Perangkat Desa Kecamatan Gaung Ikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial

Gaung, detikriau.org — Sejumlah Perangkat Desa Kecamatan Gaung mengikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial, Rabu (11/7/2018).

Menurut Yandri, perangkat desa Simpang Gaung, kegiatan sosialisasi tersebut telah memberikan banyak manfaat bagi Dirinya, terutama dalam memahami tentang hal – hal seputar perhutanan sosial.

“Kami mendapatkan ilmu dari kegiatan sosialisasi ini. Kami tahu apa yang dimaksud dengan perhutanan sosial,” ungkap Yandri.

Yandri berjanji, akan menyalurkan ilmu  pengetahuan serta pengalaman yang diperolehnya dari kegiatan sosialisasi tersebut kepada segenap masyarakat Desa Simpang Gaung.

“Ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan hari ini akan saya informasikan kepada masyarakat. Ya, paling tidak masyarakat yang berada di sekitar Saya,” pungkas Yandri.

Untuk diketahui, terdapat 5 Desa di Kecamatan Gaung yang memperoleh ilmu dan pengetahuan dari penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial ini.

Kedepan, Lili, salah satu perangkat desa yang turut menjadi peserta berharap, agar sosialisasi tidak hanya dilaksanakan bagi 5 Desa di Kecamatan Gaung saja, melainkan dapat diperluas ke Desa – Desa lainnya di Kabupaten Inhil.

“Dalam prosesnya, Saya juga mengharapkan, baik pria maupun wanita peserta sosialisasi dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan yang berimbang dari kegiatan ini,” tukas Lili.

*Perhutanan Sosial*

Sebagaimana diketahui, Perhutanan Sosial merupakan sebuah program nasional yang bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar, yaitu: lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

Perhutanan Sosial juga menjadi benda legal bagi masyarakat disekitar kawasan hutan untuk mengelola kawasan hutan negara. Program Perhutanan Sosial sendiri telah mulai didengungkan sejak tahun 1999.

Akses legal pengelolaan kawasan hutan ini, dibuat dalam lima skema pengelolaan, yaitu Skema Hutan Desa (HD) hutan negara yang hak pengelolaannya diberikan kepada lembaga desa untuk kesejahteraan desa. Hutan Kemasyarakatan (HKm), yaitu hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat.

Hutan Tanaman Rakyat (HTR/IPHPS) sendiri adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalm rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan. Hutan Adat (HA), dimana hutan ini adalah hutan yang berada di dalam wilayah masyarakat hutan adat.

Skema terakhir adalah Kemitraan Kehutanan, dimana adanya kerjasama antara masyarakat setempat dengan pengelola hutan, pemegang Izin Usaha Pemanfaatan (IUP) hutan, jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan hutan atau pemegang izin usaha industri primer hasil hutan.

Menurut pengakuan Syamsul, Kepala Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, pada sejumlah Desa di Kecamatan Gaung, terdapat beberapa hektare kawasan hutan yang berstatus ditinggalkan oleh pengelola hutan atau pemegang izin usaha pemanfaatan hutan sejak tahun 2006.

Maka itu, diungkapkan Syamsul, demi menghindari adanya lahan yang ‘nganggur’, masyarakat sekitar kawasan hutan pun berinisiatif untuk merambah kawasan hutan yang ditinggalkan oleh pemegang IUP Hutan tersebut.

“Kawasan hutan yang kembali dikelola masyarakat ini, dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. Hasil – hasil hutan juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” jelas Syamsul.

Pemanfaatan kawasan hutan sebagai lahan perkebunan oleh masyarakat ini, dikatakan Syamsul sudah mencapai 40 persen dari total luas kepemilikan lahan perkebunan di Desa Simpang Gaung.

Melalui program perhutanan sosial, Syamsul berharap, solusi terkait legalitas kepemilikan lahan ini dapat ditemukan dengan adanya pola kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan pemegang IUP Hutan yang sah di ‘mata’ hukum.

“Ketika perusahaan pemegang IUP Hutan kembali untuk memanfaatkan kawasan hutan yang telah dipegang izinnya, maka masyarakat yang menggarap kawasan tersebut sejak beberapa tahun lalu dapat menjalin kemitraan dan tidak mengalami kerugian serta menghilangkan potensi munculnya konflik,” tandas Syamsul./Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)/rls




Wakili Bupati, Asisiten I Hadiri Upcara Peringatan HUT Bhayangkara Ke-72 di Mapolres Inhil

Asisten I Setdakab Inhil, Darussalam (dua dari kanan)

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Inhil HM Wardan diwakili Assisten I Drs Darussalam hadiri pelaksanaan upacara HUT Bhayangkara ke-72 di Mapolres Inhil, Rabu (11/7) pagi.

Dalam kegiatan yang diadakan Polres Inhil ini juga dihadiri Ketua DPRD Inhil,  Dandim 0314/Inhil,  Ketua PN Tembilahan dan Instansi lainnya,  serta beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas).

Assisten I Drs Darussalam ketika di wawancarai awak media mengucapkan selamat kepada Institusi Polri khususnya Polres Inhil yang telah melaksanakan upacara peringatan hari lahir Kepolisian Republik Indonesia.

Dikatakannya, sesuai yang sering di ucapkan bapak Presiden RI, Joko Widodo, dimana negara hadir ditengah-tengah masyarakat.

“Maka dengan itu kita berharap anggota Polri dapat menjamin keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat, dan dengan semboyan promoter kita juga berharap rekan polri kita kedepan lebih dengan masyarakat,”ucapnya.

Kemudian dilanjutkannya,  atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil,  ia juga mengucapkan terimakasih bahwa penyelenggaraan Pilkada sudah berjalan dengan lancar berkat keamanan dan koordinasi semua pihak.

Tentu saja terutama Polri sebagai ujung tombak dalam pengamanan Pilkada ini bisa dirasakan oleh semua pihak jika dalam pemilihan Pilkada Serentak di Kabupaten Inhil khususnya dalam keadaan aman dan kondusif.

“Itu yang terutama Pemkab Inhil memberikan apresiasi dan kembali mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, “tambah beliau.

Dan secara umum juga Pemkab Inhil mengapresiasi kepada masyarakat yang sudah sama-sama mensukseskan pilkada serentak. Namun demikian Pemerintah juga berperan kepada masyarakat agar selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum

“Informasi dari masyarakat itu perlu,  sehingga ada sinergitas anatara masyarakat dan institusi Polri khususnya,  sehingga Kamtibmas diwilayah kita dapat terjaga dengan aman dan baik, “tutupnya./adv




Deklarasi Anti Hoax, Komitmen Masyarakat Desa Perigi Raja Jaga Keamanan Dan Ketertiban

Kuindra, detikriau.org — Masyarakat Desa Perigi Raja, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) berkomitmen untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban melalui deklarasi anti hoax yang ditaja Pemerintah Desa bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas setempat, Selasa (10/7/2018) pagi.

Terdapat beberapa poin yang disepakati dalam deklarasi hoax, diantaranya ialah, menolak seluruh berita hoax dan mengandung unsur ujaran kebencian, menolak isu SARA, mendukung Polri dalam memberantas jaringan Saragen serta santun dan bijak menggunakan media sosial (Medsos).

Kepala Desa Perigi Raja, Si’ef mengapresiasi kepedulian masyarakatnya terhadap pemberantasan hoax yang kian meluas dan sulit dibendung di dunia maya beberapa waktu belakangan.

“Kehadiran masyarakat dalam deklarasi telah menunjukkan keprihatinan dan kepedulian kita semua terhadap kasus hoax dan hate speech ini. Kepedulian warga merupakan kebanggaan bagi kita Pemerintah Desa Perigi Raja,” tukas Si’ef.

Selain memilki dampak positif, perkembangan teknologi informasi, diakui Si’ef telah juga memberikan imbas negatif di kalangan para penggunanya. Tidak sedikit oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab terjerat dalam kasus penyalahgunaan media sosial dengan penyebaran berita palsu.

“Dilatarbelakangi hal tersebutlah, kami Pemerintah Desa Perigi Raja secara sadar, perlu membangun sebuah komitmen bersama, dengan saling bergandengan tangan membuat deklarasi anti hoax ini,” tukas Si’ef.

Jhon Meri, Bhabinkamtibmas Desa Perigi Raja menuturkan, belakangan ini masih banyak terjadi penyebaran berita palsu atau hoax yang berpotensi memecah belah bangsa serta juga penyalahgunaan media sosial yang kurang bijak oleh warga negara.

Dengan berbagai kasus yang telah terjadi ini, dikatakan Jhon Meri, maka segenap elemen masyarakat di Desa Perigi Raja membangun komitmen bersama dan bertekad untuk memberantas hal – hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tersebut.

“Hoax, hate speech dan penyalahgunaan medsos telah menjadi ancaman baru bagi kita. Kita tentunya tidak menginginkan warga Desa Perigi Raja, khususnya anak muda menjadi penebar berita hoax dan hate speech. Melalui deklarasi ini kita berharap hal itu tidak terjadi,” kata Jhon Meri usai deklarasi.

Dalam kegiatan deklarasi anti hoax ini, hadir segenap elemen masyarakat dan para tokoh Desa Perigi Raja, seperti tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat lainnya./rls




Miliki 36,53 gram Sabu, Polisi Bekuk Empat Remaja di Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org — Sat Res Narkoba Polres Indragiri Hilir amankan empat orang pria, diduga menjadi pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, Selasa (10/7/2018). Keempat pemuda itu ditangkap di dua TKP berbeda.

Ren alias En (21), warga Jalan Lingkar Kel. Pekan Arba Tembilahan, diamankan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Guru Hasan Tembilahan. Dari pengembangan kemudian petugas kembali mengamankan tiga  tersangka lainnya yaitu RS (19) warga Jalan Bersama Tembilahan Hulu, FPD (19) warga Jalan Tanjung Harapan Tembilahan dan Sup ( 27) warga Pengalihan Enok di sebuah wisma di Jalan Soebrantas Tembilahan.

Dari para tersangka, Polisi mengamankan barang bukti berupa enam paket sabu dengan berat sekira 36,52 gram. Turut disita sebagai barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp.1.437.000, 1 Unit Ranmor R.2 warna hitam merek Vario 150, handpone berbagai merk merek,1 buah Bong, mancis, serta 1 buah Timbangan digital warna silver merk Camry..

Berdasrkan penjelasan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar, S.H., pihaknya mendapat informasi bahwa seorang pria berinisila Ren, diduga sering melakukan transaksi narkotika di Tembilahan. Setelah didapat info yang akurat, Unit Opsnal Sat Res Narkoba dipimpin oleh IPTU Arinal Fajri, S.H., mencegat Ren, yang sedang melintas di Jalan Guru Hasan Tembilahan. Saat digeledah, tidak ditemukan narkotika pada tubuh dan kendaraan karyawan swasta tersebut. Tapi petugas tidak kehilangan akal. Saat handphone Ren diperiksa, ditemukan petunjuk, bhawa barang haram itu disimpan di dalam kamar, di wisma tempat tersangka menginap. Ren pun dibawa ke sebuah wisma yang terletak di Jalan Subrantas. Petugas kemudian mengamankan 3 orang tersangka lainnya. Dari penggeledahan, disaksikan karyawan wisma, ditemukan barang bukti sebagaimana tersebut di atas.

“Saat ini, keempat tersangka bersama barang bukti, sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir, untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.” Ujar AKP Bachtiar./ Am




“Tepung Tawar” JCH Asal Desa Batang Tumu, Syamsuddin Uti Pesankan untuk Selalu Jaga Kesehatan

Mandah, detikriau.org – Jamaah calon haji diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, baik sebelum keberangkatan maupun saat berada di tanah suci Mekkah Al – Mukarromah.

Imbauan ini disampaikan oleh Tokoh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Syamsuddin Uti dalam sambutannya pada acara “tepung tawar” di kantin los pasar desa Batang Tumu Kecamatan Mandah, senin (9/7/2018).

“Saya juga berharap, saudara – saudara di tanah suci nanti jangan sombong, jangan bertengkar dan senantiasa menjaga kesehatan,” pesankan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Inhil periode 2018 – 2023 ini.

Kepada JCH, H Syamsuddin Uti juga mengimbau agar dapat mengelola waktu dan kegiatan sebaik mungkin saat menunaikan ibadah haji. Hal ini menurutnya sangat penting, terlebih ketika rangkaian ibadah haji dilaksanakan.

“Dengan kesehatan yang terjaga dan mental yang prima, rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan baik sampai pada puncaknya secara tertib,” ujar H Syamsuddin Uti.

“Saya ucapkan selamat jalan kepada rombongan jamaah, dan semoga nantinya bisa kembali lagi ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” tandas H Syamsudin Uti.

Sementara itu Camat Mandah H. Junaidi, S. Sos, M.Si menerangkan bahwa acara tepung tawar ini adalah budaya turun temurun yang dilaksanakan oleh masyakat mandah khususnya kabupaten indragiri hilir pada umumnya.

Camat mengimbau agar kegiatan tepung tawar untuk calon jamaah haji ini tetap dilaksanakan karena kegiatan ini sedikit banyaknya mengajak masyarakat yang mampu untuk melaksanakan Rukun islam Ke lima.

“semoga Calon jamaah haji yg ditepung tawari hari ini selalu dalam keadaan sehat dan selamat pergi dan pulang mendapat haji yang mabrur,” Panjat doa Camat.

Untuk diketahui, calon jemaah haji yang berasal dari Desa Batang Tumu adalah sebanyak 11 orang dari total 30 orang calon jemaah haji yang berasal dari kecamatan Mandah yang rencananya akan diberangkatkan pada minggu ke – 4 bulan Juli 2018 nanti./ rul




Pengawas Diimbau Pantau Kehadiran Kepsek dan Guru

Kepala Disdik Inhil Drs H Rudiansyah M.Si didampingi Kabid Pembinaan SD Fathurrahman M.Pd dalam sebuah kegiatan didisdik Inhil beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pengawas sekolah dihimbau untuk melakukan pemantauan dan merekapitulasi kehadiran kepala sekolah dan guru serta tenaga kependidikan pada sekolah binaannya masing-masing.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Drs H Rudiansyah M.Si melalui Kabid Pembinaan SD, Fathurrahman M.Pd, Senin (9/7/2018).

Permintaan tersebut diutarakan karena masing-masing pengawas sekolah dihari pertama melakukan Sidak di sekolah binaannya masing-masing, yakni tepat tanggal 9 Juli 2018 hari pertama masuk sekolah.

Untuk itu, ia mengingatkan bahwa harus betul-betul dipantau, baik jenjang SD maupun SMP.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengawas sekolah untuk melakukan pemantauan dan merekapitulasi kehadiran guru, kepsek dan tenaga kependidikan pada sekolah binaannya masing-masing,” kata Fathurrahman.

Kepada Kepala Sekolah, diminta agar melaporkan guru-guru dan tenaga kependidikan di sekolahnya yang tidak hadir kepada Dinas pendidikan melalui pengawas pembinanya./mirwan