Bupati Hadiri Pelantikan Ketua PMI Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri pelantikan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Inhil di Gedung Puri Cendana Tembilahan, Senin (21/8/2017) malam.

Saat itu, tampak juga dihadiri Sekdakab Inhil H Said Syarifuddin, unsur Forkopimda Inhil, sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan Ketua PMI Provinsi Riau Drs Syahril Abubakar MSi.

Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus PMI periode lalu karena sudah banyak berkiprah dalam membantu pemerintah untuk menolong masyarakat yang mengalami musibah. Hal ini dinilai telah membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga pengurus yang baru dilantik dengan semangat melaksanakan tanggung jawab ini. Pemkab akan selalu membantu PMI untuk memenuhi fasilitas PMI yang diperlukan,” tuturnya.

Untuk Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Inhil sendiri, menurut Bupati sudah maksimal dalam memenuhi kebutuhan darah di Inhil.

“Untuk kedepannya diharapkan donor darah dapat dijadikan budaya bagi masyarakat kita sehingga bermanfaat bagi yang membutuhkan. Donor darah ini sangat baik karena dengan donor darah dapat membuat tubuh menjadi sehat. Selain itu donor darah dapat menjadi ibadah karena kita telah membantu sesama dengan menyumbangkan darah kita,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Riau, Drs Syahril Abubakar MSi merasa bangga kepada pemkab Inhil yang senantiasa mendukung dan mendukung PMI Inhil dengan memberikan bantuan fasilitas.

“Hal ini secara tidak langsung telah membantu dan mengakui keberadaan PMI Provinsi Riau hingga ke pusat,” sebutnya.

Syahril mengutarakan bahwa PMI Inhil mempunyai peran dan aktivitas yang luar biasa dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Riau, di mana Inhil mampu meraih berbagai prestasi dan Inhil dapat memenuhi kebutuhan darah.

Ia berpendapat kehadiran PMI ialah sebagai mitra pemerintah yaitu melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kepalang merahan yang menyangkut pertolongan pertama terhadap bencana alam. Anak-anak sekolah diharapkannya bergabung di Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di sekolahnya masing-masing.

“Oleh sebab itu, hendaknya pemkab mengerahkan PMI untuk melakukan pembinaan terhadap PMR-PMR di Inhil,” harapnya./Mirwan/ADV

 




2018, Sistem Resi Gudang Ditargetkan Rampung

gbr: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Indragiri Hilir ditargetkan segera rampung dan berjalan pada tahun 2018 mendatang.

Hal tersebut dikarenakan segala persiapan regulasi sudah akan rampung diantaranya regulasi Perda BUMD SRG dan Perda Percepatan Pelaksanaan SRG yang juga dilengkapi lagi dengan kajian analisis dari Universitas Riau yang dilihat dari 2 sudut pandang yaitu aspek pasar dan aspek internal bisnis.

“Aspek-aspek tersebut meliputi aspek pemasaran, teknologi, SDM dan Manajemen serta aspek keuangan,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Inhil H Dianto Mampanini melalui Kabid Perdagangan, Azwar C.

Ia juga menjelaskan bahwa persiapan SRG juga disertai dengan analisa Grand Design yang menjadi sarana peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Inhil.

“Bupati HM Wardan sangat serius sepanjang untuk kepentingan masyarakat dalam hal ini stabilisasi harga komoditas kelapa yang tujuannya supaya kesejahteraan dan pendapatan petani meningkat serta pada akhirnya geliat ekonomi di Inhil akan tumbuh berkembang pesat,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan bahwa SRG dapat diartikan adalah Resi Gudang Dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang ditertibkan oleh pengelola BUMD Inhil yang dapat diperdagangkan, dipertukarkan dalam sistem pembiayaan perdagangan suatu negara.

“Resi Gudang ini nantinya juga dapat digunakan sebagai kolateral untuk memperoleh pinjaman di lembaga keuangan. Jadi SRG dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan di gudang,” lanjutnya.

Lebih jauh, Azwar menambahkan jika penggunaan resi gudang sebagai agunan karena resi gudang dijamin dengan komoditas tertentu yang berada dalam pengawasan pihak ketiga atau pengelola gudang yang sudah terakreditasi.

“Nanti tanggal 23 Agustus 2017 akan dilakukan rapat evaluasi tim percepatan pelaksanaan SRG yang dipimpin langsung bapak Bupati sebagai ketua tim. Agendanya membahas sudah sejauh mana persiapan yang telah dilaksanakan oleh tim percepatan SRG kopra di Inhil,” tutup Azwar./ Mirwan




Fokus Ornop Inhil Gelar Seminar dan Talk Show

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) gelar Seminar dan Talk Show di Pondok Indragiri, Tembilahan, Senin (21/8/2017).

Turut hadir mantan Bupati Inhil dua Periode H. Indra Muchlis Adnan, Asisten I Setdakab Inhil, Forkopimda, LSM, Ormas, OPD, Organisasi Kemahasiswaan, Toma, Toga dan Todat.

Mengangkat tema Transformasi Akuntabilitas Pembangunan Daerah, Seminar dan Talk Show tersebut menghadirkan pemateri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun.

Ketua Panitia, Indra Gunawan mengucapkan terimakasih atas waktu dan inisiatif para undangan untuk menghadiri acara ini.

“Ini di luar dugaan saya, Mantan Bupati Inhil dua priode menghadiri acara kita,” Katanya.

Indra Gunawan mengatakan tujuan kegiatan ini adalah sebagai motivasi rekan-rekan di Kabupaten Inhil, untuk kedepannya lebih Gress.

“Apa fungsi organisasi, biar sesuai koridornya, di sini lah terjawab apa itu tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.

Kita ingin, ucapnya lagi, lebih membuka wawasan luas mengenai apa itu transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan maupun ekonomi.

“Kita harap Indonesia bebas dari korupsi, Inhil bebas dari korupsi,” harapnya./Mirwan




2018, Sistem Resi Gudang Diyakinkan Rampung

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Indragiri Hilir ditargetkan segera rampung dan berjalan pada tahun 2018 mendatang.

Hal tersebut dikarenakan persiapan regulasi sudah akan rampung diantaranya regulasi Perda BUMD SRG dan Perda Percepatan Pelaksanaan SRG yang juga dilengkapi lagi dengan kajian analisis dari Universitas Riau yang dilihat dari 2 sudut pandang yaitu aspek pasar dan aspek internal bisnis.

“Aspek-aspek tersebut meliputi aspek pemasaran, teknologi, SDM dan Manajemen serta aspek keuangan,” terang Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagprin) Inhil H Dianto Mampanini melalui Kabid Perdagangan, Azwar C.

Ia juga menjelaskan bahwa persiapan SRG juga disertai dengan analisa Grand Design yang menjadi sarana peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Inhil.

“Bupati HM Wardan sangat serius sepanjang untuk kepentingan masyarakat dalam hal ini stabilisasi harga komoditas kelapa yang tujuannya supaya kesejahteraan dan pendapatan petani meningkat serta pada akhirnya geliat ekonomi di Inhil akan tumbuh berkembang pesat,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan bahwa SRG dapat diartikan adalah Resi Gudang Dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang yang ditertibkan oleh pengelola BUMD Inhil yang dapat diperdagangkan, dipertukarkan dalam sistem pembiayaan perdagangan suatu negara.

“Resi Gudang ini nantinya juga dapat digunakan sebagai kolateral untuk memperoleh pinjaman di lembaga keuangan. Jadi SRG dapat memfasilitasi pemberian kredit bagi dunia usaha dengan agunan inventori atau barang yang disimpan di gudang,” lanjutnya.

Lebih jauh, Azwar menambahkan jika penggunaan resi gudang sebagai agunan karena resi gudang dijamin dengan komoditas tertentu yang berada dalam pengawasan pihak ketiga atau pengelola gudang yang sudah terakreditasi.

“Nanti tanggal 23 Agustus 2017 akan dilakukan rapat evaluasi tim percepatan pelaksanaan SRG yang dipimpin langsung bapak Bupati sebagai ketua tim. Agendanya membahas sudah sejauh mana persiapan yang telah dilaksanakan oleh tim percepatan SRG kopra di Inhil,” tutup Azwar./mirwan/adv

 




Panan Sawit Bersama 2 Karyawan, Warga Aceh Timur Kehilangan Nyawa Beserta 4 Ton Buah Sawit dan Dump Truk

Kemuning, detikriau.org – Dilaporkan hilang sejak rabu (16/8/2017), David (35) warga Jalan Teuku Umar Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak lagi bernyawa di kilometer 90 Dusun Pendowo Desa Keritang Kecamatan Kemunig.  Sabtu (19/8/2017) sekira pukul 16.00 Wib

Menurut keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK, melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL Taufik Suardi, SH, sebelum ditemukan telah menjadi mayat,  korban tersebut dilaporkan hilang oleh karyawannya Sugito (50 tahun) ke Polsek Kemuning, Sabtu, 19/8/2017.

Menurut penuturan Sugito, Rabu, 16/8/2017, sekira pukul 14.00 WIB, korban bersama dua orang karyawannya yang berinisial J dan S, pergi meninggalkan kebun milik korban yang terletak di Dusun Pendowo Desa Keritang setelah selesai mengambil buah sawit dengan menggunakan kendaraan Dump Truck milik korban bermuatan sawit sebanyak 4 ton.

Sejak saat itu korban dan kedua pekerjanya tidak diketahui lagi keberadaannya hingga akhirnya korban ditemukan telah menjadi mayat.

“Hasil pemeriksaan medis terhadap jasad korban didapati beberapa luka di bagian kepala dan bibir.”

“Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kemuning.” Akhiri Kapolsek./Am




Kunker di Kecamatan Tanah Merah, Bupati Inhil Sempatkan Sambangi Mantan Pasien Katarak

Tanah Merah, detikriau.org –  Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Hm Wardan menyempatkan menemui secara langsung mantan pasien penderita katarak, Hariansyah (65). Warga RW 03 Desa Tanah merah ini sembuh setelah mengiuti operasi katarak yang dilaksankan oleh Pemkab Inhil bekerjasama dengan RSUD Puri Husada Tembilahan beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah, kini salah seorang penderita katarak dari Kecamatan Tanah Merah telah sembuh total pasca mengikuti operasi gratis yang kita gelar beberapa waktu yang lalu,” ungkap Bupati Wardan disela kunjungan kerja yang dilakukan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (19/8/2017) pagi.

Dulu, dikatakan Bupati Wardan, sebelum menjalani operasi, jarak pandang mantan penderita katarak tersebut hanya berkisar 1 hingga 1,5 meter. Namun, setelah menjalani operasi selama 2 tahun berturut – turut, ia telah bisa melihat normal menggunakan kedua matanya.

“Awalnya, hanya operasi sebelah mata saja tahun 2016 lalu. Tahun ini, saat diadakan lagi, ia kembali menjalani operasi dan berhasil sembuh secara total. Sekarang sudah bisa melihat normal seperti sediakala,” Syukur Bupati Wardan.

Atas keberhasilan kegiatan operasi gratis katarak yang digelar ini, kedepan Bupati Wardan berpesan kepada para penderita katarak lainnya untuk turut mengikuti operasi agar dapat kembali melihat secara normal.

Keberhasilan ini pula menurut Bupati Wardan semakin meyakinkan dirinya atas target Kabupaten Inhil Bebas Katarak.

“Jadi, masyarakat jangan takut, segan atau sungkan untuk berpartisipasi dalam menjalani operasi katarak gratis yang ditaja Pemerintah. Segera daftarkan diri kalau dirasa ada indikasi menderita katarak. Seyogyanya, kita memang harus mencegah sebelum terlambat dan berujung pada kebutaan,” tandas Bupati Wardan./Diskominfo-inhil/rls/ADV/Am