Apa Penyebab Harimau Menyerang Manusia ?

Tembilahan, detikriau.org – Mengganasnya harimau di Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, tentu menimbulkan ketakutan warga. Perangkap yang dipasang oleh BKSDA bersama stakeholder terkait, belum membuahkan hasil. Dalam 2 bulan, 2 nyawa manusia-telah menjadi korban.

Lantas apa penyebab kucing besar ini menyerang manusia?

Dikutip melalui Wikipedia.org, dijelaskan bahwa kebanyakan harimau hanya akan menyerang manusia jika mereka tidak dapat secara fisik memenuhi kebutuhan mereka akan makanan yang lazim dikonsumsi. Harimau biasanya mewaspadai manusia dan biasanya juga tidak menunjukkan preferensi terhadap daging manusia. Meski manusia memang mangsa relatif mudah, mereka bukan sumber makanan yang dikehendaki.

Kebanyakan harimau pemakan manusia merupakan harimau yang sudah tua, lemah, atau kehilangan gigi, sehingga memilih daging manusia sebagai santapan hanya didorong keputusasaan.

Dalam satu kasus, pemeriksaan post-mortem terhadap seekor harimau betina pemakan manusia yang terbunuh diketahui dua gigi taring harimau rusak, empat gigi seri  hilang dan molar atas yang longgar. Cacat ditubuh kucing besar ini membuat mangsa kuat menjadi sangat sulit untuk ditangkap.

Disamping karena cacat fisik, serangan harimau pada manusia tampaknya juga bisa dilatarbelakangi teritorial. Disalahsatu kasus, seekor harimau betina membunuh delapan orang yang memasuki wilayahnya tanpa memakan daging mangsanya sama sekali.

Serangan harimau adalah bentuk ekstrem konflik manusia-satwa liar yang terjadi karena berbagai alasan. Di klaim lebih banyak nyawa manusia melayang akibat serangan harimau dibandingkan serangan kucing besar lainnya.

Studi paling komprehensif tentang kematian akibat serangan harimau memperkirakan bahwa setidaknya 373.000 orang meninggal karena serangan harimau antara 1800 hingga 2009, sebagian besar serangan ini terjadi di Asia Selatan dan Tenggara./red/ Wikipedia.org

 




2 Korban Meregang Nyawa di Mangsa Harimau. Kapolres Inhil Pesankan Hal Ini Kepada Warga

Salah satu harimau yang mengganas di Tanjung Simpang yang berhasil terekam kamera

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., Imbau warga yang bermukim di sekitar perkampungan TKP mengganasnya harimau  di Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir untuk lebih berhati – hati menjelang dilakukan operasi pengembalian si raja hutan itu, ke habitatnya.

Menurut Kapolres, pihaknya bersama Plt. Bupati Indragiri Hilir telah berkoordinasi guna membahas langkah – langkah, yang akan diambil, dalam hal pengembalian harimau itu, ke habitatnya.

Sebagai langkah awal, Kapolres mengaku telah memberikan instruksi kepada Kapolsek Pelangiran dan stakeholder terkait di Kecamatan Pelangiran mulai membahas operasi pengusiran, atau jika perlu menangkap harimau tersebut hidup hidup. Langkah itu untuk memastikan opsi pelepasliaran binatang buas itu ke hutan belantara habitatnya dapat dilakukan dengan segera.

“Kepada masyarakat  disana  kalau keluar rumah haruslah berombongan, serta selalu waspada,’ Ingatkan Kapolres, ahad (11/3)

Sudah menjadi kebiasaan dari kucing besar ini kata Kapolres, sebelum dapat memakan mangsanya dia belum mau meninggalkan daerah tersebut, bahkan akan kembali mencari objek perburuan yang baru.

Untuk diberitahukan, dalam dua bulan terakhir, di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, serangan harimau telah memakan 2 korban jiwa. Rabu, 3/1/2017, sekira pukul 10.00 WIB, Jumiati (33) Karyawati Eboni Estate PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir dimangsa saat sedang bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State PT. THIP Desa Tanjung Simpang.

Serangan kedua terjadi pada sabtu (10/3) sekira pukul 19.00 Wib. Korban Yusri Effendi (38) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau. Pekerja yang sedang membangun rumah wallet ini dihabisi di RT 038 Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran dengan luka gigitan dibagian tengkuk./ Am 




Pemkab Inhil Cita-Cita Kembangkan Kualitas PAUD Sesuai Standardisasi Nasional

Sekda Inhil H Said Syarifuddin

Tembilahan, detikriau.org – Sukses di kancah Nasional dengan menerima penghargaan, ternyata tidak membuat upaya pengembangan PAUD di Kabupaten Indragiri Hilir terhenti. Pemerintah Kabupaten, saat ini bercita – cita untuk mengembangkan lembaga PAUD dari segi kualitas yang berpedoman pada Standar PAUD sebagaimana yang diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Saya berharap agar lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat mengedepankan kualitas sesuai standardisasi nasional,” sampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil H Said Syarifuddin melalui sambungan seluler, Minggu (11/3/2018) siang.

Dalam standar PAUD yang termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini diterangkan Sekda, terdapat 8 Standar, yakni:

  1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak.
    2. Standar Proses.
    3. Standar Isi.
    4. Standar Penilaian.
    5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
    6. Standar Sarana dan Prasarana.
    7. Standar Pengelolaan.
    8. Standar Pembiayaan.

Berdasarkan aturan tersebut, Standar Nasional PAUD berfungsi sebagai Dasar Perencanaan, Pelaksanaan, Pengawasan dan tindaklanjut pendidikan dalam rangka mewujudkan PAUD bermutu. Fungsi kedua adalah sebagai acuan setiap satuan dan program PAUD untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional serta sebagai dasar penjamin mutu PAUD.

Dari Standar Nasional PAUD, beberapa diantaranya menurut Sekda, dapat dijadikan prioritas dalam pengoperasian lembaga PAUD guna mewujudkan kualitas di tahap awal. Standar tersebut ialah Standar Isi, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Standar Sarana dan Prasarana.

“Masing – masing standar ini memiliki keunggulan tersendiri. Seperti Standar Isi yang beorientasi pada lingkup materi dan kompetensi. Ada pula Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan yang berkutat pada kualifikasi akademik dan kompetensi yang dipersyaratkan bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD,” jelas Sekda.

Peran langsung dan konkret Pemerintah Kabupaten Inhil dalam kontribusi menciptakan lembaga PAUD yang berkualitas, diungkapkan Sekda, berada pada Standar Sarana dan Prasarana yang memanfaatkan potensi lokal.

“Standar ini (Standar Sarana dan Prasarana, red), berkaitan langsung dengan dukungan terhadap penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini. Konkretnya, Standar ininjuga berbicara tentang fasilitas penunjang lembaga PAUD yang bisa disokong oleh pihak Pemerintah Kabupaten Inhil,” papar Sekda.

Dengan penerapan 3 Standar Nasional PAUD di tahap awal, Sekda meyakini, keberadaan lembaga PAUD di Inhil akan lebih unggul dari sisi kualitas. Sehingga, mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas pula nantinya./diskominfops_inhil/adv/Ikhwan




Kebakaran di Teluk Kiambang, 4 Unit Rumah Penduduk beserta 1 Unit Pos Terpadu Bhabinkamtibmas Ludes

Tembilahan, detikriau.org – 4 unit rumah penduduk beserta 1 bangunan Pos Terpadu Bhabinkamtibmas/Babinsa di RT. 011/RW. 01 Pasar Teluk Kiambang Desa Teluk Kiambang Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir ludes diamuk jago merah. Ahad (11/3) sekira pukul 08.00 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tempuling AKP. Suwernedi menerangkan bahwa berdasarkan keterangan M. Saleh, api pertama kali muncul dari bagian plafon rumahnya dan dengan cepat membesar.

Mengetahui hal itu, Saleh mencoba melakukan pemadaman dengan cara menyiramkan air. Namun upaya tersebut tidak berhasil, karena api malah semakin besar.

Mendapati usahanya sia-sia, Saleh sontak berteriak meminta tolong kepada masyarakat sekitar dan tidak lama berselang masyarakat berdatangan serta turut berupaya membantu memadamkan dengan alat seadanya berupa ember dan peralatan lain.

Namun karena bangunan tersebut terbuat dari kayu yang relatif sudah berusia tua, api dengan cepat merembet ke bangunan rumah berhampiran dan terus menjalar ke bangunan Pos terpadu Bhabinkamtibmas / Babinsa yang terletak bersebelahan.

“Api baru dapat dikuasai sekitar pukul 10.00 WIB, dengan, dengan menggunakan mesin Robin milik Desa Teluk Kiambang. Meski tidak ada korban jiwa, akibat kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian materil lebih kurang Rp 580 juta,” Sampaikan Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, sebelum kejadian, diketahui listrik dalam keadaan mati, dan saat kebakaran terjadi, listrik baru saja menyala kembali.

“Diduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik, dan saat ini masih dalam penyelidikan Polsek Tempuling.” Akhiri AKP Suwernedi.

Pendataan pihak Kepolisian, 4 rumah penduduk yang habis terbakar adalah milik; M. Saleh (39), Abdul Aziz (42), Juriah (45), dan Afriadi (34) yang seluruhnya beralamat  di  RT.011 RW. 01 Pasar Teluk Kiambang Kecamatan Tempuling. Turut terbakar 1 unit Pos Terpadu Bhabinkamtibmas/Babinsa./ Am




Tak Kunjung Tertangkap, Harimau di Pelangiran Kembali Minta Korban

Tembilahan, detikriau.org – Harimau Sumatra bernama latin Panthera tigris sumatrae kembali meminta nyawa. Kali ini korbannya Yusril Efendi (34) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Riau. Pekerja yang sedang membangun rumah wallet ini dihabisi di RT 038 Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu malam, 10/3/2018, sekira pukul 19.00 WIB.

“TKP kali ini cukup jauh, sekitar 20 kilometer dari kejadian sebelumnya, sudah mendekati perbatasan antara Kabupaten Indragiri Hilir dengan Kabupaten Pelalawan”, Kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pelangiran IPTU Muhammad Rafi.

diterangkan Mantan Kanit Intel Polsek Kateman itu, kejadian bermula saat korban Yusri bersama 3 orang rekannya masing – masing Rusli (41), Indra (26), dan Syahran (41), yang semuanya merupakan warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, sedang mengerjakan bangunan rumah walet.

( dimangsa harimau, karyawati PT THIP tewas di TKP )

Disaat sore menjelang, sekira pukul 16.30 WIB, mereka melihat seekor harimau, berada di bawah bangunan yang sedang mereka kerjakan. Kengerian langsung merayapi para buruh bangunan ini. Mereka lantas memilih bertahan di atas bangunan. Hingga 2 jam berlalu, mereka tetap berdiam diri di ketinggian sampai hari mulai gelap.

Setelah harimau tidak lagi terlihat dan diyakini sudah pergi menjauh, korban dan rekannya bergegas turun. Namun baru melangkah sekitar 250 meter, tiba – tiba, raja hutan itu kembali menampakan diri dari arah depan. Kehadiran binatang buas itu menyebabkan kepanikan dan mereka berlarian menyelamatkan diri.

( Tindak Lanjuti Munculnya Harimau, Tim BKSDA dan WWF Riau-Kepri Survey Ke Pelangiran )

Di saat – saat yang kritis, Rusli, Indra dan Syahran, berupaya saling memanggil, tapi ketika nama Yusri dipanggil, tidak ada sahutan terdengar. Lalu para pekerja yang tersisa, mencoba menghubungi warga Dusun Sinar Danau yang tak lama kemudian beramai-ramai  mendatangi lokasi menggunakan perahu kecil.

Pencarian terhadap Yusri, segera dilakukan. Sekira pukul 19.00 WIB, korban berhasil ditemukan di atas tanaman kumpai (sejenis rumput yang terdapat di atas air. red), tapi Yusri, tampak tidak lagi bergerak. Di bagian  tengkuknya terlihat tanda – tanda luka, diduga bekas gigitan taring harimau.

Personel Polsek Pelangiran yang mendapat laporan, mendatangi TKP dengan Tim BBKSDA Provinsi Riau dan kemudian mengevakuasi jasad korban ke Klinik KPP Pulai PT. THIP.

“Dari pemeriksaan, diketahui korban meninggal dunia karena mengalami pendarahan akibat luka robek bekas gigitan harimau di tengkuknya.” Terang Kapolsek

Jasad korban kemudian diserahkan kepada keluarga, dan dibawa kembali ke kampungnya di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan untuk dikebumikan di sana./Am




Bahaya Produk Pembersih Rumah Sama dengan Merokok Sebungkus

foto: net

Detikriau.org – Jangan kira bahwa produk pembersih rumah yang bisa membasmi kuman tidak memiliki bahayanya sendiri pada kesehatan tubuh manusia. Sebuah studi longitudinal yang dilakukan selama 20 tahun oleh para ilmuwan di University of Bergen di Norwegia, telah menemukan bahwa bahaya menggunakan produk pembersih rumah sama dengan merokok sebanyak 20 batang sehari. 

Seperti dilansir dari Fortune, Minggu, 10 Maret 2018, survei yang dilakukan European Community Respiratory Health bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai efek jangka panjang penggunaan produk pembersih rumah. Studi tersebut berisi pengamatan fungsi paru-paru pada 6.230 peserta studi di 22 lokasi di seluruh dunia.

Para peneliti membandingkan berapa lama mereka menggunakan produk pembersih rumah, dan bagaimana kondisi paru-paru mereka seiring dengan penggunaan produk pembersih tersebut. Studi tersebut lantas menemukan bahwa wanita yang membersihkan rumahnya menggunakan produk pembersih yang mengandung zat kimia yang biasa dijual di pasaran, memiliki penurunan efektivitas paru-paru lebih tinggi, dibandingkan dengan wanita yang tidak membersihkan rumah mereka.

Berdasarkan hasil studi itu, peneliti mengatakan paparan bahan kimia dalam pembersih dapat merugikan kesehatan wanita dalam jangka panjang. Penggunaan produk pembersih rumah selama 10 sampai 20 tahun, memiliki efek yang sama dengan menghisap sebungkus rokok per hari untuk jumlah waktu yang sama.

Ini adalah survei pertama yang melihat dampak penggunaan produk pembersih rumah dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dilakukannya studi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan produk pembersih yang berdampak pada penyakit pernapasan seperti asma, dan masalah pernapasan lainnya.

Sumber: viva.co.id