Sejumlah Barang Kategori “Penting Strategis” Alami Pergeseran Harga 

“Kopra Kering dari Rp. 7.000 turun menjadi Rp. 6.600 “

Foto ilustrasi: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejumlah barang berkategori penting strategis mengalami pergeseran harga di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kelima barang tersebut adalah Mentega Blue Band, Ikan Asin Gulama Puding, Ayam Kampung, Cabe Kering Keriting, Bawang Putih dan Kopra Kering.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, DR Dianto Mampanini melalui Kasi Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Ifdiarman S.Sos mengatakan, pergeseran harga barang itu terjadi pada pengecer.

“Hasil pantauan kami per 27 Maret 2018, tingkat pengecer yang mengalami pergeseran harga. Namun turun naiknya harga sejumlah barang itu tidak terlalu melonjak, masih terbilang stabil,” kata Ifdiarman, Rabu (4/4/2018) kemarin.

Perbandingan kenaikan dan menurunnya harga tersebut, ia merincikan bahwa untuk Mentega Blue Band mengalami kenaikan sekitar 4 persen yakni Rp 48 ribu menjadi Rp 50 ribu perkilogram, Ikan Asin Gulama Puding mengalami penurunan sekitar 25 persen yakni dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

Kemudian untuk Ayam Kampung mengalami penurunan sebesar 29 persen yakni dari Rp 85 ribu menjadi Rp 60 ribu perkilogram, untuk Cabe Kering Keriting mengalami penurunan sekitar 8 persen yakni Rp 60 ribu menjadi Rp 55 ribu perkilogram, Bawang Putih mengalami kenaikan sekitar 20 persen yakni dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

Terakhir, Kopra Kering yang berpedoman dengan harga PT Pulau Sambu juga mengalami penurunan harga sekitar 6 persen yakni dari harga Rp 7 ribu menjadi Rp 6.600 perkilogram./ Mirwan




Pjs Bupati Inhil Ajak Masyarakat Sukseskan Program TMMD ke 101

Tembilahan, detikriau.org — Masyarakat diajak bersinergi dalm mensukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0314/Indragiri Hilir (Inhil) yang ke 101 tahun anggaran 2018. 

“Tujuan program TMMD tidak lain adalah untuk kepentingan masyarakat, melalui program ini sudah seharusnya TNI dan masyarakat turun bersama-sama membangun desa,” ujar Pjs Bupati Inhil, Rudyanto pada kegiatan upacara pembukaan operasi TMMD Kodim 0314 Inhil ke 101 tahun anggaran 2018 di Kecamatan Keritang, Rabu.

Ia mengatakan, kemanunggalan TNI sebagai abdi negara melalui program TMMD merupakan wujud bakti TNI kepada masyarakat.

Menurutnya, Program prioritas TMMD sangat erat kaitanya dengan program pemerintah daerah karena kegiatan yang menjadi prioritas TMMD ditetapkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Untuk itulah ia mengimbau kepada seluruh perangkat desa mulai dari camat, kepala desa dan unsur lainnya agar mengikut sertakan masyarakat dalam segala kegiatan dan turut mendukung kesuksesan kegiatan TMMD.

Sementara itu, Kasrem 031/Wira Bima, Kolonel Czi I Nyoman Parwata mengatakan, kerjasama antara personel TNI bersama masyarakat sejauh ini sangat baik.

TMMD merupakan program yang dilaksanakan oleh prajurit TNI setiap tahun sebanyak tiga kali. Kegiatan TMMD tidak langsung dilaksanakan, dua tahun sebelum pelaksanaan pihak TNI telah mengajukan sasaran kepada pimpinan yang sebelumnya juga telah dikoordinsikan bersama pemerintah daerah melalui Musrenbangdes, hasil Musrenbangdes itulah yang dijadikan prioritas pembangunan.

“Meski demikian kegiatan TMMD hanya merupakan kegiatan awal, dan selanjutnya perlu ditingkatkan lagi. Ubtuk itulah, kita berharap kepada pemerintah daerah agar melihat manfaat dari pembangunan yang ada untuk selanjutnya ditingkatkan sehingga manfaat pembangunan yang ada dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Ia memaparkan, sasaran TMMD adalah menigkatkan wawasan kebangsaan serta kesadaran bela negara yang tercermin dalam pola dan sikap hidup sesuai profesi msing-masing dan mewujudkan semangat kebersamaan gotong royong melalui rasa kekeluargaan.

Selain itu, mewujudkan partisipasi masyarakat aktif masyarakat dalam membangun daerahnya juga menjadi sasaran TMMD sehingga tercipta jiwa persatuan dan kesatuan dalam rangka menunjang terwujudnya kemanunggalan TNI-rakyat.

Kegiatan TMMD ke 101 TA 2018 ini dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai pada 4 April sampai dengan 3 Mei 2018. Melibatkan unsur personel TNI sebanyak 150 orang dan masyarakat sebanyak 100 orang per hari./adv




Al-Ustadz KH Muhammad Rabbani : Syukur, Kunci Hadapi Rintangan Hidup

Tembilahan, detikriau.org – Selalu mensyukuri karunia yang diberikan Allah swt adalah kunci untuk menghadapi segala rintangan dalam kehidupan di dunia. Ketika Allah memberikan kesulitan maka pasti disitu akan ada kemudahan.

Petuah ini disampaikan oleh Al-Ustadz KH Muhammad Rabbani yang lebih dikenal sebagai  dewan guru ponpes Ibnul Amin Pamangkih Barabai Kalimantan Selatan saat menyampaikan tausiah pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1439 Hijriah di Jalan Yos Sudaraso, Tembilahan, rabu (4/42018) malam

“Utamanya dalam Hidup ini adalah selalu mensyukuri segala karunia yang di berikan Allah diantaranya adalah Reski,”Ujar Ustadz

Selama ini, kenaikan harga sejumlah kebutuhan hidup kerap membuat masyarakat resah. Apalagi, katanya dibarengi dengan susahnya mencari reski.

Padahal hidup ini sudah dijamin oleh Allah. Semahal apapun harga, kita masih bisa membeli. Kalau tidak bisa banyak, tentu secukupnya sesuai apa yang diperlukan.

“jadi  harga naik, alhamdulilah hajak. Amun turun nyiur masih kawa jua manukar, luku? Kadang masih kawa juak manukar amas sagan bini, bujur kan? Jadi apapun nang dihadapi, sabar hajak, syukuri hajak. Insyaallah pasti ada jalannya, (jadi kalau harga naik, alhamdullah aja. Kalau panen kelapa, masih bisakan membeli? Jadi apapun yang dihadapi, sabar aja, syukuri aja. Insyaallah pasti ada jalannya. red). ” Ujar sang ustadz dengan penyampaian tutur bahasa banjar

“artinya apa?, ketika Allah memberikan kesulitan di situ ada kemudahan, jangan takut, Allah ada.” Tanamkan Sang Ustadz sembari juga berpesan jika terlalu disibukkan dan memikirkan dunia dan tidak mengkaji agama akibatnya akan memudahkan timbul rasa iri dengan orang lain, mudah sombong, mudah dendam dan mudah pemarah. Semuanya menurut Ustadz dikarenakan ilmu tauhid di dalam dada yang kosong.

Oleh karenanya Ustadz mengajak untuk selalu mengkaji ilmu di majelis-majelis ilmu.

Sementara itu, salah seorang warga yang menghadiri peringatan Isra Mikraj itu menyampaikan puji syukurnya dapat hadir dan mengikuti rangkaian peringatan Isra’ Mikraj ini. Selain menambah silaturhami menurutnya juga dapat mendengarkan tausiah sebagai bekal hidup.

“Mudah-mudahan kehadiran saya malam ini dapat menjadi berkah, terutama buat saya dan keluarga,” Ucap Puji Syukur Syahrul Badrin

Pegawai bagian Humas pada Sekretaris Daerah Pemkab Inhil ini berharap agar kegiatan serupa ini dapat terus berlanjut dan semoga akan menjadikan Inhil sebagai negri yang aman, adil, makmur dan mendapatkan berkat dan ampunan Allah. Do’anya mengakhiri./ Am




Terungkap, Myanmar Tipu Dunia soal Rohingya

SITTWE – Di atas kertas, Myanmar mengaku siap menerima kembali sekitar 700.000 warga Rohingya yang meninggalkan Negara Bagian Rakhine pasca kekerasan sektarian Agustus lalu.

Tapi, semua itu ternyata palsu. Selama sekitar sebulan terakhir, Myanmarjustru sibuk mengisi kampung-kampung Rohingya dengan pemukim dari Bangladesh.

Muing Swi Thwee, pejabat pemerintah Bangladesh, mengatakan bahwa 22 keluarga dari kawasan Hutan Sangu di Distrik Bandarban, Chittagong Division, Bangladesh, telah menyeberang ke Myanmar.

’’Mereka pindah sejak bulan lalu karena diiming-imingi makanan gratis dan lahan garapan oleh Myanmar,’’ katanya sebagaimana dilansir Al Jazeera Senin malam (2/4).

Pemerintah Myanmar, kabarnya, menjamin pasokan pangan untuk para pemukim asal Bangladesh itu selama 5–7 tahun. ’’Mereka juga ditawari kewarganegaraan,’’ imbuh Swi Thwee.

Tentu saja, laporan itu membuat Myanmar kebanjiran kritik dari masyarakat internasional. Sebab, selama berdekade-dekade tinggal di Rakhine, tidak ada seorang Rohingya pun yang diakui sebagai warga negara Myanmar.

Swi Thwee mengatakan, warga Bangladesh yang kini bermukim di Rakhine dan mendiami bekas desa Rohingya itu merupakan keturunan etnis Marma dan Mro. Rata-rata, mereka memeluk agama Buddha dan Kristen.

’’Mereka termakan bujuk rayu pemerintah Myanmar,’’ ujarnya.

Bagi masyarakat miskin di perbatasan Myanmar-Bangladesh, pangan dan papan gratis adalah tawaran yang tak mungkin bisa ditolak.

Selain itu, Rakhine bukan wilayah yang asing bagi kaum Marma dan Mro. Sebab, sebelumnya, pernah ada keturunan dua etnis Bangladesh itu yang hijrah ke Myanmar dan menetap di sana.

’’Karena keyakinan dan bahasa yang mereka gunakan sama dengan penduduk Myanmar di Rakhine, mereka bisa cepat berbaur dengan masyarakat setempat dan beradaptasi dengan lingkungan baru,’’ terang Swi Thwee.

Terpisah, dua pejabat Bangladesh melaporkan hal yang sama dengan Swi Thwee. Bahkan, catatan mereka menyebutkan bahwa jumlah penduduk Bangladesh yang pindah dan menghuni bekas desa Rohingya di Rakhine lebih banyak. Yakni 55 keluarga.

’’Mereka terus dibujuk oleh pemerintah Myanmar maupun warga setempat yang leluhurnya adalah orang Marma dan Mro,’’ kata Jahangir Alam, pejabat distrik setempat.

Proses itu, menurut Alam, memakan waktu sekitar satu bulan. Dan, kepindahan warga Bangladesh ke Myanmar itu tidak berjalan sekaligus. Melainkan bertahap.

Karena itulah, Swi Thwee dan Alam yakin skenario tersebut sudah disusun dengan sangat rapi oleh pemerintah Myanmar. Itu juga menjadi bukti kuat tentang upaya pemerintah Myanmar membersihkan wilayahnya dari Rohingya.

Sementara itu, dari Malaysia dilaporkan, penjaga pantai di Pulau Langkawi mencegat perahu yang mengangkut 56 warga Rohingya. Mereka bertolak dari Myanmar dan terdeteksi melintasi wilayah maritim Malaysia di sisi barat laut Langkawi.

sumber: jpnn.com

 




PPP Harap Permintaan Maaf Sukmawati Redam Tensi

Photo :
ANTARA Foto/Meli Pratiw

Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi menilai permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri atas pembacaan puisinya Ibu Indonesia merupakan hal bagus. Ia pun berharap bisa meredam konflik.

“Yang kita omongin kemarin sukma harus minta maaf untuk meredam kegaduhan ini. Karena gejolak dari Sukma menyampaikan itu gejolaknya luar biasa,” kata Baidowi saat dihubungi, Rabu 4 April 2018.

Adapun persoalan ini telah dibawa ke ranah hukum, menurutnya tak ada yang bisa mengintervensi aparat penegak hukum. Tapi paling tidak dengan permintaan maaf maka bobot kemarahan dan tensi mulai menurun.

“Kalau bagi kami masyarakat terdidik bisa memahami puisi yamg disampaikan Bu Sukma. Bahwa itu bagian dari kegelisahan. Karena orang Indonesia engga semua berpendidikan seperti kami. Banyak umat kami dipelosok yang tingkat pendidikannya masih rendah dan tidak mampu mencerna makna sesungguhnya karena mereka bukan budayawan,” kata Baidowi.

Ia menjelaskan puisi Sukma yang ditangkap secara ‘gelondongan’ pun bisa dianggap sebagai penistaan agama. Sehingga sebenarnya masyarakat juga tak bisa disalahkan.

“Kalau memang ngomong dengan kita ya bisa berpikir, berkontemplasi tapi masyarakat bawah engga bisa. Jadi masyarakat di bawah itu marah. Jadi ya minta maaf saja supaya kemarahan publik td melebar. Tapi beliau beranalogi ini Indonesia timur. Malah dijawab begitu masyarakat makin engga ngerti,” kata Baidowi.

Pasalnya, kondisi saat ini konteksnya sedang jelang pilkada. Sehingga bisa dikatakan situasi tak kondusif. “Meski tensi ngga tinggi tapi isu sektarian ini menguat ditambah dengan puisinya ibu Sukma,” lanjut dia.

Sumber: viva.co.id




Permintaan Maaf Lengkap Sukmawati ke Umat Islam

Photo :
REUTERS/Beawirtha

Jakarta – Putri Proklamator RI, Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, membuat heboh publik Tanah Air. Dia membaca puisi ‘Ibu Indonesia’ yang menyinggung-nyinggung syariat Islam, seperti azan dan cadar.

Banyak pihak mengecam tindakan Sukma tersebut. Ada pula yang menyarankannya segera meminta maaf. Bahkan sebagian dari mereka ada yang menempuh jalan hukum dengan melaporkan Sukmawati ke polisi atas dugaan penistaan agama.

Setelah banjir kecaman dan kritikan, Sukma akhirnya meminta maaf kepada umat Islam. Dengan diiringi air mata, dia menjelaskan bahwa apa yang dibaca hanya semata-mata terkait dengan budaya.

Kemudian, dia juga tidak memiliki niat menghina umat Islam Indonesia dengan puisi itu. Sukma bahkan menegaskan dirinya adalah seorang muslimah yang bangga akan keislamannya.

Berikut permintaan maaf Sukmawati secara lengkap:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sehubungan dengan dinamika dan pro kontra terkait dengan puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di ajang Indonesia Fashion Week 2018 yang ternyata telah memantik reaksi dari sebagian kalangan umat Islam Indonesia, dengan ini saya bermaksud untuk menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

  1. Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni cultural identity, yang mana semata mata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawan dan murni merupakan karya sastra Indonesia.
  2. Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya, putri seorang Proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi Assyaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh).
  3. Puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang saya tulis, yang menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinan saya tentang rasa wawasan kebangsaan dan saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli.
  4. Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan dari melalui “suara kebudayaan” sesuai dengan tema acara. Saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan sebagaimana cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbhinneka namun tetap tunggal ika.
  5. Namun karena karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khusus bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia.

Selain itu saya menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Aventie dan keluarga serta apresiasi dan terima kasih kepada sel fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif. Merdeka.

sumber: viva.co.id