DPS Pemilu 2019 di Inhil ditetapkan Sebanyak 455.808 orang

Tembilahan, detikriau.org – Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Umum 2019 di Kabupaten Indragiri Hilir ditetapkan sebanyak 455.808 orang (pemilih laki-laki sebanyak 229.763 orang dan pemilih perempuan sebanyak 216.045 orang) dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 1.966.

Hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penetapan daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Umum Tahun 2019, tingkat Kabupaten Indragiri Hilir oleh KPU Inhil dihadiri oleh Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panwaslu Kabupaten Indragiri Hilir, Partai Politik Tingkat Kabupaten Indragiri Hilir serta sejumlah undangan lainnya ini dilaksanakan di Aula salah satu Hotel di Jalan Guru Hasan Tembilahan, minggu (17/6/2018) kemaren

Untuk masing-masing Kecamatan dirincikan sebagai berikut;

  1. Kecamatan Reteh
    Jumlah Desa      : 14 Desa
    Jumlah TPS       : 125 TPS
    DPS Laki-laki    : 14.374 Orang
    DPS Perempuan : 13.919 Orang
  2. Kecamatan Enok
    Jumlah Desa      : 14 Desa
    Jumlah TPS       : 108 TPS
    DPS Laki-laki    : 13.004 Orang
    DPS Perempuan : 12.175 Orang
  3.  Kecamatan Kuala Indragiri
    Jumlah Desa      : 8 Desa
    Jumlah TPS       : 52 TPS
    DPS Laki-laki    : 5.858 Orang
    DPS Perempuan : 5.282 Orang
  4. Kecamatan Tembilahan
    Jumlah Desa      : 8 Desa
    Jumlah TPS       : 205 TPS
    DPS Laki-laki    : 24.039 Orang
    DPS Perempuan : 24.048 Orang
  5. Kecamatan Tempuling
    Jumlah Desa      : 9 Desa
    Jumlah TPS       : 94 TPS
    DPS Laki-laki    : 11.015 Orang
    DPS Perempuan : 10.328 Orang
  6. Kecamatan Gaung anak Serka
    Jumlah Desa      : 12 Desa
    Jumlah TPS       : 69 TPS
    DPS Laki-laki    : 8.028 Orang
    DPS Perempuan : 7.466 Orang.
  7. Kecamatan Mandah
    Jumlah Desa      : 17 Desa
    Jumlah TPS       : 122 TPS
    DPS Laki-laki    : 14.648 Orang
    DPS Perempuan : 13.897 Orang
  8. Kecamatan Kateman
    Jumlah Desa      : 11 Desa
    Jumlah TPS       : 114 TPS
    DPS Laki-laki    : 13.105 Orang
    DPS Perempuan : 11.750 Orang
  9. Kecamatan Keritang
    Jumlah Desa      : 17 Desa
    Jumlah TPS       : 186 TPS
    DPS Laki-laki    : 21.880 Orang
    DPS Perempuan : 21.058 Orang
  10. Kecamatan Tanah Merah
    Jumlah Desa      : 10 Desa
    Jumlah TPS       : 73 TPS
    DPS Laki-laki    : 9.213 Orang
    DPS Perempuan : 8.594 Orang
  11. Kecamatan Batang Tuaka
    Jumlah Desa      : 13 Desa
    Jumlah TPS       : 78 TPS
    DPS Laki-laki    : 9.684 Orang
    DPS Perempuan : 8.874 Orang
  12. Kecamatan Gaung
    Jumlah Desa      : 16 Desa
    Jumlah TPS       : 107 TPS
    DPS Laki-laki    : 14.028 Orang
    DPS Perempuan : 12.818 Orang
  13. Kecamatan Tembilahan Hulu
    Jumlah Desa      : 6 Desa
    Jumlah TPS       : 128 TPS
    DPS Laki-laki    : 14.911 Orang
    DPS Perempuan : 14.283 Orang
  14. Kecamatan Kemuning
    Jumlah Desa      : 12 Desa
    Jumlah TPS       : 99 TPS
    DPS Laki-laki    : 11.855 Orang
    DPS Perempuan : 11.557 Orang
  15. Kecamatan Pelangiran
    Jumlah Desa      : 16 Desa
    Jumlah TPS       : 127 TPS
    DPS Laki-laki    : 21.055 Orang
    DPS Perempuan : 10.254 Orang
  16. Kecamatan Teluk Belengkong
    Jumlah Desa      : 13 Desa
    Jumlah TPS       : 36 TPS
    DPS Laki-laki    : 3.651 Orang
    DPS Perempuan : 3.179 Orang
  17. Kecamatan Pulau Burung
    Jumlah Desa      : 14 Desa
    Jumlah TPS       : 61 TPS
    DPS Laki-laki    : 6.335 Orang
    DPS Perempuan : 5.871 Orang
  18. Kecamatan Concong
    Jumlah Desa      : 6 Desa
    Jumlah TPS       : 39 TPS
    DPS Laki-laki    : 4.597 Orang
    DPS Perempuan : 4.260 Orang
  19. Kecamatan Kempas
    Jumlah Desa      : 12 Desa
    Jumlah TPS       : 108 TPS
    DPS Laki-laki    : 13.419 Orang
    DPS Perempuan : 12.623 Orang

20. Kecamatan Sungai Batang
Jumlah Desa      : 8 Desa
Jumlah TPS       : 35 TPS
DPS Laki-laki    : 4.064 Orang
DPS Perempuan : 3.809 Orang




Sekdaprov Riau bersama BPBD Riau Tinjau Lokasi Longsor di Inhil

Tembilahan, detikriau.org — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau H Ahmad Hijazi bersama Kepada Badan Penanggulanan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger, dan disampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil meninjau lokasi longsor yang berlokasi diJalan Greliya Parit 6 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (19/6/) siang.

Dalam musibah longsor yang berlangsung hampir sepekan ini Diketahui 4 unit rumah hangus terseret di bawa longsor, sedangkan satu unit rumah lagi mengalami rusak parah.

Longsor ditepi pantai jalan tersebut menggangu akses jalan Nasional yang baru dibangun, akibatnya separoh dari jalan Nasional ditempat longsor tidak bisa dipergunakan untuk akses lalu lintas masyarakat, Sebab di bawah jalan sudah nampak tanah yang longsor.

Sekdaprov menghimbau kepada masyarakat yang ada di sekitar bantaran sungai agar betul-betul menyadari akan hal ini, karena pemerintah akan berusaha memperbaiki tempat longsor tersebut.

” Dari akibat longsor ini akses jalan Nasional, dan satu-satunya akses jalan masuk keTembilahan yang merupakan leher lalulintas dari Kota Tembilahan. Jika jalan ini terputus maka putuslah akses jalan keTembilahan karena tidak memiliki akses jalan alternatif,” ungkap Ahmad Ijazi.

Sekdaprov menambahkan terkait dengan tata ruang yang tanah pinggiran sungai yang tidak memiliki legilitas yang jelas agar ditata dengan baik, sebab jika di biarkan maka akan tumbuh longsor kembali di tempat-tempat lain.

“Sebagai contoh sudah ada turap atau dam yang dibangun, hal ini merupakan penataan ruang sungai yang baik, kita juga berharap agar Inhil menjadi Kabupaten yang menata tata ruang sungai terbaik, harus ada kesadaran bersama yang harus didorong sehingga menjadikan kawasan yang rawan bencana menjadi kawasan yang bisa menjadi tempat wisata, serta Pemerintah Kabupaten Inhil harus bisa meyakinkan masyarakat akan penataan ruang,” Uangkapnya.

Dalam kesempatan ini, Edwar Sanger tetap memerintahkan kepada BPBD Kabupaten Inhil agar tetap siap siaga dilokasi, sebab penilaian Edwar Sanger akan ada longsor susulan.

“Kami dari BPBD Provinsi Riau bersama Sekdaprov hal ini akan kami usulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar diberikan Dana Siap Pakai (DSP) agar tempat longsor ini cepat diperbaiki,”Ungkapnya.

Edwar Sanger juga berterimakasih kepada BPBD Kabupaten Inhil yang jeli akan hal ini, dimana puluhan personil disiagakan dilokasi.

Dalam peninjauan lokasi longsor tepatnya di jalan gerilya parit 6 tembilahan ini, Sekdaprov Riau akan bersama BPBD Riau dan BPBD Kabupaten,  segera mengusulkan permintaan bantuan dana kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu dana siap pakai (DSP) untuk mengantisipasi kejadian awal dalam menanggulangi  bencana longsor ini./rls/adv




Sekda Inhil Hadiri Halal Bihalal Bersama Masyarakat GAS

GAS, detikriau.org — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir  (Inhil), H Said Syarifuddin hadiri Halal Bihalal bersama masyarakat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) di Lapangan Teratak, Kelurahan Teluk Pinang, Minggu (17/6/2018).

Halal bihalal pasca lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah ini diinisiasi oleh Pemuda tempatan Kecamatan GAS dan menyuguhkan kreasi anak negeri yang tergabung dalam Sanggar Seni ‘Anak Kampung’, Teluk Pinang.

Tak pelak, penampilan apik muda – mudi pelaku seni asli Kecamatan GAS ini menuai begitu banyak pujian, baik dari Masyarakat maupun Pihak Pemerintah Kabupaten Inhil yang hadir dalam semarak kegiatan tersebut.

Suguhan atraktif dari penampilan memukau kaum muda Kecamatan GAS kala itu, menorehkan apresiasi dari Sekda Inhil, H Said Syarifuddin. Dia mengaku takjub dan terkesima akan kreatifitas yang dipertontonkan dalam kegiatan.

“Saya yang diundang dalam acara hari ini, sangat terkesima dan takjub dengan pagelaran seni yang disuguhkan oleh anak – anak Kecamatan GAS. Sungguh di luar dugaan kemahiran anak anak dalam mempertontonkan pagelaran seni. Selama ini, yang saya ketahui hanya ada beberapa sanggar seni saja dan itupun hanya di Kota Tembilahan,” ungkap Sekda.

Atas penampilan yang memuat nilai seni yang tinggi itu, lahir harapan yang besar dari Sekda Inhil, agar para Pemuda pelaku seni asal GAS itu dapat berkiprah dan berkompetisi di ajang – ajang bergengsi.

“Pemkab bersama DPRD Inhil akan selalu mendukung program positif yang dilakukan oleh anak – anak, remaja maupun pemuda,” pungkas Sekda yang tak henti – hentinya memberikan apresiasi dan pujian dalam kegiatan itu.

Komitmen serupa juga dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD Inhil, H Ferryandi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia bersama unsur Pimpinan DPRD dan jajaran anggota mengklaim akan mengalokasikan sejumlah dana, khusus untuk pembinaan kesenian para Pemuda.

“Kita akan terus mengupayakan dan membesarkan potensi anak anak muda dalam berkreasi. Saya bersama rekan rekan di DPRD Inhil juga akan memberikan dana aspirasi untuk pengembangan sanggar kesenian ini,” ujar Ferryandi dengan disambut tepukan tangan masyarakat GAS.

Sejalan dengan kegiatan Halal bihalal, Para tokoh Masyarakat Kecamatan Gaung Anak Serka juga mendeklarasikan bulan Juni sebagai bulan jadi atau Milad Kecamatan Gaung Anak Serka. Deklarasi Milad diikuti oleh Sekda Inhil, H Said Syarifuddin, sejumlah Anggota DPRD Inhil dan segenap elemen masyarakat Kecamatan GAS, mulai dari Camat GAS, Ijmi, Lurah serta para Kepala Desa se – Kecamatan GAS, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, Tokoh Adat dan lain sebagainya./adv




Polri Setop Satu Per Satu Kasus yang Menghebohkan Publik

JAKARTA – Menyusul penghentian kasus dugaan chat mesum Habib Rizieq dengan Firza Husein, Bareskrim Polri ikut setop penyelidikan terhadap kasus dugaan penodaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri. Penghentian karena penyidik tak menemukan tindak pidana.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, kasus yang berawal dari pembacaan puisi berjudul “Ibu Indonesia” itu telah melalui proses panjang sebelum akhirnya dihentikan.

“Jumlah laporan polisi (LP) ada 30, satu di Bareskrim dan satu di Polda Jawa Timur. Sisanya dari berbagai daerah,” kata dia dalam keterangannya, Minggu (17/6).

Kemudian, dua laporan di Bareskrim dan Polda Jatim telah dicabut dan sisanya sebanyak 28 dikumpulkan di Bareskrim Polri dengan pertimbangan materi yang dilaporkan sama.

Oleh penyidik, laporan itu kemudian diteliti. Penelitian dilakukan dengan memeriksa 28 pelapor dan satu saksi.

“Penyidik juga mendengarkan keterangan empat ahli. Keempatnya adalah ahli bahasa, alhi sastra, ahli pidana, dan ahli agama,” urai Iqbal.

Setelah mendapatkan keterangan ahli, penyidik melakukan gelar perkara dan hasilnya tak menemukan adanya tindak pidana.

“Sesuai hasil penelitian, kasus puisi Sukmawati tidak dapat dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Sehingga dikeluarkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3),” tambahnya.

Diketahui, putri Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno itu disangka melanggar Pasal 156 KUHP, Pasal 156a KUHP, Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008, Pasal 45a ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

sumber: jpnn




Juli, Munas Ulama Non-MUI Tentukan Penantang Jokowi

Habib Novel Bamukmin di sela sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (3/2). Foto: Amjad/JPNN.com

JAKARTA – Amien Rais bulan Ramadan lalu mengungkap pesan Habib Rizieq Shihab tentang akan adanya Musyawarah Nasional Ulama non-MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menentukan nama capres dan cawapres guna mengalahkan Jokowi di Pilpres 2019.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Habib Novel Bamukmin ketika ditanya kepastian Munas Ulama non-MUI tersebut mengatakan rencananya memang ada. Acara itu akan berlangsung sekitar bulan Juli 2018 mendatang.

“Memang ada agenda, Juli nanti ada musyawarah nasional. Memang harus menentukan (cappres-cawapres),” ucap Novel menjawab JPNN melalui sambungan telepon, Minggu (17/6).

Dia menyebutkan, Munas Ulama non-MUI tersebut akan mengerucutkan 5 kandidat capres dan 9 cawapres yang direkomendasikan Rakornas Ulama beberapa waktu lalu.

“Tentu finalnya menunggu persetujuan daripada Habib Rizieq juga, siapa yang berhak didukung nanti,” kata Novel.

Nantinya, rekomendasi nama pasangan yang disepakati sebagai capres-cawapres 2019, akan diserahkan kepada partai koalisi 212. Antara lain Gerindra, PAN, PKS, dan PBB supaya diusung di Pilpres 2019.

Hanya saja dia tidak bisa memprediksi siapa capres-cawapres yang nantinya akan disepakati pada Munas Ulama tersebut.

sumber: jpnn




Idrus Sebut Poros Beijing Makin Mesra dengan Tiongkok

JAKARTA – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Idrus mengistilahkan poros keumatan dengan sebutan Poros Mekah, sementara koalisi partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019 disebutnya sebagai Poros Beijing.

Dia memastikan mengatakan, poros keumatan tetap konsisten dan siap menghadapi capres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Idrus, poros keumatan tetap konsisten mengusung agenda umat yang tidak mengkriminalisasi agama, memenjarakan ulama dan mencurigai rakyat layaknya PKI.

“(Poros Keumatan) terpresentasikan Poros Mekah dan poros satunya Rezim Jokowi terpresentasikan Poros Beijing, yang makin hari terlihat mesra dengan Tiongkok,” ujar Idrus di Jakarta, Minggu (17/6).

Idrus menyebut rezim mantan Wali Kota Surakarta merupakan pendukung program Presiden RRC Xi Jinping, One Belt One Road (OBOR). Selain itu, membuka pintu hingga masuknya serbuan tenaga kerja asing dari Tiongkok tak terbendung.

Idrus juga menyatakan, rezim Jokowi mengakibatkan menumpuknya utang negara. Diperkirakan saat ini mencapai lebih dari Rp 5.000 triliun, dimana sebagian besar berasal dari RRC.

sumber: jpnn