Jemaah Haji Inhil Asal Tembilahan Hulu Wafat di Muzdalifah

Mekkah, detikriau.org – Jemaah Haji Kloter 03 Asal Kabupaten Indragiri Hilir wafat di Tanah Suci. Nurhayati Binti Arban warga Jalan Pelita Kecamatan Tembilahan Hulu ini meninggal dunia selasa 10 Zulhijah sekira pukul 23.00 Waktu Arab Saudi di Muzdalifah dikarenakan sakit.

“semua jemaah sempat kaget dengan wafatnya salah seorang jemaah kita secara mendadak itu,” Laporkan TPHD Inhil, HM Arifin dari Mekkah.

Diterangkan Arifin, sehari sebelumnya, almarhumah masih aktif menjalankan ibadah. Bahkan hingga pelaksanaan rangkaian ibadah wukup pada 9 zulhijah masih dijalankan dengan baik. Namun menjelang keberangkatan ke Muzdalifah, tiba-tiba saja mengalami sesak nafas. Saat itu tim medis menurut Arifin segera melakukan pemeriksaan secara intens.

“Namun karena jadwal keberangkatan ke Muzdalifah sudah tiba yakni sekira pukul 20.00 waktu Saudi rombongan Kami BTH O3 semua harus sudah meninggalkan Arafah, akhirnya beliau di bawa secara khusus dengan kursi roda dan di Infus, dan didampingi Tim Medis,” Tuturkan Arifin.

Tiba di Muzdalifah sekira Jam 22.00 WA, lanjut Arifin, ketika turun dari bus, almarhumah masih bisa bertahan, namun hanya beberapa menit saja, di tengah kerumunan ribuan jemaah yang menuggu waktu tengah malam dan mengambil batu untuk melontar jumrah almarhumah menghembuskan napas terakhir.

“ terasa sekali harunya karena tidak sedikit jemaah luar yang ikut menyaksikan kejadian itu yang sepontan mengucapkan subhananal , Allah Allahu Akbar Jannah, Jannah, Surga Surga telah menatinya, sebut spontan jemaah yang menyaksikan peristiwa tersebut,” ceritakan
Arifin yang Ikut bersama jemaah ketika itu

Hanya beberapa saat setelah wafat, jenazah langsung di jemput oleh ambulan untuk dibawa ke tempat penyelenggaran jenazah di kota mekkah. Setelah jenazah di jemput rombongan kemudian bersiap-siap menuju Mina.

“Karena padatnya jemaah, tidak langsung semua dapat terangkut subuh itu namun pagi hari sekira jam 7.00 WA, semua jemaah sudah sampai di tenda Maktab 62 di Mina, Sore harinya baru semua jemaah di arahkan untuk ke Jamarat untuk melontar Jumrah Aqabah.” Akhiri Arifin.

Laporan: TPHD HM Arifin   Editor: Rul/Am




Positif Kandung Unsur BABI dan Organ Manusia, MUI Fatwakan Penggunaan Vaksin MR “MUBAH”. Ini penjelasannya

Jakarta, detikriau.org – Meski dipastikan mengandung unsur Babi dan Organ Manusia, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imuniasi.

Diperbolehkannya penggunaan vaksin MR Hasil pembahasan Komisi Fatwa MUI sejak Jumat (17/08) dan Senin (20/08) malam disebutkan didasarkan pada tiga hal, berikut fatwanya;

 

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

Nomor : 33 Tahun 2018

Tentang

PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI

Dengan bertawakal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN

Menetapkan : FATWA TENTANG PENGGUNAAN VAKSIN MR (MEASLES RUBELLA) PRODUK DARI SII (SERUM INTITUTE OF INDIA) UNTUK IMUNISASI

Pertama : Ketentuan Hukum

  1. Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.
  2. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.
  3. Penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini, dibolehkan (mubah) karena :
  4. Ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah)
  5. Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci
  6. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.
  7. Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Kedua : Rekomendasi

  1. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat.
  2. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Pemerintah harus menjadikan pertimbangan keagamaan sebagai panduan dalam imunisasi dan pengobatan.
  4. Pemerintah hendaknya mengupayakan secara maksimal, serta melalui WHO dan negara-negara berpenduduk muslim, agar memperhatikan kepentingan umat Islam dalam hal kebutuhan akan obat-obatan dan vaksin yang suci dan halal.

Ketiga : Ketentuan Penutup

  1. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata membutuhkan perbaikan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.
  2. Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa ini.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal :

08 Dzulhijjah 1439 H

20 Agustus 2018 M

KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA

PROF.DR.H. HASANUDDIN AF., MA

Ketua

DR.H. ASRORUN NI’AM SHOLEH, MA

Sekretaris

 

Sebelumnya, dikutip dari Bangkapos.co, VAKSIN Measles Rubella (MR) yang didistribusikan di Indonesia ternyata benar positif mengandung babi dan organ manusia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar HM Basri Har membenarkan informasi tersebut.

Menurut Basri Has,  vaksin Measles Rubella (MR) yang diproduksi oleh Serum Institute of India (SII) dan didistribusikan di Indonesia oleh Biofarma positif mengandung babi dan Human Deploit Cell atau bahan dari organ manusia.

Seperti diketahui, dua bahan itu diharamkan oleh Komisi Fatwa MUI.

HM Basri Har mengatakan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kandungan vaksin MR.

“LPPOM sudah melakukan pemeriksaan. Sementara ini ditemukan ada unsur babi dan organ manusia. Hasilnya seperti itu, kami kontak terus dengan MUI Pusat,” ungkapnya, Minggu (19/8/2018) sore.

Otomatis, temuan ini membuat LPPOM MUI tidak bisa memberikan sertifikat halal.

Hal ini merujuk pada persyaratan dalam proses sertifikasi halal yang diterapkan oleh LPPOM MUI.

“Namun, karena program imunisasi ini sudah berjalan sekitar 20-an hari dan jadwal hanya sampai September. Menteri Kesehatan meminta kepada MUI agar mengeluarkan fatwa alternatif terkait hal ini,” terangnya.

MUI Kalbar, kata dia, juga telah mendapat konfirmasi dari MUI Pusat bahwa akan digelar Rapat Pleno yang dijadwalkan oleh MUI Pusat pada Selasa (21/8/2018).

Rapat pleno bertujuan menentukan sikap yang diambil oleh MUI terkait vaksin MR.

“Selasa tanggal 21 Agustus 2018, MUI Pusat akan rapat pleno untuk mengambil sikap seperti apa. Jadi karena itu, kami dari MUI Provinsi Kalbar belum bisa memberi kepastian fatwanya,” imbuhnya./**




Diskominfops Inhil Tunda Pembayaran Kontrak Media Tahun Anggaran 2018

Tembilahan, detikriau.org — Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfops) Kabupaten Inhil menunda kegiatan publikasi berita dan pembayaran kontrak kerjasama seluruh media tahun anggaran 2018.

Penghentian sementara kegiatan publikasi berita dilakukan terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2018 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan, penundaan pembayaran kontrak kerjasama kepada seluruh media diberlakukan sampai pembahasan anggaran rasionalisasi tahun 2018 selesai dilaksanakan.

Penundaan kegiatan publikasi berita dan pembayaran kontrak kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari surat edaran Bupati Indragiri Hilir Nomor 04/TPAD/VIII/2018 tentang Rasionalisasi APBD 2018.

“Kita sudah menerbitkan surat pemberitahuan kepada seluruh media yang berkontrak di Pemerintah Kabupaten Inhil terkait penundaan terhadap 2 kegiatan tersebut,” ungkap Kepala Bidang P4KSDKI Diskominfops Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra, Selasa (21/8/2018).

Lebih detil, Trio Beni Putra menuturkan, penghentian sementara kegiatan publikasi berita terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi pembengkakan pembayaran di tengah kebijakan rasionalisasi oleh Pemerintah Pusat.

Kendati demikian, Trio Beni Putra menegaskan, pembayaran kontrak kerjasama media yang terutang sejak Januari hingga Agustus, tepatnya pada 20 Agustus akan tetap dilakukan.

“Januari sampai Agustus akan tetap dibayarkan. Hanya saja waktu pembayarannya akan ditunda sampai pembahasan rasionalisasi selesai dilakukan,” jelas Trio Beni Putra./*




Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Festival Budaya Gasing

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Lestarikan permainan tradisional diera modern ini, Mahasiswa Kinerja UNRI di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu menggelar Festival Budaya Gasing (Fesbug), Minggu (19/8/2018).

Festival yang dilaksanakan di lapangan terbuka Pasar Pulau Palas itu mampu menarik perhatian warga sekitar, bahkan ada warga dari daerah lain yang ikut menyaksikan dan menjadi peserta. Hal ini membuktikan, bahwa kepedulian warga untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya tidak hilang ditelan zaman.

Rifad Andrian Saragih, Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UNRI yang juga panitia pelaksana mengatakan, festival budaya gasing tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya yang ada di daerah, khususnya di Desa Pulau Palas dan memberikan pemahaman kepada warga, sehingga nantinya permainan gasing ini tidak lagi dianggap permainan biasa.

“Festival yang kita laksanakan dalam rangka HUT RI 73 ini, cukup mendapat perhatian dari warga, karena selain diramaikan oleh para penonton, peserta yang mengikuti perlombaan juga banyak, yang berasal dari berbagai daerah di luar desa, ” tuturnya.

Dijelaskannya, dalam pelaksaan perlombaan tersebut, para peserta harus menunjukkan kebolehan mereka dalam memutar dan memukul gasing, sehingga akhirnya didapatlah beberapa pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

“Sistem permainan menggunakan sistem gugur, yang dibagi beberapa group, dan tergantung jenis gasingnya,” terangnya.

Sementara itu, Fit, salah seorang peserta lomba mengatakan, bahwa dirinya tertarik mengikuti lomba tersebut karena memang selama ini ia sangat menyukai permainan gasing. Diakuinya, hampir setiap malam selama Bulan Ramadhan, ia dan teman-temannya bermain gasing di halaman rumah sambil menunggu datangnya waktu sahur.

“Saya sangat suka bermain gasing, karena selain olahraga, permainan ini juga bisa mendatangkan kegembiraan dan kesenangan bagi para pemain. Selain itu, tentunya dalam rangka melestarikan dan mempertahankan seni budaya kita agar tidak luntur dan tergeser oleh budaya luar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Palas, Arifin. S.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dimotori Mahasiswa Kukerta UNRI tersebut sangat diharapkan berlangsung dengan sukses, sehingga bisa menjadi motivasi dalam melaksanakan kegiatan kegiatan serupa pada masa mendatang.

“Festival Budaya Gasing ini kita harapkan sukses, karena dapat menjadi pemicu bagi kita semua untuk tetap melestarikan seni budaya masyarakat kita di masa datang,” ungkap Arifin.

 

Reporter: Mirwan




Bupati Inhil Resmikan Dua Bangunan di Pondok Modern Al-Imtinan Putri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan berupaya dan memberi support pengembangan lembaga pendidikan pondok pesantren.

Ungkapan tersebut disampaikannya saat menghadiri peresmian Pondok Modern Al-Imtinan Putri (PMIP) oleh KH Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Senin (20/8/2018).

Peresmian itu berlangsung di Halaman Pondok Modern Al-Imtinan Putri Kecamatan Tembilahan Hulu. Pagi itu, tampak dihadiri Anggota DPRD Inhil H Adrianto, sejumlah pejabat Esselon di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah undangan lainnya.

Selain meresmikan Ponpes, KH Hasan Abdullah Sahal juga melakukan peletakan batu pertama Masjid di Ponpes tersebut serta meresmikan Gedung Gontor.

Pagi itu, Bupati Wardan juga melakukan peresmian saluran drainase dan gedung serba guna yang merupakan pembangunan dari alokasi APBD Inhil.

“Semoga dengan ini bisa menambah semangat bagi kita untuk meningkatkan pendidikan agar lebih baik lagi kedepannya,” kata Wardan.

Disamping itu, ia juga berharap pesantren itu bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Inhil kedepan. Sebab menurutnya, Pondok Pesantren ini berperan penting bagi ummat untuk mencetak generasi lebih baik lagi.

“Saya sangat mendukung Pondok Modern Al-Imtinan Putri ini. Dengan kedesiplinan yang ada, Insya Allah mampu menciptakan generasi putri berguna dimasa akan datang,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Modern Al-Imtinan Putri, H Muhammad Yusuf Lc M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak karena sudah mendukung dan membantu pengembangan pesantren tersebut.

Ia menjelaskan, sejak mulai merintis pondok beberapa tahun lalu, ia hanya bermodal keyakinan karena pasti dibantu oleh Allah SWT.

“Berdirinya pondok ini waktu mengobrol dengan orang tua yakni H Sulaiman meminta bantuan beri modal untuk membangun pesantren dan saat itu hanya 16 orang santri, seiringnya waktu pesantren ini terus berkembang dengan bantuan banyak pihak,” jelasnya.

Hingga detik ini, Pondok Modern Al-Imtinan Putri sudah memiliki santri sebanyak 124 orang.

“Kami berharap bantu doa agar tetap istiqamah melakukan belajar-mengajar,” tuturnya./*/adv

 

Editor: Mirwan




Meriahkan HUT RI Ke – 73, Bupati Inhil Apresiasi Berbagai Lomba Yang Digelar DWP

Bupati Inhil HM Wardan

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengapresiasi berbagai kegiatan perlombaan yang digelar Darma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke – 73.

Sejumlah perlombaan tradisional, seperti tarik tambang, pacu karung, panjat pinang digelar bersama ibu – ibu DWP Setda Kabupaten Inhil, karyawan serta karyawati dan 1000 orang anak di halaman Kantor Bupati Inhil, Sabtu (18/8/2018).

Tujuan dari pelaksanaan berbagai lomba ini adalah untuk menumbuhkan nilai – nilai juang pada diri ibu – ibu, karyawan serta karyawari dan anak – anak peserta lomba.

Bupati Inhil yang membuka kegiatan dan turut menyaksikan keseruan perlombaan merasa bangga dengan adanya kegiatan ini. Sebab, selama menhabat menjadi Bupati, diakuinya baru kali ini mendapatkan undangan dalam acara DWP seperti ini.

“Saya merasa bangga, senang dan gembira dengan adanya kegiatan ini,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menganjurkan untuk dapat dibentuk sekretariat DWP, sehingga program-program kegiatan DWP dapat terlaksana dengan baik.

“Kedepannya program-program ini untuk lebih dapat ditingkatkan, dan bapak-bapaknya juga harus hadir dan mensupport,” kata Bupati.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati terpilih, H Syamsuddin Uti, Asisten Setda Inhil, Kabag dan Kasubag di lingkungan Setda Inhil, karyawan dan karyawati Setda Inhil, guru – guru sekolah serta anak-anak DWP Setda Inhil dan siswa/i./adv