Pemkab Inhil Apresiasi Festival Mancing Udang Galah
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengapresiasi kegiatan Festival Mancing Udang Galah di Parit 21 Tembilahan.
Pernyataan ini disampaikan Plh Asisten III Setda Kabupaten Inhil, RM Sudinoto saat menghadiri sekaligus membuka resmi Festival tersebut, Kamis (10/5/2018).
“Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi kegiatan ini karena bernilai positif untuk memahamkan kepada masyarakat bagaimana menangkap udang dan ikan dengan cara yang benar,” kata RM Sudinoto.
Sebagaimana diketahui, memancing merupakan suatu aktifitas yang digemari banyak kalangan, namun jika dipandang dari sisi manfaat maka banyak manfaat yang didapatkan yakni membantu memperkuat persahabatan, menguji kesabaran dan lain sebagainya.
Selain menyalurkan hobby, juga dapat memberikan pemahaman bagaimana mencari ikan dan udang yang baik tanpa merusak lingkungan.
Apalagi katanya, potensi kelautan yang dimiliki Kabupaten Inhil ini sangatlah besar, untuk itu bisa digali dengan cara yang baik dan benar.
Maka dari itu, ia berpesan untuk menghindari cara yang tidak benar seperti meracun, sentrum listrik dan mengebom. Menjaga kelestarian dan sumber daya ikan dan udang di perairan Kabupaten Inhil itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 45 Tahun 2009.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat mempererat persahabatan antar pemancing,” tutupnya./adv/mirwan
Peristiwa Lengkap, Drama 40 Jam Kerusuhan Hingga Pembebasan Sandera di Rutan Mako Brimob
Suasana rumah tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018). Foto: Twitter/@Wariman
detikriau.org – Aparat kepolisian berhasil kembali menguasai Rutan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Kamis (10/5/2018) pagi pukul 07.15.
Meski sempat ada perlawanan, sebanyak 155 tahanan di rutan cabang Salembang yang ada dalam Mako Brimob akhirnya menyerahkan diri.
Seorang sandera terakhir yakni Bripka Iwan Sarjana juga bisa dibebaskan dalam kondisi selamat pada Kamis dini hari.
Iwan mengalami luka-luka dan langsung dirawat di RS Polri Kramat Jati.
Keberhasilan operasi polisi ini menjadi penutup drama kerusuhan disertai penyanderaan di dalam rutan napi terorisme yang sudah berlangsung selama dua malam, sejak Selasa (8/5/2018).
Total sekitar 40 jam polisi berusaha mengambil alih kembali rutan.
Selama dua malam itu, sejumlah peristiwa telah terjadi.
Berikut lini masa yang dirangkum Kompas.com dari peristiwa ini:
Selasa, 8 Mei 2018
Pukul 21.30:
Wartawan mulai mendapatkan informasi tentang jebolnya tahanan napi kasus terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
Namun, upaya konfirmasi dilakukan ke aparat kepolisian tak mendapat jawaban.
Pukul 23.20:
Konfirmasi baru didapat dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal.
Namun, Iqbal hanya membenarkan terjadinya kerusuhan di dalam Mako Brimob yang melibatkan tahanan dan petugas.
Saat itu, polisi masih berusaha menangani kekacauan di dalam Mako.
Rabu, 9 Mei 2018
Pukul 00.05:
Aparat kepolisian mulai melakukan pengamanan ketat di sekitar Mako.
Wartawan diminta menjauh gerbang Mako hingga 200 meter.
Di media sosial, mulai bertebar gambar dan foto yang menyebutkan kondisi terkini di Mako Brimob.
Bahkan, ada salah satu akun Instagram yang disebut melakukan siaran langsung dari dalam rutan Mako Brimob yang berhasil dikuasai para napi kasus teroris.
Pukul 00.35:
Polisi mulai memasang kawat berduri.
Wilayah yang disterilkan juga meluas hingga gereja, rumah sakit, hingga unit Satwa Kabaharkam yang berada persis di samping Mako.
Pukul 01.07:
Karo Penmas Brigjen (Pol) M Iqbal akhirnya memberikan pernyataan kepada pers.
Dia membenarkan adanya kerusuhan di dalam rutan di Mako Brimob.
Peristiwa itu bermula dari cekcok tahanan dengan petugas. Sejumlah petugas terluka.
Pukul 01.15:
Jalan Akses UI yang berada di depan Mako Brimob Kelapa Dua ditutup sementara.
Di sepanjang jalan ini, banyak disebar personel Brimob.
Pukul 02.15:
Sejumlah personel polisi diperintahkan untuk bersiap siaga.
Secara serentak, para personel mengokang senjata laras panjang yang dibawa.
Setelah itu, terdengar perintah agar para polisi yang dilengkapi dengan helm dan rompi antipeluru tersebut mengambil tempat masing-masing untuk melindungi diri.
Pukul 05.30:
Kendaraan pribadi maupun masyarakat yang berjalan kaki dilarang melintas di depan Mako Brimob.
Pukul 12.26:
Karo Penmas Polri Brigjen Pol M. Iqbal mengungkapkan kerusuhan terjadi karena masalah pemberian makanan dari pihak keluarga yang harus lewat pemeriksaan petugas.
Ada napi yang tidak terima dan memicu keributan.
Pukul 14.57:
Menko Polhukam Wiranto mengungkapkan ada korban tewas dalam insiden di Mako Brimob.
Pukul 16.00:
Keterangan dari pihak kepolisian mulai terang benderang.
Ada 5 anggota Densus 88 dan satu orang napi teroris tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob.
Diketahui pula, para napi teroris berhasil merebut senjata petugas dan menyandera satu anggota Densus lainnya.
Pukul 17.51:P
Lima anggota Densus 88 mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena gugur saat bertugas.
Pukul 17.57:
Tuntutan para napi teroris kerap berubah-ubah.
Awalnya, mereka protes soal makanan.
Namun, belakangan merekam meminta bertemu dengan terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman.
Pukul 23.28:
Napi teroris berhasil menguasai seluruh rutan Mako Brimob.
Polisi bahkan tak bisa mendekat ke rutan di blok lain yang menampung tahanan kasus di luar terorisme.
Polisi hanya bisa berjaga di luar gedung.
Kamis, 10 Mei 2018
Sekitar pukul 00.00:
Bripka Iwan Sarjana, sandera terakhir berhasil dibebaskan dalam keadaan hidup. Iwan mengalami luka lebam di bagian tubuh dan beberapa bagian tubuh.
Pembebasan Iwan ini adalah hasil negosiasi dengan pihak napi teroris yang meminta makanan.
Pukul 02.18:
Satu unit mobil barracuda masuk ke dalam Mako Brimob Kelapa Dua.
Pukul 07.15:
Operasi pengambilalihan rutan yang dikuasai tahanan berakhir.
Polisi memberikan ultimatum terlebih dulu untuk para tahanan menyerahkan diri sebelum melakukan penyerbutan.
Ada 145 tahanan yang menyerahkan diri.
Semantara 10 orang lainnya sempat melawan.
Namun, setelah beberapa lama, 10 tahanan itu juga akhirnya menyerahkan diri.
Tak ada korban jiwa dalam operasi pengambilalihan kali ini.
Pukul 07.25:
Terdengar bunyi ledakan keras dan suara tembakan dari arah dalam Mako Brimob Kelapa Dua.
Wartawan langsung merunduk untuk berlindung.
Sementara aparat kepolisian terlihat bersiap mengokang senjata.
Polisi mengatakan suara dentuman dan senjata itu sebagai tanda sterilisasi untuk memastikan operasi pengambilalihan berakhir.(Sabrina Asril, Wahyu Adityo Prodjo, Kristian Erdianto)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kronologi Lengkap Drama 40 Jam Rusuh di Mako Brimob, Berakhir Usai Suara Dentuman Keras.
Brigadir Iwan Akhirnya Dibebaskan dari Cengkeraman Teroris
Depok – Proses negosiasi yang dilakukan Polri, untuk membebaskan Brigadir Iwan Sarjana dari cengkeraman napi teroris, akhirnya membuahkan hasil. Iwan selamat, meski mengalami luka lebam di bagian wajah.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto memastikan itu kepada pers di Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis dini hari, 10 Mei 2018.
“Negosiator menyampaikan, untuk sandera anggota Polri atas nama Brigadir Iwan Sarjana, sudah dibebaskan dalam keadaan hidup. Kondisi luka-luka lebam di muka dan di beberapa bagian tubuhnya,” kata Setyo.
Proses pembebasan dilakukan dengan cara negosiasi tanpa kontak senjata. “Negosiasi. Mereka minta makanan, kita bujuk untuk mau membebaskan dulu,” katanya.
Namun, polisi masih terus bernegosiasi, karena sejumlah napi memiliki senjata.
Dilengkapi ponsel dan senjata
Ada tiga blok tahanan yang dikuasai oleh sejumlah napi. Polisi tidak bisa masuk ke sana, sehingga tahanan lain bisa menjadi sandera juga.
Polisi pun masih berupaya mengedepankan langkah negosiasi. “Kita kasih HP (handphone) untuk komunikasi. Negosiasi menemukan dua titik yang berbeda,” ujar Setyo.
Ketika disinggung apa tuntutan sejumlah napi itu, Setyo mengaku belum bisa memberikan keterangan. Namun, polisi masih melakukan langkah-langkah persuasif. “Tidak ada batas waktu. Mereka bersenjata, ada yang membawa senjata tajam juga,” ujarnya.
Oposisi Malaysia Menang, Mahathir Jadi PM Tertua di Dunia
Photo : Reuters
detikriau.org – Gabungan oposisi Malaysia, yang dipimpin mantan perdana menteri Mahathir Mohamad, berhasil meraih kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum Malaysia.
Sebagaimana dikutip dari laman BBC News Indonesia, Kamis 10 Mei 2018, hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum memperlihatkan aliansi gabungan oposisi Pakatan Harapan dan satu partai di negara bagian Sabah, meraih 115 kursi parlemen atau melewati ambang mayoritas 112 kursi.
Dengan demikian, oposisi yang akan membentuk pemerintahan dan Mahathir Mohamad akan menjadi perdana menteri tertua di dunia pada usia 92 tahun.
Kepada para wartawan Mahathir mengungkapkan, harapannya bahwa akan ada upacara pengambilan sumpah pada Kamis, dan akan mengumumkan hari libur nasional.
Dia berhasil mengalahkan Perdana Menteri Najib Razak, yang dibayang-bayangi dengan skandal keuangan badan investasi milik negara, 1MDB, walau Najib berulang kali membantahnya.
Hasil ini jelas menjadi sejarah dalam politik Malaysia, yang sekitar 60 tahun belakangan dikuasai oleh koalisi Barisan Nasional, yang sebelumnya merupakan kubu Mahathir Mohamad.
“Kami tidak mengupayakan balas dendam, kami ingin memulihkan penegakan hukum,” kata Mahathir kepada para wartawan, saat menyatakan kemenangannya.
Peran utama Mahathir
Kemenangan oposisi ini jelas, tidak bisa dilepaskan dari peran Mahathir Mohamad, seperti dijelaskan oleh Ibrahim Suffian dari lembaga jajak pendapat umum, Merdeka Centre.
“Dia memberikan keyakinan kepada pengundi (pemilih), di mana pengundi yang sebelum ini mungkin takut-takut dan juga dipengaruhi oleh identitas politik, namun kini berani melakukan perubahan dan terus memilih calon-calon Pakatan Harapan,” kata Ibrahim.
Masalahnya adalah Mahathir adalah tokoh masa lalu yang amat berperan dalam pembentukan koalisi pemerintah Barisan Nasional. Namun, Ibrahim menegaskan, pemerintahan hasil pemilu kali ini akan berbeda.
“Pada waktu ini, koalisi yang dipimpin Dr Mahathir adalah terdiri dari berbagai partai dan tidak ada yang memiliki mayoritas yang dominan, jadi mereka bergerak dalam satu partnership (kemitraan) yang lebih equal (seimbang).”
Sementara itu, sebelumnya Barisan Nasional praktis didominasi oleh UMNO.
Sebelum pemilihan umum ini, diperkirakan bahwa jika menang Mahathir Mohamad akan memerintah untuk sementara waktu, sebelum menyerahkan kekuasan kepada Anwar Ibrahim, yang kini masih dipenjara.
“Yang kita lihat bahwa terdapat persetujuan, di mana beliau mungkin akan memimpin selama dua tahun dan selepas itu akan diserahkan kepemimpinan kepada orang yang lain. Jadi, kita lihat ini merupakan suatu proses transisi yang akan berlaku.”
“Ini adalah suatu perkara yang baru, tidak pernah ditemui masyarakat Malaysia. Jadi, perubahan yang kira saksikan ini merupakan perkara yang begitu unprecedented (belum pernah ada sebelumnya),” tegas Ibrahim.
Dalam pemilu kali ini, Mahathir memang bergabung dengan mantan wakilnya, Anwar Ibrahim, yang dulu pernah ‘dipenjarakannya’ dengan tuduhan sodomi.
Anwar—yang sebelum kehadiran Mahathir merupakan tokoh oposisi utama—hingga kini masih dipenjara, karena dinyatakan terbukti bersalah dalam dakwaan sodomi yang kedua.
Yakin menang
Sebelum hasil akhir resmi dihitung, Mahathir sudah memperlihatkan keyakinan bahwa oposisi akan meraih kemenangan.
“Kami yakin bahwa berdasarkan penghitungan resmi kami, mereka tertinggal. Kemungkinan mereka tidak akan membentuk pemerintahan,” kata Mahathir kepada para wartawan.
Dikatakan oleh Mahathir bahwa berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan Pakatan Harapan, koalisi oposisi itu seharusnya sudah dapat membentuk pemerintahan, tetapi Komisi Pemilihan menolak meneken formulir pengesahannya sebagai syarat pengumuman hasil penghitungan resmi.
Selain memilih anggota parlemen nasional, pemilihan umum Malaysia juga menentukan wakil-wakil rakyat di tingkat negara bagian. Partai atau gabungan partai yang menang untuk pemilihan negara bagian maka ia akan memerintah negara bagian itu.
Najib Razak menghadapi berbagai masalah, termasuk dugaan korupsi, keluhan warga atas kenaikan biaya hidup dan ketegangan antaretnik. Koalisi Barisan Nasional memerintah sejak tahun 1957 dan belum pernah kalah sejauh ini.
Pencoblosan pada umumnya berjalan lancar, meskipun muncul laporan-laporan tentang dugaan terjadinya penyimpangan.
Napi Teroris Kuasai Brimob, Polisi Tak Jamin Kondisi Ahok
Foto: Kompas
Depok – Kepolisian belum memastikan keselamatan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, yang berada di rumah tahanan Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sejumlah napi teroris menguasai rutan itu.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengaku Ahok belum bisa dievakuasi.
“Saya tidak bisa menjamin,” kata Setyo, saat ditanya kondisi Ahok, di Markas Brimob pada Kamis dini hari, 10 Mei 2018.
Blok tahanan napi teroris, katanya, telah melebihi kapasitas. “Yang jelas, hasil negosiator dengan kami masih berlangsung. Mereka tidak memberikan materinya. Saya juga tidak tahu, sandera dipastikan masih ada. Tetapi, kalau sudah dibunuh, kami belum tahu,” katanya.
Polisi belum bisa masuk, karena sejumlah narapidana dilengkapi senjata laras panjang dan upaya negosiasi masih berlangsung.
Setyo tak dapat memastikan juga, jumlah senjata yang dimiliki para napi itu. “Tidak, mungkin penyimpanan senjata petugas. Mungkin sudah dibongkar. Saya tidak menyatakan ada gudang, tetapi tempat penyimpanan,” katanya.
Berdasarkan pantauan VIVA, ada dua ambulans yang kembali masuk ke dalam Mako Brimob, setelah seorang personel Brimob yang disandera dapat dibebaskan pada Kamis dini hari.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto: darmawan
KUALA LUMPUR — Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mencetak rekor baru dengan meraih 119 kursi di perhitungan pemilihan umum (pemilu) sementara. Komisi Pemilihan Umum sendiri menyebut perolehan Mahathir telah melampaui batas 112 kursi untuk membentuk sebuah pemerintahan.
Mahathir sendiri kini telah berusia 92 tahun mengalahkan koalisi pejawat Najib Razak yang tercatat meraih 78 kursi parlemen. “Kami tidak mencari balas dendam. Kami ingin memulihkan supremasi hukum,” uajr Mahathir dilansir BBC, Kamis (10/5).
Suara kritik yang menyatakan pemilu kali ini tidak bebas dan adil dibalas Mahatir dengan menyatakan koalisi Pakatan Harapan (PH) yang diusungnya telah cukup untuk mengamankan kemenangan dan Barisan Nasional (BN) milik Najib Razak tidak mampu untuk mengejar mereka.
Najib dengan BN dan partai utamanya Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) sendiri telah mendominasi politik Malaysia sejak 1957. Namun koalisi yang dulunya kuat kini telah mengalami penurunan popularitas dalam beberapa tahun terakhir.
Pada pemilihan sebelumnya pada 2013, pihak oposisi mampu memenangkan suara populer namun gagal memenangkan kursi parlemen untuk membentuk sebuah pertahanan. Bahkan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas tuduhan sodomi.
Mahathir sendiri pernah menjadi bagian dari BN dan mentor bagi Najib. Namun pada 2016 ia memutuskan untuk berpisah dan membentuk kelompoknya sendiri.
Para pemilih di Malaysia dituntut untuk memilih 222 anggota parlemen dan anggota dewan di 12 negara bagian. Malaysia menggunakan sistem pemilu pertama di masa lalu pascapemilu. Partai yang mendapat kursi terbanyak disebut menang meskipun ia tidak memenangkan suara terpopuler.