Peleceh AL-Quran di Kateman Ngaku Dapatkan Bisikan Gaib
Tembilahan, detikriau.org – Hamdani (41) Tersangka pelecehan terhadap kitab suci Al Qur’an di Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir mengaku mendapatkan bisikan gaib untuk memerintahkan pengikutnya menginjak, menyobek dan mengencingi kitab suci umat Islam itu.
“Tersangka Hamdani alias Guru ditangkap karena menyuruh dan melakukan penistaan agama dengan menginjak dan menyobek kitab suci Alquran. Pengakuannya itu dilakukan karena ada bisikan gaib,” ujar Hendra, Kamis (30/8)
Setelah pemeriksaan, tiga murid Hamdani yang turut diamankan diperbolehkan pulang oleh polisi. Statusnya hanya sebagai saksi karena mengaku dipaksa pelaku untuk melakukan perbuatan tercela tersebut.
“Muridnya sudah boleh pulang, statusnya sebagai saksi. Mereka diperintahkan oleh pelaku,” tambahkan Hendra.
Kepada polisi, Guru mengaku mengajarkan berbuat nista kepada kita suci umat Islam itu karena mendapat bisikan gaib. Tapi Guru tidak menjelaskan makhluk gaib seperti apa yang memberi bisikan tak jelas itu.
“Jadi bisikan gaib kepada pelaku itu mengajarkan supaya berbuat demikian (sobek dan injak Alquran). Bisikan itu yang diajarkan kepada muridnya,” ucap Hendra.
Masih pengakuan Guru, dia mempercayai ajaran kepercayaannya untuk membenci Alquran. Tapi, Guru masih percaya kepada rukun iman lainnya dalam Islam, seperti kepada Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rosulullah.
“Dia masih percaya sama Allah dan Nabi Muhammad, tapi tidak percaya kitab suci. Tidak ada panduan kitab sucinya,” kata Hendra.
Guru ditangkap polisi di rumahnya, Jalan Tunas Harapan Parit 7 RT 10/RW 001, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, pada Senin sore. Penangkapannya berdasarkan laporan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie (62).
Bahkan beberapa orang diduga muridnya, yaitu Sinda Rajabri (21), Trisulis Tio Rini (30), dan Ardiansyah (36), juga ikut melakukannya. Muridnya ini mengaku terpaksa menistakan Alquran karena dipaksa dan merasa takut akan perintah gurunya./rioauonline.co.id
Editor: Am
Nilai Dolar Melesat, Fadli: Ini Warning Membahayakan
Foto ilustrasi: Net
JAKARTA – Nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hampir menembus Rp 15 ribu. Hingga Jumat (31/8) pagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar terpantau sudah menembus angka Rp 14.700.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan nilai tukar dolar AS yang sudah nyaris menembus angka Rp 15 ribu itu merupakan peringatan serius bagi pemerintah.
“Ya ini menurut saya suatu warning yang membahayakan,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8) dilansir JPNN.com.
Fadli mengingatkan krisis moneter 1997-1998 terjadi karena dimulai dari depresiasi nilai tukar rupiah.
Fadli masih ingat kala itu nilai tukar dolar yang awalnya Rp 2.200 merangsek naik menjadi Rp 6 ribu.
Kemudian pernah mencapai angka terburuk Rp 18 ribu dan kemudian di sekitaran Rp 14 ribu per 1 dolar AS.
“Sekarang ini dengan rupiah semakin melemah sampai ke titik Rp 14700 bahkan Rp 14800, ya ini menurut saya sangat membahayakan,” ujarnya.
Dia tidak setuju jika kondisi perekonomian global yang tidak stabil selalu dijadikan alasan melemahnya nilai tukar rupiah.
Fadli menegaskan itu adalah alasan klasik. “Anak lulusan SD juga bisa ngomong begini. Jadi justru ini apologi yang menurut saya tidak bisa diterima,” kata Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah harus melakukan sesuatu dengan kondisi seperti sekarang ini.
Fadli menilai selama ini kelihatan tidak ada intervensi kebijakan yang setidaknya bisa menahan laju depresiasi nilai tukar tersebut.
Pemerintah jangan justru melakukan kebijakan impor beras dan gula di tengah melemahnya nilai tukar.
Selain merugikan petani yang tengah memasuki masa panen, kebijakan impor juga bisa membuat kurs semakin melemah.
“Saya kira sangat membahayakan terhadap kedaulatan pangan, tetapi juga terhadap kurs kita yang akan semakin melemah,” katanya.
Fadil menyatakan seharusnya ada langkah-langkah yang jelas dari pemerintah. Supaya kehadiran pemerintah terutama tim ekonomi dirasakan masyarakat./*/JPNN
Sekda Inhil Buka Perkemahan Berkarakter Ke – III Tahun 2018 Di Simpang Gaung
Gaung, detikriau.org — Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin membuka Perkemahan Berkarakter Ke – III (Ketiga) Tahun 2018 di Bumi Perkemahan Dusun Pisang Serumpun, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Rabu (30/8/2018).
Pada pembukaan kegiatan perkemahan yang dilaksanakan dalam bentuk upacara tersebut, Sekda Inhil, H Said Syarifuddin bertindak sebagai Pembina Upacara.
Turut hadir bersama Sekda, Kepala Dinas Perikanan, H Mukhtar T dan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Wanhar.
Dalam pidatonya, Sekda mengharapkan anggota pramuka tingkat Penggalang yang merupakan siswa / i SMP sederajat dapat mengikuti perkemahan berkarakter dengan serius.
“Tujuannya, agar tercipta karakter yang positif dalam diri anak selaku generasi penerus bangsa,” ujar Sekda.
Untuk diketahui, pada kesempatan itu, Sekda juga menyalurkan bantuan Al – Qur’an dan Kelambu Anti Malaria kepada perwakilan desa se – Kecamatan Gaung./*
Ini Tanda Jika Didalam Tubuh Kita Banyak Setannya
Habib Abdul Rahman Al Habsy. Foto: Dok SBBI
BOGOR – Alquran dan Hadits Rasulullah SAW menyuruh umat Islam agar senantiasa berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Baik setan dalam bentuk jin, maupun manusia. Baik yang ada pada dirinya maupun orang lain yang dengki kepadanya.
Secara khusus, Allah menurunkan dua surat sebagai pegangan bagi setiap Muslim untuk meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Kedua surat yang biasa disebut muawidzatain itu adalah Surat Al-Falaq (QS 113) dan Surat An-Naas (QS 114).
Umat Islam dianjurkan oleh Nabi memperbanyak membaca kedua surat itu, terutama pada pagi dan sore hari. Mengapa kedua surat itu begitu penting dibaca oleh setiap Muslim? Salah satu alasannya adalah untuk mengusir setan yang ada pada diri manusia itu sendiri.
“Di dalam tubuh kita ada banyak setannya,” kata Habib Dr Abdul Rahman Al Habsy Lc, MA saat mengisi pengajian guru dan karyawan Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) di Masjid Al Ikhlas Bosowa Bina Insani Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/8) .
Ia lalu memberikan satu tanda yang sangat mudah dikenali. “Untuk mengetahui apakah di dalam tubuh kita banyak setannya ataukah tidak, gampang. Coba saja baca Alquran. Kalau baru baca satu lembar, sudah menguap, berarti banyak setan di dalam tubuh kita. Buktinya, kalau baca WA empat jam kita bisa tahan, tanpa menguap,” ujarnya.
Jadi, harus bagaimana? “Kalau kita baca Alquran baru satu lembar sudah menguap, maka tahanlah dan teruskan membaca, hingga paling tidak 10 lembar. Kalau kita lakukan hal yang demikian, insya Allah setannya kabur,” papar Habib Abdul Rahman.
Ia juga menjelaskan, mengapa setan tidak suka kepada orang yang membaca Alquran. “Setan itu tidak suka kita dekat kepada sesuatu yang mulia, termasuk Alquran. Kalau kita membaca Alquran, kita jadi mulia. Setan tidak mau kita jadi mulia. Makanya kalau kita membaca Alquran, setan menggoda kita dengan berbagai cara, agar kita cepat berhenti membacanya. Salah satu di antaranya adalah mata kita dibuat mengantuk,” kata Habib Abdul Rahman Al Habsy.
Editor: Am
Artikel ini sudah terbit di laman Republika.co.id dengan judil “Di Dalam Tubuh Kita Banyak Setan, Ini Tandanya”/https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/08/31/peavte374-di-dalam-tubuh-kita-banyak-setan-ini-tandanya
Jejak Dugaan Permainan Suap Dana Perimbangan Daerah di DPR
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan suap terkait usulan tambahan dana perimbangan daerah pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun anggaran 2018, lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Mei 2018.
Saat itu, lembaga antirasuah menangkap Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat, Amin Santono; pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo; Direktur CV Iwan Binangkit, Ahmad Ghiast; seorang swasta Eka Kamaludin, dan sejumlah orang lainnya.
Setelah melakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK kemudian menetapkan Amin, Yaya, Ahmad, dan Eka sebagai tersangka suap. Amin, Yaya, Ahmad diduga sebagai penerima, sementara Ahmad selaku pemberi suap.
Ahmad diduga memberikan uang sebesar Rp510 juta kepada Amin dan Yaya melalui Eka. Uang diberikan agar Amin dan Yaya mengupayakan Kabupaten Sumedang mendapatkan alokasi tambahan anggaran APBN-P 2018.
Ahmad dikenal sebagai penyedia barang dan jasa yang biasa mengerjakan proyek infrastruktur di Kabupaten Sumedang.
Dalam kesepakatan, Amin bersedia membantu proposal penambahan anggaran Kabupaten Sumedang, dengan meminta jatah 7 persen dari nilai anggaran yang disetujui. Anggaran yang diajukan sebesar Rp25,8 miliar.
Seiring berjalannya penyidikan, lembaga yang kini dipimpin Agus Rahardjo Cs menduga sejumlah daerah lain turut meminta tambahan alokasi anggaran dari APBN-P 2018 dengan memberikan fee kepada Amin maupun Yaya.
Saat ini, KPK tengah mendalami proses pengajuan anggaran dari sejumlah daerah dan dugaan pemberian uang di balik proses pengurusan anggaran tersebut kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan maupun anggota DPR.
“Bagaimana proses pengurusan dana perimbangan keuangan daerah ini dan juga sebagiannya kami telusuri apakah ada janji atau aliran dana dibalik proses pengurusan tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, (30/8).
Untuk mendalami hal tersebut, penyidik KPK pun memanggil sejumlah kepala daerah yang diduga terkait dalam kasus dugaan suap ini.
Mereka di antaranya Wali Kota Dumai, Zulkifli; Bupati Halmahera Timur, Rudy Erawan; Bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas; Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman; Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti.
Kemudian Bupati Labuhanbatu Utara, Khaerudinsyah Sitorus; Bupati Lampung Tengah, Mustofa; Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi; dan Bupati Karimun, Anur Rafiq.
Selain itu, penyidik KPK juga memanggil sejumlah pegawai negeri sipil dari pemerintah daerah, seperti Kabupaten Kampar, Kota Balikpapan, Kabupaten Pegunungan Arfak, serta Kabupaten Way Kanan.
Febri mengatakan pemeriksaan sejumlah kepala daerah dan PNS dari beberapa pemerintah daerah itu untuk menelusuri proses pengurusan alokasi anggaran dari APBN-P 2018.
“Namun smpai saat ini sebagian pemeriksaan kepala daerah masih fokus pada proses pengurusan anggaran di sana,” ujar Febri.
Meskipun demikian, kata Febri, sebagian kepala daerah yang telah diperiksa itu mengklarifikasi adanya aliran dana dalam pengurusan dana perimbangan keuangan daerah yang berasal dari APBN-P 2018 itu.
“Sebagian lainnya sudah mengklarifikasi aliran dana,” kata dia.
Selain memeriksa unsur kepala daerah, penyidik KPK juga telah memanggil sejumlah saksi dari unsur DPR. Mereka di antaranya Anggota DPR dari Fraksi PAN Achmad Hafisz Tohir dan Sukiman, Anggota DPR dari Fraksi PPP yang juga Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Azis Syamsuddin.
Kemudian Anggota DPR dari Fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz, Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono dan Tenaga Ahli Fraksi PAN Suherlan.
Dari dua nama terkahir, penyidik KPK menyita uang Rp1,4 miliar dari rumah Puji dan satu unit mobil Toyota Camry dari apartemen Suherlan.
Untuk pemeriksaan Romahurmuziy alias Romi, KPK mendalami uang sejumlah Rp1,4 miliar yang ditemukan di rumah Puji, yang sama-sama berasal dari partai berlambang Ka’bah itu. Lembaga antirasuah menduga uang tersebut terkait dengan pengurusan anggaran daerah.
Sementara, pemeriksaan terhadap Azis dilakukan untuk mendalami peran yang bersangkutan dalam proses penyusunan anggaran. Selain itu, Azis juga dicecar soal dugaan aliran dana dalam proses pengajuan dan penyusunan alokasi anggaran daerah pada APBN-P 2018.
“Termasuk pengetahuan tentang dana perimbangan daerah yang sedang disidik saat ini. Kami klarifikasi juga pengetahuan yang bersangkutan tentang dugaan aliran dana terkait kasus ini,” ujar Febri.
Di sisi lain, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan dalam kasus dugaan suap terkait dana perimbangan daerah ini, pihaknya menemukan fakta bahwa ada proses yang berpotensi mengganggu integritas dalam penyusunan anggaran di Banggar DPR.
“Fakta menunjukan memang ada proses yang berpotensi mengganggu integritas di Banggar,” kata Saut dikonfirmasi terpisah.
“Tidak heran mengapa ada perdebatan agar Banggar dihapuskan,” ujarnya menambahkan.
Menurut Saut, perlu kajian mendalam tentang kelebihan dan kekurangan Banggar DPR sebelum memutuskan untuk dibubarkan atau ditata ulang terkait cara mengelola anggaran negara yang mencapai ribuan triliun setiap tahunnya.
“Dengan model yang lebih akuntatabel, transparans, membawa impact positif. Termasuk menekan laju pertumbuhan korupsi pada sisi penyusunan anggaran nantinya,” tutur Saut.
KPK sampai saat ini terus mendalami kasus dugaan suap pengurusan dana perimbangan keuangan daerah pada APBN-P 2018. Setidaknya penyidik KPK telah menyita emas seberat 1,9 kilogram, uang tunai sebesar Rp1,4 miliar, US$12,5 ribu, Sin$63 ribu, dan Jeep Wrangler Rubicon dari apartemen Yaya.
Uang Rp1,4 miliar dari rumah Puji, wakil bendahara umum PPP, dan satu unit mobil Toyota Camry dari apartemen staf ahli Fraksi PAN di DPR.
Jakarta — Nilai tukar rupiah pada pada sore ini, Kamis (30/8) diperdagangkan di level Rp14.734 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini melemah 79 poin dari penutupan kemarin, Rabu (29/8) di Rp14.655 per dolar AS.
Rupiah pada perdagangan hari ini sempat menyentuh titik terendahnya di level Rp14.744 per dolar AS. Posisi ini melampaui posisi terendah rupiah pada September 2015 yang sempat menyentuh 14.730 per dolar AS. Adapun pada 17.30 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp14.734 per dolar AS.
Sementara berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.655 per dolar AS atau melemah dari posisi kemarin Rp14.643 per dolar AS.
Sejalan dengan pelemahan rupiah, rupee India juga melemah di angka yang sama 0,24 persen dan menempatkan keduanya sebagai mata uang dengan depresiasi tertinggi hari ini.
Diikuti, renmimbi China minus 0,14 persen, peso Filipina minus 0,11 persen, ringgit Malaysia minus 0,09 persen, baht Thailand minus 0,06 persen, dolar Singapura minus 0,05 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen.
Namun, yen Jepang dan won Korea Selatan masih berhasil bertahan di zona hijau, dengan menguat masing-masing 012 persen dan 0,14 persen.
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang kompak melemah dari dolar AS. Dolar Australia melemah 0,2 persen, dolar Kanada minus 0,15 persen, rubel Rusia minus 0,12 persen, euro Eropa minus 0,11 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,07 persen. Hanya franc Swiss yang menguat 0,04 persen dari dolar AS.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pelemahan rupiah kembali berlanjut karena sentimen rilis data pertumbuhan ekonomi AS yang meningkat ke 4,2 persen masih terasa dan membuat dolar AS kian perkasa.
Tak hanya membuat dolar AS menguat, pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam yang lebih cepat akan semakin menambah kepercayaan diri bank sentral AS, The Federal Reserve untuk mengerek bunga acuannya pada September dan Desember mendatang.
“Hal ini akan membuat potensi rupiah bakal terus tertekan selama tahun ini. Ini bisa jadi kondisi terburuknya. Meski, ada peluang katalis pengerak rupiah pada pekan depan melalui rilis inflasi Indonesia,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/8).