10 Khasiat Rutin Minum Air Hangat dan Madu di Pagi Hari

Madu dikenal dengan banyak manfaatnya. Mulai dari untuk kekebalan tubuh, hingga meningkatkan gairah. Tapi manfaat madu bisa dimaksimalkan dengan paduan yang tepat, bukan hanya minum madu seperti biasanya.

Seperti campuran lemon dan madu, yang mampu menurunkan berat badan. Ada juga air hangat yang bisa dicampurkan dengan madu, dan ini adalah cara mudah dan murah bagi Anda untuk meningkatkan kesehatan.

Manfaat madu yang diseduh dengan air hangat lebih baik lagi, karena penyerapan dalam tubuh bisa lebih cepat, dari pada mengonsumsi madu secara langsung. Seperti untuk proses detoksifikasi, berikut beberapa manfaat minum madu dengan campuran air hangat:

1. Menghilangkan flu
Madu sangat efektif memberantas flu dan air hangat akan melegakan tenggorokan, ini adalah perpaduan sempurna menyembuhkan flu secara alami.

2. Menurunkan berat badan
Perpaduan madu dan air hangat membantu dalam membakar lemak, dan lebih baik dikonsumsi saat pagi hari.

3. Melancarkan buang air besar
Saat kita sembelit, cara yang sangat mudah adalah dengan campuran madu dan air hangat.

4. Meningkatkan energi
Madu mempunyai kalori yang cukup untuk Anda memulai aktivitas, sehingga sangat dianjurkan untuk meminum segelas madu hangat sebelum bekerja.

5. Menghaluskan kulit
Madu mempunyai sifat anti bakteri dan anti jamur, oleh sebab itu baik untuk membersihkan kulit dengan campuran ini.

6. Detoksifikasi
Anda tidak perlu mahal untuk memulai detoksifikasi, minumlah segelas air hangat yang diberi madu beberapa sendok, maka madu akan membantu mengluarkan racun.

7. Meningkatkan imunitas
Saat musim penghujan, alangkah baiknya jika kita menjaga kesehatan, salah satunya dengan cara meminum madu dan air hangat, yang akan meningkatkan kita dari virus dan bakteri.

8. Meningkatkan metabolisme
Saat makan, tentu makanan kita ingin bisa cepat diserap tubuh, maka minum air hangat dengan madu, akan membantu mempercepat proses pencernaan, sehingga membantu menjaga berat badan.

9. Menjaga dari dehidrasi
Air hangat dan madu membantu dalam menyediakan cairan dalam tubuh, sehingga Anda akan terhindar dari dehidrasi dan tetap fit.

10. Baik bagi pencernaan
Dalam madu terdapat enzim, yang mambantu proses pencernaan, sehingga masalah pencernaan akan teratasi. Dan lebih baik lagi diminum setelah makan.

sumber: beritauaja.com

 




Lantik 3 Pj Kades di GAS, Pjs Bupati Inhil Ingatkan untuk Tetap Beri Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

GAS, detikriau.org – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Inhil Rudyanto lantik 3 Penjabat (Pj) Kepala Desa yakni, Desa Harapan Makmur, Desa Idaman dan Desa Palumpang di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kamis (14/3) kemaren

Menurut Pjs Bupati, pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan Penjabat Kepala Desa ini ditujukan untuk mengabsahkan pergantian Kepala Desa yang sebelumnya telah habis masa jabatan dengan Penjabat Kepala Desa menjelang pelantikan Kepala Desa Definitif.

Dalam amarannya, Pjs Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama sama menjaga kamtibmas dan menghindari perpecahan di daerahnya masing masing terutama didalam pelaksanaan jalannya proses pilkada di kabupaten inhil saat ini.

Kepada Penjabat Kepala desa yang baru dilantik, dipesankan agar dapat senantiasa memfokuskan diri dalam melaksanakan tugas dan amanah yang telah diberikan serta tanggung jawab yang dilimpahkan sesuai amanat Undang – Undang.

“Dihadapan saudara telah menunggu tugas yang merupakan kewajiban bagi saudara. Meski saudara tidak lama menjabat setelah ini, tetaplah fokus melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan yg baik untuk masyarakat serta melanjutkan dan menjalankan program – program yang telah dicanangkan sebelumnnya, ” pesankan Pjs Bupati yang dalam kesemaptan itu turut didampingi Kaban PMD Inhil, Yulizal dan Kabag Humas Setdakab Inhil, Marlis Syarif./ Am




Kisah Mistis dibalik Perburuan Harimau Pemangsa 2 Manusia di Pelangiran

“dikabarkan tak bisa ditembak dan ditunggangi makhluk halus seperti sosok laki-laki tua. Makhluk halus ini disebut mengenakan jubah dan kakinya diikat kain kuning yang melilit ke kaki belakang Bonita”

foto ilustrasi harimau: http://imagenes.4ever.eu

Tembilahan, detikriau.org – Perburuan harimau Bonita, pemangsa dua warga di Dusun Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau sempat diwarnai hal-hal yang tak masuk akal. Bonita tak bisa ditembak walaupun petugas sudah berada di jarak 3 meter. Begitu juga dengan peluru bius yang pernah ditembakkan, hanya terlontar sekitar 4 meter.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono membenarkan kejadian tersebut. Haryono juga menceritakan susahnya Bonita ditembak.

Kejadian pertama dialami Bulan Februari 2018. Saat itu, tim pencari jejak berhadapan langsung dengan Bonita dengan jarak kurang lebih 3 meter. Sempat 2 jam tim di lokasi harimau Bonita dengan posisi penyerang.

Kepanikan timbul, di mana seorang anggota yang memegang senjata api berpeluru tajam terpaksa menembak karena jarak harimau Bonita sudah mengancam.

“Senjata meletus, tapi anehnya tak mengeluarkan peluru. Aneh juga memang, seharusnya keluar peluru kalau ditembakkan,” terang Haryono.

Kejadian berikutnya pada Sabtu 10 Maret 2018 ketika warga bernama Yusri diterkam. Kala itu petugas sudah membidik harimau Bonita dengan jarak tembak terukur. Senjata bius diletuskan setelah Bonita terbidik. Namun, senjata bius hanya terlontar sekitar 4 meter saja.

“Padahal jarak tembakan itu bisa mencapai 20-30 meter,” sebut Haryono.

Haryono tak menampik ada kisah mistis yang menyelimuti harimau Bonita. Menurutnya, tersiar kabar bahwa harimau Bonita ditunggangi makhluk halus seperti laki-laki tua.

Makhluk halus ini disebut mengenakan jubah dan kakinya diikat kain kuning yang melilit ke kaki belakang Bonita. Meski demikian, Haryono tak mau percaya begitu saja.

“Saya dengar cerita itu dari masyarakat di sana,” kata Haryono saat dikonfirmasi wartawan di Pekanbaru, Jumat (16/3).

Hanya saja cerita mistis ini, sebut Haryono, punya kecocokan dengan ciri-ciri Bonita, di mana pada kakinya terdapat belang kuning melingkar.

“Harimau pada umumnya, tidak ada belang seperti itu. Belang harimau hanya garis-garis saja, tapi ini ada lingkaran di kakinya,” tutur Haryono.

Di sisi lain, Haryono menyebut harimau Bonita punya kebiasaan meminum air dan membasahkan kaki bagian depannya sebelum menyerang warga. Hal itu terlihat warga sebelum menyerang Yusri, tukang bangunan.

“Ada warga lihat, dia ke belakang rumah warga minum air, dan membasuh kaki kanannya,” ucap Haryono.

Di samping itu, Bonita ini merupakan hewan yang cerdas. Dia tahu kalau dirinya akan ditembak dan selalu mengelak ketika senjata dibidikkan ke arahnya.

Hal ini terjadi ketika Bonita sedang berbaring di tangga rumah seorang warga. Petugas sudah mengendap mengambil posisi tembak. Begitu pelatuk akan ditarik, Bonita berdiri dan langsung kabur.

“Masuk ke hutan lagi, diikuti petugas. Dia seolah mengajak petugas berputar-putar hingga menguras tenaga. Malamnya menampakkan diri lagi, tapi karena gelap, petugas memilih menghentikan pencarian,” terang Haryono.

BKSDA Riau akhirnya berhasil menembak bius Bonitad i sekitaran box trap atau perangkat harimau yang dipasang sekitaran perkebunan kelapa sawit. Di wilayah situ, merupakan habitat harimau yang berubah menjadi perkebunan sawit milik perusahaan swasta.

Sumber: Liputan6.com

 

 




Sempat Sempoyongan Setelah ditembak Bius, “Bonita” Kembali Berhasil Kabur dan Menghilang.

Tim masih melakukan upaya penyisiran untuk mencari keberadaan “bonita”

Pelangiran, detikriau.org – Harimau pemangsa manusia di Pelangiran “Bonita” berhasil ditembak bius di area Kebun Tembesu PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir sekira pukul 20.00 Wib, jum’at (16/3/2018). Namun hewan buas yang dilindungi ini kembali berhasil kabur dan menghilang. Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan.

“Tim Terpadu Penanganan Konflik dan Evakuasi Harimau Sumatera, masih terus bergerak melakukan penyisiran, mencari keberadaan Bonita, pasca penembakan bius,” Sampaikan Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Pelangiran, IPTU M Rafi, Sabtu, (17/3/2018)

Diterangkan IPTU M Rafi,  setelah penembakan bius, harimau betina itu masih terlihat bergerak sehingga tim tidak bisa langsung mendekat. Tak disangka, dibalut kegelapan malam, Bonita berhasil menghilang dari pandangan mata.

“Kami masih berada di lapangan melakukan penyisiran.  Hingga saat, Bonita belum berhasil ditemukan.” Akhiri M Rafi./ Am




Isu Kandungan Mikroplastik Pada Air Kemasan. Ini Penjelasan BPOM

Foto ilustrasi air mineral dalam kemasan: net

Detikriau.org – Beredar berita yang menyebutkan bahwa air minum dalam kemasan yang beredar luas dipasaran mengandung mikroplastik. Temuan ini dikabarkan terungkap dari hasil penelitian global State University of New York at Fredonia yang didukung Orb Media, organisasi media nirlaba di Amerika Serikat.

Dikutip melalui investigasi.tempo.co, dijelaskan bahwa Peneliti State University of New York at Fredonia menguji 259 botol air minum dari 11 merek yang dijual di delapan negara. Hasilnya,  93 persen air botolan yang menjadi contoh ternyata mengandung mikroplastik. Sampel juga diambil dari Indonesia karena menjadi salah satu negara dengan pangsa besar air minum dalam kemasan. Sebanyak 30 botol Aqua yang dibeli di Jakarta, Bali, dan Medan, diterbangkan ke New York pada November 2017 untuk diuji oleh tim dari University of New York at Fredonia. Tim ini dipimpin Sherri A. Mason, Victoria Welch, dan Joseph Nerako.

Hasilnya mencengangkan. Setiap botol Aqua yang menjadi sampel rata-rata mengandung 382 mikroplastik partikel per liter. Ukurannya beragam, mulai dari 6,5 mikrometer atau setara sel darah merah, hingga lebih dari 100 mikrometer atau setara dengan diameter rambut manusia.

Kandungan terbanyak dalam 1 sampel Aqua mencapai 4.713 partikel mikroplastik per liter. Adapun secara global, kandungan partikel ini paling banyak ada di air kemasan Nestle Pure Life dengan total 10.390 partikel mikroplastik per liter.

Sehubungan dengan merebaknya isu mikroplastik pada air minum dalam kemasan, BPOM RI memberikan klarifikasi. Melalui laman resminya, BPOM RI menjelaskan beberapa hal diantaranya menegaskan bahwa Belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. Dan Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan / red

Baca klarifikasi BPOM selengkapnya ……

 

 

 

 




Duel Harimau si “Bonita” Vs Kerbau, Kadus Nekat Jadi Penengah

Harimau itu memang aneh. Sepertinya dia juga mengerti apa yang kita inginkan. Buktinya, dua kali dia menggigit, saya minta dilepas, dilepas itu. Dan harimau tidak menyerang saya. Dia hanya duduk menatap saya,”

Tembilahan, detikriau.org – Harimau Bonita menyerang kerbau milik warga Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau dan duel terjadi. Warga ketakutan. Kepala Dusun (Kadus) Sarayo nekat menengahi duel itu.

“Saya keluar dari rumah pakai sarung saja. Saya yakin harimau itu kembali menyerang kerbau betina setelah kerbau jantan berhasil kami selamatkan,” kata Sarayo dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (16/3/2018).

Sarayo menceritakan, selain dia, warga berdatangan. Warga bermusyawarah bagaimana menyelamatkan kerbau betina itu. Warga sebagian takut, gara-gara upaya penyelamatan kedua ini, Bonita akan mengamuk dan menyerang warga.
“Warga takut, kalau kerbau kedua juga diselamatkan, harimau itu akan benar-benar marah. Karena sebelumnya kerbau jantan kita selamatkan,” katanya.

Sarayo akhirnya memberanikan diri. Dengan hanya mengenakan kain sarung, ia maju ke depan. Kerbau betina sedang berhadap-hadap dengan Bonita. Duel kedua kalinya pun terjadi.

“Saya nekat saja, kita sudah panik terus-menerus diganggu harimau. Saya datangi saat kerbau dan harimau lagi saling menyerang,” kata Sarayo.

Saat terjadi duel harimau versus kerbau, Sarayo mendekat dan mengambil tali yang terikat pada kerbau. Dia menarik kerbau itu untuk menghindari serangan harimau. Saat kerbau ditarik, Bonita dengan gampang menyerang kerbau dari belakang.

Bonita menggigit kaki belakang kerbau. Kerbau yang ditarik semakin berat karena Bonita tak melepaskan gigitannya. Saat itulah, Sarayo pun berhenti menarik kerbau.

“Saya berhenti, terlihat harimau tetap menggigit. Saya tetap berdiri mendekat, saya bilang sama harimau itu, ‘Sudahlah, jangan ganggu ternak kami ini. Ini milik warga, bukan milik pribadiku. Tolonglah, Datuk, lepas gigitanmu,'” pinta Sarayo kepada Bonita.

Tak lama, harimau liar itu melepaskan gigitannya. Bonita, yang awalnya dalam posisi berdiri, kemudian duduk. Bonita hanya memandangi Pak Kadus.

“Karena sudah dilepas, ya sudah, kerbau saya bawa berjalan. Tapi tiba-tiba kerbau kembali berbalik arah ke Bonita, ini karena merasa sudah terlepas dari gigitan. Kembali kerbau menyerang harimau,” kata Sarayo.

Duel kembali terjadi, namun dia tetap menarik kerbau itu. Saat kerbau kembali ditarik, lagi-lagi Bonita kembali menyerang kaki kerbau.

“Saya berhenti lagi. Saya bilang sama harimau itu, ‘Sudahlah… sudahlah… jangan ganggu ternak kami ini. Kami juga tak pernah mengganggumu.’ Harimau itu kembali melepas dan duduk lagi,” kata Sarayo.

Singkat cerita, kerbau betina ini bisa diselamatkan. Namun ada luka pada kaki belakangnya.

“Sekarang bekas gigitan harimau itu menjadi bernanah. Harimau itu memang aneh. Sepertinya dia juga mengerti apa yang kita inginkan. Buktinya, dua kali dia menggigit, saya minta dilepas, dilepas itu. Dan harimau tidak menyerang saya. Dia hanya duduk menatap saya,” tutup Sarayo.

Berita ini sudah diterbitkan detikcom dengan judul “ Nekatnya Kadus Akhiri Duel Macan Vs Kerbau: Datuk, Jangan Ganggu Kami