Sehat Saat Umroh & Haji Ibadah Lancar. Ini Rahasianya




Ini 10 Rekomendasi Pertemuan Ulama dan Dai Internasional

foto: hidayatulah.com

JAKARTA — Pertemuan Ulama dan Dai Internasional ke-5 menghasilkan 10 rekomendasi untuk ditindaklanjuti dalam melakukan gerakan dakwah Islam di berbagai belahan dunia. Rekomendasi ini disampaikan dalam acara penutupan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (6/7) pagi.

Pertemuan ini ditutup secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tampak hadir juga Ustaz Abdul Somad, Ustaz Felix Siauw, dan Ustaz Bachtiar Nasir. Sekretaris Rabithah Ulama dan Dai Asia Tenggara, Ustaz Jeje Zaenudin, mengatakan bahwa rekomendasi ini telah disepakati oleh ratusan ulama dan dai dari 20 negara yang menjadi peserta.

Waketum Persis ini mengatakan, dalam forum ilmiah internasional ulama dan dai tersebut, para peserta telah membahas kondisi bangsa dan peran dakwah saat umat Islam tengah menghadapi serangan-serangan keji dari luar dan aliran-aliran radikal dari dalam.

Menurut dia, kondisi ini mengharuskan para aktivis dakwah untuk mengerahkan energi dalam mengimplementasikan dan menerjemahkan konsep-konsep Islam yang bersifat teoretis ke dalam tataran praktis dan implementatif.

“Dalam rangka untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis yang menyelimutinya ini, maka para peserta forum ini menyepakati untuk mendeklarasikan keputusan-keputusan dan rekomendasi,” ujar Ustadz Jeje kepada Republika.co.id seusai membacakan rekomendasi, Jumat (6/7).

Berikut 10 rekemendasi Forum Ilmiah Internasional ke-5 Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa:

1. Menekankan pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-Muslim dan bahwa cinta terhadap kebaikan antarsesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

2. Untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara umat. Perlu berpegang kepada Alqur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.

3. Pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah SWT.

4. Meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi “khairu ummah” dan “ummatan wasatha”.

5. Memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan fondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yang sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.

6. Mendorong para ulama dan dai untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.

7. Mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, ia harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar.

8. Karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya, dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

9. Memperkuat kedudukan Kota Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis dakwah dan pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional.

10. Membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqa ini dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.

sumber: republika.co.id




Aktivis Swedia Diberi Kewarganegaraan Palestina

Seorang aktivis asal Swedia, Benjamin Ladraa, sedang menjalankan misi berjalan kaki sejauh 5.000 Km dari negaranya ke Palestina. Foto: Anadolu

RAMALLAH — Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan kewarganegaraan Palestina kepada aktivis Swedia Benjamin Ladraa. Hal itu merupakan bentuk apresiasi terhadap Ladraa yang telah berjalan kaki dari Swedia ke Palestina dalam rangka mengampanyekan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dialami rakyat Palestina.

“Langkah ini diambil (pemberian kewarganegaraan) untuk menghargai upaya Ladraa dan posisinya dalam mendukung rakyat Palestina,” kata Abbas pada Jumat (6/7), seperti dilaporkan kantor berita Palestina WAFA.

Pada Kamis (5/7), Ladraa, yang baru saja tiba di perbatasan Israel dari Yordania, sempat dilarang memasuki Palestina oleh polisi Israel. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan larangan itu mencerminkan kebijakan isolasi Israel terhadap rakyat Palestina. Pelarangan tersebut sekaligus memperlihatkan ketidakadilan serta tekanan pada rakyat Palestina.

Ladraa memulai perjalanannya dari Swedia sekitar setahun lalu. Aktivis berusia 25 tahun itu sengaja berjalan kaki agar dunia peka dan menyadari tentang pelanggaran HAM yang dialami rakyat Palestina.

Dalam perjalanannya Ladraa melintasi sejumlah negara, antara lain Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Turki, Lebanon, Yordania, kemudian tiba di Palestina.

sumber: republika.co.id




Lakukan Studi dan Orientasi, Pemkab Berangkatkan 30 orang Tokoh Inhil Ke Jakarta

Tembilahan, detikriau.org – pemerintah kabupaten indragiri hilir berangkatkan 30 orang tokoh yang mewakili alim ulama, tokoh masyarakat serta imam masjid untuk melakukan studi atau orientasi ke jakarta sebagai upaya untuk meningkatkan semangat guna memakmurkan masjid di inhil.

masjid-masjid di jakarta dinilai memiliki dan melaksanakan manajemen masjid dengan tata-kelola yang baik seperti diantaranya masjid agung al azhat jakarta, masjid kubah emas di depok jawa barat di mana masjid ini menjadi rujukan banyak pengurus masjid se indonesia.

di sana nantinya, perwakilan utusan inhil ini akan dapat melihat dan bertanya secara langsung bagaimana pengurus mengelola masjid sehingga masjid mampu menjadi masjid yang representative.

“baik di pandang dari sisi kebersihan, peribadatan, pendidikan, dan masjlis talimya” ujar kabag kesra setda inhil hm arifin ketika menyampaikan laporan pemberangkatan  rombongan study kepada bupati inhil hm wardan di mesjid yamp dilingkungan kantor bupati inhil, rabu (5/07) malam

arifin berharap dengan program ini akan didapat ilmu dan pengalaman yang nanti bisa di terapkan dan di aplikasikan di daerah dan masjid masing masing.

bupati inhil hm wardan mp dalam kesempatan itu mengucapkan selamat jalan seraya menyampaikan pesan bahwa pemerintah akan selalu memberikan perhatian yang serius terhadap pembanguan di bidang keagamaan.

“program ini merupakan salah satu bentuk keseriusan dan pertahatian yang tinggi pemerintah dibidang keagamaan. kita berharap kedepan peran dan kontribusi alim ulama juga sangat diharapkan  dalam membangun kabupaten inhil,”ujar bupati

bupati menegaskan kepada kabag kesra agar  segera optimalkan, peran dan fungsi  forum  ulama, umara’ yang sudah di bentuk dan dikukuhkan beberapa waktu yang lalu./adv




Ternyata Susu Kental Manis Tidak Mengandung Susu, Ini 4 Larangan BPOM

detikriau.org –– Bertahun-tahun biasa dikonsumsi oleh masyarakat yang menganggapnya sebagai “susu”, susu kental manis akhirnya secara resmi dinyatakan tidak mengandung susu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Tanpa padatan susu sama sekali, susu kental manis telah berhasil “menipu” masyarakat yang justru sering menyajikannya untuk anak, sebagai alternatif dari susu bubuk yang memiliki harga lebih mahal.

Melalui Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis, yaitu:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun.

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Selain “menipu”, susu kental manis juga dinyatakan berbahaya bagi kesehatan.

Mengkonsumsi SKM secara berlebihan akan meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak. Hal ini disebabkan karena kadar gula tinggi di minuman SKM.

“Sebagai sumber energi iya, tetapi sangat tidak baik apabila energi anak bersumber dari gula,” kata Dr.Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, seorang dosen Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta, kepada Kompas.com, Minggu (6/5/2018).

“Tubuh punya toleransi tertentu dan penelitian menjelaskan, konsumsi gula lebih dari 10% energi total akan berisiko penurunan sensitivitas insulin yang kemudian memicu hiperglikemia (kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal) dan memicu risiko diabetes,” tambah Rita.

Indonesia saat ini berada di urutan ke-4 di dunia yang penduduknya paling banyak terkena diabetes, kata Rita.

Pada piramida gizi seimbang, susu masuk dalam kelompok bahan makanan sumber protein. Kandungan 8 gram protein setara dengan satu porsi telur, daging, ikan dan tempe.

“Harusnya susu itu bisa memberi protein lebih kurang 8 gram, kalsium sekitar 250 gram. Dan gula yang boleh untuk anak menurut piramida gizi seimbang sekitar satu sampai 2 sendok makan atau setara dengan 26 gram,” kata Rita.

“Jika kemudian seorang anak minum susu dari susu kental manis sebanyak dua gelas per hari, seperti anjuran gizi seimbang, maka asupan gulanya sangat melebihi dari pembagian makan sehari yang seimbang untuk anak, ini saya sayangkan sekali,” kata Rita.

Selain diabetes dan obesitas, asupan gula secara berlebihan akan merusak gigi pada anak-anak.

“Anak-anak yang suka konsumsi gula tinggi dalam bentuk susu dan tidak langsung membersihkannya, maka akan memicu caries dentis (gigi karies). Penelitian tentang ini sudah banyak di jurnal kedokteran,” katanya.

Dilansir dari Depkes.go.id, Rabu (28/3/2018), gagasan susu menjadi konsumsi harian masyarakat Indonesia perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Di antaranya, data prevalensi intoleransi laktosa yang tinggi, risiko alergi susu dan penyakit akibat kekurangpahaman masyarakat tentang cara menyimpan susu secara tepat agar tidak menyimpan bibit penyakit.

Selain itu, harga susu yang difortifikasi atau ditambahi zat gizi lain menjadi hampir tidak terjangkau masyarakat umum. Ini yang menyebabkan banyak masyarakat yang beralih minum susu kental manis.

Kementerian Kesehatan Indonesia menghimbau masyarakat untuk beralih mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein yang lebih awet daripada susu.

sumber: tribunnews.com




Pleno KPU Inhil, Wardan/SU Unggul di 18 Kecamatan

Tembilahan, detikriau.org – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut 3, M Wardan/Syamsuddin Uti unggul di 18 Kecamatan. Sedangkan, paslon nomor urut 2, Ramli Walid/Ali Azhar, hanya mampu unggul di Kecamatan Mandah dan Paslon Nomor urut 1, Rosman Malomo/Musmulyadi di Kecamatan Sungai Batang.

Data ini didapat dari hasil Rapat Pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir Tahun 2018 yang digelar KPU Inhil di Gedung Engku Kelana jalan Bahruddin Jusuf Tembilahan, kamis (5/7/2018)

Secara keseluruhan, Paslon NU 1 raih sebanyak 60.861 suara. Paslon NU 2 sebanyak 64.605 dan paslon NU 3 sebanyak 132.919 dengan suara sah sebanyak 260.248 dan suara tidak sah sebanyak 11.055.

Sedangkan untuk Pilkada serentak Gubernur/Wakil Gubernur Riau, Paslon nomor urut 2, Lukman Edy/Hardianto unggul dibandingkan tiga paslon lainnya dengan perolehan suara sebanyak 114.912.

Paslon NU 1 meraih sebanyak 51.506 suara, Paslon NU 3 sebanyak 47.402 suara dan paslon NU 4 sebanyak 43.298 suara./Am