Polres Inhil Musnahkan 248 Gram Sabu dan 502 Butir Pil Ekstasi

TEMBILAHAN (detikriau.org– Polres Indragiri Hilir (Inhil) memusnahkan seberat 248,47 gram sabu-sabu dan 502 butir pil Ekstasi, Kamis (6/8/2018).

Pemusnahan tersebut berlangsung di Halaman Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada, Tembilahan.

Pagi itu, pemusnahan dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra dan dihadiri  Bupati Inhil HM Wardan serta Unsur Forkopimda Inhil.

Dari sejumlah barang bukti tersebut, tersangkanya adalah berinisial AI dan HA. Dari tangan AI, Polisi menyita barang bukti sabu-sabu 231,81 gram sabu-sabu dan 280 butir pil Ekstasi. Sedangkan dari tangan HA diamankan 16,66 gram sabu-sabu dan 222 butir Pil Ekstasi.

AI ditangkap oleh petugas Polsek Reteh pada tanggal 14 Agustus 2018 di Jalan SMP Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

Kemudian HA, tersangka satu ini diamankan langsung oleh petugas Satreskoba Polres Inhil pada tanggal 25 Agustus 2018 di Ruang SPKT Polres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan.

Kapolres Inhil mengatakan, pemusnahan sengaja dilakukan secara terbuka dan disaksikan Forkopimda serta undangan lainnya, agar terbuka bahwa barang haram tersebut tidak disalahgunakan.

“Kita sepakat untuk melakukan dan menyatakan perang terhadap Narkoba, karena memang harus diberantas. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan mengawasi, jangan sampai masa depan anak-anak kita pada gagal gara-gara Narkoba,” tutur Kapolres.

Sementara itu, Kasat Res Narkoba, AKP Bachtiar menjelaskan, dari tahun ke tahun, pengungkapan kasus Narkoba di wilayah Inhil tertinggi pada tahun ini.

Dimana penangkapan terbesar diceritakannya adalah di wilayah Polsek Kemuning yang dilakukan Pemusnahan langsung oleh Polda Riau.

“Grafiknya untuk pengungkapan kasus selalu mengalami kenaikan, yang tertinggi tahun ini,” ujarnya.

Reporter: Mirwan




Bupati Inhil Hadiri Deklarasi Pemilu Tahun 2019 yang Aman, Damai, Sejuk dan Kondusif

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan turut menghadiri pelaksanaan deklarasikan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 Pileg dan Pilpres yang aman, damai, sejuk dan kondusif yang dilaksanakan di Aula Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan, Kamis (6/9/2018).

Siang itu, selain dihadiri Bupati, kegiatan juga tampak diikuti Unsur Forkopimda  Inhil, Ketua KPU Kabupaten Inhil, para kader Partai Politik, sejumlah pejabat Esselon Pemkab Inhil, sejumlah Perwira Polres Inhil, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Paguyuban serta undangan lainnya.

Beberapa poin deklarasi yang dibaca diantaranya menyatakan siap menjaga keutuhan NKRI, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dengan mentaati semua ketentuan hukum, mengutamakan kepentingan umum dan menghormati hak azasi manusia. Kemudian menyatakan siap memegang teguh dan etika, yang bersumber pada nilai-nilai agama dan Budaya bangsa. Dan beberapa poin pernyataan deklarasi berikutnya.

Bupati dalam sambutannya berterima kasih kepada Polres Inhil telah memprakarsai kegiatan itu dalam rangka menyukseskan Pemilu 2019 mendatang, khususnya di Kabupaten Inhil.

“Tidak hanya di ibu kota Kabupaten saja Deklarasi ini, namun juga akan dilaksanakan di seluruh Kecamatan yang ada di Inhil,” kata Wardan.

Deklarasi ini dalam bentuk komitmen masyarkat dalam menjaga serta menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang.

Diharapkan, mulai masa Kampanye, pencoblosan hingga penghitungan suara nantinya semoga berlangsung sukses.

“Kepada segenap partai pendukung dan masyarakat secara umum, saya menghimbau untuk bersama-sama kita ciptakan Pemilu ini dengan baik, hindari adanya perselisihan, jangan terhasut isu-isu berbentuk sara serta hindari politik uang dan gunakanlah hak suara dengan baik,” pesannya.

Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Christian Roni Putra mengatakan, dengan Pilek dan Pilpres ini, ia mengajak kepada seluruh elemen untuk menciptakan suasana Pileg dan Pilpres terlaksana sesuai harapan.

“Mari kita ciptakan Pemilu 2019 di Inhil terlaksana yang aman, damai, sejuk dan kondusif. Harus kita taati aturan yang ada,” katanya.

Reporter: Mirwan




Beredar Broadcast soal Rupiah yang Bikin Panik, Ini Kata Kemenkeu

Jakarta – Masyarakat dihebohkan dengan adanya pesan viral di aplikasi berbagai pesan, WhatsApp. Pesan tersebut pada intinya memberikan saran apa yang harus dilakukan saat dolar Amerika Serikat (AS) tengah perkasa saat ini.

Ada 6 poin yang ditawarkan. Namun, alih-alih memberi ketenanangan, pesan viral tersebut justru membuat masyarakat cemas karena beberapa langkah yang ditawarkan cenderung membahayakan masyarakat yang mengaplikasikan langkah-langkah tersebut.

Misalnya saja pada poin 4 yang menyarankan masyarakat menyediakan uang tunai dalam jumlah besar untuk keperluan operasioanal selama 6 bulan.

Langkah ini tentu berbahaya, karena menyimpan uang tunai dalam jumlah besar, bisa membuat orang jadi sararan empuk para pelaku kejahatan.

Untuk itu, pihak Kementerian Keuangan meminta agar masyarakat tidak panik dan serta merta menuruti langkah-langkah yang ada dalam pesan tersebut. Apa lagi bila sumber pesannya tidak diketahui secara jelas.

“Kami tidak membahas informasi yang sumbernya tidak jelas,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti Rabu (5/9/2018) dilansir detikFinance, .

“Masyarakat tidak perlu panik. Pemerintah telah dan akan terus melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menstabilkan nilai tukar,” tandas dia.

Adapun pesan viral yang beredar di jaringan berbagi pesan adalah sebagai beriku:

Waalaikumussalam wrwb, selamat pagi, dan selamat beraktivitas…

Akhirnya Dolar Amerika tembus Rp 15.000/dolar, barusan beberapa kantor sekuritas briefing kepada para ekonom nya, bahwa kita harus menjaga kondisi ekonomi perusahaan dan pribadi karena pengaruh Turki yg inflasinya s/d 20% dan perang dagang USA vs China, sekarang sudah mulai terkena dampaknya di Eropa, yang diprediksi nanti imbasnya akan sampai ke Indonesia

Yang harus dilakukan adalah:

1. minimalkan semua pengeluaran yg sifatnya konsumtif (cicilan elektronik, mobil, nyicil makan di restoran, dll)

2. karena saham lagi pada jeblok, jangan transaksi saham dulu. 

3. Lebih baik simpan dalam bentuk emas dibanding cash (deposito, dll)

4. Usahakan punya cash utk operasional minimal 6 bln ke depan. Ada kemungkinan inflasi dan ekonomi thn 2008 terulang kembali. Kecuali yg gajinya usd malah bagus krn usd vs Rupiah makin tinggi. 

5. Kalau mau mulai investasi, usaha baru atau proyek2, lebih baik tahan dulu min 6 bln ke depan. Tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, Vietnam sdh mulai suffer kena imbas akibat Turki dan Eropa. Pertamina dan PLN saja sekarang diminta hold/freeze proyek2 s/d 6 bulan mendatang. 

6. Usahakan gaya hidup sederhana dan ekonomis dan menabung. Kemungkinan banyak PHK dan inflasi tinggi akibat Turki dan perang dagang USD vs China. 
Ini pesan untuk semua yang kerja maupun yg masih cari kerja.




Anjangsana di Lima Kecamatan, Kapolres Inhil Sampaikan Pesan-pesan Kamtibmas

Tembilahan, detikriau.org — Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., didampingi sejumlah PJU Polres Indragiri Hilir, empat hari berturut-turut, dimulai dari Selasa hingga Jumat pekan lalu, telah mengunjungi 5 kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut Kapolres dalam perbincangan diruang kerjanya, rabu (5/8), Anjangsana ini dilakukan dalam rangka menyampaikan pesan – pesan kamtibmas, dalam acara Forum Silaturahmi Kamtibmas kepada tiga Pilar, Toga, Tomas, Toda dan Todat yang ada di kecamatan tersebut.

Adapun kecamatan yang mendapat kunjungan Kapolres Indragiri Hilr dan rombongan adalah Kecamatan Tembilahan Hulu, Kecamatan  Tempuling, Kecamatan Kempas, Kecamatan Batang Tuaka dan Kecamatan Tembilahan. Selain itu, Kapolres juga menyambangi Masjid Agung Al Huda di Jalan Sudirman Tembilahan serta Masjid Besar Nurul Huda di Kel. Harapan Tani Kec. Kempas.

Dalam setiap kunjungan dan pertemuan tersebut, ada beberapa hal yang  menjadi fokus penyampaian Kapolres diantaranya adalah ucapan terima kasih atas tersenggaranya pemilu kepala daerah dalam keadaan damai, aman, lancar dan kondusif dan mengajak seluruh elemen masyarakat, tetap dan satu suara mendukung TNI, Polri dan Pemerintah, dalam menjaga keutuhan NKRI dari berbagai upaya untuk memecah belah bangsa.

“Tak lupa untuk selalu waspadai ancaman radikalisme dan intoleransi”, himbau Kapolres.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk santun dalam menggunakan media sosial dan mewaspadai ancaman dari dunia maya diantaranya berita-berita hoax, provokatif yang menebar kebencian dan menganjurkan kekerasan. “Semua itu memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, baik Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat, sehingga tidak terjadi benturan akibat adanya pemberitaan/informasi hoax”, jelas mantan Kapolres Manokwari tersebut.

Terkait perubahan cuaca dan kemunculan hotspot yang diantaranya terlacak berada di negeri hamparan kelapa dunia ini, Kapolres mengajak unsur 3 Pilar, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat serta seluruh masyarakat agar bersama – sama mensosialisasikan  tentang bahaya membakar hutan dan lahan serta melaporkan pelaku pembakaran lahan guna dilakukan proses hukum.

Himabauan terakhir yang disampaikan Kapolres adalah masalahan narkotika, yang saat ini sedang gencarnya diperangi oleh aparat keamanan. Oleh sebab itu, diharapkan peran serta masyarakat menjaga keluarganya dari pengaruh narkotika. “Personil Polres Indragiri Hilir yang terlibat narkoba, akan ditindak tegas”, jelas AKBP Christian Rony.

Diharapkan dengan kunjungan sekaligus penyampaian pesan – pesan kamtibmas oleh orang nomor satu di Polres Indragiri Hilir itu, situasi kamtibmas di negeri seribu parit ini, tetap terjaga dalam kondisi aman, sejuk dan kondusif./*

Editor: Am




Wardan: Kejuaraan Bupati Cup 2018 Ajang Pencari Bakat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan membuka resmi kejuaraan Bupati Cup 2018 di Gedung PSMTI Inhil, Jalan Pekan Arba, Tembilahan, Senin (3/9/2018).

Sore itu, kegiatan yang digelar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Inhil tampak dihadiri Perwakilan Unsur Forkopimda Inhil, para Camat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan harapan keinginannya bahwa atlit Bulutangkis yang ada nantinya benar-benar mendapatkan pembinaan.

“Melalui Kejuaraan ini, saya tidak menginginkan membayar atlit dari luar daerah Inhil. Tapi bawalah putra daerah kita. Agar kita mendapat bibit-bibit baru untuk dibina pada Porprov ataupun even lainnya ditingkat Provinsi maupun Nasional,” kata Wardan.

Maka dengan begitu, Bupati juga meminta Kejuaraan tersebut harus diprogramkan kedepannya yang berkoordinasi dengan Instansi terkait.

Artinya, kejuaraan ini berkelanjutan dengan baik dan sukses upaya penjaringan, penelusuran serta mencari para bibit atlit Bulutangkis Kabupaten Inhil.

 

Reporter: Mirwan




KPK Panggil Dua Saksi Untuk Buktikan Dugaan Golkar Terima Dana Korupsi

Foto: elshintadotcom

Jakarta — Kasus korupsi pembangunan PLTU Riau-1 semakin memojokkan Partai Golkar.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi sekaligus untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi terhadap bukti-bukti yang sudah didapat, termasuk dugaan aliran dana ke Partai Golkar.

Mereka adalah Dirut PT Samantaka Batubara Sujono Hadi Sudarno dan seorang Tenaga Ahli di DPR, Tahta Maharaya. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

“Untuk Sujono, KPK mengkonfirmasi dalam kapasitasnya sebagai Dirut PT Samantaka, ditanya juga apakah ada keterkaitannya sebagai anggota maupun pengurus dari Partai Golkar, kemudian apa pengetahuan saksi terkait aliran dana terkait PLTU Riau-1,” kata Jurubicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/9).

Adapun untuk saksi Tahta Maharaya, kata Febri, KPK menggali sejumlah keterangan untuk menkonfirmasi dan mengklarifikasi ihwal pengurusan anggaran pembangunan PLTU Riau-1.

“Dan juga dugaan penerimaan fee pada tersangka (Idrus Marham) dalam kasus ini,” lanjut Febri.

Febri menuturkan, kesaksian dari dua orang tersebut bakal dijadikan sumber keterangan baru untuk menguatkan setiap bukti yang didapatkan KPK sebelumnya.

“Ini penting untuk melakukan klarifikasi dan mengkonfirmasi berdasarkan informasi yang sudah didapatkan KPK dari bukti-bukti yang lain,” tandasnya.

Sumber: Rmol.co