HUT Ke-18 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, untuk Anggota, Ny Afifah Susilo Pesankan Hal Ini

Tembilahan, detikriau.org – Ny Afifah Susilo mengajak kepada seluruh anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Inhil untuk lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan keanggotaan yang dalam pelaksanaannya diharapkan sejalan dengan tema HUT ke-18 Ikatan Adhyaksa Dharmakarini “Satukan Hati, Siapkan Generasi Penerus Negeri”.

Istri Kepala Kejaksaan Inhil, Susilo SH ini juga mengajak kepada seluruh anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini setia mendampingi suami dan membimbing anak-anak agar menjadi generasi penerus Bangsa yang tangguh.

“Insyaallah untuk bidang ekonomi kita akan siapkan pendirian koperasi Ikatan Adhyaksa Dharnakarini yang kita programkan untuk menjalankan bidang usaha air kemasan isi ulang,” Ujar Ny Afifah Susilo pada acara peringatan HUT ke-18 Ikatan Adhyaksa Dharnakarini di Aula kantor Kejaksaaan Tembilahan, sabtu (21/7/2018)

Diterangkannya, meriahkan HUT kali ini, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Inhil telah melaksanakan rangkaian kegiatan sejak tanggal 9 Juli 2018 yang lalu, diawali dengan melakukan penghijauan di Pantai Solop, yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa kegiatan lainya seperti Diskusi panel di gedung Engku Kelana, Jalan Sehat, Lomba Anak-Anak, Lomba mewarnai, lomba Azan, lomba berdandan, lomba tumpeng, ziarah kemakam pahlawan, Anjang Sana Kepanti Asuhan Puri Kasih dan panti Asuhan Muhammadiyah,

“serta kita juga telah melakukan Silahturahmi Ke Rumah Purnawirawan Adhyaksa.” Akhiri Ny Afifah Susilo

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Inhil, Susilo SH juga berharap agar ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Adhyaksa Dharnakarini Inhil untuk setia mendampingi suami dalam bekerja serta menjalankan program-program yang nyata.

“Insya allah kita juga rencanakan untuk mendirikan rumah Tahfiz untuk anak-anak , terutama untuk anak-anak pegawai Kejaksaan atau keluarga besar kejaksaan,“ Imbuh Susilo

Sesuai dengan tema HUT ke-18 ini, Susilo juga berpesan agar seluruh anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini bisa memonitor dan membimbing anak  dan suaminya dengan baik, diamanapun suaminya ditugaskan.

“Sebelaiknya tentu begitu juga, suami harus bisa mendukung dan membimbing istrinya dengan baik.” Ingatkan Kepala Kejaksaan Inhil, Susilo SH.

Reporter: rul, Editor: Am




Diwakili Asisten II, Bupati Inhil Hadiri Acara Penerimaan Penugasan PNS Lulusan IPDN Angkatan XXIV di Pekanbaru

Pekanbaru, detikriau.org — Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan diwakili Asisten II Afrizal hadiri acara Penerimaan Penugasan Pegawai Negeri Sipil Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXIV yang ditempatkan di Provinsi Riau,  Kamis (19/07/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit Provinsi Riau tersebut juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, yang diwakili PLT Direktur Pendapatan Daerah pada Direktorat Jendral Bina Keuangan Daerah Dr Hendriwan, Gubernur Riau, dan H Arsyadjuliandi Rachman, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, serta Purna Praja (Alumni) IPDN angkatan XXIV.

Dalam acara tersebut Afrizal juga menandatangani nota kesepahaman atas diterimanya Penugasan lulusan IPDN angkatan ke XXIV ke berbagai Instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pada kesempatan itu, Gubernur Riau mengajak seluruh lulusan IPDN yang ditugaskan di bumi Lancang kuning untuk bersama-sama mewujudkan visi misi Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Sementara itu Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Inhil, Drs H. Afrizal MP, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat mengabdikan diri untuk bangsa dan Negara, khususnya kepada Lulusan IPDN yang penempatannya di kab Inhil

“Semoga penempatan lulusan IPDN yang ditugaskan di Kabupaten Inhil bisa turut  memajukan daerah serta pembangunan dalam mengabdikan dirinya sebagai Aparat Pemerintah yang sebaik-baiknya,” pesannya

Kepada 10 orang lulusan IPDN yang ditugaskan di Inhil Selama 2 Tahun juga diharapkan untuk bisa berkarir dengan baik dan menyesuaikan diri dilingkungan kerjanya. Bupati inhil menurtu Afrizal pastinya akan turut memperhatikan dalam upaya  pembinaan./ adv/rul




Hadia Daeng Saming, Jamaah Haji Indonesia Ke – 2 Wafat di Tanah Suci

Kadaker Bandara Arsyad Hidayat menenangkan putri almarhumah yang terpukul atas wafatnya ibunda, Jumat (20/07) sore. (Dok. MCH)

Madinah — Hadia Daeng Saming Jamaah Haji Indonesia berusia 73 tahun menjadi jamaah haji indonesia kedua yang wafat di tanah suci. JHI kloter 5 Embarkasi Makassar ini wafat sesaat setelah mendarat di Bandara Ammir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Jumat (20/7).

Tim Media Center Haji (MCH) Madinah dilansir melalui website kemenag.go.id melaporkan, Hadia berangkat dari Embarkasi Makassar bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru. Hadia mula-mula tak sadarkan diri saat menuju antrean keimigrasian menuju Gerbang Zero Bandara AMMA saat dibopong putrinya Asmia Hadi Hasan yang berusia sekitar 50 tahun.

Andi Marolla, petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang mendampingi rombongan Hadia dari Embarkasi Makassar menuturkan, di atas pesawat, sekira 2-3 jam sebelum pendaratan Hadia sudah tak sehat. Ia sesak nafas dan diketahui memang memiliki riwayat bronkitis.

Hadia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda setelah turun dari pesawat. Saat mengantre untuk imigrasi, ia pingsan kala dipapah Asmia Hadi, lalu dibawa ke klinik bandara.

Di klinik bandara, Hadia mengalami asistol alias henti jantung. Petugas paramedis coba lakukan Cardiopulmonary Resusication (CPR) atau usaha untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan sirkulasi serta penanganan akibat terhentinya denyut jantung, namun tidak berhasil. Hadia dinyatakan wafat sekitar pukul 15.04 WAS di Klinik Bandara AMMA.

Sebelumnya, Rabu (18/07), Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji kloter 1 embarkasi Jakarta meninggal dunia saat sujud salat Asar di Masjid Nabawi.

Editor: Am




Ustad Abdul Somad Bantah Dukung Jokowi 2 Periode

detikriau.org – Ustad Abdul Somas (UAS) melalui akun instagramnya membantah beredarnya empat meme yang menyatakan dirinya mendukungan Jokowi untuk 2 periode. Ke empat meme yang memuat gambar dirinya itu dicentang dengan tulisan HOAX.

“Ustadz Abdul Somad tidak pernah memberikan pernyataan apa-apa. Yang menyebarkan info ‘hoax’ suruh mereka carikan bukti,” tulis Ustaz Abdul Somad lewat Instagram, Jumat (20/7/2018).

Dikatakan UAS juga, kalau meme itu benar, pasti bisa ditemukan buktinya dalam bentuk video. Ada ribuan video UAS di Youtube yang bisa membuktikannya.

“Mereka yang menyebarkan ‘hoax’ seperti ini, suruh mereka cari: • Di video yang mana UAS menyatakan demikian • Pada menit ke berapa • Kirimkan link sumber videonya.” Lagi tulis UAS./Am




Upayakan Revolusi Industri Kelapa, Pemkab Inhil Rembukan Bersama APMI

“Agenda Hadirkan Ahli Kelapa Dunia, Profesor Wisnu Gardjito Latih Petani Kelapa Inhil”

Tembilahan, detikriau.org — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggandeng Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil (APMI) untuk menghadirkan Ahli Kelapa Dunia, Profesor Wisnu Gardjito.

Kedatangan Prof Wisnu Gardjito yang merupakan pendiri ‘The Green Coco Island’ bertujuan untuk menjadi Pembicara dalam seminar Vision Workshop sekaligus menyalurkan pengetahuan dan pelatihan industri rumahan kepada masyarakat petani kelapa guna mengolah produk turunan sehingga memiliki daya jual tinggi.

Secara umum, pelaksanaan Vision Workshop yang merupakan salah satu program dalam serangkaian program oleh Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil bertujuan untuk mencari solusi atas fluktuasi harga kelapa yang kerap kali terjadi.

Dalam rapat persiapan pelaksanaan Vision Workshop, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Inhil akan menyatukan konsep pendistribusian produk turunan yang dihasilkan masyarakat perorangan dan Badan Usaha Milik Desa melalui ‘The Green Coco Island’.

“Dalam pelaksanaan diskusi Vision Workshop nantinya, Pemkab Inhil akan membahas mengenai penggabungan konsep pendistribusian produk kelapa sehingga kedepannya dapat memiliki nilai jual yang tinggi,” pungkas Sekda dalam rapat, Tembilahan, Jum’at (20/7/2018) sore.

Lebih lanjut, pernyataan optimistis pun dilontarkan oleh Sekda. Dia menyebutkan, bahwa langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Inhil bersama Aliansi Pemuda Mahasiswa Inhil adalah langkah awal revolusi Industri kelapa.

“Usai pelaksanaan Vision Workshop dan serangkaian program lainnya, kita berharap agar para petani kita tidak lagi menjual kelapa bulat, melainkan bahan jadi atau setengah jadi berbahan baku kelapa,” tukas Sekda.

Salah seorang Panitia penyelenggara kegiatan Vision Workshop, Roma Irama berharap kehadiran Prof Wisnu Gardjito, Ahli Kelapa Dunia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat petani dalam menambah pengetahuan tentang produk turunan kelapa yang memiliki daya jual tinggi di pasaran.

Roma mengatakan, pihaknya juga berharap pasca kegiatan diselenggarakan, Kabupaten Inhil memiliki Badan Usaha Milik Masyarakat yang khusus menangani tentang perkelapaan dan produk turunan kelapa.

Beberapa produk turunan kelapa yang menjadi objek pelatihan oleh Prof Wisnu Gardjito untuk kemudian diolah masyarakat petani adalah Kecap, Sabun dan Sirup yang semuanya berbahan dasar kelapa./adv




Santap Pecel di Acara Yasinan, 21 Warga Dusun Lintas Jalai “Kelenger”

Kemuning, detikriau.org – 21 warga Dusun Lintas Jalai Desa Keritang Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir diboyong kepusat pelayanan kesehatan diduga keracunan setelah menyantap hidangan pecel diacara yasinan remaja.

Selesai menyantap panganan tradisional yang terbuat dari campuran daun ubi, kacang panjang, genjer, kecambah dan lontong dengan bumbu yang dibeli dari pasar Keritang itu, satu persatu korban mulai merasa mual, muntah-muntah, badan panas dan kepala pusing.

“kejadiannya pada selasa (17/7/2018) kemaren. Saat ini kondisi sebagian korban sudah membaik,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kapolsek Kemuning Kompol Lilik Surianto S.ST,SH, jum’at (20/7/2018)

Diterangkan Kapolsek, kejadian berawal saat dilaksanakan acara yasinan mingguan remaja di rumah kediaman Sujari, RT 04 Dusun Lintas Jalai.

Selesai membaca surat yasin, tuan rumah menyajikan hidangan alakadarnya  berupa pecel yang terbuat dari campuran daun ubi, kacang panjang, genjer, kecambah dan lontong dengan bumbu yang dibeli dari pasar Keritang.

Habis bersantap dan seluruh rangkaian acara selesai, peserta pulang kerumah masing-masing. Namun tidak lama berselang, satu persatu korban mulai merasa mual, muntah-muntah, badan panas dan kepala pusing. Karena hal tersebut dialami oleh mereka yang mengikuti  yasinan, maka mereka menduga keracunan makan pecel di rumah Sujari

“korban kemudian dibawa ke puskesmas yang mudah jangkauannya yakni ke puskesmas Siberida Kec. Batang Gangsal Kab. Inhu.” Sampaikan Kapolsek

Mendapat laporan, Selanjutnya empat personil unit Reskrim  Polsek Kemuning dan Kanit Intelkam IPDA Taat Priyanto, menuju puskesmas Siberida untuk melakukan pengecekan dan intrograsi kepada korban dan tuan rumah pelaksana yasinan yang kebetulan tidak keracunan.

“Saat ini sebagian korban sudah  membaik dan sudah kembali ke rumah masing-masing,” Akhiri Kapolsek./ Am