‘Bajak’ Kepala Daerah dan Upaya Amankan Suara Jokowi

Pelantikan sembilan pasangan kepala daerah provinsi di Istana Negara. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta — Sejumlah kepala daerah telah menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo yang bakal bertarung kembali dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Selaku petahana, Jokowi kini menggandeng Ketua nonaktif MUI sekaligus Rais Aam PBNU,Ma’ruf Amin.

Mereka yang telah menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf, yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Kemudian Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Terbaru, Gubernur Banten Wahidin Halim yang disebut-sebut masuk dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf wilayah Banten.

Di antara kepala daerah yang mendukung Jokowi itu tak semuanya berasal dari PDIP, partai yang menaungi Jokowi, tetapi berasal dari partai politik koalisinya. Bahkan, para kepala daerah itu ada yang berasal dari partai pengusung pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebut saja Lukas Enembe dan TGB yang berasal dari Demokrat, Irwan Prayitno yang berasal dari PKS, Khofifah yang ikut diusung Demokrat pada Pilkada serentak 2018, serta Wahidin yang juga diusung Demokrat pada Pilkada serentak 2017.

Tak heran bila Demokrat geram dan menyebut dukungan para kadernya itu akibat pembajakan yang dilakukan Jokowi.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan fenomena pembajakan kepala daerah menjelang Pilpres merupakan fenomena yang telah lama terjadi.

Menurutnya, saat Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang maju kembali pada Pilpres 2009 juga banyak mendapat dukungan kepala daerah yang bukan berasal dari Demokrat maupun partai koalisi pengusungnya.

“Pembajakan tersebut biasanya bisa karena memang murni dukungan terhadap incumbentdan bisa juga karena tekanan pada kepala-kepala daerah tersebut,” ujar Ujang kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/9).

Tekanan yang dimaksud Ujang adalah perkara hukum atau bahkan dugaan korupsi yang menjerat kepala daerah itu. Masalah hukum ini, kata Ujang, bisa dimainkan petahana agar para kepala daerah mau mendukungnya pada pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

Menurut Ujang, langkah tersebut dinilai efektif agar kepala daerah, yang memiliki masalah hukum, bisa ‘dipegang’ petahana. Jokowi sebagai petahana, katanya, memiliki kekuatan dalam memainkan peran kepolisian hingga kejaksaan.

“Jadi hukum bisa dijadikan alat untuk menekan orang lain agar mendukung. Makanya tidak heran kepala daerah itu mendukung incumbent,” ujarnya.

“Satu mereka mendukung betul-betul karena kekuasaan, kedua ketakutan karena tekanan hukum itu,” kata Ujang melanjutkan.

Meskipun demikian, Ujang menyatakan bahwa kepala daerah yang mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019 tak menyalahi aturan yang berlaku.

Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, kepala daerah, baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota tak dilarang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Mereka, kata Ujang hanya diwajibkan cuti dan tak menggunakan fasilitas negara selama melakukan kampanye. Selain itu, menurut Ujang, para kepala daerah ini juga tak boleh memobilisir para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS agar memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

Ujang mengatakan salah satu kekhawatiran lawan politik Jokowi adalah ketika para kepala daerah memanfaatkan kekuasaannya untuk mengajak para PNS di wilayahnya masing-masing agar memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Karena bagaimana pun kepala daerah kan membawahi ASN, membawahi pegawai negeri, dari mulai Sekda, Kepala Dinas, camat, lurah,” katanya, “Ini sebenarnya kalau itu digunakan, sebagai sebuah ancaman pegawai negeri untuk mendukung incumbent, ini sebenarnya yang dilarang. Ini yang dikhawatirkan lawan-lawan politik Pak Jokowi.”

Masyarakat Tak Otomatis Dukung

Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia ( Formappi) Sebastian Salang menyebut dukungan beberapa kepala daerah tak serta merta membuat masyarakat ikut pilihan sang pemimpin wilayahnya itu pada Pilpres 2019.

“Karena apa? Karena setiap masyarakat kita kan punya otonomi untuk menentukan pilihannya masing-masing,” kata Sebastian kepada CNNIndonesia.com akhir pekan lalu.

Sebastian mengatakan dukungan sejumlah kepala daerah kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu merupakan hal wajar dalam setiap pesta demokrasi lima tahunan tingkat nasional itu.

Mereka, kata Sebastian, biasanya terikat kontrak politik untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden tertentu, dalam hal ini Jokowi, ketika diusung menjadi calon kepala daerah. Menurutnya, kontrak politik itu yang membuat kepala daerah ini tak bisa berbuat banyak.

“Maka konsekuensi logisnya, salah satu kesepakatan yang dibicarakan itu tentu mendukung presiden yang didukung,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Sebastian, yang perlu dilakukan masyarakat adalah memantau aktivitas kepala daerah yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu, baik penggunaan fasilitas negara maupun memanfaatkan birokrasi di wilayahnya.

“Soal dia secara pribadi menyatakan dukungan kepada siapa-siapa, itu sah-sah saja,” kata dia.

Sumber: CNN Indonesia




Rupiah Melemah, Pemerintah Bakal Hati-hati Tarik Utang

Ilustrasi utang pemerintah. (REUTERS/Darren Whiteside).

Jakarta — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pelemahan rupiahberdampak pada kenaikan beban pembayaran bunga utang. Pemerintah pun berjanji bakal lebih hati-hati dalam menarik utang.

Beban pembayaran bunga utang, menurut dia, juga kian tinggi lantaran imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) turut terkerek.

“Ongkos untuk utang yang diambil jadi meningkat. Dengan kurs yang meningkat ini, kami terus berhati-hati dalam menarik utang,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI dilansir CNN Indonesia, Senin (10/9).

Berdasarkan data APBN Kita, total utang pemerintah hingga Juli 2018 mencapai Rp4.253 triliun, naik 12,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan utang tersebut turut mendorong pembayaran bunga utang bengkak 11,88 persen menjadi Rp146,45 triliun.

Saat ini, porsi pembayarannya sudah mencapai 61,38 persen dari total pembayaran bunga utang sebesar Rp238,61 triliun.

Komposisi utang masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai RP3.467 triliun atau mengambil porsi 81,35 persen. Sementara utang dari pinjaman mencapai Rp785,49 triliun.

Kendati jumlah utang meningkat, rasio utang pemerintah per akhir Juli sebesar 29,74 persen atau di bawah batas aman dalam undang-undang sebesar 60 persen./*




Ringkus Warga Seberang Pabenaan Keritang, Polisi Sita Sejumlah Narkotika Jenis Sabu dan Ekstasi

Keritang, detikriau.org – Samsul alias Bongkeng diringkus kepolisian Polsek Keritang di Parit Latim, Desa Seberang Pebenaan, Kec. Keritang Kab. Inhil, minggu (9/9/2018) sekira pukul 20.00 Wib.

Saat diringkus, dari tangan petani berusia 24 tahunan ini disita tiga paket yang diduga narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik bening, 15 pil merah muda bergambar penguin dan lima butir pil berwarna orange bergambar kepala orang yang keduanya diduga narkotika jenis ekstasi.

Turut disita sebagai barang bukti uang tunai senilai Rp 165 ribu, satu buah dompet berikut dua unit telepon genggam.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kapolsek Keritang AKP Lassarus Sinaga SH, tertangkapnya terduga pelaku diawali dari informasi masyarakat.

Mendapat informasi, Kapolsek memerintahkan Unit Opsnal untuk melakukan Penyelidikan terhadap pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan oleh Polsek Keritang, sekira pukul 20.00 WIB, Unit Opsnal Polsek Keritang yang dipimpin Kapolsek melakukan penangkapan.

“saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku disaksikan warga setempat ditemukan sejumlah barang bukti tersebut,” Sampaikan AKP Lassarus

Saat ini menurut Kapolsek, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Keritang guna proses penyidikan lebih lanjut./Am




Ustad Abdul Somad Diperiksa Penyidik Polda Riau di Rumahnya

Ustad Abdul Somad (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pekanbaru — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, mendatangi rumah Ustad Abdul Somad (UAS). Kedatangan polisi untuk meminta keterangan UAS atas dugaan kasus penghinaan yang dilakukan Jony Boyok terhadap dirinya.

Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, pemeriksaan dilakukan penyidik di rumah UAS yang terletak di kawasan Panam, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (8/9) kemarin.

“Kemarin kan pemeriksaan di rumahnya, itu kan privasi. Diperiksa terkait yang di Facebook (penghinaan) itu,” ujar Gidion, Minggu (9/9).

Gidion mengaku, akan ada lagi pemeriksaan ulang terhadap UAS. Namun belum dipastikan kapan. “Ada nanti (pemeriksaan ulang). Nanti kalau ada dikabari,” bebernya.

Sementara itu, kuasa hukum UAS, Zulkarnaen Nurdin menyebut, UAS dicecar sekitar 10 pertanyaan. “Poin pentingnya apakah ustad tersinggung terhadap kalimat hinaan yang disampaikan Joni Boyok dalam akunnya, ya beliau sampaikan merasa tersinggung, karena tidak melakukan apapun tetapi dihina,” kata Zulkarnaen.

Jony Boyok sudah diamankan oleh Front Pembela Islam

(FPI) Pekanbaru, di rumahnya Jalan Kelapa Sawit, Gang Dolok I Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, pada Rabu (5/9) petang kemarin.

Ia telah mengakui kesalahannya yang menghina UAS di akun Facebook miliknya. Postingan itu diunggah pada 2 September lalu. Isinya adalah kata-kata kasar yang tak pantas ditujukan kepada seorang ulama.

Jony sudah diserahkan oleh FPI ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau pada Rabu malam. Ia terancam hukuman penjara maksimal empat tahun dan denda Rp 750 juta, karena telah melanggar Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008, Pasal 27 ayat (3).

Selain pidana, Jony yang sehari-hari bekerja sebagai kontraktor ini juga akan dikenakan sanksi adat. Hukumannya dapat berupa dikenakan denda bahkan paling berat diusir dari Pekanbaru.

Sumber: Jawapos




Program Peduli Kasih, Kapolres Inhil Sambangi dan Serahkan Bantuan untuk Masriah

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH sambangi dan serahkan sejumlah bantuan bahan pokok kepada Ibu Masriah (70), warga jalan Tanjung Harapan Kel Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan. Sabtu (8/9)

Penyerahan bantuan sembako berupa beras, gula, minyak makan, telor, teh dan kopi, serta keperluan sehari – hari lainnya bagi janda lanjut usia yang hidup sebatang-kara ini sejalan dengan dengan Program Peduli Kasih, Polres Indragiri Hilir berbagi, sebagai bentuk kegiatan kemanusian dalam mengayomi warga yang hidup dalam kemiskinan.

Kapolres mengatakan bahwa tugas Polri tidak hanya sebatas menegakan hukum, tapi juga melindungi.dan mengayomi masyarakat. “Hal ini adalah sebagai bentuk dari pengabdian Polri melayani masyarakat”, Sampaikan Kapolres.

Mendapatkan uluran tangan, Ibu Masriah mengucapkan terima kasih dan rasa terharunya. “Semoga Kapolres selalu sehat dan Polres Inhil makin dicintai masyarakat”, doa Ibu Masriah haru.

Ketua RT setempat, Ismail juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolres, dan memberikan bantuan kepada warganya yang hidup dalam kondisi serba kekurangan.

“Semoga bantuan ini, jadi pengikat silaturahmi antara Polres Indragiri Hilir dengan masyarakat.”ucap Ismail./Am




Investor Harap Waspada! Rupiah Bisa Babak Belur Pekan Depan

Foto: Arie Pratama

Jakarta – Sepanjang pekan ini, rupiah melemah 0,61% melawan dolar AS di pasar spot, dari Rp 14.725/dolar menjadi Rp 14.815/dolar AS. Namun, investor di pasar keuangan tanah air menyambut akhir pekan dengan senyuman.

Pasalnya, rupiah menguat dalam 2 hari perdagangan terakhir di pekan ini, masing-masing sebesar 0,3% dan 0,47%. Tak hanya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut menguat pada perdagangan tanggal 6 dan 7 September.

Memasuki pekan depan, investor nampaknya harus hati-hati. Pasalnya, rupiah berpotensi babak belur lagi.

Penyebabnya adalah semakin mencuatnya persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan sebanyak 4 kali pada tahun ini oleh the Federal Reserve. Hal ini terjadi pasca rilis data tenaga kerja yang menggembirakan pada hari Jumat.

Penciptaan lapangan kerja sektor non-pertanian periode Agustus diumumkan di level 201.000, mengalahkan konsensus yang dihimpun oleh Reuters yang sebesar 191.000. Sementara itu, tingkat pengangguran periode Agustus diumumkan di level 3,9%, sama dengan capaian periode Juli namun lebih tinggi dari ekspektasi yang sebesar 3,8%. Tingkat pengangguran yang sebesar 3,9% tetap saja merupakan level yang sangat rendah bagi AS.

Kuatnya kedua data tersebut lantas didukung oleh kenaikan rata-rata upah per jam periode Agustus yang sebesar 0,4% MoM, kenaikan terkencang pada tahun ini. Capaian tersebut juga cukup jauh di atas estimasi yang sebesar 0,2% MoM.

Sebagai informasi, data tenaga kerja merupakan salah satu pertimbangan utama the Fed dalam menentukan kebijakan suku bunganya. Data lainnya yang digunakan oleh the Fed adalah inflasi, dimana terkait hal ini the Fed disebut-sebut menggunakan Core Personal Consumption Expenditure (PCE) Index sebagai patokannya. Pada bulan Juli, Core PCE Indextumbuh sebesar 2% YoY, sudah sesuai dengan target inflasi the Fed yang sebesar 2%.

Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 8 September 2018, kemungkinan bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali pada tahun ini naik menjadi 77,6%, melonjak dari posisi per 6 September yang sebesar 68,6%.

Seiring dengan semakin mencuatnya persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan sebanyak 4 kali, dolar AS pun perkasa. Pada perdagangan kemarin, indeks dolar AS yang menggambarkan pergerakan greenback melawan mata uang utama dunia lainnya menguat sebesar 0,33%.

Rilis data tenaga kerja dan penguatan dolar AS yang signifikan terjadi kala pasar keuangan Indonesia sudah tutup. Ketika perdagangan dibuka kembali nantinya pada hari Senin (10/9/2018), hampir bisa dipastikan bahwa rupiah akan mendapatkan tekanan yang besar.

Kian Tipis

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) justru mengumumkan cadangan devisa per Agustus di level US$ 117,9 miliar, turun US$ 410 juta dari periode sebelumnya. Posisi ini merupakan yang terendah sejak Januari 2017. Penurunan cadangan devisa terjadi seiring dengan langkah BI dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Foto: Infografis/Cadangan Devisa/Edward Ricardo

Mengkerutnya cadangan devisa tentu membuat amunisi dari bank sentral dalam menahan pelemahan nilai tukar kian terbatas. Investor yang khawatir mengenai hal ini bisa semakin terdorong untuk melepas rupiah dan beralih memeluk greenback.

TIM RISET CNBC INDONESIA