad korban selanjutnya diserahkan kepada keluarganya, untuk dikebumikan,” tutup Kapolsek./Mirwan