Pawai Takbiran Idul Fitri 1438 Meriah. Bupati Inhil Ikut Menghadiri

TEMBILAHAN, detikriau.org – Malam pawai takbir Idul Fitri 1438 H di Tembilahan yang dilepas Bupati Kabupaten Indragiri Hilir HM Wardan berlangsung meriah.

Ribuan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berbondong-bondong hadir  memadati sepanjang jalan Sudirman, Abd Manaf, Kartini, M. Boya dan Swarna Bumi serta beberapa ruas jalan yang dilalui peserta pawai takbir. 

Ketua Panitia Pelaksana Drs. H Masdar dalam laporannya menyampaikan tema pawai takbir lebaran Idul Fitri Tahun ini adalah ‘Ketupat Lebaran Keberkahan Hamparan Kelapa Dunia.

“Pawai Takbir yang hadir lebih kurang 50 ribu orang, terdiri dari peserta kategori pelajar 11 kelompok, Masjid dan mushallah 23 kelompok, instansi/kantor 20 kelompok dan beberapa peserta dari kategori umum, ” jelas Masdar.

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya mengatakan, dihari kemenangan ini mari kita rayakan Idul Fitri 1438 H dengan penuh kegembiraan dan persaudaraan dengan mengemakan takbir.

“Dimalam penuh kemenangan ini, Mari kita saling memaafkankan satu sama lain agar kita kembali fitra, ” ujar Bupati Wardan.

Bupati juga, berpesan agar peserta pawai takbir dapat mengikuti pawai ini dengan baik dan tertib, serta menjaga kebersihan lingkungan hingga selesai.

Hadir juga dalam acara tersebut Ketua DPRD Inhil H Dani M Nursalam, Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, Dandim 0314 Inhil, Ketua TP PKK Inhil Hj Zulaikhah Wardan, serta pimpinan OPD Pemkab Inhil./Mirwan/ADV




Segera dibayar, Guru magrib Mengaji Akan Terima Honor 6 Bulan Sekaligus

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) membayarkan honorarium para tenaga pengajar maghrib mengaji selama 6 bulan yang terhitung sejak bulan Januari hingga Juni tahun 2017, Kamis (22/6/2017). Tercatat, 200 orang tenaga pengajar maghrib mengaji yang telah menerima honorarium.

Pembayaran ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil. Pembayaran ini hanya diperuntukkan bagi tenaga pengajar yang mengajar di Mesjid pada wilayah Kelurahan se – Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

“Alhamdulillah, kami selaku Pemerintah telah dapat menunaikan kewajiban kami membayarkan honorarium para tenaga pengajar maghrib mengaji selama 6 bulan ini senilai Rp. 300.000,- per bulan untuk satu orangnya,” ungkap Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Inhil, Arifin, di ruangannya, Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Jalan Akasia Nomor 1, Tembilahan.

Mengenai alasan tentang pembayaran yang diperuntukkan hanya bagi para tenaga pengajar di Mesjid yang terdapat pada kawasan Kelurahan se – Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, dijelaskan Arifin, hal tersebut dikarenakan pembayaran honorarium para tenaga pengajar yang berada di kawasan perdesaan bukanlah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten, melainkan adalah tanggung jawab langsung masing – masing Pemerintah Desa.

“Pembayaran honorarium tenaga pengajar maghrib mengaji di wilayah perdesaan itu bersumber melalui Alokasi Dana Desa yang merupakan bagian dari program DMIJ (Desa Maju Inhil Jaya),” tukas Arifin.

Lebih lanjut, Arifin menuturkan, ada sedikit perbedaan terkait pembayaran honorarium tenaga pengajar maghrib mengaji di tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, lanjut Arifin, pembayaran honorarium baru dapat dilakukan pada akhir tahun, tepatnya pada Bulan Desember.

“Di Desember, pembayaran baru sekaligus dibayarkan semua. Para tenaga pengajar yang sejak Januari mengajar, terpaksa harus bertahan hingga Desember,” terangnya.

Selain itu, Arifin mengungkapkan, dari sisi proporsionalitas pembayaran tahun ini, juga sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, imbuhnya, tenaga pengajar yang mengajar terhitung mulai bulan Oktober misalnya, juga akan mendapat upah penuh selama 12 bulan pada Desember.

“Sebaliknya, yang berhenti mengajar pada bulan Oktober setelah mengajar sejak Januari, tidak akan memperoleh pembayaran sepeser pun pada bulan Desember berikutnya. Tahun ini, setelah diadakannya evaluasi, sistem seperti itu tidak lagi diberlakukan pada tahun ini. Pembayaran honorarium dilakukan secara proporsional dari hasil monitoring tim yang dibentuk di lapangan,” tegas Arifin.

Untuk itu, dengan segala perubahan positif dari hasil evaluasi yang dilakukan, Arifin berharap, kedepan, para tenaga pengajar dalam program maghrib mengaji dapat lebih semangat dan termotivasi untuk memberikan ilmu yang dimiliki kepada para generasi Qur’ani berikutnya.

Disamping itu, menanggapi pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat terkait klasifikasi tenaga pengajar maghrib mengaji, Arifin menegaskan, tenaga pengajar maghrib mengaji adalah seseorang yang mengajar mengaji di Mesjid tempat mereka berdomisili yang dilakukan pada waktu maghrib.

“Kalau, setelah Ashar atau ba’da Isya, itu bukan termasuk ke dalam kategori maghrib mengaji. Ingat, pengajian dalam program maghrib mengaji itu haruslah dilaksanakan di Mesjid, bukan di rumah. Kalau di rumah itu namanya bukan tenaga pengajar maghrib mengaji, melainkan adalah guru TPQ,” terang Arifin.

Kedepan, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Arifin mengatakan, pihak Pemerintah Daerah akan menyelenggarakan program pembinaan secara berkesinambungan terhadap para tenaga pengajar maghrib mengaji agar kompetensi masing – masing tenaga pengajar tersebut dapat meningkat dan berdampak positif kepada terciptanya generasi Qur’ani yang berkualitas.Diskominfo-inhil/rls/ADV




Meriahkan Hari Kemenangan, Pemkab Inhil Akan Gelar pawai Takbiran Idul Fitri

TEMBILAHAN, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan menggelar pawai takbir di malam Hari Raya Idul Fitri Tahun 2017 dalam rangka menyemarakkan hari kemenangan umat Islam yang berdasarkan estimasi akan jatuh pada hari Minggu, 25 Juni 2017.

Menurut penuturan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Arifin, perayaan hari kemenangan setelah Ramadhan bagi seluruh umat muslim ini akan diramaikan dengan keikutsertaan peserta pawai yang berasal dari para pengurus dam remaja mesjid serta sekolah – sekolah di kawasan Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

“Kami sudah mengirimi surat edaran ke seluruh mesjid dan surau serta sekolah – sekolah di kawasan Tembilahan dan Tembilahan Hulu untuk berpartisipasi dalam kegiatan pawai takbir hari raya idul fitri tahun ini,” ungkap Arifin kepada awak media di ruang kerjanya, Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Nomor 1, Tembilahan, Kamis (22/6/2017).

Pada acara gema takbir yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Inhil ini, dikatakan Arifin, juga akan dilakukan penilaian bagi masing – masing peserta oleh Dewan Juri yang ditunjuk. Serta, lanjutnya, akan diberikan pula hadiah bagi para peserta yang menjadi pemenang dalam pawai takbir.

“Kami selaku fasilitator sekaligus panitia penyelenggara telah menyediakan hadiah bagi para pemenang dengan rincian, Juara I (Pertama) sebesar Rp. 10.000.000,-, Juara II (Kedua) sebesar Rp. 7.500.000,-, Juara III (Ketiga) sebesar Rp. 5.000.000,-, dan seterusnya,” ujar Arifin sembari berkata, “Kriteria penilaian pemenang itu akan ditetapkan oleh Dewan Juri,”.

Namun demikian, Arifin menuturkan, meski nominal hadiah yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil selaku pihak penyelenggara ini relatif kecil, namun setidaknya dapat sedikit membantu pengeluaran dana untuk persiapan para peserta yang menjadi pemenang yang dilakukan sebelum pawai takbir berlangsung.

Kepada masyarakat, mewakili Pemerintah Kabupaten Inhil, Arifin mengimbau, agar dapat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan pawai takbir nanti. Sebab, menurutnya, dengan kondisi keamanan dan ketertiban yang terjaga, maka pawai takbir akan dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Jadi, kita tunjukkan selaku umat, bahwa kita benar – benar sedang merayakan hari kemenangan umat Islam, benar – benar memaknai hari kemenangan ini karena telah selesai dan mampu melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan,” tandas Arifin dengan penuh pengharapan./diskominfo-inhil/ADV







Tim Leader dan Fasilitator Kecamatan diminta Bupati Inhil lakukan Evaluasi DMIJ secara rutin.

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meminta tim leader maupun fasilitator kecamatan secara rutin melakukan evaluasi dalam pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) sebagai satu program prioritas di Kabupaten Inhil.

Permintaan ini disampaikan Bupati Wardan dihadapan puluhan pendamping desa, fasilitator dan tim leader yang hadir dalam acara silahturrahmi dan buka puasa bersama keluarga besar DMIJ Kabupaten Inhil dengan Bupati Inhil di Pondok Indragiri, Tembilahan, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Bupati Wardan, dengan adanya evaluasi, maka seluruh tim pelaksana program DMIJ akan dapat mengidentifikasi dan mengukur pencapaian program tersebut.

“Jika dilihat dari kegiatan peresmian, secara kasat mata, pelaksanaan program DMIJ relatif berhasil. Namun, agar lebih pasti, keberhasilan ini haruslah diukur dan diidentifikasi melalui rapat evaluasi yang dilajukan secara periodik oleh tim leader maupun fasilitator yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” terang Bupati.

Setelah evaluasi dilakukan, Bupati Wardan juga meminta kepada para tim leader dan fasilitator agar berinisiatif melaporkan hasil evaluasi tersebut kepada Dirinya.

“Bahkan, jika memang diperlukan, tim leader maupun fasilitator buat pertemuan yang mana dalam pertemuan tersebut menghadirkan saya guna menyampaikan informasi, permasalahan maupun kekurangan yang terdapat dalam pelaksanaan program. Saya butuh informasi tersebut, karena ini (DMIJ, red) adalah program saya,” tegas Bupati Wardan.

Dari informasi yang diperoleh, Bupati Wardan mengatakan, Dirinya akan dapat lebih leluasa dalam mengambil kebijakan lanjutan dengan menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan.

“Sekecil apapun permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, tolong diinformasikan kepada saya karena saya adalah pengambil kebijakan. Dari info itu saya akan lebih leluasa menentukan arah kebijakan yang akan diambil. Seperti halnya tuntutan penambahan anggaran dana program DMIJ di salah satu Desa ataupun Kecamatan,” ungkapnya.

Sebab, tuntutan penambahan anggaran, dikatakan Bupati Wardan, akan mudah direkomendasikan kepada lembaga terkait jika disertai dengan argumentasi yang jelas dan faktual.

Terakhir, kepada tim leader, Bupati Wardan berpesan agar dapat lebih akomodatif atas segala persoalan yang dihadapi oleh fasilitator dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Komunikasi antara tim leader dengan fasilitator jangan terputus, lakukan secara berkesinambungan. Tim leader harus akomodatif atas segala persoalan fasilitator sehingga pelaksanaan program DMIJ dapat berjalan lancar,” tandas Bupati Wardan./Diskominfo/rls/ADV

Save




Galeri Foto: Bupati Inhil Safari Ramadhan di Desa Belantaraya