Sempat dilaporkan Hilang. Ternyata Pencari Siput Itu Alami Hal Ini …

Tembilahan, detikriau.org – Setelah sempat dilaporkan hilang oleh sang istri, Selasa (30/5/2017), Wandra alias Iwan, muncul kembali dirumahnya pada hari Rabu, tanggal 31 Mei 2017, pukul 08.00 WIB.

Pencari siput warga Jalan Swadaya, RT 005 RW 003, Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir ini mengaku tersesat dan terpaksa bermalam diatas sebatang pohon.

“pengakuan Iwan, saat hendak pu;ang usai mencari siput dirinya tidak menemukan lagi jalan pulang, semua jalan seperti tertutup hingga Ia memutuskan tidur di atas pohon.” Ujar Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK

Iwan juga mengaku, tidak melihat ada orang atau mendengar panggilan dari Polisi dan masyarakat yang mencarinya. Ketika subuh menjelang, tiba – tiba kesadaran Iwan pulih dan melihat dirinya berada dalam sebuah kebun yang berpagar.

“Saat itulah Iwan baru bisa melihat jalan pulang, hingga dirinya bisa kembali kerumahnya.” Akhiri Kapolres

Sehari sebelumnya, Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, SIK, melalui Kapolsek Tanah Merah AKP Kadmadi, menyebutkan bahwa Wandra alias Iwan Bin Taher (41 tahun) menurut laporan sang istri Nurhasanah (40 tahun) berpamitan untuk mencari siput di sekitar hutan di belakang PT. AEC Brother  di Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah.

Namun sampai sore menjelang Iwan tak kunjung pulang dan sempat dilakukan pencarian oleh petugas kepolisian dibantu sejumlah warga. Sayangnya pencarian hingga malam hari itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya Iwan muncul sendiri didepan pintu rumahnya dalam kondisi kelelahan dan tampak lemas.  /Am




Unit Tipidkor Polres Inhil Serahkan 3 Tsk Korupsi Dana Desa Ke Kejati Riau

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir (Inhil) menyerahkan 3 Tsk dan barang bukti tahap II ke JPU Kejari Inhil di Kejaksaan Tinggi Riau, Pekanbaru, Rabu (31/5/2017).

Identitas ketiganya berinisial Ma (43) warga Perumnas H Amir Jalan Sungai Beringin Tembilahan, FS (40) warga Jalan Kusuma Kelurahan Sungai Piring dan RF (37) warga Jalan Suntung Ardi Tembilahan. Ketiga TSK berstatus ASN.

Berdasarkan surat pemberitahuan hasil penyidikan (P. 21) nomor: B-493/N.4.15/Ft.1/04/2017 tanggal 17 April 2017, Tsk tersebut terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi pekerjaan konsultan pendamping manajemen bantuan pembangunan desa di Kabupaten Inhil tahun anggaran 2012 pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil yang dilaksanakan oleh PT GC ini mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.1.578.745.455.

“Ketiga pelaku ini termasuk dalam Kelompok Kerja (Pokja) II Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Inhil tahun 2012,” kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung melalui Kasat Reskrim, AKP Arry Prasetyo.

Sekedar untuk diketahui, pelimpahan Tsk dan barang bukti ke JPU Kejari Inhil itu diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Inhil Sonang Simanjuntak di ruangan Pidsus Kejati Riau di Pekanbaru dan selanjutnya bersama dengan JPU mengawal para Tsk ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru./Mirwan

 




Suami Tak Pulang-pulang Mencari Siput, Istri Lapor ke Polisi

Polisi dbantu sejumlah warga saat melakukan upaya pencarian

TANAH MERAH (detikriau.org) – Nurhasanah (40) kebingungan. Pasalnya, suaminya Wandra alias Iwan Bin Taher (41) tak pulang-pulang setelah meninggalkan rumah untuk mencari siput, Selasa (30/5/2017) kemarin.

Menurut informasi dari kepolisian, pria asal Jalan Swadaya Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah ini turun dari rumah sekitar pukul 8.00 WIB mencari siput di sekitar hutan di belakang PT AEC Brother di Kelurahan Kuala Enok.

Namun sampai malam hari, pria itu belum kunjung pulang dan diduga hilang di sekitar lokasi mencari siput.

“Menurut pelapor, setelah mencari siput, biasanya Wandra ini pulang selalu pada pukul 16.00 WIB,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Kadmadi, Rabu (31/5/2017).

Mendapat laporan, Personil Polsek Tanah Merah bersama-sama dengan warga melakukan pencarian di Hutan belakang PT. AEC Brother. Hingga saat ini, proses  pencarian terhadap Wandra masih dilakukan./Mirwan




Silaturrahmi Kamtibmas, Polres Inhil dan Tokoh Masyarakat Sepakat Lawan Paham Radikal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) bersama tokoh masyarakat bersepakat melawan paham radikalisme dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Perlawanan tersebut diutarakan dalam silaturrahmi Kamtibmas di Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan, Rabu (31/5/2017).

Saat itu, silaturrahmi dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung dan didampingi Waka Polres KOMPOL Dr Azwar serta sejumlah perwira lainnya.

Kegiatan yang sejalan dengan pelaksanaan Operasi Bina Waspada Siak 2017 ini turut diikuti perwakilan Badan Kesbangpolinmas Kabupaten Inhil Erwandi, perwakilan Kemenag Kabupaten Inhil Ruhiat, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Inhil, Abdul Hamid, Ketua Granat Kabupaten Inhil Zakaria, Ketua DPC PP Kabupaten Inhil Robby Cahyadi, Ketua LMP Kabupaten Inhil M Saleh dan sejumlah tokoh lainnya.

Kapolres mengatakan, Polres Inhil saat ini sedang melaksanakan operasi Bina Waspada. Hal ini berkaca dari kejadian di Kampung Melayu adanya tindakan terorisme yang bisa menyasar semua orang yang tentunya tidak akan mampu ditindak sendiri oleh Polisis tanpa bantuan dari masyarakat terutama dari tokoh-tokohnya.

Sekarang ini momentum yang sangat tepat untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat karena bertepatan dalam bulan Ramadhan, saat dimana Umat Muslim sedang berpuasa. Untuk itu ia berharap, meski operasi Bina Waspada sudah selesai, namun kegiatan untuk menyampaikan bahaya radikalisme tetap bisa disuarakan dan dilanjutkan.

“Kesimpulan dari pertemuan ini adalah bahwa semua pihak harus bahu-membahu membangun benteng yang kuat untuk menangkal masuknya paham-paham radikal,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Inhil, Abdul Hamid menyampaikan bahwa buah pemikiran hasil penelitiannya, Radikalisme tidak ada kaitan dengan agama tapi selalu meminjam istilah agama. Dan saat ini, Radikalisme bukan lagi imajiner tapi sudah ada dalam bentuk nyata.

“Daerah Inhil ini boleh dikatakan aman dari radikalisme, tapi bukan alasan untuk tidak waspada. Untuk itu ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni tingkatkan kewaspadaan, radikalisme harus dilawan dengan kontra radikalisme, pendekatan hukum dan pendekatan sosial,” tuturnya.

Senada, perwakilan Kemenag Kabupaten Inhil, Ruhiat juva menyatakan bahwa sampai hari ini organisasi yang menganut faham kekhilafahan tidak ada di Inhil, tapi ideologi tentang hal tersebut tampak sudah mulai bermunculan, begitu juga dengan aliran yang menyalahkan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok lain.

“Tapi untuk pondok pesantren yang ada dalam binaan Kemenag, sejauh ini tidak terdeteksi adanya melakukan kegiatan yang menyimpang,” paparnya.

Pada intinya, para Tomas, Toda dan Toga mendukung Polres Inhil untuk memberantas radikalisme dan berharap pertemuan tersebut diadakan secara berkala dan kalau bisa diadakan juga sampai tingkat Kecamatan./Mirwan




Tergugah Saksikan Rekan Satu Sel Laksanakan Sholat dan Baca Al Qur’an, Cinkiong Ucap Dua Kalimat Syahadat

Selatpanjang, detikriau.org – Musriyadi alias Cinkiong, salah seorang tahanan Polres Meranti dipandu Ustad Fauzi S.Ag ucapkan dua kalimat syahadat. Rabu (31/5/2017)

Pria kelahiran Selatpanjang 12 Juni 1979 yang sebelumnya penganut agama Budha ini mengaku tergugah untuk menjadi mualaf setelah menyaksikan teman satu selnya rutin melaksanakan sholat 5 waktu dan melantunkan bacaan kitab suci al Qur’an.

“Keputusan Musriyadi untuk memeluk agama islam tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Semuanya murni dari gerakan hati nuraninya,” Ucap Kapolres Meranti AKBP Barliansyah SIK melalui Paur Humas Iptu Djonni Rekmamora.

Pengucapan dua kalimat Syahadat ini dilaksankan di musholla Polres Kep.Meranti bertepatan dengan suasana bulan Suci Ramadhan disaksikan langsung oleh KBO Sat Reskrim IPTU Herman Jalaluddin  , KASAT TAHTI  IPTU Marianto , Ust. Fauzy S,Ag , dr.H.Misri Hasanto beserta beberapa anggota polres kepulauan Meranti

Ust. Fauzi S,Ag selanjutnya memberikan tausiyah tentang pemahaman rukun iman dan rukun islam. Sang Ustad berpesan sebagai pemeluk Islam, Musriyadi wajib melaksanakan sholat 5 waktu dan bertutur kata yang baik, saling hormat menghormati dan saling sayang menyayangi terhadap sesama.

Selanjutnya Muariyadi melaksanakan khitanan ( sunat ) di klinik Polres Kep.Meranti proses khitanan./Ko

 




Dialog dengan Warga Kampung Batuah, Bupati Pintakan Saran dan Kritikan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melakukan dialog interaktif bersama masyarakat di Mesjid At – Taubah Jalan Swadaya Kampung Batuah, Kelurahan Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Selasa (30/5/2017) sore.

Kegiatan yang difasilitasi oleh pihak Pemerintah Kecamatan Tembilahan ini digelar dengan tujuan untuk menyampaikan informasi tentang pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

“Baik informasi yang berasal dari kami selaku Pemerintah maupun dari masyarakat. Silahkan sampaikan informasi kepada saya tentang pembangunan, kemukakan kritikan dan saran karena kami juga butuh akan hal tersebut,” kata Bupati dihadapan puluhan masyarakat.

Bupati Wardan mengatakan, proses pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Inhil tidak sama dengan Kabupaten lain. Inhil, lanjut Bupati, yang merupakan Kabupaten terluas se – Provinsi Riau dengan jumlah penduduk ketiga terbanyak memerlukan biaya pembangunan yang sangat besar.

“Sementara, alokasi APBD Kabupaten Inhil kita per tahun itu hanya sebesar Rp. 2 trilyun. ‘Kue’ pembangunan sebesar itu di re – alokasikan kembali kepada 20 (Dua Puluh) Kecamatan yang ada. Jadi, ‘potongan kue’ nya kecil – kecil untuk seluruh jenis kegiatan keprograman yang dilaksanakan,” terang Bupati Wardan mengawali dialog.

Maka itu, dengan jumlah alokasi APBD Kabupaten Inhil sebesar Rp. 2 trilyun tersebut, Bupati Wardan pesimitis pelaksanaan pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur akan dapat terlaksana dalam waktu dekat.

“Kalau hanya mengandalkan biaya itu, kapan Inhil akan bisa dibangun, maka saya bersama jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, berjuang mencari tambahan dana anggaran ke Pemerintah pusat maupun Provinsi Riau,” tukas Bupati.

Melalui perjuangan yang dilakukan sejak tahun 2014 silam, dikatakan Bupati Wardan, Kabupaten Inhil pun akhirnya memperoleh alokasi dana anggaran pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, berkat perjuangan itu, beberapa ruas jalan di Kabupaten Inhil telah berubah status dari yang sebelumnya menjadi kewenangan pihak Kabupaten sekarang telah menjadi kewenangan Pusat maupun Provinsi. Dengan begitu, dana pembangunan itu juga akan berasal dari Pusat maupun Provinsi pula,” katanya.

Selanjutnya, Bupati Wardan mengaku, melaksanakan pembangunan bukanlah hal yang mudah. Dalam prosesnya, banyak kritikan ‘Pedas’ yang diterima dari masyarakat.

“Apalagi, diawal masa jabatan saya selaku Bupati. Ada masyarakat yang bilang, “Apa kerja Bupati?”, namun kritikan atau pernyataan masyarakat seperti itu, malah menjadi motivasi bagi saya bersama jajaran saya,” ujar Bupati Wardan.

Usai pemaparan materi dialog seputar pembangunan infrastruktur oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan, dengan dimoderasi oleh Camat Tembilahan, RM Sudinoto, masyarakat Kelurahan Seberang Tembilahan pun dengan antusias langsung memberikan pertanyaan – pertanyaan berkaitan kepada Bupati.

Dalam dialog, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan tampak begitu bersemangat menjawab pertanyaan masyarakat. Terbukti, seluruh pertanyaan berhasil dijawab dengan tuntas oleh Bupati Wardan. Setelah dialog berakhir, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan bersama masyarakat Kelurahan Seberang Tembilahan pun disuguhi dengan Kultum menjelang berbuka puasa bersama yang dilanjutkan dengan Shalat Maghrib Berjama’ah./ADV/Kominfo