Bupati Inhil Instruksikan Dinkes Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2017

Bupati Inhil HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk bersiap dalam menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri Tahun 2017.

Kesiapan yang dimaksud, dilakukan dari segi penyediaan fasilitas kesehatan di beberapa rest area atau tempat peristirahatan mudik lebaran serta di sejumlah posko kesehatan yang secara khusus disediakan pihak Dinas Kesehatan.

“Tak hanya fasilitas, tenaga medis yang bertugas juga harus diterjunkan di rest area. Sebab, penyediaan tenaga dan fasilitas medis ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan kepada pemudik,” ujar Bupati Wardan seperti keterangan tertulis

Menurut Bupati Wardan, kesiapan dari segi kesehatan juga diperuntukkan sebagai langkah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan mudik lebaran.

“Karena, tidak semua pemudik tahu dimana lokasi puskesmas, klinik bahkan Rumah Sakit terdekat saat dibutuhkan. Keberadaan puskesmas dan sebagainya juga belum tentu dekat dengan lokasi pemudik yang membutuhkan kala itu. Maka, ketersediaan fasilitas dan kesiapsiagaan tenaga medis begitu diperlukan,” terang Bupati.

Menanggapi instruksi Bupati Inhil, HM Wardan, pihak Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Rahmi menyatakan, fasilitas dan tenaga medis telah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu pada awal masuknya Bulan Ramadhan.

“Tenaga medis telah disiap-siagakan di beberapa titik posko yang tersebar guna memberikan pelayanan kesehatan bagi para pemudik yang membutuhkan pada saat melakukan perjalanan mudik lebaran dam arus balik tahun ini (2017, red),” ungkap Rahmi.

Selain di sejumlah posko yang telah ditetapkan, dikatakan Rahmi, tenaga medis juga dipersiapkan di Puskesmas yang berada di 20 (Dua Puluh) Kecamatan se – Kabupaten Inhil.

“UGD (Unit Gawat Darurat) di setiap Puskesmas tersebut juga disiagakan selama 24 (Dua Puluh Empat) jam dengan segala peralatan dan perlengkapan medis yang dimiliki,” bebernya.

Maka itu, dikatakan Rahmi, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil senantiasa optimis arus mudik maupun arus balik lebaran para pemudik di tahun 2017 ini akan berjalan lancar, aman dan terkendali, terutama jika dilihat dari aspek medis yang telah dipersiapkan sejak jauh hari sebelumnya.

“Untuk seluruh Puskesmas di masing – masing Kecamatan telah dikoordinasikan untuk melaksanakan tugas ini. Jadi, tidak ada masalah untuk persiapan mudik lebaran tahun ini,” tutup Rahmi./ADV/Mirwan

Save




SD dan SMP Libur 1 Bulan. Diawali Tanggal 6 Juni 2017

foto ilustrasi: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Syaifuddin mengatakan, waktu libur sekolah mulai berlangsung tanggal 6 Juni hingga 8 Juli 2017.

Ketetapan tersebut merupakan jadwal libur akhir tahun pelajaran 2016/2017 untuk jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Inhil.

“Liburnya serempak kurang lebih 1 bulan lamanya, baik SD maupun SMP,” kata Kadisdik kepada detikriau.org, Kamis (1/6/2017).

Menurutnya, penetapan itu sesuai dengan surat edaran nomor 577/Disdik/V/2017/4.221 yang telah diterbitkan akhir bulan Mei kemarin.

“Itu jadwal untuk SD dan SMP. Namun untuk SMA, kami belum tau karena Pemprov yang menangani,” tutupnya./Mirwan




Polres Inhil Taja Upacara Hari Lahir Pancasila

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Polres Indragiri Hilir (Inhil) menggelar upacara bendera peringatan hari lahir Pancasila di halaman Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (1/6/2017).

Upacara pagi itu dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung dan diikuto sejumlah Perwira Polres Inhil serta para personilnya.

Kapolres dalam arahannya membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo antara lain berbunyi bahwa Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini adalah untuk yang pertama  kalinya dilaksanakan.

“Upacara ini juga dimaksudkan untuk meneguhkan komitmen kita, agar lebih mendalami, menghayati  dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara,” katanya.

Kemudian, pancasila juga merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan  rumusan Pancasila tanggal 1Juni 1945 yang  dipidatokan lr. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal  22 Juni 1945 dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 adalah jiwa besar para Founding Fathers, para ulama dan pejuang  kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan rakyat.

“Presiden mengingatkan bahwa kodrat bangsa lndonesia adalah keberagaman. Namun, saat ini kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila,” tambahnya.

Masalah ini kata Kapolres, semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Untuk itu, perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal lka dan bisa terhindar dari masalah tersebut.

“Presiden mengajak peran aktif para Ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, Bhiksu, Pedanda, Tokoh Masyarakat, Pendidik, Pelaku Seni dan Budaya, Pelaku Media, Jajaran Birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila,” tuturnya.

Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam  bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial, harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan ldeologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program  lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Namun harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti Pancasila, Anti UUD1945, Anti NKRl, Anti Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang  jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia.

Selanjutnya diajak juga untuk jaga perdamaian, jaga persatuan dan jaga persaudaraan diantara sesama. Saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa.

“Terakhir, Presiden mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita lndonesia, Kita Pancasila. Semua Anda lndonesia, semua Anda Pancasila. Saya lndonesia, saya Pancasila,” pungkasnya./Mirwan




Bupati Inhil Dialog Interaktif Dengan Warga Desa Tanjung Lajau

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melakukan dialog interaktif bersama masyarakat di Mesjid Mashdarul Ihsan Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Rabu (31/5/2017) kemarin sore.

Kegiatan yang difasilitasi oleh pihak Pemerintah Kecamatan Kuala Indragiri ini digelar dengan tujuan untuk menyampaikan informasi tentang pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkab Inhil.

“Baik informasi yang berasal dari kami selaku Pemerintah maupun dari masyarakat. Silahkan sampaikan informasi kepada saya tentang pembangunan, kemukakan kritikan dan saran karena kami juga butuh akan hal tersebut,” kata Bupati.

Ditambahkan, kedatangannya selain dalam rangka Safari Ramadhan sekaligus juga meninjau beberapa tempat  yang terkena musibah tanah longsor beberapa hari lalu, yakni di desa Sei Buluh dan Desa Sei Bela.

“Tadi saya langsung meninjau dan sebelumnya melalui BPBD sudah meyalurkan bantuan bagi warga yang terkena musibah terutama tersebut,” ujarnya.

Ia menghimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati, karena daerah-daerah seperti ini rawan terjadi musibah, bencana longsor. Maka, hendaklah membangun di lokasi yang akan dari kemungkinan longsor.

Dalam kegiatan Safari Ramadhan ini, selain untuk mendekatkan jalinan silaturahmi, beliau juga menyampaikan program-program pembangunan kepada masyarakat dan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai program pembangunan yang dijalankan Pemkab Inhil.

“Sehingga masyarakat menjadi paham dan mengerti bahwa kami sudah berbuat untuk  kepentingan masyarakat, baik itu kegiatan pembangunan fisik, infrastruktur, perbaikan kebun rakyat, kegiatan pengembangan pendidikan, Maghrib Mengaji, dan kegiatan pembangunan lainnya,” imbuhnya.

Melalui dialog ini, beliau memberikan kesempatan masyarakat untuk menyampaikan informasi, kendala atau masalah, usul dan saran bagi kepentingan pembangunan.

Keberhasilan program pembangunan, saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti Program DMIJ yang membawa perubahan di desa-desa. Dipesankan, fasilitas yang sudah dibangun tersebut, dapat dipelihara dengan baik oleh masyarakat.

Setelah dialog berakhir, Bupati bersama masyarakat Desa Tanjung Lajau berbuka puasa bersama dan dilanjutkan dengan Shalat Maghrib, Shalat Isya’ dan Shalat Tarawih./ADV/Mirwan




Peringatan bagi Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa di Bulan Ramadan

detikriau.org – Pada zaman ini kita sering melihat sebagian di antara kaum muslimin yang meremehkan kewajiban puasa yang agung ini. Bahkan di jalan-jalan ataupun tempat-tempat umum, ada yang mengaku muslim, namun tidak melakukan kewajiban ini atau sengaja membatalkannya. Mereka malah terang-terangan makan dan minum di tengah-tengah saudara mereka yang sedang berpuasa tanpa merasa berdosa. Padahal mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak punya halangan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang bukan sedang bepergian jauh, bukan sedang berbaring di tempat tidur karena sakit dan bukan pula orang yang sedang mendapatkan halangan haidh atau nifas. Mereka semua adalah orang yang mampu untuk berpuasa.

Sebagai peringatan bagi saudara-saudaraku yang masih saja enggan untuk menahan lapar dan dahaga pada bulan yang diwajibkan puasa bagi mereka, kami bawakan sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu.

Abu Umamah menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بينا أنا نائم إذ أتاني رجلان ، فأخذا بضبعي، فأتيا بي جبلا وعرا ، فقالا : اصعد ، فقلت : إني لا أطيقه ، فقالا : إنا سنسهله لك ، فصعدت حتى إذا كنت في سواء الجبل إذا بأصوات شديدة ، قلت : ما هذه الأصوات ؟ قالوا : هذا عواء أهل النار ، ثم انطلق بي ، فإذا أنا بقوم معلقين بعراقيبهم ، مشققة أشداقهم ، تسيل أشداقهم دما قال : قلت : من هؤلاء ؟ قال : هؤلاء الذين يفطرون قبل تحلة صومهم

”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Naiklah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu  aku bertanya,”Suara apa itu?” Mereka menjawab,”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.”

Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,”Siapakah mereka itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.”[8]

Lihatlah siksaan bagi orang yang membatalkan puasa dengan sengaja dalam hadits ini, maka bagaimana lagi dengan orang yang enggan berpuasa sejak awal Ramadhan dan tidak pernah berpuasa sama sekali. Renungkanlah hal ini, wahai saudaraku!

Perlu diketahui pula bahwa meninggalkan puasa Ramadhan termasuk dosa yang amat berbahaya karena puasa Ramadhan adalah puasa wajib dan merupakan salah satu rukun Islam. Para ulama pun mengatakan bahwa dosa meninggalkan salah satu rukun Islam lebih besar dari dosa besar lainnya[9].

Adz Dzahabi sampai-sampai mengatakan, “Siapa saja yang sengaja tidak berpuasa Ramadhan, bukan karena sakit (atau udzur lainnya, -pen), maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menegak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan.”[10]

Adapun hadits,

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ ، مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلاَ مَرَضٍ لَمْ يَقْضِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ ، وَإِنْ صَامَهُ

Barangsiapa berbuka di siang hari bulan Ramadhan tanpa ada udzur (alasan) dan bukan pula karena sakit, maka perbuatan semacam ini tidak bisa digantikan dengan puasa setahun penuh jika dia memang mampu melakukannya”; adalah hadits yang dho’if sebagaimana disebutkan oleh mayoritas ulama.[11]

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber Artikel www.muslim.or.id

 

 




Mediasi Temui Jalan Buntu, Polres Sarankan Naibaho Cs Vs Tarigan Cs Tempuh Jalur Pengadilan

Tembilahan, detikriau.org – Upaya mediasi kali ketiga yang dilakukan Polres Inhil terkait sengketa lahan di Dusun Semaram Desa Sekayan Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir antara Pihak Naibaho Cs dengan Tarigan Cs di Ruang Tri Brata Polres Inhil, Jalan Gajah Mada No. 2 Tembilahan menemui jalan buntu, rabu (31/5/2017).

Dengan tidak didapatnya kata sepakat, Polres berharap kedua pihak tetap dapat bersama menahan diri untuk tidak tidak melakukan hal – hal yang bisa menyebabkan terjadinya tindak pidana. Kemudian diharapkan kedua belah pihak menempuh penyelesaian dengan cara elegan melalui jalur pengadilan.

Menurut Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, kegiatan mediasi ini ditujukan untuk mencari solusi sebagai jalan terbaik dari sebuah persoalan. Selama ini, selain mediasi, Pihak Polres Inhil juga telah melakukan patroli dan pengamanan di lokasi sengketa.

“Kepentingan Polres tentunya agar masalah ini tidak berdampak pada Gangguan Kamtibmas.” Ujar Dolifar

Ditempat yang sama, Waka Polres Inhil Dr. H. Azwar berpesan bahwa sebagai aparat keamanan pihaknya berharap permasalahan ini bisa dicari win – win solution oleh pihak – pihak yang bersengketa hingga tidak terjadi hal – hal yang bisa menyebabkan adanya gangguan keamanan.

Selain dihadiri Kapolres dan Wakapolres Inhil, mediasi kali ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Kab. Inhil H. Yusuf Said, Kabag Ops Polres Inhil KOMPOL Maison, S.H, Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Kemuning, S.H,  Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Arry Prasetyo, S.H, M.H, Kasat Res Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar, S.H,  Kasat Binmas Polres Inhil AKP Lassarus Sinaga, S.H,  Kasat Polair Polres Inhil AKP Awaluddin Dalimunthe, Kapolsek Tembilahan Hulu AKP A Raymond Tarigan, S.Sos,  KBO Sat Intelkam Polres Inhil IPTU Agus Sihombing, Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Inhil IPTU H. Erizal, Kanit Reskrim Polsek Kemuning IPTU Anwar,  Perwakilan dari keluarga Naibaho Cs dan Penasehat Hukumnya, serta Perwakilan dari keluarga Tarigan Cs bersama Penasehat Hukumnya.

Dua mediasi sebelumnya belum mendapatkan kata sepakat, antara lain disebabkan ketidakhadiran para pihak bersengketa./ Am