Polisi Ringkus 2 Bersaudara Residivis Kasus Narkoba

Tembilahan, detikriau.org – Sat Res Narkoba Polres Indragiri Hilir membekuk dua orang pria berinisial NZD alias UP (45), warga Jalan H. Sadri Kelurahan Tembilahan Kota, dan Is alias Kan (43), warga Jalan Pekan Arba Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan, Minggu, 7/1/2018, sekira pukul 10.00 WIB di Jalan H. Sadri Tembilahan.

Saat diamankan, dari tangan dua bersaudara, abang dan adik ini berhasil disita barang bukti berupa 1 buah tas warna putih motif bunga yang berisi 2 bungkus plastik berklip, 1 buah tabung kaca pembakar yang masih terdapat sisa sabu – sabu, 1 buah gunting pemotong, 1 buah mancis gas, 1 buah kotak rokok Sampoerna yang berisikan ; 1 buah tabung kaca pembakar, 1 buah jarum pembakar dan 2 buah pipet plastik, 1 unit HP Nokia warna hitam dan 1 paket sabu – sabu dibungkus plastik klip.

Keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.I.K, M.H, melalui Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar, S.H, mengatakan bahwa penangkapan kedua residivis kasus yang sama ini atas informasi masyarakat yang menduga keduanya masih sering melakukan transaksi narkotika dirumahnya.

Informasi itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang lebih mendalam. Setelah diperoleh informasi yang akurat, Personel Sat Res Narkoba dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar, SH, langsung melakukan penangkapan pada saat kedua orang itu, sedang tertidur didalam kamar rumahnya.

Petugas kemudian mengeledah badan dan rumah tersangka, di saksikan oleh Ketua RT dan warga setempat dan diperoleh barang bukti tersebut.

“Saat ini kedua pelaku yang bersaudara itu beserta barang bukti, sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir, untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Terang AKP Bachtiar./Am




Rayakan Milad I, TRC BPBD Inhil Diharapkan Lebih Sigap Dan Tanggap

Detikriau.org – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan merayakan Milad I (Pertama) yang jatuh pada tanggal 8 Januari 2018 ini. Dengan bertambahnya usia, TRC diharapkan dapat lebih sigap dan tanggap atas bencana yang terjadi di ‘Bumi Sri Gemilang’.

Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Inhil, Yuspik kepada awak media, Sabtu (6/1/2018) melalui sambungan seluler. “Di usia yang menginjak 1 tahun ini, tentunya kita berharap agar TRC dapat bersikap reaktif atas segala bencana yang melanda di setiap kawasan Kabupaten Inhil,” kata Yuspik.

Disamping itu, Yuspik juga berpesan kepada segenap personel TRC BPBD Inhil agar senantiasa menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Soliditas yang terjaga tentunya akan memberikan imbas positif terhadap peningkatan kinerja positif. Kekompakan dapat dijalin di setiap momen, terutama pada saat terjun ke lapangan menanggulangi bencana,” imbau Yuspik.

*”Siaga Di Saat Aman, Ada Saat Dibutuhkan”*

Pada tahun 2018 ini, secara umum, Kepala BPBD Inhil menekankan kepada segenap personel untuk selalu siap – siaga menanggulangi bencana yang terjadi.

“Siaga di saat aman, ada saat dibutuhkan. Begitulah tugas dan kewajiban kita. Membantu sesama masyarakat yang tertimpa musibah. Kita mesti siap siaga manakala terdapat laporan tentang terjadinya bencana,” pungkas Yuspik.

Tanpa membedakan – bedakan kelas masyarakat, Yuspik berkomitmen agar jajarannya selalu mengakomodir laporan tentang kejadian bencana yang masuk ke BPBD Inhil.

“Terima seluruh laporan, lalu tindaklanjuti. Selagi Dia adalah masyarakat Inhil, merupakan sebuah kewajiban untuk kita membantu mereka,” ujar Yuspik.

Kendati demikian, Yuspik juga mengharapkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran yang senantiasa menimbulkan kecemasan masyarakat Inhil dapat berkurang di tahun 2018 ini.

“Datangnya bencana memang tidak bisa diperkirakan. Melalui sosialisasi yang dilakukan dan imbauan yang dilayangkan BPBD, semoga saja dapat meminimalisir terjadinya bencana,” harap Yuspik.

Lebih lanjut, Yuspik juga mengimbau kepada masyarakat Inhil untuk berlaku sadar dan pro – aktif melaporkan segala bentuk bencana alam yang melanda, baik melalui Camat, Kepala Desa atau langsung kepada pihak BPBD di call center yang telah disediakan.

“Daerah yang rawan itu, saat ini terletak oada daerah pesisir. Masyarakat harus berhati – hati. Dalam kondisi sekarang, hujan disertai angin kencang diiimbau kepada masyarakat nelayan untuk tidak ‘melaut’ di malam hari. Siapkan safety jika hendak ‘melaut’ dan jangan sendiri,” tandas Yuspik./rls




Sidak Hari Pertama Masuk Sekolah di SMP 1, Bupati Inhil Pesan Untuk Tingkatkan Prestasi dan Kualitas

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tembilahan pada hari pertama usai libur panjang pergantian tahun.

Menurut Bupati pada sidak yang dilakukan awal pekan kemaren itu sebagai bahan penilaian tingkat kedisiplinan para guru setelah menjalani libur panjang akhir tahun 2017.

Dari hasil sidak, Bupati mengaku bangga karena tidak ditemukan guru yang absen di hari pertama masuk sekolah. “Alhamdulillah, dari sidak ini semua guru juga para murid hadir untuk melaksanakan proses belajar dan mengajar di hari pertama masuk sekolah,” kata Bupati seusai sidak.

Pada sidak ini, Bupati juga meninjau kondisi ruang kelas dan perlengkapan belajar para murid, seperti kursi serta meja belajar. Selain itu, Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan sejumlah Pejabat eselon Pemerintah Kabupaten Inhil juga berkeliling melihat bangunan dan halaman pekarangan sekolah.

“Sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional, sudah seharusnya kita membenahi dan memperhatikan lingkungan, keasrian dan kebersihan sekolah sehingga menjadi sekolah yang menyenangkan,” harap Bupati.

Bupati mengimbau, agar SMPN 1 Tembilahan dapat meningkatkan prestasi dan kualitas tenaga pengajar serta para murid sehingga eksistensi SMPN 1 Tembilahan sebagai penerima adiwiyata mampu dipertahankan.

“Semua target itu dapat dicapai diawali dengan meningkatkan kedisiplinan, baik bagi para murid maupun guru. Sejauh ini, dari sisi kualitas, SMPN 1 Tembilahan sudah termasuk salah satu sekolah yang terbaik,” tandas Bupati./diskominfops_inhil/rls/adv




Kepolisian Wilayah Riau Komitmen Pegang Teguh Netralitas Dalam Pemilukada 2018

Tembilahan, detikriau.org – Polisi Republik Indonesia (POLRI) Riau akan memegang teguh komitmen netralitas dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Riau serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2018.

Komitmen tertulis dari Kapolda Riau, IRJEN Pol. Drs. Nandang, MH, ini dibacakan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.I.K, M.H, dalam apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Muara Takus 2018, di Lapangan Upacara Gemilang Jalan Gajah Mada Tembilahan, Jumat, 5/1/2018.

Hadir dalam apel tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir, Sekda Inhil H Said Syarifuddin, Ketua Komisi I DPRD Inhil HM Yusuf Said, Ketua KPUD H. Suhaidi, Ketua Panwaslu Inhil Andang Yudiantoro, serta Camat dan Kapolsek se Kabupaten Indragiri Hilir.

Selain komitmen tersebut diatas, Kapolda juga menyampaikan beberapa pesan lainnya yakni agar seluruh anggota polisi dibawah jajarannya untuk selalu meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, mengenali wilayah tugas dan melaksanakan tanggung jawab secara profesional dan proporsional, mengedepankan upaya deteksi dini, preemtif dan preventif,

“termasuk menghindari sikap yang arogan, menjalin koordinasi yang harmonis dengan unsur terkait, serta selalau tingkatkan kewaspadaan.” Bacakan Kapolres

Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel dan kelengkapan sarana dan prasarana Polri dan unsur terkait, sebelum diterjunkan ke lapangan.

Hal itu juga dimaksudkan agar semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal dan Pilkada serentak Gubernur/Wakil Gubernur Riau dan Bupati/Wakil Bupati Indragiri Hilir, dapat berjalan dengan sukses dan lancar, serta kamtibmas tetap terjaga dengan baik./Am




Bantuan Dana Hibah dikantongi Ketua, PRSI Inhil Tunggak Pembayaran Sejumlah Kewajiban

Tembilahan, detikriau.org – Pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Indragiri Hilir dituding belum melunasi honorarium bagi sejumlah pelatih renang. Hak 3 orang pelatih selama 3 bulan pada masa pembinaan menjelang Porprov Riau 2017 yang lalu di Kampar itu disebutkan sebesar Rp 13,5 juta.

Padahal, nilai kewajiban ini sudah diperhitungkan dari total Rp. 115 juta dana hibah yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten melalui KONI Inhil bagi cabang olahraga renang.

“Sampai hari ini hak kami serupiahpun belum diberikan. Pastinya kami sangat kecewa,” Sampaikan salah seorang pelatih renang, Asnan kepada detikriau.org akhir Desember 2017 yang lalu di Tembilahan

Dalam kesempatan pemberian pernyataan saat itu, mengaku mewakili rekan pelatih lainnya, Asnan berharap Honorarium ini dapat segera dibayarkan.

Dikomfirmasi terkait keluhan pelatih renang ini, Sekretaris Umum PRSI Inhil, Ari Permana, tidak menampik. Ari juga membenarkan bahwa hingga hari ini hak para pelatih renang memang belum dibayarkan. Bahkan menurutnya bukan hanya hak pelatih renang, beberapa kewajiban lainnya seperti Uang saku atlit, Sewa rumah kost bagi atlit dan Honorer petugas ADM juga belum terlunasi.

Menurut Ari juga, bantuan Hibah yang disalurkan melalui KONI Inhil bagi Cabor Renang sebesar Rp. 115 juta itu baru diberikan sebesar Rp 103,5 Juta.

“Sisa dana Hibah sebesar Rp 11,5 Juta belum ditranfer KONI Inhil ke rekening PRSI Inhil. Informasi terakhir yang saya terima, sisa dana ini sudah dikembalikan KONI Inhil ke Kas Daerah,” Ujar Ari menjawab komfirmasi, kemaren di Tembilahan

Sekretaris Umum PRSI Inhil bertitel S.Pd ini menerangkan bahwa belum dilunasinya sejumlah kewajiban itu disebabkan sisa dana hibah yang dimiliki PRSI Inhil sebesar Rp. 23,5 Juta hingga hari ini masih dipegang oleh Ketua Umum PRSI Inhil, berinisial BI.

Diterangkannya, dana bantuan hibah sebesar Rp. 103,5 juta itu ditarik melalui kas PRSI Inhil pada Bank Riau Kepri Tembilahan pada 7 September 2017 yang lalu.

Setelah penarikan, dari total dana sebesar Rp. 103,5 Juta, Ketua Umum, BI menyerahkan sebesar Rp. 20 Juta kepada dirinya untuk melunasi sejumlah tagihan pembelian perlengkapan perlombaan bagi atlit dan ATK. Sisa dana sebesar Rp. 83,5 Juta tidak diserahkan kepada Bendahara tetapi dipegang sendiri oleh Ketua Umum.

Selanjutnya pada tanggal 15 September 2017, BI kembali menyerahkan dana sebesar Rp. 60 Juta yang diperuntukkan bagi pembayaran uang sewa kolam, biaya sekretariat dan uang konsumsi (makan minum atlit selama pelatihan. Red).

“Dana Rp. 60 juta itu-pun baru diberi setelah berulang-ulang kali dimintakan. Sedangkan sisa dana sebesar Rp. 23,5 juta sampai hari ini masih berada pada Ketua Umum. Makanya sejumlah kewajiban belum bisa kita berikan,” Urai Ari

Ditambahkan Ari, kejadian “memalukan” bagi PRSI Inhil ini juga sudah disampaikannya kepada KONI inhil melalui surat tertulis tertanggal 20 Desember 2017.

Ari juga mengaku sudah menyusun laporan SPJ dan sebelumnya sudah diserahkan ke KONI Inhil tetapi dikembalikan lagi karena memang belum dibubuhi tandatangan.

“Jangkan mau memintakan tandatangan Ketua, dihubungi saja tidak lagi pernah menanggapi. Tapi yang jelas semua ini sudah saya sampaikan kepada KONI Inhil melalui surat pemberitahuan secara tertulis.” Akhirinya.

Terkait hal ini, Ketua Umum PRSI Inhil, BI yang saat ini juga masih menjabat sebagai salah seorang Anggota DPRD Inhil berulang-ulang kali coba dimintakan komfirmasi “bungkam”./ dro

 

 

 

 

 




Bupati Inhil Berangkatkan Umrah Seorang Juru Sapu dan 2 Orang Guru Mengaji

Tembilahan, detikriau.org – Sungguh tiada disangka dan diduga, Seorang Juru sapu Rumah Dinas Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan 2 (Dua) orang guru mengaji akan segera menunaikan ibadah umrah secara gratis.

Ketiga orang masyarakat Inhil yang termasuk kategori masyarakat kurang mampu itu berangkat menunaikan ibadah haji umroh ke tanah suci, Mekkah setelah semua biaya ditanggung oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan.

Ketiga orang masyarakat Inhil yang mendapat Ibadah Umrah gratis itu ialah ibu Mastiah, janda paruh baya yang kesehariannya bekerja sebagai tukang sapu di Rumah Dinas Bupati Inhil. Sementara dua orang lainnya, yakni Zarkasih dan Ahmad Daus merupakan guru mengaji di Kota Tembilahan.

Ibu Mastiah yang mendapat panggilan melaksanakan ibadah umroh ini awalnya tak menyangka dengan Rezeki yang diterimanya. Semula, seusai melaksanakan rutinitas pekerjaannya menyapu di kediaman dinas Orang Nomor Satu di Inhil itu, tiba – tiba saja dipanggil Bupati di ruang tamu.

“Saya awalnya sangat takut ketika pak Bupati HM Wardan meminta saya untuk bertemu di ruangan tamu rumah dinas itu, saat itu tidak hanya saya masih ada dua orang guru ngaji yang juga dipanggil,” akunya, Jumat (5/1/2018) pagi.

Dengan perasaan yang was – was akan apa yang akan disampaikan oleh Bupati. Mastiah pun melangkahkan kakinya menuju ruang 4 kali 2 meter yang diisi dengan perabot bermerek.

“Disana (Ruang Tamu, red) telah duduk pak Wardan. Saya pun bertanya,”ada apa ya pak?,”. Beliau tidak menjawab, namun mempersilakan saya duduk didepannya,” terang mastiah merinci.

Perasaan was – was dan bertanya – tanya semakin membuncah di liang kepala karena tidak tahu kabar apa yang akan Dia dengar dari mulut Bupati. Dengan sesikit tertunduk, Mastiah pun duduk didepan Bupati dengan 2 orang lainnya yang tidak lain adalah guru mengaji.

Setelah duduk kursi tamu yang mewah, Bupati pun mulai membuka kata. Ternyata, apa yang dikhawatirkan oleh Mastiah sedari awal adalah sebuah kekeliruan. Bupati Inhil, HM Wardan memberikan tawaran kepadanya untuk menunaikan ibadah haji umrah bersama 2 (dua) orang guru mengaji lainnya.

‘Bagai mimpi di siang bolong’, tawaran Bupati untuk menunaikan ibadah umrah itu, sontak membuat Mastiah kaget bukan kepalang dan sedikit tidak percaya atas apa yang didengarnya.

“Saya terkejut, Saya tak kuat dan sangat berterima kasih atas tawaran tersebut. Entah mimpi apa saya semalam,” ujar Mastiah dengan kalimat yang terbata – bata seraya menitikkan air matanya.

Pemberian umrah gratis oleh Bupati Inhil ,HM Wardan kepada ketiga orang tersebut, bukan lah tanpa alasan. Menurut Bupati, alasan utama Dirinya menunaikan umrah ketiga orang ini adalah dengan dasar pertimbangan dedikasi dan ketaatan dalam menjalankan ibadah.

“Meski dalam kehidupan yang sangat sederhana, mereka melaksanakan pekerjaannya dengan baik juga dengan dedikasi yang tinggi tanpa melupakan kewajibannya sebagai Ummat Muslim untuk senantiasa beribadah,” ungkap Bupati di kediamannya./diskominfops_inhil/rls/adv