Lomba Sampan Selodang, Warisan Budaya Yang Kaya Akan Nilai Filosofis

Tembilahan, detikriau.org – Memeriahkan peringatan Milad Kecamatan Gaung Ke – 22, Pemerintah Kecamatan Gaung dan masyarakat setempat selenggarakan Lomba Sampan Selodang. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin, Lomba Sampan Selodang merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai – nilai filosofis.

“Terdapat sportifitas, kegigihan, kejujuran dan persaudaraan, nilai-nilai ini yang harus terus kita jaga dan kita pertahankan dalam perlombaan sampan selodang,” papar Sekda mengomentari ajang yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan Gaung ini, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, kearifan lokal seperti ini, jika mampu dikemas secara baik dan menarik, bukan tidak mungkin suatu saat akan menjadi sebuah even wisata tradisional yang akan dikenal di tingkat nasional.

“Pelestarian budaya dan kearifan lokal sudah sepatutnya dilakukan di tengah gempuran dan gerusan modernisasi. Langlah konkret pelestarian tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui kegiatan lomba sampan selodang,” kata Sekda.

Sementara itu, Camat Gaung, H Nurmansyah AR SSos mengatakan, partisipasi lomba sampan selodang tahun ini sangat luar biasa. Perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Inhil juga dinilai cukup mengagumkan.

“Berkat bantuan dari Pemkab Inhil melalui Disparporabud kami dapat membeli seekor sapi untuk hadiah juara 1, 2 ekor kambing untuk juara 2, dan 1 ekor kambing untuk juara 3,” ungkapnya.

Nurmansyah berharap agar Pemerintah Kabupaten dapat memberi perhatian lebih untuk menjadikan Lomba Sampan Selodang ini menjadi salah satu wisata budaya Kabupaten Inhil.

“Tujuannya selain untuk menyemarakkan, perlombaan sampan selodang diselenggarakan untuk melestarikan budaya lokal,” jelas Nurmansyah.

Ajang Lomba Sampan Selodang dibuka oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Said Syarifuddin SE MP MSn, di Pelabuhan Kuala Lahang.

Pada kesempatan itu, Sekda didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Inhil Junaidy SSos MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil H Mukhtar T MH, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin SKM MKes, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil Drs Nursal MSi, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil Zul Irma Indra, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Penataan dan Kerjasama (Litbang-PK) Bappeda Inhil Afarahim, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Edisman.

Tidak hanya jajaran Pemerintah saja yang menghadiri even tersebut, ratusan masyarakat yang turut hadir tampak antusias memberi dukungan dan semangat kepada para peserta lomba.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Suprihanto SS SPd, peserta yang mengikuti lomba tahun ini mengalami peningkatan. Dia mengungkapkan, dari 16 Desa dan Kelurahan di Kecamatan Gaung, terdapat 15 Desa dan Kelurahan yang berpartisipasi.

“Kalau bisa acara ini jangan dilaksanakan di Gaung saja. Tapi bisa dilaksanakan di tingkat kabupaten agar dapat diikuti seluruh kecamatan di Inhil,” harapnya.

Lomba dimenangkan oleh Kelurahan Kuala Lahang, diikuti Desa Sungai Baru, Desa Jerambang, dan Desa Teluk Merbau harus puas pada posisi ke 4. Lurah kuala Lahang, Sabar Muzazin merasa bersyukur dan bangga atas keberhasilan Kelurahan Kuala Lahang menjadi juara lomba tersebut.

“Terimakasih atas kekompakan dan kerja keras tim pemain sehingga kita mencapai juara 1 tingkat Kecamatan Gaung,” tukasnya./diskominfops_inhil/ikhwan/adv




Sekda Inhil, Said Syarifuddin Hadiri Istighotsah di Kecamatan Gaung

Tembilahan, detikriau.org — Dalam rangka memperingati Milad ke-22, Pemerintah Kecamatan Gaung beserta masyarakat menggelar Istighotsah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kamis (26/4).

Bertempat di Mesjid Raya Biturrahman Kelurahan Kuala Lahang, acara dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Said Syarifuddin SE MP MSn, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga dan Kebudayaan Inhil Junaidy SSos MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil H Mukhtar T MH, Kepala Dinas Kesehatan Inhil H Zainal Arifin SKM MKes, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Inhil Drs Nursal MSi, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil Zul Irma Indra, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Penataan dan Kerjasama (Litbang-PK) Bappeda Inhil Afarahim, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Edisman.

Pada kesempatan itu, turut hadir Camat Gaung H Nurmansyah AR SSos, Unsur Forkopimcam Gaung, Ustadzah Nurhidayah selaku penceramah, tokoh agama, tokoh masyarakat, siswa-siswi kecamatan Gaung, masyarakat setempat, dan para undangan.

Camat Gaung mengatakan bahwa istighotsah merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Milad Kecamatan Gaung yang telah dimulai sejak tahun 2010. Ia berterimakasih kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Inhil yang menyediakan waktu untuk hadir di acara tersebut. “Semoga pemimpin-pemimpin negeri kita mendapat limpahan nikmat barokah serta lindungan dari Allah. Sehat dan dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari. Terimakasih kepada masyarakat yang menghadiri acara ini. Mudah-mudahan di antara kita ada yang makbul doanya sehingga dikabulkan Allah SWT,” ujarnya.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Sekda Inhil menyerahkan Al Quran kepada perwakilan dari Mesjid yang mendapat bantuan pengadaan Al Quran. Selaku Pemerintah Kabupaten Inhil, ia memberi apresiasi atas pelaksanaan kegiatan religi ini.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyambut baik sekaligus mendukung diselenggarakannya acara istighosah dalam rangka Milad Kecamatan Gaung ke-22  ini. Saya berharap melalui kegiatan yang sangat positif dan mengandung nilai-nilai Islam ini, selain kita bisa bersyukur dan memohon pertolongan kepada Allah SWT, kita juga bisa bermuhasabah, lalu berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri dengan tujuan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bertakwa. Selain itu harapan saya,  semoga dengan adanya kegiatan ini, silaturahmi di antara kita terjalin semakin baik dan erat sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Menurutnya, istighotsah ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan di bidang keagamaan. Ia menyebutkan keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak termasuk masyarakat Kecamatan Gaung. “Oleh sebab itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan masyarakat Kecamatan Gaung serta semua pihak yang telah mendukung dan turut membantu menyukseskan jalannya pembangunan keagamaan di kecamatan ini. Saya berharap hasil dari kegiatan pembangunan ini dapat dimanfaatkan, dijaga serta dipelihara dengan sebaik-baiknya, sehingga kedepan dapat terus memberikan pengaruh positif dan manfaat signifikan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  kemajuan daerah ini. Semoga kegiatan pembangunan yang telah kita laksanakan ini juga bernilai ibadah serta diridhoi dan diberkahi oleh Allah SWT. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong marilah kita membangun Kabupaten Indragiri Hilir, Negeri Seribu Parit yang kita cintai ini, menuju Kabupaten yang Maju, Bermarwah Dan Bermartabat,” ajaknya.

Di akhir sambutan ia mengimbau kepada segenap jajaran Pemerintah Kecamatan serta masyarakat Gaung agar senantiasa meningkatkan ukhuwah islamiyah, serta menjaga toleransi, kerukunan dan kedamaian sehingga terwujudnya persatuan dan kesatuan yang kokoh, kuat dan tidak mudah dipecahbelahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab

Acara ditutup dengan ceramah agama yang mengangkat tema “Membina Iman dan Takwa.” Untuk diketahui, sebelum menghadiri istighitsah ini, Said dan rombongan meninjau stand pameran Jambore Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Gaung di Lapangan Kantor Camat Gaung./adv




Semua Terdakwa Penyelundup 1 Ton Sabu Divonis Hukuman Mati

Terdakwa kasus penyelundupan sabu-sabu seberat satu ton menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan vonis di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (19/4). Sidang dengan terdakwa delapan warga negara Taiwan yang dituntut hukuman mati itu ditunda karena hakim belum siap dengan putusan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye/18

JAKARTA — Delapan terdakwa Warga Negara Taiwan penyeludup satu ton sabu ke Pantai Anyer divonis hukuman mati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Kamis (26/4). Semua terdakwa terbukti bersalah dalam menyelundupkan sabu ke Indonesia.

Pertimbangan hakim menjatuhkan pidana mati adalah para terdakwa mengetahui barang yang dibawa merupakan sabu dan diberi upah yang besar. Persidangan kedelapan terdakwa ini digelar secara terpisah karena memilikidua peran yang berbeda.

Ketua Majelis Hakim Effendi Mukhtar yang mengadili perkara tiga terdakwa, yakni Hsu Yung Li, Liao Guan Yu, dan Chen Wei Cyuan menyebut ditemukan fakta hukum para terdakwa mengetahui barang yang dibawa adalah narkotika.

“Majelis hakim telah menemukan fakta hukum bahwa walaupun pada awalnya terdakwa mengaku bahwa yang diterima itu adalah alat pertanian, tetapi akhirnya mengetahui bahwa barang yang dibawa adalah narkotika,” kata Effendi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (26/4).

Dalam putusannya hakim menyatakan, bahwa terdakwa mereka telah menerima dan dijanjikan upah yang besar atas perannya dalam membawa sabu. Apalagi, para terdakwa mengetahui barang yang dibawanya adalah sabu.

Selain itu, para terdakwa juga tidak memiliki dokumen resmi kepemilikan sabu. Effendi menyebut ketiga terdakwa tertangkap tangan membawa sabu seberat satu ton.

Selama pemeriksaan di persidangan, majelis hakim tidak menemukan adanya alasan pemaaf dan alasan pembenar yang dapat menghapuskan dan atau mengecualikan pidana bagi para terdakwa. Sehingga, para terdakwa pun dinyatakan bersalah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan pidana yang telah dilakukannya.

Sementara itu pada persidangan terpisah di hari yang sama, lima kru kapal Wanderlust, Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan, dan Tsai Chih Hung juga dijatuhi hukuman mati. Ketua Majelis Hakim Haruno Patriadi mengatakan para kru kapal dijanjikan upah Rp 20 juta rupiah untuk mengantar narkotika.

Haruno menyebutkan, bahwa terdakwa tidak memilki izin dari pejabat yang berwenang. Menurut keterangan terdakwa, lanjut Haruno, kepada saksi-saksi narkotika jenis sabu, para terdakwa berpedan menjadi penerima, mengirimkan atau menjadi perantara dan menerima upah per bulannya sebanyak Rp 20 juta per bulan per orang dengan bonus Rp 400 juta per orang.

Selain itu, perbuatan para terdakwa terbukti melanggar hukum karena membawa narkotika bukan untuk keperluan perkembangan ilmu teknologi atau pelayanan kesehatan. Haruno menyebut perbuatan terdakwa terbukti memiliki peran masing-masing dan bersekongkol.

“Para terdakwa memiliki peran masing-masing dalam bersekongkol atau bermufakat. Telah memenuhi unsur permufakatan jahat di dalam unsur delik tentang narkotika,” ucap Haruno.

sumber: republika




PKS Sudah Bertemu Jokowi, tapi Tetap Pilih Beroposisi

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzammil Yusuf membenarkan informasi bahwa eliter partainya telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Menurut Muzammil, pertemuan antara Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri dengan presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu merupakan hal lazim.

“Kalau tidak salah yang pertemuan informal dua kali dan itu biasa saja dalam politik,” kata Muzammil di gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/4).

Muzammil juga tidak membantah bahwa dalam pertemuan antara Salim dengan Jokowi ada pembicaraan soal arah koalisi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Namun, kata dia, Salim secara tegas menyatakan bahwa PKS tetap menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi.

“Ya ada ajakan itu (bergabung) tapi kami menyatakan sejauh ini dalam posisi oposisi. Di dalam kabinet juga kami tetap tidak mau masuk,” katanya.

Lebih lanjut Muzammil mengatakan, PKS sebagai oposisi tetap bersikap kritis konstruktif kepada pemerintah. “Apa yang baik dari presiden kami akan suarakan, tapi apa yang kurang baik kami kritisi,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Muzammil, PKS sudah berbicara dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan akan menjaga komitmen kebersamaan sebagai oposisi. Kendati demikian, PKS juga tetap berkomunikasi politik dengan partai lain.

“Kami dengan Gerindra terbuka. Gerindra ketemu siapa, kami ketemu siapa tidak ada dusta di antara kita,” jelasnya.

sumber: jpnn




Laksanakan Apel Gelar Pasukan, Polres Inhil Resmi Mulai Operasi Patuh Muara Takus 2018

“dimulai Tanggal 26 April  – 9 Mei 2018”

Kapolres Inhil, AKBP Cristian Rony SIK MH

Tembilahan, detikriau.org – Operasi Patuh Muara Takus 2018 ditujukan untuk menekan jumlah korban fatalitas, meminimalisir kemacetan serta mewujudkan kamseltibcar lantas.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H dalam sambutannya pada apel gelar pasukan, sekaligus sebagai tanda dimulainya Operasi Patuh 2018 di halaman Mapolres Indragiri Hilir, Kamis, 26/4/2018.

Diterangkan, Operasi Patuh 2018 memprioritaskan penindakan terhadap pengemudi yang menggunakan handphone saat berkendaraan, Melawan Arus, Berboncengan Lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm, pengemudi yang menggunakan narkoba/mabuk, serta pengemudi yang berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut di atas, diharapkan Operasi Patuh tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan serta terwujudnya kamseltibcar lantas.” Ujar Kapolres

Sambutan tertulis Kakorlantas Polri IRJEN POL Drs. Royke Lumowa, M.M., yang dibacakan Kapolres Inhil diantaranya menyatakan bahwa berdasarkan Program Decade Of Action For Road Safety 20112020 (DOA) ata Dekade Aksi Keselamatan di Jalan, yang telah dicanangkan oleh PBB, bertujuan untuk mengurangi korban meninggal dunia pada tahun 2020, sebesar 50 %, para penyelenggara system terpadu, yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) melalui 5 pilar yakni Manajemen Keselamatan, Jalan yang Berkeselamatan, Kendaraan yang Berkeselamatan, Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan, Penanganan Korban Pasca Kecelakaan.

Data jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh 2017, sebanyak 2.203 kejadian atau menurun 13 % dibanding periode yang sama tahun 2016 sebanyak 2.542 kejadian. Korban meninggal dunia sebanyak 420 orang, atau mengalami peningkatan sebanyak 8 orang atau 2 % dibanding tahun 2016 sebanyak 412 orang. Luka berat 407 orang, atau menurun  sebanyak 217 orang, dibanding tahun 2016 sebanyak 724 orang. Untuk pelanggaran lalu lintas selama 2017 berjumlah 841.244 pelanggaran meningkat 12 % dari tahun 2016 dengan jumlah tilang 676.317 lembar dan teguran sejumlah 164.927 teguran.

Operasi Patuh Muara Takus 2018 yang  bertemakan “Polri siap meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan hukum masyarakat terhadap perundang-undangan lalu lintas”,ditandai pemasangan pita operasi kepada perwakilan personel dari Sub Den Pom I/3-2 Tembilahan, Kodim 0314/Inhil, Polres Indragiri Hilir dan Dishub Kabupaten Indragiri Hilir. Bertindak selaku Pimpinan Apel Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., Komandan Apel IPDA Ismail dan Perwira Apel AKP Sutono, HS. Apel ini juga dihadiri oleh Forkompimda Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kepala SKPD terkait./ Am




Inilah Golongan Keluarga yang akan Berkumpul di Surga

Foto ilustrasi: net

Keluarga merupakan pondasi awal yang membangun generasi dalam Islam. Tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga memiliki peranan yang sangat penting untuk melakukan hal tersebut. Sebab, berawal dari sebuah keluargalah seorang anak menjadi baik atau buruk.

Setiap keluarga seharusnya berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist. Dengan demikian, maka barulah keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang selalu berada di dalam naungan Allah SWT. Selain itu, mahligai rumah tangga yang selalu berada di jalan Allah akan membawa mereka menuju surga.

Ternyata, di surga kelak ada golongan keluarga yang akan berkumpul sama halnya seperti saat mereka berada di dunia. Golongan keluarga yang bagaimanakah yang akan berkumpul bersama di dalam surga? Penasaran? Mari simak ulasan selengkapnya di sini.

Golongan keluarga yang bisa berkumpul di surga kelak adalah yang semua anggota keluarganya merupakan hamba Allah yang beriman. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka yang mengikutinya dalam keimanan, kami akan kumpulkan (di Surga) bersama anak-cucu mereka” (QS At-Thuur: 21)

Pada suatu kesempatan, Nabi saw menasihati putri kesayangan beliau yang bernama Fathimah. “Wahai Fathimah binti Muhammad, beramallah untuk bekal (akhirat)-mu. Karena aku (Nabi saw) tidak akan bisa menolong engkau sedikitpun di akhirat nanti,” tegas Rasulullah saw.

Itulah nasihat yang diberikan oleh Rasulullah SAW untuk anaknya Fatimah. Memang sebagai orangtua bahkan seorang nabi sekalipun tidak dapat memberikan garansi kepada anak-anaknya untuk menjadi penghuni surga, kecuali anak tersebut mau berusaha mendapatkan surga tersebut.

Kejadian nyatanya bisa dilihat dari kisah Nabi Nuh as. Beliay berpisah dengan anaknya karena si anak tersebut tidak mau mengikutinya beriman kepada Allah SWT. Bahkan ketika air banjir datang, anaknya timbul tenggelam dipermainkan oleh air bah. Sebagai seorang ana, tentu nabi Nuh as tidak tega untuk melihatnya. Lalu beliau pun berdoa kepada Allah SWT:

“Ya Rabbi, itu anakku adalah keluargaku. Sungguh janji Engkau benar, dan hanya Engkau Hakim yang Maha Adil,” pinta Nuh as.

Allah swt menjawab: “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah tergolong keluargamu, karena dia tidak beramal sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya,”.

Hal tersebut membuktikan bahwa sekalipun anak kandung dari Nabi Nuh as, akan tetapi jika ia tidak beriman, maka Allah SWT mengatakan bahwa anak tersebut bukanlah termasuk anggota keluarganya.

Sebagai orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak mereka. Hal ini harus dilakukan bersama istri, agar kelak keluarga tersebut dapat berkumpul di surga Allah SWT. Selain itu, jangan lupa berdoa agar mendapatkan kebahagian tersebut.

Sebab, pada dasarnya kebahagiaan hakiki itu adalah ketika kita bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan beriman dan bertakwa saat di dunia dan akan berhasil pula berumpul d surga Allah SWT.

Namun ingatlah akan Hadits Nabis saw: “Nanti di hari Kiamat, seseorang suami diseret ke tengah-tengah Padang Mahsyar. Bergelayutan isteri dan anak-anaknya di lengan kanan dan lengan kirinya,”

Ketika dihisab, ternyata sang suami bisa masuk surga, lantaran amalnya cukup. Sementara sang isteri dan anak-anaknya dinyatakan masuk neraka, lantaran kurang amal saat di dunia.

Lalu sang isteri berkata: “Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinikahi dan dipergauli, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari laki-laki ini,” ujar isterinya sambil menunjuk-nunjuk suaminya.

Lalu anak-anaknya pun protes: “Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinafkahi dan diberi harta, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari ayah kami ini,” ujar anak-anaknya. Akhirnya, semua keluarga itu dimasukkan ke dalam neraka. Nau’dzubillahi min dzalik.

Demikianlah ulasan mengenai golongan keluarga yang berkumpul di surga kelak. Untuk itu, jadikanlah keluarga sebagai ladang untuk mendapatkan pahala dengan amal shaleh yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist. Agar kebahagiaan berkumpul di dunia akan dirasakan juga saat di surga nanti.

sumber: infoyunik.com