Pemkab Inhil Imbau Masyarakat Dukung PLN Membuat Desa Terang Benderang

Tembilahan, detikriau.org — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau seluruh masyarakatnya, untuk berperan aktif mendukung upaya PLN dalam membuat desa-desa yang belum teraliri listrik menjadi terang benderang.

Imbauan tersebut disampaikan Pj Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Plh Asisten III Setda, RM Sudinoto saat menghadiri peresmian penyalaan listrik desa pada 24 lokasi di Provinsi Riau, yang dipusatkan di Desa Teluk Tuasan, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Selasa (15/5/2018).

Dikatakan Sudinoto, Pemkab Inhil memberikan apresiasi atas kerja nyata PLN, untuk mewujudkan impian warga bisa menikmati listrik 24 jam dengan harga murah, mengingat listrik memiliki manfaat bagi kehidupan, bahkan merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.

“Langkah-langkah yang dilakukan oleh PLN perlu kita bantu dan support secara penuh agar desa-desa yang saat ini pembangunan aliran listriknya akan diselesaikan oleh PLN dapat berjalan sesuai waktu dan bahkan lebih cepat dari yang direncanakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sudinoto mewakili Pemkab Inhil mengajak dan mengimbau masyarakat, untuk membantu upaya PLN dalam membangun jaringan listrik, salah satunya dengan merelakan pohon-pohon yang telah ditanam ditebang, khususnya yang dilewati jaringan listrik.

“Membantu secara swadaya dalam mendukung upaya PLN untuk melistriki desa-desa yang belum berlistrik, agar permasalahan yang dihadapi PLN di lapangan segera cepat teratasi, sehingga warga bisa menikmati listrik dan desa-desa di Kabupaten Inhil menjadi terang benderang,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi mengungkapkan, Pemprov Riau terutama 24 desa yang mendapat pembangunan jaringan listrik sangat bersyukur, karena bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam. Sedangkan sebelumnya hanya menikmati listrik selama 12 jam dan sebatas kemampuan warga dalam membeli minyak untuk mengoperasikan mesin diesel, karena masih dikelola secara kelompok.

“Kesempatan ini patut disyukuri, karena saat ini ke-24 desa dapat menikmati listrik selama 24 jam dan pengelolaannya langsung oleh PLN,” kata Sekdaprov yang ikut meresmikan penyalaan listrik desa, dengan anggaran yang dikucurkan PLN sebesar Rp 45 Milyar tersebut.

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri), Irwansyah menjelaskan, dengan tambahan 24 desa itu, hingga Mei  2018 PLN telah melistriki 1.672 desa dari 1.835 desa yang ada di Propinsi Riau, sehingga menjadikan rasio desa berlistrik mencapai 91,1 persen.

Diakui Irwansyah, banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam upaya melistriki desa-desa di Provinsi Riau, seperti yang terjadi di Kabupaten Inhil dan Kepulauan Meranti.

“Hampir semua sisa desa yang belum berlistrik terkendala pada pengiriman peralatan listrikc karena harus melalui sungai dan anak-anak sungai, bahkan untuk sampai ke jalan-jalan desa petugas harus gotong royong dengan warga memikul tiang-tiang listrik serta material listrik utama, hal ini dikarenakan akses jalan untuk dilewati kendaraan pengangkut material distribusi utama tidak memadai,” terangnya.

Pada kesempatan itu, sebagai bentuk kepeduliannya, PLN juga menyerahkan bantuan bagi 200 warga yang tinggal di Desa Teluk Tuasan, yang dananya berasal dari CSR dan YBM PLN./adv




Indonesia Serukan Negara Anggota PBB tak Ikuti Langkah AS

Dalam kombinasi foto ini, warga Palestina melancarkan aksi protes di dekat perbatasan Israel dan Jalur Gaza pada Senin, 14 Mei 2018 (foto kiri) dan pada hari yang sama para pejabat Israel: Sara Netanyahu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Penasihat Senior Gedung Putih Jared Kushner, dan Putri Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump dari kiri ke kanan) bertepuk tangan pada upacara pembukaan kedutaan AS di Yerusalem.
Foto: Foto AP

JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia (RI) sangat mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang membuka kedutaan negaranya untuk Israel di Yerusalem. Pada Senin (14/5) kemarin, Pemerintah AS resmi memindahkan Kedubesnya dari Kota Tel Aviv ke Yerusalem.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang diterimaRepublika, Selasa (15/5), menyatakan keputusanAS telah melanggar berbagai Resolusi Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum. Selain itu langkah tersebut juga dapat mengancam proses perdamaian dan perdamaian tersebut.

Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum untuk segera bersidang untuk mengambil posisi dan tindakan tegas. Pihaknya juga menyerukan kepada negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti jalan AS.

“Pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina dalam memperjuangkan hak-hak dan kemandirian mereka yang tidak dapat dicabut,” menurut pernyataan tersebut.

sumber: republka




Ustaz Somad: Pelaku Teror Bom Surabaya tak Mati Sahid

Ustad Abdul Somad. Foto: net

JAKARTA — Ustaz Abdul Somad menegaskan, pelaku teror bom bunuh diri di Surabaya bukanlah tergolong orang-orang yang mati sahid. Menurut ulama kondang asal Riau itu, telah terjadi pemahaman yang salah karena menganggap bunuh diri yang mengorbankan pemeluk agama lain adalah mati sahid.

Orang yang mati sahid adalah orang yang meninggal di medan perang melawan kaum kafir yang punya niat membinasakan Islam. Bukan di negeri yang damai seperti di Indonesia.

Ustaz Somad mencontohkan di Palestina melawan tentara zionis Israel. “Kalau di Palestina, di wilayah perang mereka bunuh diri untuk menyerang Israel, itu baru mati syahid. Kalau yang dilakukan di Surabaya itu bukanlah mati sahid. Karena negeri kita ini negeri yang damai dan rukun antar umat beragama,” kata Ustaz Somad saat memberikan ceramah di Riau, Selasa (15/5) pagi yang disiarkan langsung melalui Instagram resmi Ustaz Somad.

Ustaz Somad menyebutkan sahid di zaman nabi ketika tentara Islam kalah di perang Uhud. Saat itu Nabi mengatakan tentara Islam yang meninggal di tangan tentara kafir Quraish akan bertemu nabi di surga karena mati Sahid. Mendengar perkataan Nabi Muhammad SAW itu, maka semakin ramai tentara Islam yang berani menyongsong tentara kafir dan mati sahid.

Ustaz Somad mengklarifikasi tentang video ceramahnya yang dipotong oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Ustaz Somad disebut telah memotivasi orang untuk bunuh diri.

“Video ceramah saya itu dipotong dan mengatakan Ustaz Abdul Somad telah memotivasi orang bunuh diri. Itu dalam konteks apa? Sahid kalau mati di medan perang melawan orang kafir yang hendak membinasakan Islam. Tapi tidak apa-apa. Saya anggap saja iklan gratis. Karena orang akan mencari video lengkap saya dan paham kalau saya bukanlah Ustaz yang radikal,” ujar Ustaz Somad.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut korban tewas dalam teror bom di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) berjumlah 28 orang, baik pelaku, petugas kepolisian, maupun masyarakat.Jumlah korban luka-luka dalam aksi terorisme tersebut sebanyak 57 orang, termasuk anggota keluarga yang diduga menjadi pelaku pengeboman.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, jenis bom yang digunakan para pelaku teror dalam serangkaian aksi di Surabaya dan Sidoarjo bermacam-macam. Namun demikian, kata Tito, bom yang digunakan di semua titik kejadian bentuknya hampir sama, yaitu menggunakan bom pipa.”Tapi ada yang ditumpuk, ada yang ditambah jumlahnya, ada lagi yang ditambahkan bensin, seperti dalam kasus di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jalan Arjuno,” ujar Tito di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (14/5).

Tito juga mengungkapkan, yang penemuan sementara dari Puslabfor, material bahan peledaknya adalah TATP (triacetone triperoxide). Bahan peledak tersebut menurutnya yang sangat dikenal di kelompok ISIS, terutama di Irak dan Suriah. Material ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh.

sumber: republika




Rupiah Ditutup Melemah di Rp 13.972 Per Dolar AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Senin (14/5) ditutup melemah dibandingkan posisi kemarin.

Mengacu data Bloomberg, rupiah sore ini pukul 16.00 WIB di pasarspot exchange ditutup sebesar Rp 13.972 per dolar AS atau melemah 12,5 poin (0,09 persen) dari penutupan sebelumnya. Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.957-Rp 13.993 per dolar AS.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah hari ini berada di posisi Rp 13.976 per dolar AS atau melemah dari posisi sebesar Rp 14.048 per dolar AS dengan kisaran perdagangan Rp 14.046- Rp 13.906 per dolar AS.

Sementara rupiah terhadap euro pukul 16.00 ditransaksikan mencapai Rp 16.746 per euro. Adapun rupiah terhadap pound sterling di jam yang sama mencapai Rp 18.978 per pound sterling. Rupiah terhadap dolar Singapura mencapai Rp 10.486 per dolar Singapura. Adapun transaksi rupiah terhadap yen Jepang sebesar Rp 127,50.

 

Sumber: BeritaSatu.com



Jelang Ramadan, Pemkab Inhil Gelar Pasar Murah

Foto: arsip detikriau.org/ Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah, Senin (14/5/2018).

Kabid Pasar Disperindag Inhil, Ahmad Fitri menerangkan bahwa, disamping untuk mengantisipasi gejolak harga, pasar murah itu juga dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang tibanya bulan Ramadan 1439 H.

“Nanti dibulan Ramadan, lokasi pasar murah dihalaman samping kantor Disperindag ini akan dijadikan sebagai lokasi pasar Wadai. Saat ini, kita selenggarakan dahulu pasar murah,” katanya.

Dari pantauan lapangan, tampak sejumlah masyarakat Kota Tembilahan berbondong-bondong membeli segala bahan pokok di Pasar Murah.

Dimana, arena Pasar Murah tersedia berbagai bahan seperti minyak goreng, beras dan lain sebagainya hingga tersedia Gas Elpiji ukuran 3 Kg.

Sebelumnya, Plt Kadisperindag Inhil, Azwar menyampaikan bahwa pasar murah sempena masuknya bulan suci bagi umat muslim ini, direncanakan akan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pertemakali diadakan menjelang tibanya bulan Ramadan, kemudian di pertengahan dan akhir bulan Ramadan.

“Tapi kita lihat dulu bagaimana kondisinya nanti,” Ujar Plt Kadisperindag Inhil, Azwar C saat itu

Saat itu Azwar juga berpesan agar masyarakat tidak khawatir akan terjadinya gejolak harga. Saat ini menurutnya, Disperindag Inhil terus lakukan pantauan sejumlah kebutuhan pokok. Jika terpantau terjadinya gejolak harga, Disperindag akan segera menyampaikan kepada pihak Kementrian Perdagangan. Nantinya, baik pusat maupun melalui provinsi akan melakukan suplay kebutuhan pokok yang mengalami gejolak harga.

“Ini perintah Presiden. Kita pantau terus harga pasaran dan setiap hari dilaporkan. Pusat ataupun melalui Provinsi akan segera menyikapi dengan mensuplai barang jika memang nantinya ada gejolak harga,” Pastikan Azwar./adv/mirwan




Razia Jelang Ramadan, Satpol PP Inhil Jaring Empat Pasangan Mesum di Kamar Wisma

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Empat pasang pria dan wanita tanpa identitas kepergok lagi asyik berdua-duaan di beberapa Wisma Kota Tembilahan, Minggu (13/5/2018) dini hari.

Keempat pasangan tersebut terjaring dalam razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Berdasarkan pantauan lapangan, puluhan personil Satpol PP itu mulai beranjak dari Kantor Satpol PP Inhil pada hari Sabtu (12/5) sekitar 23.30 WIB dengan menggunakan dua armada. Sekitar 1 jam menyisir hotel dan wisma, tepat pada pukul 00.30 WIB, petugas menemukan sepasang sejoli.

Kemudian petugas melanjutkan penyisiran ke lokasi sasaran lainnya. Sekitar pukul 1.00 WIB, petugas kembali mempergok pasangan mesum, kali ini 3 pasang sekaligus dalam wisma.

Tak hanya itu, petugas juga mengamankan sepasang remaja di Taman Swarna Bumi sekitar pukul 1.25 WIB. Setelah itu, tepat pada pukul 1.30 WIB petugas kembali ke Kantor Satpol PP dengan membawa 10 orang.

Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah mengatakan, razia tersebut dilakukan sebagai rutinitas penertiban perbuatan maksiat, terlebih lagi katanya umat muslim siap menyambut Bulan Ramadhan 1439 H.

“Nantinya kita tetap melakukan Yustisi, karena bukan berarti bulan puasa orang berenti melakukan maksiat, malah sebaliknya,” kata TM Syaifullah.

Sebab kata Kasatpol PP, evaluasi dari melihat tahun-tahun sebelumnya tetap ada maksiat Dibulan Puasa. Dan bahkan, tidak menutup kemungkinan pasangan tanpa identitas melakukan mesum disiang hari./mirwan