LET’S SAVE PALESTINE

Blokade Israel atas Gaza yang telah berlangsung selama sekitar 11 tahun telah melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan kota Gaza. Akses menuju dan keluar Gaza ditutup rapat-rapat. Isolasi masif tersebut sepenuhnya menutup mobilisasi warga Gaza untuk mengakses kesehatan, pendidikan, serta berniaga. Ketika agresi militer pecah pada 2014, krisis kemanusiaan di Gaza mencapai titik klimaksnya. Walaupun gencatan senjata telah disepakati, kondisi Gaza tak kunjung membaik. Sistem ekonomi dan infrastruktur masih lumpuh. Setidaknya 75 ribu pengungsi belum bisa kembali ke rumah mereka yang kini rusak parah dan terbengkalai.

Sementara itu, angka pengangguran dan kemiskinan terus menanjak. Pada Desember 2016 lalu, Jamal Alkhoudary, salah satu anggota parlemen Palestina mengungkapkan, 80% dari sekitar 2 juta penduduk Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Di sisi lain, 60% pemuda di sana terpaksa menganggur karena minimnya lahan pekerjaan. Dengan kondisi seperti ini, harga kebutuhan pokok kian tak terjangkau publik. Biro Pusat Statistik Palestina menyebutkan, 80% warga Gaza pra-sejahtera tersebut tak punya pilihan lain selain bergantung pada bantuan kemanusiaan. PBB dengan gamblang bahkan mengatakan, jika kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan Gaza akan lumpuh total pada 2020.

Bukan hanya Gaza, kawasan Tepi Barat Palestina mendapat pula diskriminasi yang tidak jauh berbeda. Tepi Barat dan Jalur Gaza bersama-sama merupakan Teritorial Pendudukan Palestina (OPT), yang telah berada di bawah pendudukan militer Israel sejak Juni 1967. Luas kawasan Tepi Barat sejak tahun 1967 terus menyusut akibat adanya pengusiran terhadap warga Palestina guna dijadikan pemukiman-pemukiman Yahudi. Pada tahun 2003, Israel mulai membuat Dinding Pemisahan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Sekitar 85 persen dari total panjang rute yang diproyeksikan terletak di dalam wilayah OPT.

Sejak tahun 2009, Aksi Cepat Tanggap mewakili bangsa Indonesia sudah hadir membersamai warga Palestina dengan berbagai aksi dan program. Berbagai program berkelanjutan ACT hasil kolaborasi dengan berbagai mitra, hingga saat ini alhamdulillah masih terus berjalan. Diantaranya adalah Mobile Water Tank dan Waterwell (sumur air) yang dibangun di Jabalia Utara. Kemudian pemberian generator listrik beserta bahan bakar solar dalam beberapa tahap untuk pemukiman, klinik kesehatan, dan sekolah. ACT juga telah mengembalikan penghidupan masyarakat Gaza melalui pembuatan peternakan ayam dan pembuatan kapal nelayan.

Dalam bidang kesehatan ACT setiap tahunnya secara bertahap menyalurkan amanah rakyat Indonesia dalam bentuk pembangunan klinik kesehatan, pemberian mobil ambulans, peralatan medis, kursi roda, hingga bantuan persalinan untuk kaum hawa di Gaza. Setiap tahunnya dalam beberapa periode ACT juga mengimplementasikan donasi dari Indonesia guna memenuhi kebutuhan dasar pangan masyarakat Palestina. Diantaranya merupakan pemberian paket pangan berisi sembako, pembagian daging qurban, distribusi tepung gandum, bingkisan lebaran, dan pembagian ifhtor siap saji pada bulan Ramadhan.

Penghujung April 2017 lalu, ACT melansir program Humanity Card. Kartu kecil seukuran KTP yang berisi saldo layaknya ATM guna dibelanjakan penerima manfaat pada beberapa minimarket mitra ACT. Secara berkala, para pengungsi palestina mendatangi dua minimarket di Gaza Tengah dan Khan Younis. Umumnya, mereka membeli kebutuhan pangan seperti minyak goreng, beras, gandum, gula, susu, sayur-mayur segar, dan sebagainya. Mereka tak lagi harus berjibaku dengan harga barang belanjaan. Cukup serahkan kartu mungil biru yang telah terisi saldo belanja kepada kasir minimarket, mereka dapat menebus sembako yang mereka beli.

Mari, bantu ringankan penderitaan saudara-saudara di Palestina dengan do’a tertulus dan bantuan terbaik kita. Salurkan donasi Anda melalui rekening berikut:
Bank Syariah Mandiri 101 000 5557
Bank Mandiri 128 000 4593 338
Bank Central Asia 676 030 0860
BNI Syariah 009 611 0239
Atas nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap

Kunjungi website https://act.id/palestina/ untuk informasi selengkapnya.




Konsumsi Ikan Berlemak Turunkan Risiko Penyakit Jantung

HELSINKI — Mengonsumsi ikan berlemak secara rutin, setidaknya empat kali dalam sepekan, diklaim bisa meningkatkan jumlah kolesterol baik dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Hal ini berdasarkan temuan dari tim peneliti Universitas Eastern of Finland.

Hasil penelitian itu menunjukkan, lemak ikan dapat meningkatkan ukuran dan komposisi lipid pada partikel High-Density Lipoprotein (HDL), atau yang biasa dikenal sebagai kolesterol baik, pada pasien dengan ganggunan metabolisme glukosa. Tidak hanya itu, konsumsi 30 mililiter (ml) minyak Camelina, yang memiliki kandungan asam Alpha-Linolenic tinggi, bisa menurunkan jumlah partikel Intermediate-Density Lipoprotein (IDL). Minyak Camelina diketahui termasuk dalam asam lemak Omega-3.

IDL merupakan bentuk awal dari Low-Density Lipoprotein (LDL), yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat dan menjadi salah satu penyebab penyakit jantung. Penelitian sebelumnya juga menunjukan, asam lemak Omega-3 pada ikan memiliki efek yang cukup baik terhadap komposisi dan ukurang Lipoprotein.

”Dua perubahan ini, komposisi dan ukuran Lipoprotein, dapat membantu menurunkan risiko munculnya penyakit jantung,” tulis hasil penelitian tersebut, seperti dikutip Indian Express.

Hasil penelitian telah dimuat di jurnal kesehatan, Molecular and Food Research. Dalam studi tersebut, tim peneliti melakukan pengamatan terhadap 100 orang Finlandia, baik pria dan wanita berusia antara 40 hingga 72 tahun, yang mengalami gangguan metabolisme glukosa. Partisipan dalam studi tersebut dibagi menjadi empat kelompok.

Pada kelompok pertama, partisipan diberikan Minyak Camelina. Kemudian kelompok kedua diberikan asupan lemak ikan. Sedangkan, pada kelompok ketiga mendapatkan makanan tambahan berupa ikan tanpa lemak, dan kelompok terakhir tidak mendapatkan asupan tambahan. Waktu penelitian ini berjalan selama 12 pekan. Hasilnya, kelompok pertama dan kedua memiliki tingkat kolesterol HDL yang tinggi dan tingkat kolesterol IDL yang rendah. ”Sementara dua kelompok terakhir tidak mengalami perubahan dalam hal ukuran dan komposisi partikel Lipoprotein dalam tubuh mereka,” tulis keterangan di penelitian tersebut.

Beberapa jenis ikan berlemak adalah salmon, makerel, sarden, ikan herring, trout, anchovy, ikan lele, dan udang.

sumber: republika




Camat Mandah Tutup Resmi Kegiatan MTQ Ke 41 Desa Bakau Aceh

Mandah, detikriau.org – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran ( MTQ) ke 41 Tingkat Desa Bakau Aceh Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir di Dusun tiga Sabak Terusan yang berlangsung dari 14 april 2018 resmi di ditutup, kamis malam (18/4/2018).

Acara penutupan dihadiri Camat Kecamatan Mandah, H. Junaidi, S.Sos M.Si.

Pada sambutannya Camat mengakpresiasi serta mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada panitia, Kepala Desa beserta jajarannya, serta masyarakat yang telah ikut dalam pelaksanaan MTQ ke 41 di Dusun Tiga Sabak.

“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Mandah mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima-kasih kepada panitia, kepala Desa dan seluruh masyarakat Dusun Sabak Terusan yang ikut berpatrisipasi sukseskan kegiatan MTQ ini” Ucap Camat.

Dengan Adanya kegiatan MTQ tersebut Camat mengimbau agar masyarakat semakin menggemari kegiatan-kegiatan religius yang nantinya akan menghasilkan generasi yang cemerlang dan gemilang dalam meningkatkan ukwah islamiah khususnya dikecamatan mandah dan umumnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk itu Camat mengharapkan dengan MTQ tersebut bisa melahirkan Qori dan Qoriah khususnya bagi Generasi muda, Putra-Putri terbaik di Desa bakau Aceh untuk bisa megharumkan nama daerah dari tingkat Desa, kecamatan khususnya di kecamatan Mandah.

Kegiatan MTQ ke 41 dijuarai oleh perwakilan dari RT 7 Desa Bakau Aceh, penyerahan hadiah langsung diberikan Oleh Camat Mandah, H. Junaidi, S.Sos M.Si./ rul




Said Syarifuddin Lantik Kepengurusan HNSI Tanah Merah

Tanah Merah, detikriau.org – Pengurus Ranting Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Tanah Merah resmi terbentuk seusai dilakukannya pelantikan terhadap belasan fungsionaris oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Said Syarifuddin, Sabtu (21/4/2018) siang.

Peresmian pembentukan Pengurus Ranting HNSI Kecamatan Tanah Merah masa bakti 2018 – 2023 ditandai dengan pembacaan serta penandatanganan Naskah Pelantikan dan penyerahan Bendera Pataka oleh Ketua DPC HNSI Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin kepada Ketua Pengurus Ranting HNSI Kecamatan Tanah Merah, Yusuf Azis.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin yang hadir juga dalam kapasitas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil menyebutkan, tujuan dibentuknya HNSI adalah sebagai wadah untuk menampung aspirasi para nelayan.

“Meski kita bukan pengambil kebijakan, namun aspirasi yang ditampung melalui HNSI bisa kita rekomendasikan kepada pihak Pemerintah selaku pengambil kebijakan,” tukas Ketua DPC HNSI, H Said Syarifuddin dalam sambutannya di Aula Kantor Camat Tanah Merah, Kuala Enok.

Melalui kebijakan yang diambil, maka dikatakan H Said Syarifuddin, kemaslahatan yang bermuara pada kesejahteraan para nelayan akan dapat tercapai. Adanya kesejahteraan diyakini akan memberi imbas positif terhadap daerah bahkan negara. Hal ini, lanjutnya, telah sesuai dengan tag line HNSI, yakni ‘Nelayan Sejahtera, Negara Kuat’.

“Kita Ketahui bahwa Inhil merupakan daerah yang berada di kawasan pesisir. Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Lebih lagi Tanah Merah yang berbatasan langsung dengan lautan. Maka, akan sangat tepat bila Inhil, dalam hal ini Tanah Merah membentuk HNSI,” jelas H Said Syarifuddin.

Sebagaimana tujuan pembentukan HNSI, H Said Syarifuddin berharap agar HNSI Kecamatan Tanah Merah dapat berperan aktif dalam menghimpun aspirasi nelayan setempat.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara HNSI Kecamatan Tanah Merah dengan Ketua HNSI Kabupaten Inhil serta jajaran pengurus lainnya.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Inhil, H Mukhtar T, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Inhil, Ahmad Ramani, Sekretaris Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Inhil, Andrismar dan Camat Tanah Merah, Yuliargo serta sejumlah pengurus DPC HNSI Kabupaten Inhil./rls




Lantik IKA – UR Tanah Merah. Said Syarifuddin Minta Alumni Sebarkan Keunggulan Universitas Riau

“Secara Nasional, Universitas Riau Berada di Peringkat Terbaik ke–20”

Tanah Merah, detikriau.org – Kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Riau (IKA – UR) Kecamatan Tanah Merah masa bakti 2018 – 2022 resmi dilantik. Ketua IKA – UR Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin meminta para alumni menyebarluaskan informasi tentang keunggulan Universitas Riau (UR) kepada  bakal calon mahasiswa.

Menurut Ketua IKA – UR, H Said Syarifuddin yang hadir juga dalam kapasitas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Universitas Riau merupakan Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Provinsi Riau. Bahkan, secara Nasional, Universitas Riau berada pada urutan terbaik ke – 20.

“Keunggulan seperti inilah yang dapat kita sebarluaskan selaku alumni kepada para bakal calon mahasiswa, anak – anak kita yang baru lulus SMA,” ujar H Said Syarifuddin di Aula Kantor Camat Tanah Merah, Sabtu (21/4/2018) siang.

H Said Syarifuddin mengungkapkan, selama ini, Universitas Riau telah banyak melahirkan lulusan yang sukses berkiprah, baik di dalam Pemerintahan maupun di sektor swasta.

“Tidak mengherankan telah banyak lulusan yang dilahirkan Universitas Riau. Sebab, Universitas Riau merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang tertua di Kabupaten Inhil,” tandas Ketua IKA – UR Kabupaten Inhil ini.

Ketua IKA – UR Kecamatan Tanah Merah, Ali Thamrin dalam sambutannya mengharapkan, kegiatan pelantikan tidak hanya menjadi sebatas kegiatan seremonial belaka tanpa adanya kerja nyata atas program – program yang digagas bersama.

“Kami seluruh pengurus IKA – UR Kecamatan Tanah Merah mengaku siap untuk dilibatkan dalam setiap kegiatan keorganisasian sebagai realisasi dari program – program yang telah dirumuskan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Ahmad Ramani, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Inhil, H Mukhtar T, Sekretaris Badan Perencanaan Daerah, Andrismar serta sejumlah pengurus IKA – UR Kabupaten Inhil.

Dihadiri oleh Dua Pejabat Sekda yakni, Sekda Inhil, Syaid Syarifuddin dan Sekda Kuansing, Dianto Mampanini

Terdapat keistimewaan dalam kegiatan pelantikan Kepengurusan IKA – UR Kecamatan Tanah Merah. Sebab, pada prosesi pelantikan, hadir 2 (Dua) orang Sekretaris Daerah sekaligus.

Kedua Sekretaris Daerah tersebut adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Dianto Mampanini yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris IKA – UR Kabupaten Inhil.

Kebahagiaan bercampur haru tercipta pada kegiatan pelantikan manakala Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Dianto Mampanini mengucapkan salam perpisahan kepada segenap hadirin.

“Inhil adalah kampung Saya meski Saya lahir di Pangean, Kuantan Singingi dan besar di Pekanbaru. Saya ucapkan terima kasih kepada segenap warga Inhil dan maaf atas segala kesalahan,” tukas Dianto Mampanini./Adv




Ucapan Selamat Hari Kartini 2018