Pemuda BNN Inhil Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Perangi Narkoba

Ketua Harian Pemuda BNN Kabupaten Inhil, Aditya Prahara SE. Foto: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemuda Bersama Ninggalin Narkoba (BNN) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi peredaran Narkoba.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Pemuda BNN Kabupaten Inhil, Aditya Prahara SE, Rabu (3/1/2018). Menurutnya, berdasarkan data yang dirilis oleh Polres, Inhil dinyatakan mengalami peningkatan dalam kasus tindak pidana  narkoba pada Tahun 2017 jika dibandingkan dengan tahun 2016 yang lalu.

“Dari data yang berhasil dihimpun reporter media ini dalam pres release Polres Inhil yang dipimpin langsung oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Cristian Rony Putra, pada Tahun 2016 kasus penindakan barang bukti daun ganja 7 kali penindakan dengan barang bukti 2.004.6 kilo gram dan 44 Batang, extacy 7 Penindakan dengan jumlah 44 butir, sabu 59 penindakan 353.95 gram, tanaman ganja 44 Batang,” katanya.

Sedangkan tahun 2017, Ganja 9 kali penindakan 15.039,58 gram, extacy 6 kali penindakan 533 butir, sabu 62 kali penindakan dengan BB sebanyak 484.98 gram, dan tanaman ganja 6 batang.

Menyikapi persoalan tersebut (meningkatnya kasus tindak pidana narkoba, red) salah satu organisasi penggiat anti narkoba di Inhil mengajak semua elemen masyarakat harus bersatu padu memerangi narkoba, guna menekan peredaran barang terlarang tersebut di Bumi Hamparan Kelapa Dunia.

“Semua elemen harus bersatu padu, pihak kepolisian tetu tidak dapat bekerja sendiri. Persoalan narkoba telah menjadi musuh bersama di Inhil,” tegas Aditiya.

Dikatakannya lagi, tidak semata-mata penegakan hukum, semua organisasi penggiat anti narkoba baik yang tergabung didalam Pemuda BNN Inhil ataupun yang lainnya yang ada di Inhil bersama pemerintah harus lebih giat lagi melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara massif di semua tingkatan. 

“Narkoba menimbulkan kerusakan yang luar biasa. Oleh karena itu, diharapkan keluarga untuk turut berperan melakukan pengawasan karena keluarga sangat berperan dalam upaya menekan peredaran narkoba,” imbuhnya./Mirwan




Dipenuhi Tumpukan Sampah, Sungai Guntung Tampak Kumuh

KATEMAN (detikriau.org) – Sungai Guntung Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) “kumuh” dengan tumpukan sampah.

Pantauan awak media belum lama ini, disejumlah wilayah didalam kota Kecamatan di Inhil bagian utara itu ditemui serakan sampah, mulai ditepian jalan, parit, drainase dan sejmlah tempat lainnya.

Tumpukan sampah tersebut terdapat di lokasi dalam Parit 8, jalan Tanjung Rambie, jalan Tunas Harapan, sepanjang pasar Dam Sungai Guntung, jalan PLN, banyak Got tersumbat, jalan Hangtuah jalur 2, jalan Lingkar 1 parit 8 serta sejumlah titik lainnya.

“Harusnya pemerintah melakukan tindakan bagaimana sampah-sampah ini tidak numpuk berkelanjutan,” kata salah seorang masyarakat setempat, Ridwan.

Senada, seorang pemuda lainnya, Redho juga menyatakan hal yang serupa. Bahkan ia menyarankan agar sebaiknya pemerintah dapat menyediakan lokasi pembuangan sampah agar kota tidak terkesan kotor dan kumuh.

Sementara ini, sejauh pengetahuannya, kata Redho juga, ia sama sekali tidak pernah menemukan ada petugas pemungut sampah. Kalaupun ada hanya untuk di jalan Yos Sudarso sekitar Dam, dan itupun sampahnya hanya dibuang ke laut.

“Kami mengkritik, karena Sungai Guntung ini tempat kami tinggal. Kalau lah sampahnya berserakan begini, bagaimana masyarakatnya bisa nyaman,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Kateman, Kamrin saat dikonfirmasi mengakui kumuhnya Kecamatan yang dipimpinnya itu akibat tumpukan sampah. Semua itu menurut Kamren karena kurangnya lahan untuk dijadikan TPA.

“Kami sudah rapat dengan LPM dan secepatnya akan dicarikan lokasi,” kata Camat mengakhiri./Mirwan




Ekspedisi Literasi, Eksperasi 2017

detikriau.org – Dua orang siswa Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru lakukan ekspedisi ke Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Riau.  Di usia belia, mereka berbagi keceriaan dan mendorong anak-anak untuk gemar membaca.

Kegemaran membaca yang dimiliki Azzura (12) dan Arung (9) disalurkan lewat sebuah perjalanan literasi ke Desa Kotolamo, Kampar Kiri Hulu di Provinsi Riau.  Keduanya menempuh perjalanan darat dari Pekanbaru selama hampir tiga jam.  Dilanjutkan dengan perjalanan dengan sampan hampir dua jam menuju lokasi.

“Cukup melelahkan, tapi senang,” celetuk Azzura.

Dia dan saudaranya Arung melakukan perjalanan ini di sela liburan akhir semester yang bertepatan dengan liburan Natal dan Tahun Baru pada 26-31 Desember 2017.  Di Kotolamo, keduanya terlibat melakukan kegiatan membaca bersama anak-anak setempat.

Selain membaca, mereka juga bermain sambil belajar.  Permainan edukasi seperti permainan mengenal anggota tubuh sambil bernyanyi mereka lakukan dengan riang.

Dalam ekspedisi yang mereka namakan Eksperasi 2017 ini, keduanya juga terlibat membagikan buku-buku bacaan bagi anak-anak.  Menurut Azzura, buku bacaan anak penting guna membuka pemahaman anak-anak seperti dirinya akan kehidupan dunia yang lebih luas.

“Penting lagi jika buku menjadikan kita paham dan bersyukurpada Sang Pencipta,” ungkapnya.

Selain berbagi buku, Eksperasi 2017 juga membagikan alat-alat tulis untuk anak-anak di Kotolamo.  Jauhnya akses desa ke pusat kota membuat alat tulis sangat langka di wilayah ini.

Kotolamo merupakan salah satu desa yang berada di Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang bukit Baling.  Kondisi ini tentunya membuat anak-anak belajar cepat tentang keadaan hutan.  Eksperasi jugam mengagendakan pembicaraan tengan konservasi bersama anak-anak.

“Metodenya sederhana saja.  Anak-anak dapat diajak bermain sambil memperkenalkan kekayaan alam yang dikandung kawasan konservasi.  Pemahaman dasar konswervasi penting agar anak-anak tumbuh dengan menghargai alamnya,” papar Ibunda dari kedua anak ini, Elfa Yeni.

Menurut Elfa, anak-anaknya berkeinginan agar anak-anak seusia mereka mau membaca.  Dengan membaca, maka imajinasi mereka akan tumbuh tanpa batas.

“Ini membantu mereka menyongsong masa depannya sendiri,” tandas Elfa.

Anak Kotolamo, Ernesti (10) mengaku senang dengan kunjungan ini.  Dia berharap agar buku-buku yang disumbangkan dapat menjadi bahan bacaan bagi anak di lingkungan tempat tinggalnya.

“Kini ada pustaka yang berisi buku bacaan.  Kami bisa membaca setiap saat,” kata Ernesti.

Azzura dan Arung terlibat dalam sebuah ekspedisi literasi bersama kedua orang tuanya. Kedua kakak beradik ini memang gemar melakukan kegiatan serupa.  Dua tahun lalu, mereka terlibat menyambangi Suku Anak Dalam di Jambi.

Keluarga ini turut menyuarakan pentingnya pendidikan dan literasi bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan.

Terkendala Banjir Bandang

Hujan yang tak henti mengguyur kawasan hulu pada akhir 2017 itu membuat Sungai Bio, sungai yang melewati Desa Kotolamo mengalami banjir bandang. Sungai itu meluap memuntahkan jutaan kubik air bewarna cokelat.

Selain banjir, banyak material kayu hanyut.  Orang-orang berusaha mengambil kayu agar masih bisa dimanfaatkan.

“Untung tidak ada korban jiwa.  Kami tertahan seharian di Kotolamo, terlambat pulang ke Pekanbaru,” ungkap Azzura.

Sedianya, Eksperasi berakhir pada 30 Desember 2017.  Tapi banjir yang melanda Kotolamo dan wilayah sekitarnya membuat tim ini menunda kepulangannya.

“Bahaya kalau dipaksakan.  Kayu-kayu besar bisa menghantam perahu dari belakang,” katanya.

Kotolamo sendiri merupakan sebah desa, beratus kilometer jaraknya dari Pekanbaru.  Desa ini terletak pada lembah sempit.  Sungai Batang Bio mengalir ditengah desa.  Sungai itu akan bergabung dengan Sungai Batang Subayang agak di hilir, yang lantas membesar menadi Sungai Kampar hingga di muara dekat pesisir timur Sumatra.

Desa Kotolamo berada tepat di jantung Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling, sebuah kawasan konservasi alam.  Beragam satwa hidup di hutan konservasi ini, termasuk Harimau Sumatra.  Karenanya, Eksperasi juga mengagendakan obrolan tentang pentingnya hutan bersama anak-anak.

Hutan, kata Elnesti bermanfaat sebagai penjaga keseimbangan alam.  Dia membayangkan Kotolamo akan terus bertahan sebagai desa yang asri di masa depan.

“Kalau hutan ditebang terus, kemana harimau akan tinggal? Nanti malah kita yang diterkam,” kata Elnesti.

Kumpulkan Sumbangan

Ekspedisi ini, lanjut Azzura digagas beberapa bulan yang lalu.  Dia dan timnya berupaya mendapatkan sumbangan buku-buku dari berbagai pihak.

“Kami dapat buku bekas dari teman-teman.  Ada dari Aceh dan Jakarta,” umgkapnya.

Azzura dan Arung turut pula menyumbangkan buku-buku koleksi pribadi mereka.  Diantaranya ada novel dan majalah untuk anak.

Selain buku, timnya juga menyediakan peralatan sekolah dan melukis.

“Selain uang tabungan, ada juga yang mengirim sumbangan uang.  Kami kumpulkan uang sejumlah 1,5 juta rupiah,” ungkapnya.

Uang sumbangan, lanjut Azzura digunakan untuk keperluan membeli alat-alat menggambar.  Berikut dengan peralatan lain yang digunakan dalam ekspedisi ini./rls

 




Rampas Yamaha Vixion, Begal di Kempas Habisi Nyawa Korban Dengan 13 Hujaman Sajam

Kempas, detikriau.org – Hendriyansyah (18) warga Tanjung Pasir Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan tewas dengan 13 luka tusuk dan sayatan di TKP Kilometer 3 Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir, senin (1/1/2018) sekira pukul 20.00 Wib.

Pelaku pembunuhan sadis ini diduga juga melarikan 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion milik korban.

Keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, melalui Kapolsek Kempas AKP Oka Mahendra Syahrial, kejadian tersebut pertama sekali dilaporkan oleh masyarakat sekitar TKP, bahwa adanya seseorang laki – laki yang tergeletak di pinggir jalan, diduga menjadi korban tindak pidana curas.

Mendapat laporan tersebut, Personel Polsek Kempas langsung menuju TKP. Di TKP, petugas menemukan korban dalam keadaan tergeletak dengan tubuh penuh luka akibat tusukan senjata tajam dan telah meninggal dunia. Diketahui pula, Sepeda Motor milik Korban Merek Yamaha VIXION, dibawa kabur pelaku.

“Dari hasil visum, diketahui korban menderita luka-luka, masing – masing di bagian perut 4 tusukan, leher 2 tusukan, tangan kanan 6 luka sayat, dan tangan kiri 2 luka sayat.” Rinci Kapolsek

Atas kejadian tersebut, korban menurut Kapolsek juga mengalami kerugian materil sebesar kurang lebih Rp. 15 juta

“Saat ini Personel Polsek Kempas, yang dibantu Unit Opsnal Sat Reskrim sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.” Akhir Kapolsek. /Am




Bank BRI unit Kotabaru dijarah “Maling”, Rp 1 Miliar Lebih Uang Tunai Raib

Keritang, detikriau.org – Bank BRI unit Kota Baru Kecamatan Keritang berhasil dibobol OTK dimalam pergantian tahun 2017-2018 sekira pukul 03.00 Wib. Akibat peristiwa ini, Rp 1.098.724.000 uang tunai yang tersimpan di brankas kantor unit Bank milik Pemerintah ini raib.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Keritang AKP Lassarus Sinaga, S.H, berdasarkan pengakuan petugas jaga malam Bank, HRP (22), malam itu, sekira pukul 00.00 WIB, saksi masih melakukan pemeriksaan ke seluruh ruangan kantor bank. Saat itu saksi mengaku tidak melihat adanya kejanggalan.

Setelah itu, sekira pukul 01.10 WIB, karyawan kontrak itu, bersama rekannya Zi (39), warga Desa Kotabaru Siberida, pergi meninggalkan kantornya menuju Sungai Gergaji Kelurahan Kotabaru Reteh yang berjarak sekitar 4 kilometer untuk menonton organ tunggal. Sebelum berangkat, HRP mengunci pintu depan dengan gembok.

Masih berdasarkan keterangan HRP, sekira pukul 02.30 WIB, HRP dan Zi, kembali ke Kotabaru Siberida. Sebelum kembali ke kantornya, mereka terlebih dahulu makan di warung depan Puskesmas Kotabaru. Selesai makan, HRP kembali ke kantor BRI Unit Kotabaru. Namun alangkah terkejutnya saksi, gembok pintu utama tak lagi terpasang di tempatnya.

Saat itu juga HRP mencoba membuka pintu tersebut, tapi terkunci dari dalam. HRP lalu memeriksa pintu belakang dan menemukan pintu belakang dalam keadaan terbuka. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan ke Polsek Keritang.

Mendatapatkan laporan, Kapolsek Keritang bersama anggota, langsung mendatangi TKP. Dalam pemeriksaan bersama saksi ditemukan pintu kamar brankas dan brangkasnya sudah dalam keadaan terbuka, dan uang yang berada didalamnya telah raib.

“Pelaku diduga juga membawa pergi memory rekaman CCTV. Ditemukan juga duplikat anak kunci gembok dan gembok pintu luar, dipasang pelaku di sebelah dalam pintu utama.” Terang Kapolsek

Menurut pengakuan Kepala Bank Unit Kotabaru ditambahkan Kapolsek, bahwa bersama teller, sebelumnya uang sebanyak tersebut diatas, dimasukan ke dalam brankas, pada Minggu Siang, 31/12/2017.

“Saat ini pembobolan kantor Bank BRI Unit Kotabaru oleh orang tak dikenal dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Keritang, dan di back up Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir.” Akhiri Kapolsek./Am




Syukuran Milad ke-57, Bupati Inhil Undang Anak Yatim Piatu dan Dai Cilik

TEMBILAHAN, detikriau.org -Hari ini, Bupati Inhil H Muhammad Wardan tepat berusia 57 tahun, peringatan miladnya diisi dengan syukuran dan doa selamat, Selasa (2/1/18).

Kegiatan syukuran dan doa selamat yang digelar di halaman rumah dinas Bupati Inhil di Jalan Kesehatan Tembilahan ini selalu dihadiri para pejabat Pemkab Inhil dan tokoh masyarakat, secara khusus juga mengundang anak yatim piatu, tukang becak dan tukang ojek di Kota Tembilahan.

Syukuran ini juga diisi pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh pemenang kesatu Tilawah Anak MTQ Inhil dan dai cilik M Rasyid Ridha (10) asal Kecamatan Mandah.

Bupati Inhil H Muhammad Wardan menyampaikan, dalam usianya yang memasuki ke-57 tahun, dukungan dari keluarga dan masyarakat menjadi spirit baginya dalam menjalani aktifitas sebagai pemimpin keluarga dan masyarakat Inhil.

“Sebagai manusia biasa, saya sebagai manusia dalam menjalankan aktifitas dan kepemimpinan saya menyadari tingkah laku dan kebijakan yang diambil terdapat kelemahan dan kejanggalan, maka saya menyampaikan permohonan maaf,” ungkapnya.

Diharapkan, di sisa usianya yang semakin berkurang, maka akan dapat berbuat lebih baik lagi bagi kepentingan keluarga dan masyarakat.

Dalam syukuran ini juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati H Muhammad Wardan didampingi isteri Hj Zulaikhah Wardan dan anak-anak beliau. Juga dilakukan pemberian santunan buat anak yatim piatu, tukang ojek dan tukang becak./diskominfops_inhil/rls/adv