Gagalkan Upaya Transaksi Narkoba di Pekan Arba, Polres Inhil Sita 105 Gram Shabu-Shabu

Tembilahan, detikriau.org – Unit Opsnal Sat Res Narkoba Polres Inhil berhasil menggagalkan niat tiga orang terduga pelaku yang akan melakukan transaksi shabu – shabu di Jalan Tanjung Emas II Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (10/6/17) sekira pukul  01.00 WIB.

Ketiga terduga pelaku adalah Hor alias Da (27 tahun), resedivis kasus yang sama, warga Jalan M. Boya Kel. Tembilahan Kota Kec.  Tembilahan Kab. Inhil-Riau dan Ro (25 tahun) yang diamankan bersama istrinya Ma (26 tahun) dirumahnya di Jalan Tanjung Emas II Kel  Pekan Arba Kec Tembilahan Kab. Inhil-Riau.

“Pengungkapan kasus ini berkat informasi dari masyarakat tentang adanya orang yang berniat akan melakukan transaksi narkotika jenis shabu – shabu di TKP tersebut.” Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kasat Res Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar, S.H

Berangkat dari informasi tersebut, Bachtiar memerintahkan Unit Opsnal Sat Res Narkoba, melakukan penyelidikan. Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, diperoleh informasi yang akurat.

Dengan dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba, Unit Opsnal, segera menuju ke Jalan Tanjung Emas. Saat diperjalanan, terlihat terduga pelaku Da, sedang berdiri di pinggir jalan di Jalan Tanjung Harapan. Melihat kedatangan petugas, Da mencoba melarikan diri dan terlihat membuang sesuatu barang di halaman rumah warga.

Setelah sempat dikejar lebih kurang 200 meter, akhirnya Da berhasil ditangkap di Jalan Tanjung Emas.

Petugas kemudian melakukan pengeledahan badan dan pencarian barang bukti, yang dibuang, pada saat terduga pelaku melarikan diri. Dari hasil pengeledahan badan dan pencarian barang bukti ditemukan barang bukti berupa Kunci sepeda motor, Uang Tunai sebesar Rp. 3.160.000 diduga hasilpenjualan shabu, HP Nokia warna hitam putih, 1 paket shabu di atas pagar rumah warga beserta 3 paket shabu di halaman rumah warga yang sempat di buang terduga pelaku.

Dari pengakuan Da, diperoleh informasi bahwa sisa shabu miliknyadisimpan di rumah terduga pelaku Ro di Jalan Tanjung Emas II. Unit Opsnal kemudian bergerak ke tempat dimaksud, dan langsung mengamankan terduga pelaku Ro, yang tinggal bersama istrinya Ma.

“Di rumah Ro kita kembali menemukan barang bukti 19 paket shabu-shabu yang disimpan di dalam jok sepeda motor Vario BB 6699 NU yang terletak  di dalam rumah, 2 unit Timbangan digital, 1 Tang penjepit, 3 Kaca pembakar, 2 unit mancis, 1 ikat plastik pembungkus, 2 buah alat penghisap shabu, gulung plastik pembungkus,  4 Unit HP. Total berat kotor barang bukti shabu, seberat 105 gram (1 ons),” Tambah Bachtiar

Saat ini, ketiga terduga pelaku beserta barang bukti, sudah diamankan Polres Inhil, guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kasat menambahkan bahwa dengan berhasil penggagalan transaksi shabu – shabu sebanyak barang bukti di atas, pihaknya telah berhasil menyelamatkan 500 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

“Walau sedang menjalankan Ibadah Puasa, kami tidak akan berhenti memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Indragiri Hilir ini”, tutup Perwira Polri yang murah senyum itu./Am




Bupati Inhil Ingatkan OPD Tidak Lengah Persiapkan FKI

Bupati Inhil HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan memperingatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Inhil agar jangan lengah dalam mempersiapkan kegiatan akbar, Festival Kelapa Internasional (FKI)

“Festival Kelapa Internasional merupakan momentum bagi Kabupaten Inhil, tidak hanya mengembangkan bahkan memajukan sektor perkelapaan. Sektor perkelapaan, memang sudah menjadi fokus utama saya sejak awal menjabat sebagai Bupati Inhil lebih kurang 3 tahun silam,” ungkap Bupati Wardan di Kediaman Dinasnya, Tembilahan, Kamis (8/6/2017) malam.

Sebagai wujud keseriusan, lebih lanjut Bupati Wardan mengatakan juga akan melakukan evaluasi terhadap kinerja masing – masing OPD di lingkungan Pemkab Inhil yang melalaikan tugasnya dalam mempersiapkan Festival Kelapa Dunia kali ini.

“Saya akan lakukan terus evaluasi kinerja berkaitan dengan pengembangan sektor perkelapaan melalui momen penyelenggaraan Festival Kelapa Dunia ini. Hasil evaluasi kinerja ini nantinya akan dijadikan indikator untuk assessment yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan,” tegas Bupati.

Saat ini, dikatakan Bupati Wardan, seluruh jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Inhil tengah mempersiapkan segala kebutuhan dalam rangka penyelenggaraan Festival Kelapa Dunia. Bahkan, lanjut Bupati, jajarannya, sekarang sedang merumuskan sebuah rancangan Mega Proyek pengembangan perkelapaan yang akan ditawarkan secara langsung kepada Presiden saat Festival Kelapa Internasional berlangsung.

“Jadi, untuk jajaran saya di Pemerintahan Kabupaten Inhil diharapkan dapat bekerja keras. Karena saya sangat serius menangani sektor perkelapaan ini. 3 tahun kepemimpinan saya, saya fokus pada sektor perkelapaan, mulai dari mengatasi permasalahan yang terjadi hingga pada aspek pengembangan,” tandas Bupati Wardan./ Bid. P4KSDK Diskominfo Inhil

/ADV




Bupati: Surat Edaran Untuk Shalat Berjamaah Itu Karena Terinspirasi dari Pejuang Subuh

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengaku, surat edaran Pemkab Inhil untuk para jajarannya dikarenakan terinspirasi dari kegiatan rutinitas Pejuang Subuh.

Pernyataan tersebut diungkapkannya saat melantik pengurus Pejuang Subuh Tembilahan di Mesjid Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), Jalan Baharuddin Yusuf, Tembilahan, Jum’at (9/6/2017) kemarin.

“Saya sudah membuat surat edaran kepada para Camat untuk menjalankan program shalat subuh berjama’ah di masing-masing wilayah se-Kabupaten Inhil. Program ini terinspirasi dari rutinitas pejuang subuh,” kata Wardan.

Menurutnya, Pejuang Subuh Tembilahan ini sangat tepat menjadi partner utama Pemkab Inhil. Dan diharapkannya, antusiasme dalam melaksanakan shalat subuh berjama’ah dapat ditularkan kepada segenap masyarakat Kabupaten Inhil, terutama para generasi muda.

Kedepan, Bupati berpesan agar segenap generasi muda yang terhimpun dalam pejuang subuh dapat terus menjaga konsistensinya memperjuangkan dan menegakkan shalat berjama’ah.

“Tetap semangat, hari ini baru dikukuhkan, kedepannya pejuang subuh diharapkan dapat lebih berkembang mencakup seluruh daerah Kecamatan bahkan mungkin hingga kawasan perdesaan maupun Kelurahan se-Kabupaten Inhil,” tutupnya./Mirwan/ADV

 




Dituding Curi HP, 2 Warga Air Tawar digebuk dan ditodongkan Senpi Rakitan

Kateman, detikriau.org – Rian dan Alex warga parit 12 Desa Air Tawar Kecamatan kateman Kabupaten Indragiri Hilir alami memar dibagian wajah, kepala dan punggung. Kedua remaja yang masih berusia 19 tahun itu dianiaya oleh Yan (22) karena dituding telah mencuri 2 unit Handphone. Jum’at (9/6/2017).

Penganiayaan yang dialami Rian dan Alex bukan hanya dengan gebukan tangan kosong tetapi keduanya juga sempat diancam dengan sepucuk senjata api rakitan jenis revolver.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung S.IK melalui Kapolsek Kateman Kompol Bainar, malam kejadian sekira pukul 18.30 WIB, korban Rian dan Alex saat itu sedang berada di rumah kontrakan mereka di Parit 12, Desa Air Tawar.

Ketika itu datang terduga pelaku dan tanpa memberi penjelasan langsung melayangkan pukulan kebagian kepala, wajah dan tubuh korban dengan tangan kosong. Tak puas dengan hal tersebut, terduga pelaku juga menodongkan sepucuk senjata api rakitan.

Karena merasa terancam dan tidak terima atas perlakuan Yan, kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak Security PT. PSG, dan meneruskan laporan tersebut kepada Tim Pengamanan TNI di Pos TNI Desa Air Tawar dan segera mengamankan Yan beserta barang bukti 1 Unit Senpi Rakitan jenis Revolver.

“Setelah pelaku diamankan selanjutnya Personel TNI tersebut menghubungi Polsek Kateman.” Sampaikan Kompol Bainar, sabtu (10/6/2017) melalui sambungan WA

Mendapat laporan, Unit Opsnal Polsek Kateman yang dipimpin PS. Panit II Reskrim Polsek Kateman, AIPTU Abdullah Awang lalu mendatangi terduga Pelaku yang sudah diamankan di Pos TNI Desa Air Tawar. Dalam interogasi terhadap Yan didapat pengakuan bahwa Senjata Api Rakitan tersebut adalah milik Ah alias Bo. Senjata Api rakitan itu dipegangnya karena Bo menggadaikan kepadanya dengan harga 1 Slop Rokok.

Memperoleh keterangan tersebut, selanjutnya Tim Opsnal Polsek Kateman melakukan penyelidikan terhadap keberadaan Ah dan sekira pukul 22.00 WIB, di Pabrik Santan Kara PT. PSG Ds. Air Tawar, Kec. Kateman, terduga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

“Saat ini, kedua orang pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Kateman untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.”Akhiri Kompol Bainar./Am




Dibacok, 2 Warga Enok Terkapar Bersimbah Darah

Enok, detikriau.org – M. Saidek (29) warga Desa Pengalihan dan Rendra alias Etek (35) warga Parit Guntung Desa Pengalihan Kecamatan Enok menjadi korban pengeroyokan oleh empat orang lelaki (Rendi Cs) di Jalan Negara Jembatan Sungai Bungur, Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat, 9/5/17, pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Enok AKP Peris Siregar, S.H lewat siaran WA-nya, menceritakan bahwa kronologis kejadian berawal pada Jum’at sekira pukul 20.00 WIB.

Saat itu korban M. Saidek ditelpon oleh terduga pelaku Rendi yang  mengatakan bahwa dia akan membayar hutangnya kepada Acok, teman dari korban dan Korban disuruh mengambil di Jembatan Parit Bungur.

Lalu korban M. Saidek bersama korban lainnya, Rendra datang menemui pelaku Rendi.

Setibanya kedua korban sampai di atas Jembatan dimaksud, mereka melihat terduga pelaku Rendi, sudah menunggu bersama kurang lebih 3 ( tiga ) orang temannya.

Pelaku Rendi saat itu bertanya tentang teman korban yang bernama Acok. Belum sempat korban menjawab, Rendi langsung menebaskan sebilah golok kearah  korban M. Saidek secara berulang-ulang kali. Sedangkan 3 orang teman pelaku Rendi, juga menebaskan golok ke arah korban Rendra. Setelah kedua korban terkapar, para pelaku bergegas melarikan diri.

“Kedua korban kemudian dievakuasi oleh masyarakat yang melintas di Jembatan ke Puskesmas Desa Pengalihan Kec. Enok, dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan, untuk perawatan lebih lanjut.” Terang Kapolsek

Sampai saat ini para pelaku ditambahkan Kapolsek masih dalam pengejaran (DPO) , sedangkan korban belum bisa dimintai keterangannya, karena masih menjalani perawatan intensif./Am




Jatuh Kesungai, Bocah 9 Tahun Hilang di Dermaga Lintas Enok

Tembilahan, detikriau.org – Sapta Nur Muhammad (9 tahun) warga Kampung Baru Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir ter jatuh ke dalam Sungai Indragiri, tepatnya di Dermaga Lintas Enok, Kelurahan Seberang Tembilahan Kecamatan Tembilahan. Jumat (9/6/2017) sekira pukul 18.30 Wib.

Nasib naas korban yang pelajar salah satu sekolah dasar ini menurut keterangan Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung S.IK, melalui Kasat Polairud Polres Inhil AKP Awaluddin Dalimunthe

pertama kali diketahui oleh Acok (21 tahun) warga Kampung Baru Kelurahan Seberang Tembilahan.

Saat sedang duduk-duduk di TKP  saksi mendengar ada sesuatu benda terjatuh  ke dalam Sungai Indragiri. Merasa penasaran, saksi mencoba mencari tahu dengan bertanya kepada anak-anak yang sedang bermain di tempat kejadian. Ketiaka itulah anak – anak tersebut menyatakan bahwa korban Sapta, telah terjatuh ke dalam Sungai.

“Mengetahui hal tersebut saksi langsung terjun ke dalam Sungai untuk melakukan pertolongan, namun tidak berhasil menemukan korban.” Jelas AKP Awaluddin , Ahad (10/6/2017) melalui siaran WhatsUp

Merasa usahanya tak membuahkan hasil, Acok meminta bantuan ke warga sekitar untuk melakukan pencarian dan memberitahukan kepada pihak keluarga Korban.

“Hingga saat ini upaya pencarian, masih terus dilakukan oleh Personel Gabungan Sat Polairud, BPBD dan Polsek Tembilahan Kota menggunakan 2 Unit Speed Boat milik BPBD Kab. Inhil dan 1 Unit Speed Boat milik Sat Polairud Polres Inhil.” Akhiri AKP Awaluddin./Am