Data Tidak Sinkron, Panwaslu Perintahkan PSU di TPS 01 Desa Sungai Luar

“PSU dilaksanakan pada Sabtu (30/6/2018)”

Tembilahan, detikriau.org – Panitia Pengawas Pemilu meminta KPU Inhil untuk melakukan pemilihan ulang di TPS 01 Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka. Permintaan PSU ini didasari atas temuan tidak sinkronnya jumlah daftar hadir (absensi) pemilih dengan jumlah kertas suara yang digunakan.

“Panwascam setempat menemukan adanya ketidaksinkronan data. Daftar hadir pemilih tercatat sebanyak 258 orang tetapi surat suara yang digunakan sebanyak 262 lembar. Artinya ada kelebihan 4 lembar surat suara,” Ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Inhil, Andang Yudiantoro SH, MH dikomfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (29/6/2018)

Setelah diketahui adanya ketidaksinkronan data, kata Andang, sempat dilakukan kompromi antara KPPS, Pengawas TPS dan saksi. Saat itu diusulkan untuk mencabut 4 lembar surat suara dan tidak menyertakannya dalam perhitungan.

“Tapi usulan ini tentu tidak benar dan adil. Satu-satunya cara adalah melakukan pemilihan ulang” Tegas Andang

Ketika dipertanyakan apakah ada oknum yang sengaja untuk melakukan pemilihan lebih dari satu kali, Andang tidak menampik adanya kemungkinan itu. Tetapi menurutnya, Panwas lebih menduga kejadian ini bukan unsur kesengajaan. Bisa saja menurutnya, ada pemilih yang lupa mengisi daftar hadir.

“bisa saja karena kondisi saat itu ramai, petugas PPS lupa memintakan 4 orang pemilih mengisi daftar hadir. Tapi ini hanya dugaan kita. Kesalahan pastinya di PPS. Makanya kita sudah memintakan KPU untuk memberikan sanksi kepada KPPS-nya,” diterangkan Andang

Adanya PSU di TPS 01 Desa Sungai Luar ini juga diyakini Andang tidak akan berpengaruh terhadap hasil perolehan suara yang sudah diperoleh dari masing-masing calon.

“Saya rasa tidak akan berpengaruh banyak karena selisih hasil perhitungan sementara sudah terlalu jauh. Usulan PSU kita KPU juga sudah disetujui, dan direncakan PSU akan dilaksanakan besok, sabtu (30/6/2018).” Akhiri Andang./ red




Hindari Terputusnya Ruas Jalan Nasional di Parit VI, Pemkab Inhil Segera Lakukan Relokasi.

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, rencanakan secepatnya akan lanjutkan pengerjaan pembangunan turap beton bantaran sungai Indragiri di Parit VI Kecamatan Tembiahan Hulu. Pembangunan turap ini dilakukan untuk menghindari terputusnya ruas jalan satu-satunya yang menjadi pintu keluar-masuk ke Ibu Kota Kab Inhil, Tembilahan, akibat hantaman abrasi.

“Kita sudah agendakan untuk melanjutkan pembangunan turap. Mudah-mudahan secepatnya bisa direalisasikan,” Sampaikan Bupati Inhil HM Wardan dalam Press Conference dengan Insan Pers dirumah dinas kediamannya Jalan Kesehatan No 1 Tembilahan, kamis (28/6/2018)

Menurut Bupati, menindaklanjuti rencana itu, Pemkab Inhil sudah melakukan dialog dengan sejumlah masyarakat disekitar lokasi. Bahkan dalam pertemuan saat itu, masyarakat sudah bersedia untuk direlokasi. Namun berjalannya waktu, relokasi terus tertunda karena adanya sejumlah persoalan.

“Pemkab selama ini belum mengambil sikap tegas. Karena apapun alasannya, mereka juga bagian dari masyarakat kita. Tapi saat ini, menimbang kepentingan yang jauh lebih besar, kita akan tegas. Kita akan segera lakukan relokasi agar pengerjaan turap bisa disegerakan,” Tegaskan Bupati

Dalam penjelasan saat itu, Bupati juga mengakui adanya kemungkinan dan kekhawatiran jika terputusnya ruas jalan ini akan menyebabkan kota Tembilahan akan terisolasi. Mengantisipasi kemungkinan itu, Bupati mengatakan bahwa Pemkab Inhil sudah melaporkan hal ini kepada instansi terkait ditingkat pusat termasuk BNPB. Solusinya jika kondisi terburuk itu terjadi, peralatan penghubung darurat akan segera ditempatkan.

“Dengannya Tembilahan tidak akan terisolasi. Tapi semoga saja kemunginan terburuk itu tidak sampai terjadi. Makanya relokasi harus disegerakan agar pengerjaan turap bisa segera dilakukan.” Kembali tegaskan Bupati./ red




Bupati Inhil Gelar Press Conference Dengan Insan Pers

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menggelar press conference dengan sejumlah insan pers di kediaman dinasnya, Jalan Kesehatan Nomor 1, Tembilahan, Kamis (28/6/2018) siang.

Di ruang pertemuan Kediaman Dinas itu, Bupati Inhil memberikan ruang sebebas – bebasnya bagi seluruh Insan Pers yang hadir untuk memberikan pertanyaan seputar kinerja Pemerintah Kabupaten Inhil maupun Pilkada Serentak yang baru saja usai diselenggarakan.

“Saya mohon maaf kalau sekiranya belakangan ini jarang sekali bertemu dan mengobrol dengan rekan – rekan wartawan. Pertemuan ini tentunya diadakan untuk menjaga tali silahturrahmi dan kemitraan antara Pemkab Inhil dengan rekan – rekan pers,” ungkapnya diawal pertemuan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada segenap insan pers yang telah bersedia bekerja mempublikasikan setiap kegiatan pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.

“Tanpa bantuan rekan – rekan pers, berat rasanya kami Pemerintah Kabupaten Inhil untuk menggapai pembangunan yang menyentuh seluruh elemen masyarakat. Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih,” Imbuh Bupati.

Tidak menunggu lama, Bupati pun membuka sesi tanya – jawab bagi para wartawan yang hadir kala itu. Beberapa pertanyaan pun dilontarkan oleh wartawan. Pertanyaan tersebut berkutat pada persoalan kelapa, infrastruktur, pariwisata dan penyelenggaraan Pilkada Serentak.

Satu demi satu, pertanyaan dari para wartawan pun dijawab oleh Bupati Inhil, HM Wardan. Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam sejak pukul 11.00 WIB tersebut, diakhiri dengan dokumentasi foto dan makan bersama.

Turut Hadir dalam press conference, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik, HM Thaher dan Kepala Bidang P4KSDKI, Trio Beni Putra serta sejumlah pejabat eselon 2 Pemerintah Kabupaten Inhil./ADV




KPU Tegaskan, Secara Resmi, Pemenang Pilkada Inhil Baru Diketahui Pasti Tanggal 5 Juli 2018

Komisoner KPU Inhil M Dong (kanan)

Tembilahan, detikriau.org – KPU Inhil agendakan pelaksanaan rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Inhil ditingkat Kabupaten akan digelar pada tanggal 5 Juli 2018 mendatang. Mulai hari ini, tanggal 28 Juni hingga 3 Juli 2018, rekapitulasi masih dilakukan ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Pernyataan ini disampaikan oleh Komisoner KPU Inhil, M Dong dikomfirmasi detikriau.org melalui sambungan selularnya, kamis (28/6/2018).

“Rekapitulasi ditingkat Kabupaten, agendanya dilaksanakan tanggal 4 – 6 Juli 2018. Tapi kita jadwalkan pelaksanaannya pada tanggal 5 juli. Saya yakin satu hari selesai. Setelahnya, barulah bisa diketahui secara sah siapa yang keluar sebagai pemenang ,” Ujar M Dong.

Diterangkan M Dong, rilis data hasil perolehan suara pilkada oleh Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (diskominfops) Kabupaten Inhil yang digunakan sebagai sumber pemberitaan disejumlah media hari ini bukanlah merupakan data yang secara hukum bisa digunakan untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang Pilkada.

Sumber perolehan suara dari Diskominfops itu seumpama “quick count” meskipun datanya juga data real count yang dikumpulkan dari TPS.

“Sifatnya seperti quick count, tapi data yang digunakan Diskominfops Inhil juga data real count dari TPS-TPS. Jadi nanti bisa saja hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil rekapitulasi KPU. Tapi secara resminya tetap kita menunggu hasil rekapitulasi suara KPU tanggal 5 Juli.”Akhiri M Dong./ red




Total 222.869 Suara yang Sudah Masuk, Bupati Petahana Rebut 51,98 Persen

Tembilahan, detikriau.org — Ketua Desk Pilkada Inhil, H Said Syarifuddin nyatakan bahwa belum seluruh surat suara terinput. Beberapa persen lagi belum dilaporkan petugas pengumpul dilapangan.

“Insya Allah, hari ini akan masuk semua dan penghitungan masih akan terus berlangsung. Tim kita terus bekerja dan melaporkan dari seluruh daerah di Indragiri Hilir,” Sampaikan Said Syarifuddin

Dari total suara masuk, dikatakan Said Syarifuddin, terdapat sekitar 2,4 persen suara yang tidak sah, baik itu disebabkan oleh kerusakan surat suara atau lain sebagainya.

“Secara keseluruhan, rangkaian tahapan Pilkada berjalan lancar, aman dan terkendali. Kita berharap kelancaran ini dapat bertahan hingga seluruh tahapan Pilkada selesai,” tandas H Said Syarifuddin uang kini juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Inhil ini.

Berdasarkan data rilis Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (diskominfops) Inhil, Kamis (28/6/2018) pagi, pasangan Calon Bupati Inhil Muhammad Wardan – Syamsuddin Uti mengumpulkan suara sebanyak 117.122 suara atau 51.98 persen dari total 222.869 atau 51 persen suara sah yang sudah masuk. Dengannya, Calon Bupati Petahana ini sekaligus mengungguli dua pasangan calon lainnya.

Dimana, pasangan calon Bupati Inhil, Ramli Walid – Ali Azhar meraih sebanyak 54.734 suara atau 24,29

Sedangkan pasangan calon Bupati Inhil Rosman Malomo – Musmulyadi memperoleh sebanyak 51.013 suara atau sebesar 22,64 persen./Am




Jagoan Kalah Pilkada, Ini Kiatnya Agar Kamu Tidak Depresi

Pilkada serentak sudah digelar pada 27 Juni kemarin di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Beberapa provinsi tersebut di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Biasanya, saat musim Pilkada, orang yang cukup fanatik mendukung jagoannya berisiko terkena depresi saat orang yang dipilihnya kalah dalam penghitungan suara.

Anda termasuk dalam golongan yang fanatik juga? Nah, agar tidak berlarut-larut dalam kekecewaan atas kekalahan calon yang Anda pilih, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko depresi usai Pilkada:

1. Cobalah untuk bersenang-senang.

Buatlah rencana dan lakukan hal-hal yang membuat Anda senang. Traveling, kuliner, atau sekadar berkebun, pilih yang sesuai dengan hobi Anda. Dengan melakukan hal yang disenangi, maka pikiran Anda akan terbebas dari pikiran negatif tentang hasil Pilkada.

2. Lakukan hal baru.

Saat Anda melakukan hal baru yang menantang, otak akan memproses untuk memproduksi dopamin lebih banyak. Dopamin ini merupakan hormon yang memengaruhi pikiran positif, serta perasaan nyaman dan bahagia.

3. Tidur cukup.

Dilansir dari National Sleep Foundation, orang yang kurang tidur rentan mengalami tingkat depresi yang lebih tinggi. Kurang waktu tidur bisa menyebabkan Anda 10 kali lebih mungkin mengalami depresi dan 17 kali lebih mengalami kecemasan. Jadi, cukupkan waktu tidur Anda, setidaknya 7-8 jam sehari.

4. Olahraga.

Menurut dr. Vito A. Damay dari KlikDokter, olahraga secara rutin dan teratur dapat membuat tubuh melepaskan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan. Hormon ini berinteraksi dengan otak untuk meredakan nyeri serta memberikan energi positif pada tubuh Anda.

5. Asupan sehat.

Makan terkadang menjadi solusi untuk sebagian orang ketika stres atau depresi. Sayangnya, bukan meredakan depresi, makan terlalu banyak dan tidak sehat justru akan membuat Anda semakin stres.

Sebuah penelitian dilakukan oleh University College London terhadap lebih dari 7000 responden yang diamati perilaku pola makannya selama 22 tahun.

Dari penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa konsumsi gula yang terlalu banyak, yakni sekitar 67 gram atau lebih per hari bisa membuat responden rentan mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

6. Lakukan meditasi.

Meskipun tak mudah, cobalah untuk berpikiran positif atas hasil Pilkada yang ada. Meski calon yang Anda jagokan kalah, tetap dukung calon terpilih agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Untuk membantu Anda terhindar dari pikiran negatif, cobalah untuk melakukan meditasi.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, meditasi dapat membantu menstabilkan emosi Anda.

“Dengan meditasi, Anda akan memiliki perspektif baru dalam melihat situasi (termasuk soal hasil Pilkada). Dengan demikian, Anda akan terhindar dari energi negatif, lebih sabar dan tenang,” jelas dr. Nadia.

Menurut beberapa penelitian, meditasi juga dinyatakan sebagai kegiatan yang sangat efektif untuk memperbaiki gejala gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Tidak terealisasinya hal yang dinginkan memang sering kali berisiko memicu depresi, termasuk ketika calon yang digadang-gadang untuk menang saat Pilkada ternyata kalah dalam penghitungan suara.

Agar terhindar dari stres ataupun depresi, Anda bisa melakukan hal-hal di atas usai Pilkada nanti.

Tulisan ini sudah terbit di JPNN.com dengan judul “Kiat Bebas Depresi Saat Jagoan Anda Kalah Dalam Pilkada”