Disdik Inhil Harapkan Tak Ada Tindak Kekerasan Selama MPLS
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat menginginkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terselenggara dengan baik.
Dengan demikian, Disdik meminta kepada pihak sekolah untuk mempedomani petunjuk pelaksanaan MPLS agar tidak terjadi dari berbagai hal yang tidak diinginkan.
“Dalam pelaksanan MPLS, hindari tindakan kekerasan, perpeloncoan dan semacamnya,” kata Kepala Disdik Kabupaten Inhil, Drs H Rudiansyah M.Si melalui Kabid Pembinaan SD, Fathurrahman M.Pd, Senin (9/7/2018).
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan MPLS tersebut berlangsung selama 3 hari dari tanggal 9 sampai 11 Juli 2018.
Disamping itu, pihak sekolah juga diminta untuk segera mengatur jadwal kegiatan pembelajaran, baik jenjang SD maupun SMP. /mirwan
TGB Dukung Jokowi, Prabowo: Masa Satu Orang Ancaman
Photo : ANTARA Foto/Umarul Faruq
Jakarta — Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menilai dukungan Tuan Guru Bajang (TGB) pada Jokowi sebagai hak. Ia tak melihatnya sebagai sebuah ancaman.
“Ini demokrasi, siapapun boleh mendukung siapapun, ya boleh dong itu hak beliau. Masa satu orang ancaman,” kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta, Sabtu 7 Juli 2018.
Ia menegaskan berjuang untuk rakyat yang jumlahnya sekian ratus juta. Karena itu ia juga mempersilakan TGB mendukung siapapun.
Saat ditanya apakah ia tak khawatir suara pemilih muslim akan beralih ke Jokowi karena dukungan TGB, ia pun menyebutkan di sisinya juga ada banyak tokoh muslim.
“Itu lah demokrasi, umat muslim di Indonesia berapa ya? Kira-kira 170 juta, 1 atau 2 orang its oke lah. Ada TGB, kita ada Amien Rais, Sudrajat, ada ustad Sambo nih, coba liat jenggotnya lumayan tuh,” kata Prabowo.
sumber: viva.co.id
PMI Inhil Salurkan Bantuan Kepada Bayi Penderita Infeksi Paru – Paru
Tembilahan, detikriau.org — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan bantuan kepada seorang bayi penderita infeksi paru – paru di RSUD Puri Husada, Tembilahan, Sabtu (7/7/2018) pagi.
M Iman Ramadhani, bayi berusia 38 hari, terpaksa harus mendapat perawatan intensif karena infeksi paru – paru yang dideritanya.
Tak beberapa lama pasca dirawat, PMI Kabupaten Inhil yang mendapatkan kabar tentang kondisi kesehatan anak dari pasangan Dona dan Dewi ini pun segera menyambangi.
Melihat kondisi dari kedua orang tua bayi yang tergolong tidak mampu, PMI Inhil berinisiatif untuk menyalurkan bantuan.
Bantuan yang diserahkan langsung oleh Ketua PMI Inhil, Hj Zulaikhah Wardan tersebut adalah berupa Susu Bayi, Pampers, Selimut, tissue basah, minyak telon, botol susu dan perlengkapan mandi bayi.
Dengan sejumlah bantuan yang disalurkan, Hj Zulaikhah Wardan berharap, agar kedua orang tua bayi pengidap infeksi paru – paru tersebut dapat sedikit tertolong.
“Alhamdulillah, setelah mendengar adanya kabar ini, PMI langsung bergerak memberikan bantuan. Semoga bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan anak kita Iman,” ujar Ketua PMI Inhil, Zulaikhah Wardan.
Selanjutnya, Hj Zulaikhah Wardan mengharapkan agar pihak RSUD Puri Husada Tembilahan dapat menangani bayi pengidap infeksi paru – paru, M Iman Ramadhani.
“Kami segenap pengurus PMI Inhil senantiasa mendoakan, agar anak kami M Iman Ramadhani dapat segera sembuh,” tukas Hj Zulaikhah Wardan./rls
Mari Sukseskan Hakteknas ke 23 di Pekanbaru. 10 Agustus 2018
Mengapa iklan susu kental manis selama ini menyesatkan dan tidak ada yang tegas menindak?
SWIM INK 2 LLC/GETTY IMAGES Image caption Iklan susu kental manis (condensed milk) sudah sejak lama menggunakan citra balita. Seperti iklan ini yang dibuat pada 1887.
Surat edaran BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang melarang iklan susu kental manis disetarakan dengan produk susu berprotein menimbulkan pertanyaan mengapa tindakan tegas ini baru muncul sekarang.
Iklan susu kental manis sering dinarasikan sebagai “bernutrisi”, “sarapan sempurna” dan “pilihan oke” namun susu yang kandungan gulanya lebih tinggi dibandingkan proteinnya itu akhirnya diminta Kementerian Kesehatan untuk “tidak dikategorikan sebagai produk susu bernutrisi untuk menambah gizi.”
Salah biro iklan?
Lantas mengapa susu kental manis (SKM) selama ini bisa diiklankan sebagai sesuatu yang sehat dan bermanfaat bagi anak dan keluarga?
Tentu biro iklan berperan dalam menyebarkan informasi yang menyesatkan seperti dalam iklan-iklan SKM. Namun Sekretaris Jendral Persatuan Perusahaan Periklanan (P3I) Heri Margono berkilah.
“Memang konsep dan sebagainya dibuat oleh biro iklan. Tetapi sebelum nanti diproduksi kan tentu saja pengiklan ikut terlibat,” kata Heri Margono.
Ditambahkannya, bahwa apa yang dibuat oleh biro iklan biasanya berdasarkan informasi yang diberikan pengiklan sehingga biro iklan hanya memiliki informasi yang “tidak sedalam daripada pengetahuan orang-orang ahli.”
Bagaimana peran KPI?
Dan iklan-iklan yang “tidak benar dan menyesatkan” seperti diungkapkan BPOM ini, juga tidak bisa begitu saja dihentikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Ketua KPI Yuliandre Darwis menjelaskan bahwa badannya tidak bisa bertindak tanpa mendapatkan legitimasi dari badan pengawas terkait.
“Harus ada pembuktian bahwa ini memang tidak layak dan BPOM menyatakan bahwa ini adalah sesuatu yang tidak benar,” ujar Yuliandre.
Selain BPOM untuk SKM, Yuliandre mengambil contoh iklan-iklan politik yang harus sesuai ketentuan KPU.
Yuliandre juga menegaskan bahwa KPI hanya bisa bertindak selama ada penyelewengan pedoman penyiaran dan standar program siaran.
“Sama kayak iklan lain seperti pemutih dan sebagainya, selagi tidak melanggar, itu tidak ada masalah. Apalagi iklan-iklan itu hanya me-branding.”
Bagaimana selanjutnya?
Surat edaran BPOM melarang menampilkan anak-anak berusia di bawah lima tahun dan memvisualisasikan SKM sebagai produk susu kaya protein untuk dikonsumsi sebagai minuman serta melarang untuk ditayangkan pada jam tayang cara anak-anak.
Kementerian Kesehatan memandang SKM ini dinilai masyarakat baik untuk pertumbuhan. Sedangkan SKM yang tinggi kadar gula justru tidak diperuntukkan untuk balita.
P3I sendiri mengatakan akan mengedarkan surat edaran BPOM itu kepada para anggota mereka, dan jika ada yang masih membandel makan “akan diberikan teguran dan disarankan untuk dihentikan penanyangannya.”
“Di P3I kita punya BPP, Badan Pengawas Periklanan, melihat iklan-iklan yang melanggar etika atau tidak,” sebut Heri Margono.
Dari sisi pengawasan penyiaran sendiri, KPI mengatakan bahwa mereka akan mengingatkan lembaga penyiaran jika masih ditemukan iklan SKM yang menyesatkan.
“KPI kan hanya bisa menindak lembaga penyiaran, bukan terhadap artis, konten. Nanti lembaga penyiaranlah yang akan menindak, apakah dari agen iklan atau lain sebagainya,” ungkap Yuliandre.
Terlepas dari iklan yang menjual, susu kental manis memang menggiurkan bagi keluarga Indonesia bukan hanya karena rasanya, namun juga karena harganya yang relatif jauh lebih murah dibanding susu tinggi protein.
sumber: BBC.com
Cuaca dingin landa sejumlah kota di Indonesia, ada hubungan dengan jarak Bumi ke Matahari?
ANTARA/RAISAN AL FARISI Image caption Pemandangan pedesaan yang tertutup kabut di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (7/7). BMKG mencatat suhu udara kurang dari 15 derajat Celsius terjadi di Ruteng (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Jawa Timur).
Sejumlah kota di Indonesia beberapa hari terakhir dilanda cuaca dingin.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara kurang dari 15 derajat Celsius tercatat di Ruteng (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Jawa Timur). Bahkan, pada 4 Juli lalu, suhu di Ruteng (NTT) mencapai 12 derajat Celsius.
Kondisi ini juga terjadi di beberapa lokasi di Pulau Jawa.
Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, BMKG mencatat suhu di sejumlah area di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul mencapai 10-15 derajat Celcius.
Kemudian di Dataran Tinggi Dieng, Provinsi Jawa Tengah, suhu mencapai 14 derajat Celsius disertai penampakan embun es.
Adapun di Bandung, Jawa Barat, temperatur sempat menyentuh 16,4 derajat Celsius.
Oleh sebagian orang, situasi ini dikaitkan dengan fenomena Aphelion, yaitu jarak terjauh Bumi dari Matahari yang terjadi pada awal Juli.
Logikanya, semakin jauh Bumi dari Matahari, maka semakin dingin pula cuacanya.
Tapi benarkah demikian?
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, menepis penjelasan itu.
“Faktanya, penurunan suhu di bulan Juli belakangan ini lebih dominan disebabkan karena dalam beberapa hari terakhir di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT kandungan uap di atmosfer cukup sedikit,” paparnya.
Menurut dia, rendahnya kandungan uap di atmosfer menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh Bumi ke luar angkasa pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer dan energi yang digunakan untuk meningkatkan suhu atmosfer di atmosfer lapisan dekat permukaan bumi tidak signifikan.
“Hal inilah yang menyebabkan suhu udara di Indonesia saat malam hari di musim kemarau relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan atau peralihan,” terangnya.
Selain itu, pada bulan Juli ini wilayah Australia berada dalam periode musim dingin dan sifat dari massa udara yang berada di Australia ini dingin dan kering.
“Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia (dikenal dengan istilah Monsoon Dingin Australia) semakin signifikan sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang cukup signifikan pada malam hari di wilayah Indonesia khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT”, imbuh Prabowo.
Bagaimana dengan embun es di Dieng?
Khusus soal embun es di Dataran Tinggi Dieng, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, menyampaikan bahwa itu lebih disebabkan kondisi meteorologis dan musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung.
“Pada saat puncak kemarau, memang umumnya suhu udara lebih dingin dan permukaan bumi lebih kering. Pada kondisi demikian, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke angkasa. Itu yang menyebabkan suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan. Selain itu kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara,” paparnya.
Dataran tinggi, sambungnya, akan berpeluang untuk mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0 derajat Celsius karena molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah. Akibatnya, pendinginan akan lebih cepat terjadi.
Situasi ini menyebabkan air embun yang menempel di pucuk daun atau rumput akan segera membeku.
Di Indonesia, beberapa tempat pernah dilaporkan mengalami fenomena ini, yaitu daerah dataran tinggi Dieng, Gunung Semeru dan pegunungan Jayawijaya, Papua,” tambah Herizal.
Jadi apakah Aphelion berkaitan dengan cuaca di Indonesia?
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menegaskan:
“Tidak ada hubungannya dengan aphelion, karena perubahan jarak matahari ke bumi tidak terlalu signifikan mempengaruhi suhu permukaan bumi.”