Tim Provinsi Riau Lakukan Penilaian Administrasi TP PKK Desa Sungai Intan

“Wakili Inhil, TP PKK Desa Sungai Intan Optimis Mampu Harumkan Nama Daerah Pada Ajang Lomba Administrasi PKK Desa Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018”

Tembilahan Hulu, detikriau.org – Ketua TP PKK Desa Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu, Lina Humaira Ahmad optimis, Desa Sungai Intan, sebagai wakil Kabupaten Inhil akan mampu meraih prestasi terbaik pada ajang lomba Administrasi PKK Desa Tingkat Provinsi Riau Tahun 2018.

Meski Desa Sungai Intan tergolong Desa baru, namun menurutnya sudah mengalami berbagai kemajuan, dan bahkan di tahun 2016 yang lalu, Desa Sungai Intan mampu meraih predikat Desa terbaik ke I Tingkat Kabupaten Inhil.

“Saya yakin dan optimis TP.PKK Desa Sungai Intan akan mampu mengharumkan nama Kab Inhil pada ajang Lomba Administrasi PKK tingkat Provinsi Riau Tahun 2018 ini,” Ujar Lina, sabtu (28/4/2018)

Sementara itu, Ketua TP.PKK Kecamatan Tembilahan Hulu Asnawati Nazar sampaikan apresiasinya kepada Desa Sungai Intan yang dinilai telah mampu mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Adm PKK Desa tahun 2018. Keberhasilan Desa Sungai Intan mewakili Kab Inhil diyakininya tidak terlepas dari arahan dan pembinaan yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Kab Inhil Hj Zulaikah Wardan.

“Saya berharap dengan semua persiapan yang telah dilakukan, Desa Sungai Intan akan mampu mengukir prestasi. Setidaknya masuk nominasi tiga besar,” Doanya.

Untuk diketahui, hari ini, dua orang Tim penilai dari Provinsi Riau, Widiawati dan Evawarni lakukan penilaian di Desa Sungai Intan. Kedatangan Tim penilai ini didampingi oleh Sekretaris TP.PKK Kab.Inhil Hj.Ade Era T Edi, Ketua TP.PKK Kec Tbh Hulu Asnawati Nazar, Camat Tembilahan Hulu M Nazar, Kepala Desa dan Ketua TP.PKK Desa Sungai intan beserta sejumlah pengurus./rul




Pemkab Sabut Kehadiran Tim Wasef TMMD ke 101 Kodim 0314/Inhil

Tembilahan, detikriau.org — Pemerintah Kabupaten Indragiri menyambut kedatangan Tim Wasef TMMD ke 101 Kodim 0314/ Inhil.

Kedatangan Pati Mabesad TNI berpangkat bintang satu ini disambut langsung oleh Pjs Bupati Inhil, Rudiyanto, dikediamanya Jalan Kesehatan Tembilahan bersama  beberapa pejabat Pemerintahan  Kabupaten Indragiri Hilir.

Kehadiran Brigjen TNI Hartanta ke Kabupaten Indragiri Hilir tersebut, juga dihadiri perwira lainnya seperti  Letkol INF Ganda Simatupang, Mayor Inf  Marjin dari Korem  031 Wira Bima yang juga mewakili Danrem.

Dalam penyambutan Ketua Tim Wasef TMMD kodim 0314/ Inhil, Pjs Bupati mempersilahkan kepada Berigjen Hartanta dan rombongan  ruang jamuan makan sambil memperkenalkan para petinggi yang ada di Kabupaten Inhil.

Tak lupa usai menjamu makan, Pjs memakaikan tanjak melayu kepada Brigjen Hartanta sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Inhil, atas penerimaan dan sambutannya yang sangat hangat ini,” ujar Brigjen Hartanta.

Sebagaimana diketahui, kedatangan Jendral bintang satu ini salah satu tim Wasev TMMD ke 101 untuk melihat langsung pekerjaan fisik TMMD Kodim 0314/ Inhil, bertempat di Desa Nusantara  Jaya Kecamatan Keritang Inhil.

Atas kedatangan Ketua Tim Wasef TMMD ini, Pjs Bupati mengatakan setiap tamu yang datang ke Riau selalu kita sambut dengan pemasangan tanjak karena ini merupakan jati diri budaya melayu Riau,” ujar Pjs Bupati Inhil – Rudiyanto./rls/adv




Daftar Bakal Calon DPD RI. Yusuf Said: Saya Maju untuk Suarakan Kepentingan Daerah

“Dari INHIL untuk INDONESIA”

Tembilahan, detikriau.org – HM Yusuf Said SE MM daftarkan diri sebagai bakal calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Riau. Didampingi sejumlah pendukung, Yusuf yang kini masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Inhil itu serahkan syarat dukungan sebanyak 2.831 lembar KTP El ke KPU Riau.

“Benar, syarat dukungannya sudah saya serahkan dan diterima KPU Riau, kamis (26/4) kemaren” ujar Yusuf melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, jum’at (27/4/2018)

Dikatakan Yusuf, keinginannya untuk berkiprah ditingkat pusat semata untuk menyuarakan kepentingan daerah.

Selama ini dinilainya, berbagai kebijakan pemerintah pusat untuk daerah, khususnya Riau, masih banyak yang dinilai kurang tepat. Contoh kecil, misalnya kata Yusuf, tentang penggunaan Dana Desa, dimana telah difaktakan bahwa dalam pengerjaannya harus dilakukan secara swakelola oleh masyarakat desa dan 30% dari nilai proyek tersebut wajib digunakan untuk membayar upah buat masyarakat yang bekerja.

“Harusnya kebijakan seperti ini tidak disamaratakan karena kondisi daerah yang satu dengan daerah lainnya pastilah tidak akan sama. Harus ada pertimbangan kearifan lokal dan kondisi daerahnya,” Pendapat Anggota DPRD Inhil tiga periode ini.

Disamping persoalan itu, ditambahkan Yusuf, misalnya ketika berbicara tentang pengairan, untuk daerah Inhil, pengerjaan pengairan lebih mengarah kepada sektor perkebunan, sementara di pusat, pengairan mengarah pada sektor pertanian.

Di sektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa rakyat yang menjadi komoditi unggulan daerah menurutnya juga harus tersuarakan.

Bukan masalah harga, tetapi lebih kepada persoalan diversifikasi, bagaimana bisa mengupayakan agar perkebunan kelapa rakyat bisa menghasilkan produktifitas yang tinggi dan keunggulan dari sisi kualitas yang bisa mendongkrak harga, seperti kelapa kopyor, dicontohkannya.

“Belum lagi masalah replanting. Selama ini replanting hanya dikenal pada komoditi sawit, kelapa tidak pernah dikenal adanya proses replanting (peremajaan. red) dan akibatnya tidak bisa dibiayai oleh perbankan,” kemukakan Yusuf

Persoalan harga jual kata Yusuf sangat berkaitan erat dengan tingkat pendapatan petani. Selama ini, masyarakat petani, khususnya di Inhil,  mengelola area perkebunan yang cukup luas, namun karena produktifitas yang rendah, nilai rupiah yang dihasilkan kadang tidak sebanding dengan pengeluaran biaya operasional dan pemeliharaan.

“Akibatnya harga jual yang dituntut juga harus tinggi. Tetapi tentu lain halnya jika produktifitasnya tinggi, harga tidak akan berpengaruh banyak karena hasil yang didapat tentu akan sebanding dengan pengorbanan biaya yang dikeluarkan.” dijelaskannya.

Untuk meningkatkan produktifitas kelapa rakyat, Yusuf berpendapat haruslah dilakukan dengan penyediaan bibit unggul dan pengelolaan lahan yang baik serta pohon kelapa rakyat yang sudah berumur tua harus diremajakan kembali.

“Semua ini harus tersuarakan. Saya maju dari INHIL untuk INDONESIA.” Akhirinya./ red




Dilaporkan Hilang Satu Hari Sebelumnya, Dinihari, Ibu dan Anak Itu ditemukan Tak Lagi Bernyawa

Tempuling, detikriau.org – Jasad Ibu dan Anak, Mistawati (32) dan Akbar Maulana (15 bulan) ditemukan mengapung di parit 5 kolektor Dusun Cabang Galah Desa Mumpa Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir, sabtu (28/4/2018), sekira pukul 04.00 WIB dinihari.

Warga Parit 6 Kolektor Dusun Cabang Galah ini sebelumnya dilaporkan hilang pada Jum’at (27/4/2018)

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tempuling AKP Suwernedi, kedua jasad korban pertama kali ditemukan oleh Jamian (37). Saat itu Jamian berniat hendak membuang hajat di kanal yang berada disamping rumah kediamanya. Dan tanpa disengaja, Jamian melihat jasad manusia dalam kondisi mengapung. Sontak Jamian berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar. Warga selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas setempat.

“Hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dijasad kedua korban. Diduga korban terjatuh kedalam kanal dan karena tidak bisa berenang akhirnya tenggelam bersama anaknya,” Sampaikan AKP Suwernedi

Sebelumnya ditambahkan AKP Suwernedi, suami korban, Selamat (42) menerangkan, biasanya korban selalu mengantarkan makan siang untuk suaminya. Namun hari dimana korban dilaporkan hilang, hingga pukul 11.00 wib, korban tak kunjung datang.

Selamat saat itu berupaya mencari korban kerumah, namun juga tidak ditemukan.

Selanjutnya, Selamat bersama warga sekitar, Selamat melanjutkan pencarian sampai ke areal perkebunan milik masyarakat. Pencarian dilakukan hingga larut malam, namun Mistawati dan Akbar Maulana, tak juga ditemukan.

“Saat ini, jasad kedua korban sudah diserahkan ke pihak keluarga, untuk dikebumikan.” Akhiri AKP Suwernedi./ Am




Pengurus Masjid YAMP Komplek Bupati Inhil Taja Perlombaan Baca Al Qur’an

“Sebagai salah satu upaya pembinaan kegiatan magrib mengaji”

Tembilahan, detikriau.org – Pengurus Masjid Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), kompleks Kantor Bupati Inhil, Jalan Baharuddin Yusuf, Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, laksanakan perlombaan Musababaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)  antar Masjid, Musholla & TPA se Kecamatan Tembilahan & Tembilahan Hulu.

Menurut Pengurus Masjid YAMP, H Arifin S.Sos, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pembinaan terhadap kegiatan Magrib Mengaji. Perlombaan MTQ ini dibuka resmi pada Sabtu 20 April 2018.

“Insyaallah perlombaan akan berlangsung hingga minggu terakhir bulan sya’ban dan acara penutupan sekalian pada liburan Puasa Ramadan, karena selama puasa ramadan kegiatan magrib mengaji di Masjid diliburkan,” Sampaikan Arifin yang kini juga masih menjabat sebagai Kabag Kesra Setdakan Inhil itu.

Melalui kegiatan ini, ditambahkan Arifin, diharapkan akan dapat memberi motivasi para santri, mencari bibit dan minat santri sekaligus sebagai ajang evaluasi. direncanakan kegiatan ini rutin akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Juga diharap Arifin, dengan kegiatan serupa ini anak-anak semakin termotivasi dan bersemangat sekaligus para orang tua akan timbul rasa kebangaan.

“Dengan demikian tentu perhatian dan dukungan terhadap program Qur’ani seperti ini akan semakin meningkat di tengah-tengah masyarakat.” Harap Arifin mengakhiri./ rul




Milad Inhil Juni Mendatang, Ditarget Seluruh Setoran Pajak dibayarkan Secara Non-Tunai

Suasana pertemuan antara Pansus II DPRD Inhil dengan manajemen PT Bank Riau Kepri di Pekanbaru

Pekanbaru, detikriau.org – Bulan Juni 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan sudah secara menyeluruh lakukan transaksi non-tunai untuk pembayaran pajak. Dengan diberlakukannya sistem ini, pembayaran kewajiban kepada Negara itu bisa lakukan melalui internet atau cukup melalui SMS Banking.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Pansus II DPRD Inhil HM Yusuf Said usai dilakukannya pertemuan dengan manajemen PT Bank Riau Kepri di Pekanbaru, jum’at (27/4/2018).

“Mei mendatang sebenarnya sudah bisa diterapkan, dan diharapkan, bertepatan dengan Milad Inhil di bulan Juni-nya, seluruh setoran pembayaran pajak sudah dilakukan secara non-tunai,” Ujar Politisi Partai Golkar Inhil ini.

’’Setidaknya dengan transaksi non-tunai itu, kita tidak lagi perlu antrean panjang dan bisa dilakukan dengan SMS banking atau melalui internet,’’ sebutnya.

Dikatakan Yusuf, Pansus II saat ini sedang membahas sejumlah usulan Ranperda, salah satunya adalah tentang Perda Pajak. Sebelum perda itu disahkan, kunjungan ke Bank Riau Kepri ini akan menjadi catatan yang sangat penting.

Sementara itu ditempat yang sama, Staf IT Planning Bank Riau Kepri, Agustian Kartasi nyatakan kesiapannya untuk mendukung Pemkab dan DPRD Inhil dalam mengembangkan aplikasi pembayaran dengan sistem online ini.

’’Kita awali dengan melengkapi sarana atau fasilitas pendukungnya, dan diperkirakan, pertengahan Mei sudah bisa direalisasikan. Kita berharap ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah, karena Bank Riau Kepri adalah milik daerah,’’ Kata Agustian.

Kehadiran Pansus II DPRD Inhil beserta sejumlah anggota di kantor pusat PT Bank Riau Kepri di Pekanbaru saat itu juga didampingi oleh dua orang Wakil Ketua DPRD Inhil, DR H Ferryandi ST MT MM, dan DR IR H Sahruddin MM. Rombongan diterima oleh  manajemen PT Bank Riau Kepri yang diwakili  Andri Eka Putra, Pin Bag IT Planning dan Development Bank Riau serta sejumlah staff./red/rul