Gagalkan Transasksi Narkotika, Polsek Kemuning Ringkus 4 Terduga Pelaku
Kemuning, detikriau.org – Polsek Kemuning mengamankan 4 orang laki-laki yang diduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Dusun Tenang Desa Sekayan Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu, (21/3/2018).
Keempat terduga pelaku masing masing berinisial Su (45), warga Desa Lubuk Besar, Jok (23) dan Su (36) warga Desa Air Balui, serta Her (30) warga Desa Kemuning.
Dari terduga pelaku, disita barang bukti berupa 1 paket Sedang diduga narkotika jenis sabu, uang tunai sebanyak Rp. 996 ribu, 3 unit Handphone berbagai merk, 1 buah dompet, 1 set bong, 2 buah mancis, 1 buah pisau lipat, serta 1 unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP. Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kemuning KOMPOL. Lilik Surianto, S.S.T., S.H., menyampaikan bahwa pengungkapan kasuspenyalahgunaan narkotika di wilayahnya itu bermula dari informasi masyarakat, tentang akan ada transaksi sabu-sabu di Dusun Tenang Desa Sekayan. Informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan tentang kebenarannya.
Setelah didapat informasi yang akurat, selanjutnya Unit Opsnal Polsek Kemuning yang dipimpin AIPDA. Mahmud Alhusori Nasution pun bergerak menuju lokasi. Saat sampai di TKP, didapati 3 orang laki-laki sedang melakukan transaksi. Ketiganya pun diamankan Unit Opsnal Polsek Kemuning. Saat digeledah, disaksikan oleh Ketua RT setempat ditemukan barang bukti seperti tercantum di atas.
Ketika diinterogasi untuk pengembangan, ketiga orang tersebut bernyanyi bahwa sabu tersebut diperoleh dari seseorang yang bernama Her, warga Desa Kemuning Tua.
Mendapat pengakuan, petugas kembali bergerak menuju Desa Kemuning Tua, dan berhasil mengamankan Her. Saat diinterogasi, Her mengakui, bahwa sabu yang didapat dari 3 orang yang lebih dahulu diamankan, adalah miliknya.
“Saat ini, keempat pria tersebut dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Kemuning untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Kapolsek./Am
Said Syarifuddin di Daulat Ayomi 29 Ribu Nelayan Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Said Syarifuddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Musyawarah Cabang Perdana (Muscab) I di Tembilahan, Kamis (22/03/2018).
Kala itu, tampak hadir Ketua HNSI Provinsi Riau Adrian dan beberapa pengurus serta diikuti oleh delegasi dari 20 Kecamatan yang ada di Inhil.
“Kami sangat berharap dengan hadirnya HNSI mampu Jembatani nelayan yang ada di Inhil untuk mensinergiskan program-program pemerintah mulai dari Pusat, provinsi hingga ke Inhil yang berimbas kepada kemakmuran dan Kesejahteraan para nelayan dan pelaku usahanya,” katanya, yang juga menjabat sebagai Sekda Inhil ini.
Berdasarkan data dari Dinas Perikanan Inhil, sambungnya, bahwa terdapat 29 ribu nelayan yang ada di Inhil, maka ini perlu diperhatikan dan perlu ada wadah seperti HNSI sehingga bisa menjadi penyambung lidah memberikan informasi tentang program yang di buat pemerintah untuk para nelayan.
Sementara itu, Ketua HNSI Riau, Adrian yang juga Anggota dewan Provinsi Riau itu mengatakan bahwa HNSI ini merupakan satu-satunya organisasi nelayan yang diakui oleh Kementrian Perikanan.
“Saya terpanggil mengurus organisasi ini karna untuk kemaslahatan umat, meski saya dapil Kampar namun hari ini saya buka saja milik masyarakat Kampar namun milik seluruh masyarakat Riau,” ujarnya./mirwan
Atasi Persoalan Sampah di SD 003, Dinas Kebersihan Wacanakan Tambah Jadwal Pengambilan sampah dan Tempatkan Petugas

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. H. TANTAWI JAUHARI, MM akui adanya persoalan tumpukan sampah dilokasi SD Negri 003 Jalan Jendral Sudirman Tembilahan. Untuk atasi hal ini, penambahan jadwal pengambilan sampah dan penempatan petugas diwacanakan akan segera dilakukan.
“Saya sudah mintakan petugas untuk menambah jadwal pengambilan sampah disejumlah lokasi, termasuk di depan SDN 003 Tembilahan,” Ujar Tantawi menjawab komfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selular, kamis (22/3/2018)
Menurut mantan Kepala Dinas Perkebunan Inhil ini, disamping penambahan jadwal pengambilan sampah, sambil mencari solusi fundamental, pihaknya juga sedang mewacakan untuk menempatkan petugas jaga, khususnya di depan SDN 003 Tembilahan. Dengan ini, nantinya diharapkan petugas jaga dapat melakukan pengawasan termasuk menyampaikan himbaun secara langsung kepada masyarakat untuk mematuhi aturan membuang sampah.
Selama ini ditambahkan Tantawi, pihaknya juga sudah mengupayakan untuk menyediakan tempat pembuangan sampah sementara. Namun langkah ini juga masih mendapatkan penolakan masyarakat yang kerap tidak bersedia didepan tempat tinggal sekaligus tempat usaha mereka dijadikan lokasi penumpukan sampah sementara.
“Bahkan kita juga sudah beberapa kali posisikan tempat pembuangan sampah sementara, seperti potongan drum plastik. Tepi lokasinya sering berpindah-pindah dan bahkan tidak sedikit yang hilang.” Ujar Tantawi lagi
Diakhir pembicaraan, Tantawi berharap, untuk menjaga keindahan dan kebersihan kota sangat perlu adanya peran aktif masyarakat. Tanpa itu, usaha Dinas Kebersihan yang berada dibawah pimpinannya menurut Tantawi tidak akan mampu memmberikan hasil yang maksimal./ Am
HUT ke 14 Tagana, Syaifuddin Harapan Relawan Beri Respon Penangan Bencana dengan Lebih Baik
Tembilahan, detikriau.org – Menjadi taruna siaga bencana (Tagana) merupakan tugas mulia yang diemban untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Hadirnya Tagana pertama kali saat terjadi musibah bencana alam Tsunamin di Nangro Aceh Darussalam.
Hingga kini usia Tagana sudah mencapai 14 tahun, peran serta dari Tagana dalam membangun masyarakat disaat bencana bukti dari kontribusi satuan ini terhadap negeri tercinta.
Di Kabupaten Indragiri Hilir HUT Tagana yang ke 14 digelar apel peringatan yang dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Syaifuddin Hamdan, Kamis (22/3) dilapangan Kantor Dinsos Tembilahan. Dalam apel gabung tersebut diikuti jajaran Dinsos, personel Tagana, dan TKSK.
HUT Tagana yang ke 14 ini, Syaifuddin mengharapkan, relawan Tagana dapat memberikan solusi dan tindakan penanganan respon bencana yang lebih baik sehingga menuntut persyaratan prestasi yang tinggi dari personel organisasi itu sendiri.
Dalam suatu kejadian bencana dijelaskan, Syaifuddin, Tagana lebih fokus pada penanganan pasca bencana, seperti mengakomodir dan memberikan pertolongan pada warga, evakuasi, memberikan penyuluhan atas kepanikan mental dari warga yang tertimpa bencana.
“Kedepannya, kita harapkan seluruh anggota Tagana dapat memecahkan masalah dan membantu korban bencana alam, dan bencana lainnya yang terjadi di Inhil, ” katanya.
Ia juga mengatakan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial akan memberikan perhatian yang lebih besar kepada para anggota Tagana karena merupakan sukarelawan yang siap membantu dalam keadaaan darurat.
HUT Tagana ini dapat menjadi momentum meningkatkan sinergitas membantu tugas kemanusiaan tanpa diskriminasi dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial agar Tagana lebih dikenal lagi oleh masyarakat Kabupaten Inhil.
“Selain menolong korban bencana, Tagana juga akan melaksanakan bakti sosial dengan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya,” terangnya.
Syaifuddin menerangkan, di Kota Tembilahan saat ini sudah ada 21 personel dari Tagana, ditambah dengan beberapa anggota relawan yang tergabung dalam TKSK ditingkat kecamatan.
“Kolaborasi antara Tagana dan satuan lain dalam menangani bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penanganan bencana,” harap Syarifuddin./*
El Nino Dan Sedimentasi Faktor Penyebab Kerusakan Lahan Perkebunan Kelapa Rakyat

Tembilahan, detikriau.org – Kerusakan lahan perkebunan kelapa rakyat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terjadi seakan tidak ada habisnya. Diasumsikan, terdapat sejumlah faktor penyebab kerusakan yang beberapa diantaranya dikarenakan oleh fenomena El Nino dan sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
El Nino, merupakan sebuah fenomena alam berupa anomali iklim yang terjadi di kawasan Pasifik Selatan. Menurut sebagian kalangan ilmuwan, intensitas El nino akan semakin meningkat seiring dengan adanya efek gas rumah kaca.
Hal inilah yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan terjadinya intrusi air laut dan berimbas kepada aliran sungai Indragiri. Kondisi ini diperparah pula dengan terjadinya sedimentasi atau pengendapan material di Daerah Aliran Sungai yang melintasi puluhan hektare bahkan ratusan hektare perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Inhil.
Menurut Ketua Komisi II (Dua) DPRD Kabupaten Inhil, Ir Junaidi, imbas negatif dari dampak El Nino disertai sedimentasi akan sangat dirasakan terhadap perkebunan kelapa, lebih lagi perkebunan kelapa yang tidak memiliki tanggul atau tanggul yang dalam keadaan rusak.
“Inhil ini kan berada di zona pesisir. Sumatera Timur Indonesia, termasuk dalam area yang terdampak global warming atau pemanasan global akibat efek gas rumah kaca yang memperparah fenomena El nino. Sehingga, Inhil menjadi salah satu kawasan yang terkena imbas kenaikan permukaan air laut,” papar Junaidi.
Dengan meningkatnya permukaan air laut, diungkapkan Junaidi, daerah Kabupaten Inhil bagian Utara yang merupakan kawasan pesisir akan terendam air. Oleh karenanya, areal perkebunan kelapa mengalami intrusi air laut dengan volume yang cukup tinggi.
Dangkalnya air sungai di Daerah Aliran Sungai Indragiri, khususnya di Kabupaten Inhil bagian utara akibat sedimentasi, kata Junaidi, juga turut memperburuk keadaan perkebunan kelapa. Tumpukan material yang dibawa arus sungai menyebabkan sungai menjadi dangkal dan air sungai dengan volume yang sama menjadi melimpah.
“Secara umum, Daerah Aliran Sungai Indragiri yang menjadi dangkal akibat sedimentasi itu terlihat jelas di wilayah perairan Kecamatan GAS, Gaung. Sungai Gangsal yang mengalir melewati Sungai Indragiri pun terkena imbas kenaikan permukaan air dimana di kawasan itu adalah areal perkebunan kelapa,” ungkap Junaidi.
Reklamasi Sungai
Intrusi air laut dan Sedimentasi menjadi salah satu ‘benang merah’ persoalan kerusakan lahan perkebunan kelapa rakyat, dituturkan Junaidi, memerlukan sebuah tindakan yang komprehensif untuk menanganinya, dimana Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Pekerjaan Umum mesti mengambil tindakan berupa reklamasi sungai.
“Kenaikan permukaan air sungai Indragiri Hilir akibat sedimentasi memiliki dampak negatif lainnya. Dangkalnya sungai dan daratan yang dipersempit oleh erosi perlu solusi, yaitu melalui reklamasi sungai,” tukas Junaidi.
Reklamasi sungai, diungkapkan Junaidi, akan dapat membantu mengatasi sedimentasi. Penimbunan sebagian ruas aliran sungai mampu mengembalikan fungsi DAS dalam siklus pasang surut dan menahan debit air yang memuncak.
“Nah, pada akhirnya, DAS akan berfungsi dengan baik sehingga sistem trio tata air yang dicanangkan di areal perkebunan akan berfungsi mengatur level tinggi permukaan air serta memberikan fungsi leaching bagi perbaikan PH tanah,” jelas Junaidi.
Disisi lain, Junaidi mengatakan, reklamasi sungai juga dapat memperkecil debit air yang masuk dan melimpah. “Reklamasi sungai pada DAS ini adalah langkah antisipatif atas kerusakan lahan perkebunan akibat terendam air,” tandas Junaidi./*