Operasi Patuh 2018. Pengendara dan Penumpang Wajib Gunakan Helm

Tembilahan, detikriau.org – Terhitung sejak tanggal 26 April  – 9 Mei 2018 Kepolisian Resort Indragiri Hilir bersama dengan Satuan Kewilayahan Kepolisian di seluruh Indonesia akan menggelar Operasi Patuh.

Dalam operasi yang bersandikan Operasi Patuh Muara Takus 2018 ini, porsi penindakan dilakukan sebesar 70 persen dan 30 persen kegiatan preemtif dan preventif.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Indragiri Hilir AKP Aninditha Rizal, S.H., S.I.K., dalam Rapat Koordinasi Ekternal yang dipimpin oleh Wakapolres Indragiri Hilir KOMPOL Ari Kartika Bhakti, S.I.K., di Ruang Tri Brata Polres Indragiri  Hilir, Jumat, 20/4/2018. Rapat ini juga dihadiri oleh PJU Polres Indragiri Hilir, perwakilan instansi dan stake holder terkait antara lain dari Kodim 0314/Inhil, Sub Den Pom I/3-2 Tembilahan, Dishub, Disdik, Dinkes, Dis PUPR, Sat Pol PP dan Jasa Raharja.

“Setiap pelanggaran yang ditemukan, akan dilakukan penindakan dengan tilang.” Sampaikan AKP Aninditha

Diterangkannya, Target dari Operasi Patuh adalah orang, benda, lokasi dan kegiatan, dengan prioritas penindakan adalah helm, berboncengan lebih dari satu, melawan arus, mengemudikan kendaraan dalam kondisi mabuk, safety belt, dan pengemudi anak di bawah umur.

Khusus untuk pemakaian helm, pada operasi tahun ini, pengendara dan penumpang sepeda motor, diwajibkan memakai helm. Untuk itu, Sat Lantas akan memasang spanduk himbauan, dibeberapa tempat strategis di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Terkait dengan seringnya ditemukan adanya pengendara di bawah umur, sayameminta kepada Disdik, untuk bisa menyurati Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir guna mencegah anak – anak di bawah umur memakai kendaraan bermotor, karena selain membahayakan diri sendiri, juga membahayakan pemakai jalan lain.” Tambahkan AKP Aninditha

Sebelumnya, Wakapolres mengajak instansi terkait untuk menyampaikan kepada personel dan pegawai yang ada di dinas masing – masing, tentang pelaksanaan Operasi Patuh Muara Takus 2018 ini. Wakapolres juga menghimbau stake holder terkait, untuk  dapat menyukseskan jalannya operasi ini dengan terlebih dahulu melengkapi kendaraan bermotornya, dengan kelengkapan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku./ Ikhwan




Pjs Bupati Inhil Buka Perjusami Kwartir Ranting Kemuning

Kemuning, detikriau.org – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Rudiyanto membuka Perkemahan jumat sabtu minggu (perjusami) Kwartir Ranting kec. Kemuning, Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil yg dilaksanakan di Work Shop UPT Dinas PU kec. Kemuning, Kamis (19/04/2018).

Dalam arahannya bupati inhil yg bertindak sebagai irup upacara pembukaan menyampaikan rasa bangganya kepada para peserta yg berasal dr perwakilan sekolah sekolah di wilayah kec. Kemuning.

Pjs Bupati jg berharap dengan diadakannya kegiatan Perjusami tersebut, siswa – siswi peserta perjusami dapat menanamkan disiplin diri, menghormati orang tua dan guru seperti yang diajarkan oleh para pendahulu.

“Kegiatan ini akan kita terus tingkatkan, dimana kita sama-sama tahu, bahwa organisasi kepramukaan ini adalah organisasi tertua yang ada di Indonesia. Dimana, dalam organisasi kepramukaan, salah satunya kita diajarkan untuk Disiplin diri pribadi, menghormati orang tua guru dan lain2,” ucapnya.

Ia jg berharap organisasi pramuka sebagai pihak penyelenggara dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas kegiatan serupa ujar Rudiyanto mentup sambutannya.

Usai membuka kegiatan, Pjs Bupati bersama camat dan upika jg berkesempatan mengunjungi dan meninjau tenda tenda peserta perkemahan./adv




Antusias Warga Palestina Sambut Beras ‘Cinta’ dari Indonesia

Bendera Merah Putih berkibar megah di Tanah Syam. Kibarannya seperti mengikuti irama lagu Indonesia Raya yang terdengar bergemuruh, meski hanya keluar dari pengeras suara kecil di pinggir panggung. Rabu (18/4), lebih dari 600 orang warga Gaza, yang berada di gudang beras Indonesia Humanitarian Center (IHC) itu, bangun dari duduknya dan berdiri khidmat mendengarkan.

Tiga anak Pramuka Palestina tegak memberi hormat, usai mengerek Merah Putih. Ini pemandangan tak biasa. Benderanya dan lagunya berasal dari bangsa lain, tapi mereka seperti menghormati bendera negaranya sendiri.

Penuh takzim, mereka menghayati betul suasananya. Ini terlihat dari raut-raut mereka yang berdiri di bawah maupun di atas panggung. Tersirat rasa syukur dan rindu berjumpa saudara-saudaranya yang berada jauh dan tak pernah mereka temui sebelumnya. Ribuan kilometer jarak terasa dekat, semua perbedaan yang ada menguap seketika. Sekali lagi, persaudaraan antara Indonesia dan Palestina tertancap kuat dan tanpa sekat.

Tepat pukul 13.30 waktu Gaza, masyarakat Gaza menyaksikan bukti kekuatan tekad dan ukhuwah.  Mereka menyaksikan sesuatu yang sebelumnya disangsikan banyak orang. Mana bisa ACT kirim beras ke Gaza? Tidak mungkin.Memangnya gampang?

Pertanyaan-pertanyaan dan sindirian seperti itu banyak ACT dapatkan dari banyak pihak di Indonesia maupun dari negara lain. Begitu juga mitra ACT di Gaza selama proses pengurusan Kapal Kemanusiaan Palestina ini berjalan.

Begitu mereka mendengar bukti cinta itu tiba di Gaza, orang-orang itupun terdiam dan ikut tergugah hingga tersadar bahwa tak ada yang tak mungkin. Jika Allah berkehendak memeluk mimpi-mimpi mereka yang benar-benar diperjuangkan, maka sekejap pun terjadi. Bayangan paling pahit tentang prosesnya, sama sekali tak terjadi.

“Hari ini adalah hari bersejarah. Hari ini secara resmi beras dari Rakyat Indonesia diterima oleh masyarakat Gaza Palestina untuk pertama kalinya,” kata Muhammad Najjar, mitra ACT di Gaza, yang sangat antusias menyambut dan berkomitmen pada proyek beras Palestina ini di Gaza.

“Sebelumnya, semua orang pesimis dan tak percaya bahwa kita akan berhasil membawa masuk 2.000 ton beras ke Gaza. Segudang pertanyaan bernada meragukan juga berdatangan di sini. Ada juga yang menyayangkan, mengapa beras itu tidak diupayakan saja dari dalam sini (Gaza),” imbuh Najjar.

Sepanjang itu pula ia coba menjelaskan mengapa proyek ini menjadi sangat penting tidak hanya untuk Indonesia dan Palestina, namun juga untuk dunia. Ia paparkan kepada siapa saja yang bersedia mendengar, bahwa substansi dari proyek kemanusiaan ini bukan dari jumlah berasnya tapi justru pesan yang dibawa bersama datangnya beras hingga ke Tanah Syam.

Beras ini, katanya, adalah simbol kuat pesan kemanusiaan. Beras ini adalah pesan tulus untuk masyarakat Gaza dari Indonesia. Beras ini adalah pesan dari masyarakat miskin untuk saudara-saudaranya yang juga miskin di belahan dunia yang lain.

“Kapal Kemanusiaan Palestina yang membawa beras Indonesia ini membawa pesan kepada dunia bahwa siapapun bisa berbuat sesuatu untuk siapapun. Indonesia membuktikan itu. Kapal ini adalah Pesan Cinta dari sesama manusia,” tegas Najjar.

 

Sejak tuntas pengirimannya hingga masuk ke gudang IHC di Gaza, acara seremoni serah terima dan distribusi beras segera dirancang. Rabu (18/4), seremoni serah terima beras ini berjalan lancar dan sangat baik.

Panggung dan kursi disiapkan dan dijejer sempurna. Bunga-bunga menghiasi lokasi acara dan jalan masuk. Sementara hadiah-hadiah yang terbungkus rapi sudah siap menunggu anak-anak Gaza yang akan hadir di seremoni. Makan siang yang sedap sudah tersaji.

Para undangan mulai berdatangan sejak 13.30 waktu Gaza. Saat semua tamu VIP sudah hadir, acara pun dimulai dengan lantunan indah kalamullah. Hadir dalam seremoni ini para umara di Gaza seperti Rektor Universitas Al-Aqsa dan mantan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Kamal Ishrafy, Direktur Departemen NGO dari Kementerian Sosial Mr. Mohammed Alnaffar, Aktivis dan Tokoh Masyarakat dari Khanyounis Dr. Adnan Alrantisi serta Wakil Rektor Universitas Al-Aqsa Dr. Faiak Alnaook.

Sementara perwakilan ulama Gaza hadir pula Syekkh Khader Alshonat (Manajer Dar Quran), Syekh Khamees Mohra (anggota Komite Reformasi Gaza), Syekh Mohammed Alnooq, Syekh Ismael Albatsh, Shaik Mohammed Abu Elhosna dan Syekh Saed Alqanoo. Selain itu, hadir juga perwakilan dari NGO-NGO lokal Gaza serta keluarga yatim.

Secara umum, para undangan mengekspresikan perasaan bangganya. Mereka berterima kasih tak terhingga kepada masyarakat Indonesia serta kepada panitia yang ada di Gaza, sehingga beras Indonesia ini dapat sampai ke tanah Syam.

Selain beberapa pengantar yang disampaikan oleh para undangan, ada juga hiburan yang ditampilkan oleh dua anak perempuan yang membacakan puisinya dengan penuh penghayatan. Serah terima beras dari Indonesia untuk warga Gaza secara simbolik berlangsung anak-anak dari keluarga para syuhada. Keriaan di sore hari itu pun ditutup dengan makan bersama.

 

*General Manager Media Network Development ACT

sumber: republika




Usai Ditangkap, Harimau Bonita Dievakuasi ke Dharmasaraya

PEKANBARU — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) bernama Bonita  telah berhasil ditembak bius dan ditangkap tim gabungan. Jumat (20/4) malam ini, Bonita langsung di evakuasi ke Dharmasaraya, Sumatra Barat.

“Malam ini langsung menuju pusat rehabilitasi harimau di Dharmasaraya Sumatra Barat,” kata Kepala BBSKDA Riau, Suharyono di Pekanbaru, Jumat.

Suharyono mengatakan, tim gabungan terdiri dari TNI, Polri dan BBKSDA Riau membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengevakuasi Bonita karena medan yang ditempuh cukup sulit. Tim harus beberapa kali menyeberang sungai dari lokasi penangkapan di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir hingga akhirnya sampai ke Kota Rengat, Indragiri Hulu, Riau.

“Malam ini saya langsung meluncur ke lapangan untuk memantau evakuasi harimau,” ucapnya.

Setiba di Rengat, Bonita yang setelah ditembak bius dan ditempatkan di dalam kerangkeng besi tersebut langsung dibawa ke Sumatra Barat melalui jalur darat. Dia mengatakan, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait penangkapan tersebut malam ini. Namun, Suharyono mengatakan pihaknya akan memberikan keterangan resmi bersama dengan Dirjen KSDAE Ir Wiratno, Sabtu pagi (21/4) besok.

Sebelumnya, diberitakan tim gabungan BBKSDA Riau, TNI dan Polres Indragiri Hilir berhasil menembak bius Bonita. Satwa dilindungi itu ditembak bius dan ditangkap pada Jumat pagi tadi sekitar pukul 06.50 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Roni Putra mengatakan, Bonita ditangkap di Kecamatan Pelangiran, tepatnya areal perkebunan PT Tabung Haji Indo Plantation. Lokasi itu yang selama ini menjadi areal jelajah satwa dilindungi tersebut dan menerkam dua warga, termasuk salah satu di antaranya karyawan perusahaan asal Malaysia itu hingga tewas Januari 2018 lalu.

Bonita, diperkirakan berusia 4 tahun dalam empat bulan terakhir berkeliaran di areal permukiman warga dan perkebunan sawit PT THIP. Jumiati, menjadi korban pertama yang meninggal pada awal Januari 2018. Perempuan berusia 33 tahun tersebut diserang Bonita saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Indragiri Hilir.

Terakhir, Yusri Efendi (34) meregang nyawa di desa yang sama, namun berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi tewasnya Jumiati. Dua kejadian tersebut berakibat pada kemarahan warga.

sumber: Antara/republika




Adik dihamili, RH Bakar Rumah Orang Tua Pelaku

gambar ilustrasi

Tembilahan, detikriau.org –  Satreskrim Polres Indragiri Hilir meringkus, RH (18 ) warga Jalan Prof M Yamin Tembilahan, jum’at (20/4/2018) sekira pukul 13.00 Wib. Buruh bangunan ini dilaporkan ke Polisi dengan tuduhan tindak pidana pembakaran rumah pelapor, Kam (60).

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kasat Reskrim AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K menerangkan, kronologis kejadian bermula pada selasa (10/4/2018) sekira pukul 23.30 Wib.

Mulanya, RH mendatangi rumah Kam dengan maksud mencari keberadaa Y alias A. namun hanya berhasil di temui istrinya Y bernama R (17) dan mengaku tidak tahu dimana keberadaan suaminya. RH selanjutnya mendatangi rumah abang kandung Y bernama M (24) juga di jalan Prof M Yamin. Namun sama, M pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Y alias A.

Usaha gagal, RH meradang. Dengan membawa sebotol bensin, RH menuju kembali kerumah Kam, masuk kerumah, menyiram bensin dan membakar bagian pintu kamar, lemari pakaian, dan bagian lantai.

Tersangka pergi meninggalkan rumah tersebut disaat api masih menyala. R yang hanya seorang diri, ia berupaya memadamkan api. Walaupun sempat membakar dinding rumah, pintu lemari, gorden dan barang lainnya namun api berhasil dipadamkan.

“Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materi, karena ada beberapa barang yang tidak dapat dipakai lagi dan melaporkannya kepada Polisi.” Ujar AKP M Adhi

Hasil pemeriksaan awal tersangka mengakui sengaja membakar rumah pelapor, karena kesal tidak berhasil mencari anak pelapor yang bernama Y.

Lelaki yang saat ini juga telah terjadi tersangka itu, menghamili adik tersangka yang bernama Bunga (14), tapi tak mau bertanggung jawab.

“RH disangkakan dengan bunyi Pasal 187 KUHP, tentang tindak pidana pembakaran, dengan ancaman penjara selama 12 tahun”, tutup AKP Adhi./dro




Ditembak Bius, Harimau “Bonita” Akhirnya Berhasil Di Kerangkeng

Tembilahan, detikriau.org – “bonita” harimau pemangsa dua manusia di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya berhasil ditangkap. Harimau Sumatra ini rubuh sekira satu kilo meter lebih dari tempat awal di tembak bius.

Keberhasilan penangkapan harimau betina yang memantik perhatian dunia itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., Jumat, 20/4/2018. Didampingi oleh Wakapolres Indragiri Hilir KOMPOL ARI KARTIKA BHAKTI, S.I.K., dan Kapolsek Pelangiran IPTU Muhammad Rafi, mantan Kapolres Manokwari itu menceritakan perjuangan Tim Terpadu dari Polres Indragiri Hilir, Kodim 0314/Inhil, BBKSDA Riau, WWF, dibantu oleh animal communicator seorang Bule cantik asal Kanada, Shakti Wolvers Teeg

Bonita berhasil ditembak bius di Blok 79 Afdling IV Kebun Eboni PT. THIP Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir. Namun proses evakuasi selanjutnya menjadi lebih sulit, karena Bonita tidak langsung pingsan setelah ditembak dan kondisi cuaca dalam keadaan hujan lebat. Tim harus sangat berhati – hati mengikuti pergerakan Bonita dengan riwayat keganasan yang sudah diukirnya. Satu kilo lebih dari tempat penembakan, akhirnya harimau betina, yang telah menelan 2 orang korban jiwa itu, tumbang karena pengaruh bius.

“Saat ini proses evakuasi masih berlangsung”, tutup AKBP Christian Rony./ dro