Disperindag Berencana Tertibkan Pedagang di Sekitar Pasar Kayu Jati

Foto: detikriau.org/mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Indragiri Hilir (Inhil) berencana menertibkan para pedagang yang berjualan di sekitar Pasar Kayu Jati.

Hal tersebut diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Kabupaten Inhil, Ahmad Fitri kepada detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

“Kedepannya, untuk pedagang di jalan sekitar Pasar Kayu Jati akan kita tertibkan,” kata Ahmad Fitri.

Dijelaskan, pihaknya tidak hanya sebatas meniadakan tanpa solusi terhadap para pedagang. Namun katanya, bagi yang tidak ada tempat akan dinaikkan ke lokasi Pasar Kayu Jati.

“Tujuannya bagus, dengan begitu maka akses jalan menuju ke sana lebih tertib dan tidak ada lagi pedagang yang berjualan tidak pada tempat yang sudah disediakan,” ujarnya./Mirwan




Pelaku Bom di Surabaya Satu Keluarga, Begini Pembagian Tugasnya

Presiden Jokowi (dua dari kiri) memantau langsung lokasi ledakan Bom Surabaya di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), 13 Mei 2018. Sejauh ini, ada 11 korban tewas dan 41 orang luka-luka akibat kejadian ini. Biro Pers Setpres

Surabaya – Kepolisian RI mengidentifikasi bahwa pelaku bom di Surabaya adalah satu keluarga. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan keluarga ini melakukan serangan di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

Tito mengatakan pelaku menggunakan mobil dalam melakukan aksinya. “Yang gunakan Avanza diduga keras itu adalah orang tuanya atau bapaknya,” ujarnya di Surabaya pada Ahad, 13 Mei 2018. Pelaku itu diketahui bernama Dita Upriyanto.

Pelaku ini, kata Tito, meledakkan diri menggunakan mobil di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Sebelumnya, Dita menurunkan anggota keluarganya, yang terdiri atas istri dan dua anaknya, di GKI Diponegoro. Sang istri diketahui bernama Puji Kuswati, sementara dua anaknya berinisial FS, 12 tahun, dan VR, sembilan tahun.

Ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela juga terkait dengan keluarga ini. Ledakan di gereja di Ngagel itu diduga dilakukan dua anak laki-laki Dita, yaitu Yusuf Fadil, 18 tahun, dan FH, 16 tahun. Mereka menggunakan bom yang diletakkan di pinggang. “Semuanya serangan bom bunuh diri, cuma bomnya berbeda,” kata Tito.

Tito pun menyebut para pelaku diduga berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). “Satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Dia adalah ketuanya Dita ini,” ucapnya.

Pada Ahad pagi ini, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi serangan bom di Surabaya terjadi di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro; Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Baratajaya, Kecamatan Gubeng; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

sumber: tempo.co

 




UP DATE: Bom di Surabaya, 9 Meninggal, 40 Orang Terluka

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera. Foto: postkotanews

Jakarta – Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan sampai saat ini terdapat sembilan korban meninggal dan 40 korban menderita luka akibat ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera menyatakan dari sembilan korban meninggal, empat korban meninggal akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, dua korban meninggal di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan dua korban meninggal di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, Surabaya.

Satu korban meninggal masih diidentifikasi dan belum diketahui merupakan korban ledakan bom dari gereja yang mana.

Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Surabaya, di antaranya di RSUD Dr Soetomo.

Sumber: BeritaSatu.com




Bom di Tiga Gereja di Surabaya, 6 Orang Tewas, 35 Korban Luka

Seorang petugas Penjinak Bom (Jibom) melakukan identifikasi di lokasi ledakan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera terjadi ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya. Foto: kompas

Jakarta – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung mengatakan, data sementara, enam orang meninggal dalam peristiwa ledakan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Ketiga gereja itu adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngegel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna. “Update sementara, ada enam meninggal dunia,” ujar Frans kepada wartawan. Selain itu, kata dia, ada 35 korban luka yang dibawa ke beberapa rumah sakit di Surabaya.

Frans belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai peristiwa itu. Saat ini, polisi masih melakukan identifikasi di tiga lokasi. Frans meminta agar warga tidak terhasut informasi yang simpang siur di media sosial. Diharapkan warga menunggu penjelasan resmi Polri. Selanjutnya, informasi akan disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Jawa Timur. “Kita update terus menerus di sana,” ujar Frans.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com




Masyarakat Kota Tembilahan Bubuhkan Tandatangan dan Berikan Karangan Bunga Sempena Kegiatan CFD

“Wujud Belasungkawa Atas Gugurnya Enam Bhayangkara Terbaik Polri”

Tembilahan, detikriau.org – Ungkapan ikut berlangsungkawa atas gugurnya Enam orang Bhayangkara Terbaik Polri saat menjalankan tugas memberantas terorisme di Bumi Pertiwi tercinta, masyarakat kota Tembilahan beramai-ramai bubuhkan tandatangan diatas selembar kain baliho putih.

Wujud ungkapan simpati masyarakat ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir ini diberikan sempena dengan kegiatan Car Free Day (CFD) di jalan Swarna Bumi Tembilahan, ahad (13/5/2018)

Dalam pernyataan sikapnya, salah seorang peserta aksi, Denny Delma, Ketua ISSI Kabupaten Indragiri Hilir #MasyarakatBersamaPolri dan #KamiTidakTakut.

Selain memberikan tanda tangan, peserta aksi juga meletakan berbagai karangan bunga, di bawah papan tanda tangan.

Wakapolres Indragiri Hilir Ari Kartika Bhakti, S.I.K., didamping Kasat Lantas AKP Aninditha Rizal, S.H., S.I.K., mewakili Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., mengucapkan terima kasih atas suport yang diberikan masyarakat Indragiri Hilir.

“Kami bersama masyarakat akan terus berbuat dan berjuang, demi NKRI tercinta”, ucapkan Wakapolres./ Am




PT BPLP Aktif Selenggarakan Donor Darah, Zulaikha Wardan : Ini Patut Dicontoh

Tembilahan, detikriau.org -Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir, Hj Zulaikha Wardan, menyampaikan penghargaan tinggi kepada PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP). Penghargaan itu disampaikannya karena PT BPLP merupakan perusahaan yang dinilai paling aktif menyelenggarakan kegiatan donor darah di lingkungan perusahaannya.

“Saya selaku Ketua PMI Kabupaten Indragiri Hilir, mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Bumi Palma Lestari Persada. Sesuai catatan kami, perusahaan ini adalah perusahaan yang teraktif mengadakan kegiatan donor darah,” ucap Zulaikha Wardan saat membuka Kegiatan Bakti Sosial Donor Darah di PT BPLP, Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok, Inhil, Sabtu (12/5/2018).

Kegiatan yang dilakukan oleh PT BPLP ini, tegas Zulaikha, patut dicontoh perusahaan lainnya maupun instansi lainnya yang berada di wilayah Inhil. Seperti dipaparkannya, hingga saat ini PMI Inhil masih menghadapi permasalahan kekurangan stok darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Inhil.

“Setiap bulan kita memerlukan darah lebih kurang 600 kantong. Tapi saat ini PMI Inhil baru dapat memenuhi sekitar 300 sampai 400 kantong. Artinya kita masih kekurangan sekitar 50 persen. Maka untuk itu wajar saja jika  masyarakat kita memerlukan darah tetapi harus mempunyai darah pengganti karena stok kita tidak mencukupi,” terang wanita yang akrab disapa Ika itu.

Untuk itulah, tegas Ika, PMI Inhil terus berupaya menghimbau dan mengajak serta memberikan surat kepada seluruh instansi dan perusahaan yang ada di Inhil supaya dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan donor darah seperti yang dilaksanakan PT BPLP ini, pada momen-momen tertentu.

“Kami mengharapkan kepada seluruh Camat, RT dan RW, kiranya punya data seluruh warga masyarakat yang mempunyai persyaratan sehat dan lainnya yang bisa mendonorkan darah. Contoh alamat, nama dan golongan darahnya. Jadi, pada saat tertentu kita butuh darah kita sudah ada datanya. Selama ini kita tidak punya itu maka terlambat kita menolong. Pasien masih mencari-cari di PMI sudah habis dan mencari lagi yang mana mendonorkan darah, menemukan orangnya aja susah. Kalau ini dilakukan seluruh kecamatan dan punya data lengkap, kita tinggal hubungi camatnya saja. Inilah potensi kita dalam rangka memenuhi darah masyarakat kita,” harap Ika.

Pada kesempatan itu sendiri, Zulaikha Wardan juga berkesempatan menyematkan pin Penghargaan kepada PT BPLP yang diwakili oleh Roni Panjaitan selaku perwakilan Perusahaan. Penyematan pin ini sendiri sebagai penghargaan atas aktifnya PT BPLP menyelenggarakan Bakti Sosial Donor Darah.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Ketua PMI Inhil pada kegiatan yang kami selenggarakan ini. Saya juga sangat senang juga diberi penghargaan oleh ibu diberikan pin. Pagi hari ini kita melakukan donor darah yang pesertanya lebih kurang 90 orang. Insyaallah nanti kita akan lakukan lagi pada hari ulang PMI bulan Oktober,” pungkas Roni./rul