6 Hewan untuk Terapi Stres dan Gangguan Mental, Ada Kelinci

Berbagai cara ditempuh untuk mengurangi gejala atau menyembuhkan suatu penyakit. Biasanya, terapi dilakukan seorang ahli, entah itu dokter, atau profesi terapis lainnya. Namun, bagaimana jika terapisnya adalah seekor hewan? Hmm, pasti jadi agak meragukan, ya.

Eits, tapi jangan salah. Sejumlah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan justru menunjukkan bahwa ternyata hewan dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, bahkan bagi orang-orang dengan gangguan mental yang berat. Hewan-hewan terbukti dapat meredakan stres, mengurangi kecemasan serta rasa sedih yang kerap dialami seseorang.

Lantas, apa saja, ya, kira-kira hewan yang bisa digunakan untuk terapi?

 

BACA SELENGKAPRNYA …..




Sejarah Prabowo Disinggung NasDem, Gerindra Ungkit Kasus Rio Capella

Andre Rosiade (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)

Jakarta – Sekjen NasDem Johnny G Plate menyinggung rekam jejak Prabowo Subianto yang sempat disidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) atas suatu kasus. Tak terima, Gerindra mengungkit kasus korupsi yang menjerat eks Sekjen NasDem Patrice Rio Capella.

“Daripada ngurusin Pak Prabowo, kita tahu lah mantan Sekjen NasDem itu masuk penjara karena korupsi. Itu rekam jejak NasDem. Nggak relevan kalau politik itu fitnah, jelas Pak Prabowo tidak terlibat apa-apa. Dituduh dengan keji terus,” kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, kepada detikcom, Minggu (12/8/2018).

Andre meminta NasDem tak memutar ‘kaset rusak’ dengan menyinggung sejarah sang ketum selama berdinas di satuan TNI. Dia pun menyarankan Johnny bertanya kepada Menko Polhukam Wiranto yang pada 1998 menjabat sebagai Panglima ABRI.

“Kalau bicara soal penculikan silakan tanya ke Pak Wiranto yang saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI. Ke mana orang-orang itu yang hilang dan sampai sekarang nggak ketemu. Tolong main politik itu jangan kaset rusak diulang terus,” ucapnya.

Andre menegaskan soal persidangan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) Prabowo di masa lalu ialah tindakan inkostitusional. Dia menyebut hal itu merupakan akal-akalan Wiranto menghancurkan karier Prabowo.

“Yang jelas ini kan DKP itu adalah tindakan inkonstitusional dan ilegal yang dilakukan Pak Wiranto untuk menghancurkan karier Pak Prabowo. Selain ilegal juga tidak sesuai aturan,” sebut Andre.

Sebelumnya, Johnny menanggapi pernyataan Ratna Sarumpaet yang mengkritik penunjukkan Ketum MUI KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019 dengan mengungkit ‘Menolak Lupa Fatwa MUI’. NasDem menyarankan Ratna juga ‘menolak lupa’ terhadap sejarah Prabowo Subianto selama berdinas di satuan TNI.

“Kalau melawan lupa, baiknya Ibu Ratna ngecek melawan lupa versi Pak Prabowo. Semua peristiwa-peristiwa militer dulu yang menggunakan kekuatan pada saat jadi perwira tinggi militer itu apa saja riwayatnya,” kata Johnny, Sabtu (11/8).

sumber: detikcom




Camat Keritang buka Pencanangan Kegiatan Olahraga dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI  ke 73

Keritang, detikriau.org – Bersempena dengan peringatan HUT RI ke 73 Tahun 2018  Kecamatan Keritang,Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, melakukan berbagai perlombaan yang bernuansakan kebudayaan dan permainan rakyat.

Kegiatan lomba tahun ini lebih dominan diikuti oleh seluruh pelajar dari berbagai jenjang di kecamatan keritang mulai dari tingkat SD, SMPp, SMA/Sederajat

Dalam kata sambutanya,Camat berpesan kepada seluruh peserta lomba agar selama mengikuti kegiatan bisa menjaga kekompakan, kedisiplinan serta semangat  juang yang tinggi.

“Dia berharap melalui kegiatan olahraga ini kebersamaan, persatuan dan kesatuan semakin tumbuh dan berkembang serta menjadi motivasi untuk ikut mengisi kemerdekaan yang telah di anugerahkan Allah SWT.

Dengan berbagai hal yang positif dan bermanfaat degan memberikan dan melakukan yang terbaik untuk Bangsa dan Negara ini tanpa melupakan semangat kebersamaan sebagaimana tema kerja kita prestasi bangsa,” Tutupnya.

Reporter: Rul  Editor: Am




Bertemu Soetrisno Bachir, Sandiaga: Beliau Pendukung Jokowi

Jakarta – Sandiaga Uno menemui Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir. Sandiaga mengaku meminta doa restu maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.

“Pak Soetrisno ini adalah mentor saya, senior saya di Himpunan Pengusaha Muda, dan di Kadin dan ada beberapa kegiatan di ekonomi syariah bersama-sama, tentu sowan, silaturahim dan meminta doa restu kepada beliau sebagai senior,” kata Sandiaga usai bertemu Soetrisno di kediaman Soetrisno di Jalan Simpruk Golf 1 no 170, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/2018

Sandiaga mengaku diberi tugas baru untuk berusaha membangun ekonomi dan membuka lapangan kerja. Dia menambahkan, mereka juga bertukar pikiran soal ekonomi, sebab Soetrisno merupakan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional era Presiden Jokowi.

“Juga tentu saya menyadari posisi Soetrisno Bachir adalah pendukung Jokowi, tapi kita sama-sama yakin bahwa politik itu tidak boleh memecah-belah, pilihan politik itu pilihan hak masing-masing tetapi silaturahim harus terus dijalankan,” ujarnya.

Sandiaga menghormati pilihan politik Soetrisno. Karena itu, dia mengaku tidak mengajak Soetrisno untuk bergabung menjadi tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Oh nggak, dia sudah sampaikan bahwa dia pendukung Pak Jokowi dan kalau kita dewasa dalam berpolitik ini bisa jadi kesempatan kita bertukar pikiran, tentunya terbuka dan penuh dengan rasa hormat dan rasa persatuan,” ucapnya.

sumber: detikcom

 




Oase Teladan Mahfud MD

Jakarta – Sekitar jam 17. 00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisis bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi cawapres. Inisial M dan tambahan bocoran dari Romahurmuziy beberapa hari sebelumnya di Twitter bahwa Cawapres Jokowi adalah sosok yang paling punya pengalaman dalam segala jenis pemerintahan. Analisis beberapa pakar mengarah kepada MMD. Karena, hanya dia yang pernah di legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Hari itu, MMD sudah mengatakan bahwa dirinya memang diminta mendampingi Jokowi. Sebagai panggilan sejarah, MMD selalu siap untuk Indonesia. Ia diantar oleh beberapa orang menuju ke sebuah tempat makan tak jauh dari lokasi pengumuman Cawapres Jokowi.

Karena beberapa media TV sudah hampir memastikan bahwa MMD yang akan menjadi cawapres, saya dan keluarga segera mematikan TV. Dalam tradisi orang Madura, Maghrib menjadi waktu jeda untuk menonton TV. Apalagi malam Jumat.

Saya sudah ancang-ancang bikin tulisan: Wahai Orang Madura, Bersatulah untuk MMD. Ya, sebagai orang Madura, ikatan antarsesama orang Madura itu kuat. Seorang teman di pascasarjana melakukan penelitian dengan menggunakan teori inter feeling tentang orang-orang Madura di perantauan menemukan data bahwa orang-orang Madura yang bertemu di perantauan memiliki ikatan batin yang kuat. Meski tak pernah kenal dan berjauhan, tapi saat bertemu seperti saudara. Sebagaimana lazim istilah taretan dhibik. Yang memiliki makna saudara sendiri.

Belum tulisan itu dibikin, habis Isyak saya terkejut, ternyata bukan MMD yang jadi cawapres. Tetapi, Kiai Ma’ruf Amin. Saya memang tak meragukan kualitas Kiai Ma’ruf, tetapi dengan tak terpilinya MMD kami sekeluarga dari Madura benar-benar terkejut. Kok bisa ya?

Hingga dini hari, saya sulit istirahat. Pikiran selalu tertuju ke MMD. Saya cek di Twitter, banyak tokoh yang menyayangkan tak terpilihnya MMD. Banyak yang kecewa. Tetapi respons MMD benar-benar di luar dugaan. Demi keselamatan bangsa dan negara, dirinya merasa tidak apa-apa. Ia menunjukkan kelasnya sebagai negarawan.

Ada diri Gus Dur dalam diri MMD, saat jabatan tak lebih penting dari kemanusiaan. Pantas saja Gus Dur demikian percaya ke MMD. Sebagaimana kami, orang orang Madura yang selalu bangga atas diri MMD.

Ketika banyak politisi mengajukan diri menjadi cawapres, MMD tampak biasa saja. Tak ambisius. Tetapi, siap jika merupakan panggilan sejarah. Hingga detak-detik terakhir pengumuman cawapres, MMD menunjukkan kelasnya sebagai negarawan.

Meski tak menunjukkan ambisinya, terlalu banyak yang ingin menjegalnya. Saya termasuk menganggap biasa dalam dunia politik. Tetapi, yang tidak biasa adalah saat Ketua Umum PBNU mengutarakan bahwa MMD bukan kader NU. Ini sangat menyakitkan bagi saya, nahdiyin dan orang Madura sekaligus.

Ini mengesankan sesuatu yang dipaksakan. Hanya karena menguatnya MMD sebagai cawapres menjadikan dirinya tak diakui oleh NU. Padahal jejak MMD di NU demikian jelas. Padahal juga, hadratussyaikh Hasyim Asy’ari pernah mengatakan bahwa siapapun yang mengurusi NU akan diakui sebagai santrinya. Pertanyaannya, kurang ngurus apa MMD kepada NU?

Mestinya pernyataan yang tepat, bukan karena MMD bukan kader NU. Tetapi, karena bukan gerbong dari Ketua Umum PBNU hari ini.

Tapi, lihatlah MMD. Ia tak pernah meng-counter serangan atas dirinya jika yang menyerangnya adalah NU. Beda saat dirinya diserang sebagai BPIP. Dia langsung menyerang (balik) PKS. Karena, baginya tak cukup hanya menepuk satu atau dua nyamuk, ia langsung menyerang sarangnya.

Teladan penting dari MMD adalah ia tak pernah kehilangan cinta untuk Indonesia dan NU. Meski dirinya telah dikecewakan. Berkali-kali. MMD memang tidak terpilih menjadi cawapres, tetapi ia telah menentukan pilihannya untuk tetap cinta kepada Indonesia.

Oase teladan MMD harus dijadikan sebagai mata air yang dapat menghilangkan dahaga dan kegersangan politik akibat SARA, ujaran kebencian, dan menuhankan kekuasaan.

Ach. Taufiqil Aziz fungsionaris PKC PMII Jawa Timur

sumber: detikcom




Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1439 H Jatuh pada 22 Agustus

Jakarta – Kementerian Agama selesai menggelar sidang isbat penentuan 1 Zulhijah 1439 H. Hasilnya, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah ditetapkan jatuh pada 22 Agustus 2018.

“Kita telah putuskan berdasarkan sidang isbat, bulan Zulkaidah tahun 1439 H, kita sempurnakan dengan cara istiqmal jadi 30 hari, maka malam ini tanggal 30 Zulkaidah. Sehingga 1 Zulhijah tahun 1439 H jatuh pada hari Senin tanggal 13 Agustus 2018, dan tanggal 10 Zulhijah tahun 1439 H yakni Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Muhammadiyah Amin saat konferensi pers di Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8/2018).

Dalam penentuan awal Zulhijah ini, Kemenag menaruh pelaku pemantau hilal di 92 titik di seluruh Indonesia. 29 orang itu mengatakan hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan Zulkaidah digenapkan menjadi 30 hari.

“Dari 29 (orang) tidak satupun menyaksikan hilal,” ujarnya.

Dia berharap keputusan ini menjadi berkah bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Kemenag pun mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha bagi seluruh umat muslim.

“Mudah-mudahan keputusan ini berkah, dan sekali lagi mewakili Menag, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pda hari Rabu tanggal 22 Agustus 2018, maka atas nama pemerintah kami menyampaikan selamat memasuki bulan Zulhijah dan menyabut Idul Adha 1439 H,” tutur dia.

sumber: detikcom