Kepala Rutan Dumai Apresiasi Fenggy Aristyanto Staff Teladan Dan Batu Pangestu Petugas PAM Teladan Triwulan I ll 2026.

ARBindonesia,com.Dumai-Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai memberikan piagam penghargaan kepada pegawai teladan periode Triwulan III Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, kinerja, serta kontribusi positif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi mengatakan bahwa pemberian piagam penghargaan dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan semangat kerja seluruh jajaran Rutan Dumai.

Melalui penghargaan ini, diharapkan setiap pegawai dapat terus menunjukkan kinerja terbaik serta menjadi teladan dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Enang menyampaikan bahwa penghargaan pegawai teladan merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap pegawai yang telah menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam melaksanakan tugas.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi, tidak hanya bagi pegawai yang menerimanya, tetapi juga bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas kinerja,” ujarnya.

Pada periode triwulan III ini pegawai yang terpilih adalah atas nama Feggy Aristyanto sebagai Kategori Staf Teladan dan Bayu Jaya Pangestu sebagai Kategori Petugas Pengamanan Teladan Triwulan III Tahun 2026.(dir).




Pembangkit Ekonomi Baru: Koperasi Desa Merah Putih Pekan Arba Siap Dobrak Pasar Lewat Hilirisasi Kelapa dan Pinang

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR — Kebuntuan para petani komoditas dalam mendapatkan harga yang layak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tampaknya mulai menemui titik terang.

Mengambil momentum untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan dari level tapak, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, bersiap mengeksekusi langkah strategis lewat hilirisasi kelapa.

Selama ini, Inhil dikenal luas sebagai salah satu wilayah penghasil kelapa terbesar, namun ketergantungan pada penjualan bahan mentah kerap membuat posisi tawar petani menjadi sangat rentan.

Menjawab tantangan tersebut, KDMP Pekan Arba hadir membawa solusi konkret untuk memotong mata rantai tengkulak dan memberikan nilai tambah langsung pada hasil bumi lokal.

Ketua KDMP Pekan Arba, Yan Ekhsan, menegaskan bahwa koperasinya tidak lagi sekadar hadir sebagai penonton, melainkan motor penggerak utama.

“KDMP Pekan Arba siap bergerak aktif mengolah sekaligus membeli langsung produk-produk turunan kelapa, khususnya kopra, serta komoditas pinang dari para petani setempat,” tuturnya, Kamis (3/9/2026).

Langkah berani ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi warga Pekan Arba. Dengan menyerap hasil panen secara langsung dan mengolahnya menjadi turunan kelapa seperti kopra putih dan arang berkualitas ekspor yang bernilai jual tinggi.

“KDMP Pekan Arba optimistis mampu mendongkrak tingkat kesejahteraan petani lokal, menjaga stabilitas harga, serta membawa komoditas unggulan Inhil tembus kepasar yang lebih luas,” tutup Yan Ekhsan. (Arb)




Perkuat Program Ketahanan Pangan Rutan Dumai Kembali Panen Kacang Panjang.

ARBindonesia,com.Dumai-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai kembali melaksanakan panen kacang panjang sebagai bagian dari upaya memperkuat program ketahanan pangan.

Panen tersebut merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan warga binaan dalam kegiatan pertanian. Mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen, warga binaan turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Program ketahanan pangan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang terus dikembangkan Rutan Dumai. Selain memberikan hasil pertanian, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat.

Kegiatan pertanian yang dilakukan juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan yang tersedia secara produktif. Keberhasilan panen kacang panjang ini menunjukkan bahwa program pembinaan di Rutan Dumai tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan.

Ke depan, Rutan Dumai akan terus mengoptimalkan program ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan pertanian dan perikanan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan produktif sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Panen kacang panjang kali ini menjadi salah satu bukti keberlanjutan komitmen Rutan Dumai dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif bagi warga binaan.(dir).




Survei Lapangan Izin Sewa BMN, Rutan Dumai Terima Kunjungan KPKNL Dumai.

ARBindonesia,com.Dumai-Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menerima kunjungan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Dumai dalam rangka pelaksanaan survei lapangan terkait permohonan izin sewa Barang Milik Negara (BMN), Selasa (1/9).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses peninjauan dan verifikasi langsung terhadap objek BMN yang direncanakan untuk disewakan. Tim dari KPKNL Dumai melakukan survei guna memastikan kondisi, lokasi, serta kesesuaian objek dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Rutan Dumai mendampingi tim KPKNL Dumai untuk meninjau langsung lokasi objek BMN. Survei lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif sebagai bahan pertimbangan dalam proses penerbitan izin pemanfaatan BMN melalui mekanisme sewa.

Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menyambut baik kunjungan dan survei yang dilaksanakan oleh KPKNL Dumai. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara yang tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Melalui survei lapangan tersebut, Rutan Dumai berharap proses permohonan izin sewa BMN dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Rutan Dumai dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan Barang Milik Negara secara profesional, akuntabel, serta memberikan nilai manfaat yang optimal.(dir).




Kodim 0321/Rohil Bersama TPID Sidak Pasar Di Bagan siapiapi.

ARBindonesia,com.BAGANSIAPIAPI — Kodim 0321/Rokan Hilir bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar di Kota Bagansiapiapi, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pemantauan sekaligus pengendalian harga dan ketersediaan komoditas pangan, khususnya ayam ras yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Sidak dilaksanakan mulai pukul 09.25 WIB di Pasar Datuk Rubiah, Jalan Sumatera, dan Pasar Bintang, Jalan Bintang, Kota Bagansiapiapi.

Kegiatan tersebut diikuti Sekda Kabupaten Rokan Hilir H. Fauzi Efrizal, S.Sos., M.Si., Dandim 0321/Rohil yang diwakili Wadanramil 01/Bangko Kapten CBA (K) Karnilawati, Kajari Rohil yang diwakili Kasi Intel Alfriwan Putra, S.H., Kapolsek Bangko Kompol Asian Sihombing, S.I.K., M.I.K., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga ayam ras saat ini berada pada kisaran Rp56.000 hingga Rp60.000 per kilogram, sementara harga normal berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut antara lain dipengaruhi berkurangnya stok pada tingkat distributor akibat meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, peningkatan biaya distribusi juga turut memberikan pengaruh terhadap harga ayam ras yang sampai ke tingkat pedagang dan konsumen.

Pemkab Rohil bersama Forkopimda dan stakeholder terkait selanjutnya akan melakukan langkah pengendalian, di antaranya melalui pelaksanaan operasi pasar serta meminta distributor menambah pasokan atau kuota ayam ras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Saat dikonfirmasi awak media terkait pelaksanaan Sidak tersebut, Dandim 0321/Rohil menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kenaikan harga ayam ras perlu mendapat perhatian serius karena ayam merupakan salah satu komoditas pangan yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat.

«“Kami dari Kodim 0321/Rohil mendukung langkah Pemda bersama Forkopimda dan TPID dalam melakukan pemantauan serta pengendalian harga. Kondisi kenaikan harga ayam ras ini perlu kita lihat secara menyeluruh, terutama dari sisi ketersediaan stok dan kelancaran distribusinya,” ujar Dandim.»

Dandim menambahkan, keterbatasan pasokan di tingkat distributor yang beriringan dengan meningkatnya kebutuhan dapat menyebabkan harga semakin sulit dikendalikan apabila tidak segera diantisipasi.

«“Yang terpenting adalah bagaimana memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Kita berharap distributor dapat menambah pasokan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harga secara bertahap kembali stabil,” katanya.»

Dandim juga mengingatkan agar upaya pengendalian harga dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat sekaligus keberlangsungan aktivitas para pedagang.

«“Kita ingin masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar, tetapi di sisi lain pedagang juga harus tetap bisa menjalankan usahanya. Karena itu, diperlukan koordinasi semua pihak agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.»

Selain persoalan harga ayam, dalam Sidak tersebut sejumlah pedagang yang berjualan di dalam area pasar juga menyampaikan keluhan terkait keberadaan pedagang di luar area pasar, khususnya di sekitar pintu masuk.

Keberadaan pedagang di luar pasar dinilai berdampak terhadap omzet pedagang yang telah menempati tempat di dalam pasar. Menanggapi hal tersebut, Pemda Rohil bersama Forkopimda dan stakeholder terkait akan melakukan rapat koordinasi untuk mencari solusi serta melakukan penataan dan penertiban secara persuasif.

Dandim menegaskan bahwa penataan pasar juga perlu dilakukan secara bersama-sama agar tidak menimbulkan persoalan baru.

«“Terkait pedagang di luar pasar, tentunya perlu dicarikan solusi yang baik. Penertiban harus dilakukan secara persuasif, dengan mengedepankan komunikasi dan kepentingan bersama. Jangan sampai persoalan penataan pasar justru menimbulkan konflik di antara para pedagang,” jelasnya.»

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mengedepankan kepentingan masyarakat.

«“Kami mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Kodim 0321/Rohil siap mendukung pemerintah daerah dan Forkopimda dalam upaya menjaga stabilitas wilayah, termasuk dalam menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasnya.»

Sidak Pasar selesai dilaksanakan pada pukul 10.25 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.(dir).




DPRD Inhil Turun ke Pabrik Sambu Group, Industri Kelapa di Bawah Tekanan Berlapis

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Setelah koordinasi intensif bersama Kementerian Pertanian RI di Jakarta pada 18 Agustus 2026, DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turun langsung ke jantung industri kelapa, Rabu (26/8/2026).

Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, S.T., M.Si., memimpin rombongan bersama Wakil Ketua I Ir. H. AMD. Junaidi AN., M.Si., serta Ketua Komisi II Samino meninjau dua titik vital: PT Pulau Sambu di Guntung dan PT Riau Sakti United Plantations (RSUP) di Pulau Burung.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Dari gudang bahan baku hingga penyimpanan produk jadi, mata para legislator menyaksikan langsung realitas pahit, penumpukan kelapa bulat dan produk turunan yang tak terserap pasar.

“Penumpukan di gudang barang jadi disebabkan oleh minimnya penyerapan pasar, baik domestik maupun ekspor. Tantangan ini dipicu oleh dinamika geopolitik, konflik global, perlambatan ekonomi dunia, serta penurunan permintaan produk turunan kelapa,” jelas Humas Sambu Group, A. Ginting.

Tekanan Global, Dampak Lokal

Lesunya pasar dunia membuat gudang penuh, sementara petani tetap menunggu kepastian harga. Ironisnya, di tengah tekanan berlapis ini, Sambu Group tetap berkomitmen tidak menghentikan pembelian kelapa dari masyarakat. Langkah ini menjadi benteng terakhir agar denyut ekonomi petani Inhil tidak terhenti.

Dilema Industri

DPRD Inhil mencatat dilema besar:
– Industri tercekik oleh overstock dan penurunan pendapatan.
– Petani menjerit menanti harga layak dan kepastian penyerapan panen raya.
– Tidak ada alternatif lain yang mampu menampung kelapa dalam volume besar selain Sambu Group.

Sinyal Bahaya
Penumpukan produk jadi menjadi alarm keras: industri kelapa sedang tidak baik-baik saja. Situasi ini menuntut solusi menyeluruh, bukan sekadar menyalahkan pihak industri yang juga tengah berjuang bertahan.

Langkah Lanjut
Temuan lapangan ini akan menjadi pijakan strategis DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Inhil untuk merumuskan kebijakan yang adil, berpihak pada petani, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem kelapa daerah. (adv)