Empat Oposisi Solid Tantang Jokowi di Pilpres 2019

JAKARTA – Direktur Pencalonan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Suhud Aliyudin mengatakan, pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang membahas seputar Pilpres 2019, bukan ancaman bagi PKS.

Menurut dia, pertemuan SBY-Prabowo itu tidak merusak bangunan koalisi PKS dan Gerindra di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Pertemuan SBY dan Prabowo bukan sebagai ancaman bagi PKS,” ujar Suhud dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7).

Suhud justru mengatakan pertemuan kedua tokoh itu membangun koalisi oposisi lebih mantap menghadapi kubu petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Menurutnya, jika PD dan Partai Amanat Nasional (PAN) nanti masuk koalisi yang telah dibangun Partai Gerindra dan PKS, akan semakin menguatkan oposisi.

“Kami melihat ini sebagai perluasan dukungan bagi oposisi. Empat partai ini saya kira cukup kuat untuk bisa menantang Pak Jokowi,” katanya.

Soal siapa yang akan diusung sebagai capres dan cawapres, tentu akan dibicarakan bersama oleh koalisi. “Terkait nanti figurnya siapa, itu nanti kami bicarakan,” kata Suhud.

Sumber: JPNN




Bupati Inhil Hadiri Rakornas TPID Ke – 7 di Jakarta

Jakarta, detikriau.org — Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan hadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ke – 7, Kamis (27/7/2018), di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Rakornas TPID ini mengangkat tema “Memperkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah Guna Mempercepat Infrastruktur dan Tata Niaga Pangan”.

Selain Bupati Inhil, kegiatan ini turut dihadiri pula oleh jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo serta Kepala Daerah tingkat I (Satu) dan tingkat II (Dua) se – Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil mengatakan, kehadirannya pada Rakornas kali ini sangatlah penting dalam upaya sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, khususnya dengan tujuan penanganan inflasi di Kabupaten Inhil.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Inhil telah melakukan berbagai upaya guna menekan laju inflasi. Upaya nyata menekan laju Inflasi, dikatakan Bupati, dilakukan pada sektor perkebunan kelapa dengan mengoptimalkan produktifitas.

“Pemerintah Kabupaten Inhil mengajak masyarakat petani untuk aktif memanfaatkan ‘lahan tidur’ produktif untuk ditanami bibit kelapa. Selain itu, komoditi lainnya juga diimbau untuk mereka tanam, seperti sayur – sayuran dan padi,” jelas Bupati.

Maksud dan tujuan dari pemanfaatan lahan tersebut, diungkapkan Bupati adalah agar produk perkebunan yang dihasilkan dapat memenuhi cadangan kebutuhan maayarakat Inhil kedepan.

“Nah, ketika stok terjaga, stabilitas harga yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar pun akan terjaga sehingga laju inflasi akan tertahan,” papar Bupati.

Pada Rakornas tersebut, Presiden Joko Widodo, menyebutkan, pertumbuhan ekonomi merupakan suatu hal yang penting, namun menjaga tingkat inflasi adalah hal yang terpenting.

“Saya kira dalam tiap pertemuan selalu saya sampaikan itu kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengucapkan rasa syukur karena angka inflasi di Indonesia selama periode 2017 terbilang rendah. Bahkan, angka inflasi pada periode itu disebut sebagai yang terendah sepanjang 7 tahun terakhir.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI), rata – rata inflasi pada periode 2016 sampai Juli 2017 adalah sebesar 3,02 persen. Angka itu turun dari tahun 2015, yakni sebesar 3,35 persen.

“Artinya, kita sudah masuk ke era inflasi rendah,” tukas Presiden.

Atas capaian tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja para Kepala Daerah, baik di tingkat I maupun pada tingkat II yang dinilai telah mengerti akan pentingnya menjaga laju inflasi.

Dihadapan para Kepala Daerah, Presiden Jokowi menuturkan, salah satu kunci pengendalian inflasi yang mesti dilakukan, baik di tingkat pusat maupun daerah ialah, adalah penyediaan anggaran pengendalian harga agar dapat melakukan intervensi saat diperlukan./adv




OJK Imbau Masyarakat Waspadai “Fintech Peer To Peer Lending” Tidak Berizin

Jakarta, detikriau.org — Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (fintech peer to peer lending) tanpa izin OJK.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing melalui website resmi OJK, www.ojk.go.id mengatakan, berdasarkan  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016, penyelenggara peer to peer lending wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada OJK.

“Namun Satgas Waspada Investasi menemukan 227 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending tidak terdaftar atau tidak memiliki izin usaha dalam penawaran produk fintech peer to peer lending sehingga berpotensi merugikan masyarakat,” kata Tongam, Jumat (27/7/2018)

Menurutnya, Satgas Waspada Investasi telah memanggil entitas tersebut dan meminta seluruh entitas yang tidak terdaftar untuk menghentikan Menghentikan kegiatan peer to peer lending, Menghapus semua aplikasi penawaran pinjam meminjam uang, Menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna, serta Segera mengajukan pendaftaran ke OJK

Untuk memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat secara berkesinambungan, Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat.

“Kami akan rutin menyampaikan informasi perusahaan fintech peer to peer lending   yang tidak berizin. Selain itu peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tak berizin tersebut,” katanya.

Informasi mengenai daftar entitas fintech peer to peer lending yang terdaftar atau memiliki izin dari OJK dapat diakses melalui www.ojk.go.id.

OJK juga menimbau jika menemukan tawaran fintech peer to peer lending yang mencurigakan, masyarakat dapat melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157, email  konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

KLIK DISINI Daftar 227 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending tidak terdaftar:

Editor: Am




KPU: Pendaftaran Capres-Cawapres Dimulai 4 Agustus 2018

JAKARTA — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari, mengatakan pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) Pemilu 2019 dimulai Sabtu (4/8). KPU meminta parpol mempersiapkan syarat pendaftaran capres-cawapres dan syarat pencalonan capres-cawapres.

“Pendaftaran capres-cawapres akan dimulai pada 4 Agustus. Pendaftaran akan berlangsung hingga 10 Agustus atau dibuka selama tujuh hari,” ungkap Haysim dalam sosialisasi pendaftaran capres-cawapres di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/7) malam.

Hasyim lantas memaparkan tahapan pendaftaran capres-cawapres Pemilu 2019. Setelah pendaftaran dibuka, akan tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan bagi capres-cawapres yang telah mendaftar. Pemeriksaan kesehatan dijadwalkan pada 5 Agustus-13 Agustus 2018.

“Jika pasangan capres-cawapres sudah resmi mendaftar ke KPU, maka sehari setelahnya bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Misalnya pasangan capres-cawapres mendaftar pada 4 Agustus, tes kesehatan sudah bisa dilakukan pada 5 Agustus,” jelas Hasyim.

Setelah pemeriksaan kesehatan, KPU akan memeriksa syarat administrasi pendaftaran capres-cawapres pada 11 Agustus-14 Agustus 2018. Hasil pemeriksaan kesehatan, kata Hasyim, sudah bisa diketahui di antara tanggal itu.

“Kemudian, hasil verifikasi syarat administrasi dan hasil pemeriksaan kesehatan akan disampaikan kepada parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan capres-cawapres pada 15 Agustus-17 Agustus 2018,” lanjut Hasyim.

Usai diberikan kepada parpol atau gabungan parpol, kedua hasil itu lantas diberikan kepada pasangan capres-cawapres pada 18 Agustus-20 Agustus 2018. Karena jangka waktu setiap tahapan ini cukup singkat, Hasyim meminta parpol segera mempersiapkan semua dokumen persyaratan yang diperlukan.

“Kami sangat berharap kepada parpol atau gabungan parpol untuk segera mempersiapkan semua dokumen yang berkaitan dengan pendaftaran capres-cawapres dan dokumen pencalonan capres-cawapres. Misalnya surat keterangan dari pengadilan, dan surat-surat lain sudah harus disiapkan,” tegas Hasyim.

Dia menambahkan, setelah semua dokumen diberikan ke pasangan capres-cawapres, nantinya dokumen-dokumen itu harus diserahkan kembali kepada KPU pada 20 Agustus-22 Agustus 2018. KPU akan kembali melakukan verifikasi setelah itu dalam kurun waktu 22 Agustus-24 Agustus.

“Kemudian KPU akan mengumumkan pasangan capres-cawapres resmi Pemilu 2019 pada 20 September 2018 mendatang. Sehari kemudian, pada 21 September 2018, akan dilakukan pengundian nomor urut untuk pasangan capres-cawapres yang sudah ditetapkan,” kata Hasyim.

sumber: republika.co.id




Miliki Narkotika, Polisi Ringkus Tiga Warga Kelurahan Selensen

Photo ilustrasi: net

Kemuning, detikriau.org — Jajaran kepolisian Polsek Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga sebagai pelaku tindakpidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Saat ditangkap, dari tangan pelaku, Las (27), Yus (25) dan Sup (32) ditemukan sejumlah barang bukti diduga Narkotika, rabu (25/7).

“ke tiga TSK merupakan warga Kelurahan Selensen,” Ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P SIK MH melalui Perwira Humas Ipda Heriman Putra.

Diterangkan Paur Humas, kronologis penangkapan bermula pada rabu (25/7) sekira pukul 19.00 Wib. Saat itu, unit Reskrim Polsek Kemuning mendapatkan informasi dari Masyarakat tentang adanya seorang pemuda berinisial Las, membuat keributan  di depan rumah salah seorang warga Desa Batu Ampar Kec. Kemuning Kab. Inhil.

Mendapat informasi, Unit Reskrim Polsek Kemuning langsung menuju lokasi dan melakukan pengamanan kepada Las dan menggiringnya ke Polsek Kemuning.

Penangkapan Las dilaporkan kepada Kapolsek Kemuning, Kompol Lilik Surianto, dan selanjutnya diperintahkan untuk melakukan penggeledahan ditubuh Las dengan disaksikan masyarakat. Hasilnya, disaku kanan bagian depan Tsk ditemukan tiga paket sedang bubuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu yang dibungkus plastic bening.

Diintrogasi, Las mengaku bahwa barang haram itu diperolehnya dari Yus.

Hasil pengembangan dan penyelidikan, sekira pukul 22.00 Wib  diketahui keberadaan Yus yang saat itu berada di rumah Sup dan kemudian dilakukan penangkapan terhadap ke-duanya.

Hasil penggeledahan, dari Yus ditemukan satu paket besar dan satu paket sedang bubuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu berikut 1,5 butir pil yang diduga Extacy Warna Coklat Merk S dibungkus Plastik bening.

Sedangkan dari Tsk Sup ditemukan satu paket kecil bubuk putih diduga narkotika jenis sabu-sabu serta satu linting daun kering diduga daun ganja.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kemuning guna Penyelidikan dan Penyidikan lebih lanjut.” Akhiri Ipda Heriman.

Editor: Am




Waspadai Efek Gelombang dan Pasang Saat Gerhana

JAKARTA — Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin memperingatkan masyarakat agar mewaspadai efek gabungan gelombang tinggi dengan pasang maksimum saat gerhana bulan atau purnama. Pada Sabtu (28/7) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB sampai sekitar pukul 04.13 WIB akan terjadi gerhana bulan total di Indonesia.

“Waspadai efek gabungan gelombang tinggi di laut dengan pasang maksimum saat purnama dan gerhana bulan,” kata Thomas, Kamis (26/7).

Ia menjelaskan, saat ini angin dari selatan hingga tenggara masih cukup kencang dengan kecepatan sekitar 30 Km per jam. Hal ini akan menyebabkan gelombang tinggi lebih dari tiga meter di Samudera Hindia yang mengarah ke pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan pantai barat Sumatra.

Sementara, pada saat terjadinya purnama, khususnya sekitar waktu gerhana bulan, gaya pasang surut bulan diperkuat gaya pasang surut matahari. “Akibatnya, pasang air laut menjadi maksimum,” katanya.

Efek dari gabungan gelombang tinggi dan pasang maksimum tersebut dapat menyebabkan banjir pasang atau banjir rob. Bahkan, banjir tersebut dapat melimpah ke daratan yang lebih jauh.

Gerhana bulan total akan terjadi di Indonesia pada hari Sabtu, (28/7) mulai sekitar pukul 02.30 WIB sampai sekitar pukul 04.13 WIB menjelang subuh. Di Indonesia, gerhana bulan total akan berlangsung antara 103 sampai 107 menit. Gerhana bulan total tersebut merupakan terlama dalam 100 tahun ini dan dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh IndonesiA.

sumber: republika.co.id