Diet Gagal, 7 Hal Ini yang Mungkin Menjadi Penyebabnya

Foto: BBC Good Food

Detikriau.org – Tubuh langsing dan ideal menjadi idaman banyak wanita. Mendapatkannya, berbagai cara dilakukan terutama bagi yang memiliki berat badan berlebihan. Sayangnya semua usaha yang dilakukan kadang tidak memberikan dampak memuaskan. Lantas dimanakah kesalahannya?

Disadur melalui laman doktersehat.com, kegagalan menurutkan berat badan biasanya disebabkan kesalahan diet yang seringkali tidak disadari. Faktor utamanya bisa jadi karena ketidaktahuan cara diet yang benar.

Berikut penyebab gagal diet yang membuat berat badan tak kunjung turun.

  1. Asupan Kalori yang Tidak Tepat

Anda sudah rutin berolahraga, tapi berat badan tak kunjung turun? Penyebab gagal diet yang pertama adalah asupan kalori yang tidak tepat. Kebanyakan orang malah menambah porsi makannya jika berolahraga, padahal hal ini sangat tidak tepat.

Perhatikan juga asupan makanan yang dikonsumsi. Jangan sampai kalori yang masuk lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh. Selanjutnya, atur juga pola makan sehari-hari dan usahakan terakhir makan di bawah pukul 07.00 malam.

  1. Kurang Minum Air

Setiap orang mempunyai kebutuhan air yang berbeda-beda. Cara menghitungnya adalah: 40 mililiter/kg BB. Contoh jika berat bedan 50 kg jumlah air yang dibutuhkan adalah 2000 mililiter atau 2 liter per harinya.

Kalau cuaca sedang panas atau setelah berolahraga, Anda dapat menambahkan menjadi 50 mililiter per hari. Lalu, apa hubungan kurang minum dengan susah menurunkan berat badan?

Perlu Anda ketahui bahwa air dapat membantu mempercepat proses metabolisme dan dapat mengurangi rasa lapar. Oleh karena itu, perbanyaklah minum ketika sedang diet.

  1. Mengalami Stres

Sebagai informasi, stres dapat meningkatkan hormon neuropeptida Y (NPY). Nah, kalau Anda tak ingin gagal diet, maka sebisa mungkin hindari stres atau temukan cara mengurangi stres.

Beberapa cara mengurangi stres yang bisa Anda lakukan adalah dengan meditasi atau berjemur di pagi hari. Ketika Anda tidak stres, maka hormon lebih seimbang dan berat badan jadi lebih cepat turun.

  1. Kurang Asupan Protein

Kekurangan protein dapat mambuat Anda gagal diet. Saat Anda ekkurangan protein, maka akan mengalami penurunan masa otot. Nah, kondisi inilah yang membuat Anda tetap gemuk karena proses pembakaran lemak akan berjalan lambat.

  1. Makan Berlebihan Setelah Olahraga

Setelah berolahraga tentu tubub merasa lelah dan juga lapar. Tak jarang seseorang malah makan banyak setelah berolahraga. Kalau Anda juga pernah sesekali melakukan hal ini, maka jangan heran kalau berat badan tak kunjung turun.

  1. Mengurangi Asupan Karbohidrat

Kalau Anda masih makan nasi atau jenis karbohidrat lain dalam porsi yang cukup banyak, jangan harap bisa cepat kurus dan langsing. Perlu Anda tahu, gagal diet juga bisa disebabkna oleh asupan karbohidrat yang berlebihan.

Kalau tadinya Anda biasa makan nasi sebanyak dua centong, maka cobalah kurangi jadi satu centoh. Siasati dengan perbanyak lauk berprotein dan juga sayur-sayuran. Cara lainnya, Anda bisa menggantinya dengan buah.

  1. Terlalu Banyak Asupan Lemak

Penyebab berat badan tak kunjung turun yang terakhir adalah terlalu banyak konsumsi lemak. Kalau Anda masih punya kebiasaan makan makanan berlemak atau gorengan, maka jangan harap bisa mendapatkan berat badan ideal. Sebagai langkah awal, Anda bisa mengurangi asupannya sedikit demi sedikit.

Tips Tambahan:

Selain ketujuh hal penyebab gagal diet yang sudah dijelaskan di atas, DokterSehat juga mau mengingatkan Anda agar mengurangi asupan garam. Hindari makanan-makanan asin karena faktanya, mengonsumsi garam terlalu banyak akan menurunkan sensor kenyang dalam tubuh

Menurut studi yang diterbitkan di The Journal of Nutrition, mengonsumsi makanan yang terlalu asin membuat kita jadi semakin bernafsu untuk makan. Dampaknya, kalori harian akan surplus dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lapisan lemak./*




Kasus PLTU Riau-1, Golkar Bisa Kena Pidana Korporasi?

Foto: Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan. (Ari Saputra-detikcom)

Jakarta – Sebagian uang hasil tindak pidana korupsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 disebut mengalir ke Partai Golongan Karya. Jika itu terbukti, KPK menyatakan Golkar bisa kena pidana korporasi.

“Kalau itu (dugaan aliran dana) kita bisa buktikan, itu (ditetapkan sebagai tersangka korporasi) bisa. Tapi, sampai sekarang belum. Sampai sekarang belum ada pembuktian itu dipakai atau tidak. Masih dalam pengembangan. Bisa saja,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Basaria sempat menyinggung soal pemeriksaan eks Ketua Umum Golkar Setya Novanto terkait dugaan aliran dana dari proyek PLTU Riau-1 untuk keperluan Golkar. Dia menyatakan saat ini penyidik juga masih mendalami apakah Novanto sudah tahu soal pembahasan proyek ini sejak awal.

“Kebetulan memang SN (Setya Novanto) pada saat dulu yang bersangkutan selain juga Ketua DPR, dia juga sebagai ketua Golkar yang kebetulan diambil KPK ini ibu EMS (Eni Maulani Saragih) ini kebetulan yang bersangkutan bendahara dari Golkar jadi kita belum tahu kira-kira apakah ada dana disalurkan ke sana. Karena yang bersangkutan selaku ketua, maka kita perlu saksi,” ucapnya.

Selain itu, Basaria sempat menjelaskan secara singkat soal pemeriksaan anak Novanto, Rheza Herwindo sebagai saksi untuk Idrus Marham. Menurutnya, Rheza yang diperiksa dalam kapasitas sebagai Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri, didalami soal kepemilikan saham. Namun, Basaria tak menjelaskan secara detail kepemilikan saham apa yang dimaksud

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan ini. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga menerima duit suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Saat melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo jika perusahaannya berhasil memenangkan proyek PLTU Riau-1

Selain itu, Eni juga sempat menyatakan ada aliran dana yang mengalir untuk keperluan Munaslub Golkar. Namun, hal itu dibantah oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

sumber: detikcom




Salahgunakan Narkotika, Polres Inhil Ringkus Warga Keritang dan Pulau Burung

DW allias DB (34). Foto: Dok Polres Inhil

Has alias Bul (53). Foto: Dok Polres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir amankan dua orang pria yang diduga menjadi pelaku tindakpidana narkotika. Dari keduanya disita sejumlah barang bukti narkotika berupa sejumlah paket sabu-sabu siap edar.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P Sik MH, Terduga pelaku, DW allias DB (34) dibekuk jajaran Polsek Keritang di Parit Tiga Dusun Teladab Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang pada minggu (2/9) sekira pukul 14.15 Wib. Dari tangannya disita BB berupa satu paket sedang dan satu paket kecil sabu-sabu berikut uang tunai sejumlah Rp 700 ribu, plastik bening dan pipet plastik warna putih les merah berikut satu unit Handphone.

Sedangkan terduga pelaku lainnya Has alias Bul (53) diringkus jajaran Polsek Pulau Burung di Jalan Kembang Desa Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung pada minggu (2/9) sekira pukul 22.00 Wib. Dari tangannya disita barang bukti berupa tiga paket sedang dan 17 paket kecil yang diduga sabu-sabu. Juga disita uang tunai sebesar Rp. 1,6 juta, timbangan digital, gunting, sendok, bong, sebilah badik dan satu unit Handphone.

“Kepada Polsek bersangkutan akan diberikan reward”, Janjikan Kapolres.

Diharapkan kata penghargaan ini akan jadi motivasi bagi Polsek yang lain untuk berbuat serupa. akhirinya.

Editor: Am




Minum Obat Sebaiknya dengan Air Putih Hangat atau Dingin?

Photo :
Pixabay/Pexels

Detikriau.org — Konsumsi air putih sangat penting bagi tubuh. Air putih juga seringkali direkomendasikan sebagai pendamping minum obat terbaik dibandingkan dengan jenis minuman lain.

Hal tersebut disebabkan karena air putih tidak menghambat metabolisme obat atau mengganggu penyerapan obat dalam tubuh.

Berbeda dengan minuman lain seperti minuman ringan atau minuman soda, kopi atau teh, alkohol  yang sering menyebabkan beberapa interaksi obat atau alergi dalam beberapa kasus yang terjadi pada pasien.

Meski demikian, banyak masyarakat yang masih bertanya konsumsi obat lebih baik dengan air putih hangat atau dingin?

Dilansir laman HealthSite, Koordinator Pemeriksaan Kesehatan Preventif,  Fortis Hospital Mohali mengatakan, ternyata suhu yang tepat pada air sangat penting ketika mengonsumsi obat-obatan.

Air pada dasarnya bertindak sebagai media transportasi untuk obat-obatan.  Ini mencegah tersedak dan juga meningkatkan penyerapan obat-obatan di lambung dan usus.

Menurutnya, air idealnya harus berada pada suhu kamar. Dalam kasus infeksi batuk dan tenggorokan, disarankan untuk mengambil obat dengan air hangat. Suhu air menenangkan tenggorokan dan bahkan mempercepat proses pelarutan.

Bahkan, infeksi tenggorokan dan obat-obatan dingin tidak bereaksi negatif terhadap suhu air. Juga, teknik menelan pil yang tepat adalah minum beberapa teguk air sebelum meminum obat sehingga tenggorokan Anda tidak terlalu kering dan tablet dapat tertelan dengan mudah.

Hindari mengonsumsi kapsul dengan air panas karena menyebabkan lapisan kapsul mencair di mulut atau pada tahap awal. Kapsul harus selalu diminum dengan air pada suhu kamar. Namun, jika mengonsumsi parasetamol dan menderita pilek atau demam, memilih air hangat bisa menjadi hal yang tepat.

Ini karena karena parasetamol larut lebih cepat dalam air panas dan karenanya dapat diserap pada tingkat yang lebih cepat.

Sumber: viva

 




Ustaz Somad Batalkan Ceramah di Pulau Jawa, Fahri Hamzah Bereaksi

Photo :
ANTARA Foto/Feny Selly

Detikriau.org — Ustaz Abdul Somad membatalkan ceramah di beberapa kota di Pulau Jawa, karena adanya informasi intimidasi atau ancaman. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kemudian mendesak kepolisian untuk tidak tinggal diam menyikapi adanya kabar ancaman ini.

“Pokoknya gini deh. Tolonglah pak polisi, ya kan, saling mengancam ini dihentikan,” kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 3 September 2018.

Fahri menilai, jangan sampai ada ancaman-ancaman lagi kepada tokoh-tokoh yang dikenal luas publik dan mempunyai pendukung banyak. Hal itu, menurutnya, bisa mempertajam gesekan masalah di masyarakat.

“Menolak sekelompok orang itu bisa meruncingkan perselisihan di antara masyarakat dan itu merugikan kita. Harus dihentikan,” ujar Fahri.

“Ya kan, orang-orang yang resmi mukanya ada, ada pendukungnya, tokoh yang dikenal, janganlah dilarang-larang, janganlah diancam-ancam,” imbuhnya.

Menurut Fahri, larangan berceramah atas dasar apa pun tidak bisa dibenarkan di Indonesia. Hal itu, katanya, bertentangan dengan kebebasan berserikat dan berekspresi di Indonesia.

“Kebebasan berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan, itu dilindungi negara. Mau pakai alasan apa pun tidak boleh dilarang,” kata politikus PKS ini.

Sebelumnya, pembatalan ceramah diungkapkan Ustaz Abdul Somad dalam keterangan tertulis di Instagram. Dalam keterangan itu, Ustaz Somad menyebut kata ancaman dan intimidasi terkait rencana kedatangannya itu.

Berikut keterangan Ustaz Somad:

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang.

Beban panitia yang semakin berat.

Kondisi psikologi jamaah dan saya sendiri.

Maka, saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta:

  1. September di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri.
  2. Oktober di Yogyakarta.
  3. Desember janji dengan Ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur.

Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi dan mohon didoakan selalu,” kata Somad mengakhiri caption di akun resminya.

 

Sumber: vivanews




Mulai Hari Ini, Bawa Uang Kertas Asing Rp 1 Miliar ke Atas Kena Denda!

Ilustrasi dollar AS(Thinkstock.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mulai Hari Ini, Bawa Uang Kertas Asing Rp 1 Miliar ke Atas Kena Denda!”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/03/060300126/mulai-hari-ini-bawa-uang-kertas-asing-rp-1-miliar-ke-atas-kena-denda-.
Editor : Erlangga Djumena

JAKARTA – Larangan pembawaan Uang Kertas Asing (UKA) dengan nilai setara atau lebih dari Rp 1 miliar oleh orang atau korporasi, mulai berlaku Senin (3/9/2018) ini. 

Dengan demikian, yang bisa membawa UKA dengan jumlah itu hanya badan berizin, yaitu bank dan penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) bukan bank yang telah memperoleh izin dan persetujuan dari Bank Indonesia (BI).

Sesuai Peraturan Bank Indonesia No. 20/2/PBI/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 19/7/PBI/2017 tentang Pembawaan Uang Kertas Asing Ke Dalam dan Ke Luar Daerah Pabean Indonesia, sanksi denda yang dikenakan kepada orang (orang perorangan atau korporasi) yang tidak memiliki izin dan persetujuan adalah sebesar 10 persen dari seluruh jumlah UKA yang dibawa dengan jumlah denda paling banyak setara dengan Rp 300 juta.

Kepala Departemen Pengelolaa Devisa BI Hariyadi Ramelan mengatakan, BI sudah mempersiapkan infrastruktur berbasis teknologi informasi untuk memproses perizinan dan persetujuan pembawaan UKA.

Infrastruktur tersebut terintegrasi dengan sistem Indonesia National Single Window (INSW) yang selama ini digunakan pemerintah untuk mengawasi ekspor dan impor barang dalam kategori larangan dan pembatasan.

Selain itu, BI juga melakukan koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (Kemkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kementerian Hukum dan Ham (Kemkumham), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan otoritas bandara serta pelabuhan.

“BI juga telah selesai memproses permohonan izin dari bank-bank devisa dan KUPVA bukan bank yang akan melakukan kegiatan importasi atau eksportasi UKA,” sebut Hariyadi kepada Kontan, Jumat (31/8/2018) lalu. Sayangnya, ia tak memperinci jumlah yang memohon izin tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mulai Hari Ini, Bawa Uang Kertas Asing Rp 1 Miliar ke Atas Kena Denda!”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/03/060300126/mulai-hari-ini-bawa-uang-kertas-asing-rp-1-miliar-ke-atas-kena-denda-.