Djoko Santoso: Perjuangan Itu Kesadaran, Kalau Pak Yusril Mendukung Pak Jokowi, Enggak Apa-apa…

Djoko Santoso/Net

detikriau.org – Pakar Hukum Tata Negara yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, menerima tawaran menjadi kuasa hukum pasangan capres-cawapres Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Berikut ini tanggapan Djoko Santoso, Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas sikap Yusril tersebut.

Yusril Ihza Mahendra menerima pinangan sebagai kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf. Lantas apakah BPN khawatir PBB juga akan mengambil langkah yang sama?
Ya, namanya juga demokrasi jadi boleh-boleh saja. Mau ke sa­na (mendukung Jokowi-Ma’ruf) tidak apa-apa. Sebab yang na­manya demokrasi itu bebas saja (memilih arah dukungan).

Sebelumnya apakah BPN sempat berkomunikasi dengan Yusril?
Pernah saat di pemilu damai beberapa waktu lalu.

Apakah ada pembahasan spesifik yang arahnya menga­jak Yusril untuk bergabung di BPN?
Ngobrol saja, ya saling sapa.

Tidak ada bahasan memi­nang Yusril sebagai kuasa hukum Prabowo-Sandi?
Enggak, enggak (ada)

Apa Anda sempat meminta Yusril sebagai tim advokasi BPN?

Enggak, enggak pernah.

Tapi kalau BPN meminta PBB mendukung Prabowo-Sandi pernah?
Jadi yang namanya perjuan­gan itu kesadaran ya. Kalau kami yang meminta toh belum tentu orang mau juga ya.

Belakangan atmosfer per­tarungan Pemilu 2019 makin terasa. Bagaimana Anda meli­hat itu semua?
Ya, sebelumnya kami mengatakan (Pilpres 2019) sudah semakin dekat. Maka kami harus bekerja paling tidak dua kali li­patlah (kerja kerasnya). Apalagi yang namanya survei kami kalah terus. Nah yang seperti itu ada­lah alarm untuk kami.

Maksudnya dua kali lipat?

Semangat dan kerja kerasnya ya.

Jadi ada survei internal yang kerap Sandiaga bicara­kan itu?
Ya pasti adalah.

Hasil akhir survei internal bagaimana?
Ya, kalau menurut Direktur Komunikasi BPNPak Hasyim Djohohadikusumo selisihnya tidak terlalu besar. Kalau bagi saya survei itu tidak terlalu pent­ing. Terpenting itu kalau kami dibilang kalah, ya kami harus kerja lebih keras lagi.

Kelakar Prabowo soal tam­pang Boyolali berbuntut pan­jang, hingga akhirnya Prabowo meminta maaf. Bagaimana itu?
Jadi itu bahasa interaktif. Terkadang tentara dengan bahasa-bahasa seperti itu adalah bentuk kesayangan. Ya tinggal orang mau mandang dari (sisi) mana. Kalau dari pergaulan ya biasa-biasa saja. Tapi kalo dipolitisir ya…

Jadi ada kesan dipolitisasi?
Ya gitulah kalau menurut saya. Apalagi ini semua tahun politik.

Kabarnya BPN memboikot salah satu stasiun televisi swasta, apa benar itu?
Lebih jelasnya saya tegas­kan beberapa waktu lalu saya mengambil keputusan untuk memboikot Metro TV.

Kenapa demikian?
Karena merugikan tim saya. Tidak sehat sedang talkshow ada media sosial ditukil menurut pendapat A dan B seperti ini. Hal ini merugikan (kami).

Maksudnya tidak seimbang?
Ya jelaslah. (Kalian) tahu sendiri Metro TV seperti apa.

Kontennya yang Anda mak­sud?
Ya jelas, (harusnya) Metro TV diajari sudah paham sendiri. Kalau saya hitam putih saja.

Sampai kapan?
Sampai waktu ditentukan kemudian.

Syaratnya agar tak diboikot lagi bagaimana?

Saya tidak tahu, yang jelas dia (Metro TV) senang-senang saja diboikot.

Ada permintaan maaf dari Metro ke BPN?

Belum ada.

Hal ini apa sudah dikomu­nikasikan ke Prabowo?
Itu si wewenang saya. Kalau lapor sudah. Saya yang ambil tanggung jawab dan ambil kepu­tusan. ***/rmol.co




Jangan Konsumsi Obat Bersamaan dengan Makanan dan Minuman Ini

Foto ilustrasi/Net

detikriau.org -Beberapa orang yang tidak terbiasa dengan rasa pahit dari obat, biasanya akan mencari makanan atau minuman yang  dapat menghilangkan rasa pahit itu. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan saat mengonsumsi obat?

Interaksi obat dan makanan terjadi apabila makanan yang Anda makan memengaruhi kerja obat, kerja obat menjadi tidak efektif, tidak tepat sasaran, menimbulkan efek samping yang lebih parah dan dampak buruk lainnya.

Namun, tidak semua makanan yang Anda konsumsi dapat memengaruhi keefektifan obat di dalam tubuh, hanya obat-obatan tertentu saja yang patut Anda ketahui. Berikut adalah makanan dan minuman yang berinteraksi dengan obat, di antaranya:

Makanan dan minuman yang mengandung kalsium

Jika Anda sedang mengonsumsi antibiotik, misalnya ampisilin, amoxilin, kloramfenikol, antibiotik golongan tetrasiklin dan fluorokuinolon (contoh: siprofloksasin) sebaiknya jangan minum susu.

Jika Anda tetap ingin minum susu, tunggu sampai dua jam setelah atau sebelum minum obat. Susu dan produk olahannya serta suplemen; zinc, magnesium, zat besi, dapat menghambat penyerapan antibiotik.

Antibiotik bila berikatan dengan zat-zat tersebut dapat membentuk zat yang tidak larut dan tidak dapat diserap oleh tubuh. Akibatnya, obat menjadi tidak manjur dan kesembuhan menjadi lama.

Sebenarnya tidak semua obat tidak baik dikonsumsi berbarengan dengan susu. Ada juga beberapa obat seperti obat-obat antiinflamasi non steroid seperti asetosal dan ibuprofen dianjurkan diminum bersama susu atau pada waktu makan. Meskipun mengurangi kerja obat, tetapi efeknya dapat melindungi iritasi lambung, dan ini dirasa lebih bermanfaat.

Jus jeruk

Guna mengatasi rasa pahit dari obat, banyak orang mengonsumsi obat dengan air jeruk. Boleh minum obat dengan air jeruk?

Perlu diketahui, buah yang kaya akan vitamin C ini tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan obat tekanan darah, kanker, dan penurun kolesterol statin, atau obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh pascatransplantasi organ.

Bahan kimia dalam jeruk, furanocoumarins, dapat menghapus sebuah enzim yang memecah obat dalam tubuh. Selain itu, minum obat dengan es jeruk adalah ide yang buruk karena efeknya bisa seperti Anda menelan lima atau 10 tablet dengan segelas air.

Efek sampingnya dapat berbeda, tergantung obat yang Anda konsumsi. Namun secara umum, dapat menyebabkan perut mengalami pendarahan, denyut jantung berubah, kerusakan ginjal, bahkan kematian mendadak.

Selain itu, minum obat dengan air jeruk yang dikonsumsi bersamaan dengan obat anti inflamasi atau aspirin dapat memicu rasa panas dan asam di perut.

Kopi

Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan risiko overdosis antibiotik tertentu (seperti enoxacin, ciprofloxacin, norfloksasin). Kejadian ini dapat menimbulkan halusinasi, tremor, dan palpitasi.

Kafein merangsang kinerja susunan saraf pusat. Jadi, ketika mengunakan obat-obat yang merangsang saraf pusat (seperti obat asma yang mengandung teofilin dan epinefrin) dapat meningkatkan efek stimulan sistem saraf pusat yang berlebihan.

Teh

Kandungan zat tanin yang terdapat dalam teh dapat mengikat senyawa aktif obat sehingga sukar untuk di absorpsi dan diserap tubuh.

Sayuran kaya vitamin K

Sayuran seperti brokoli, kubis, selada, bayam, dan alpukat sebaiknya dihindari ketika sedang meminum obat anti koagulan karena dapat mengurangi efektivitas obat tersebut. Obat ini bekerja mengencerkan darah, sedangkan vitamin K dapat membekukan darah.

Alkohol

Mengonsumsi alkohol dengan obat anti histamin atau anti alergi (seperti obat alergi, flu, dan batuk) dapat menambah rasa kantuk dan memperlambat performa motorik dan mental. Konsumsi alkohol yang bersamaan dengan parasetamol juga dapat meningkatkan kerusakan hati dan pendarahan lambung.

Selain itu, sebaiknya hindari konsumsi makanan yang mengandung alkoho. Jadi, minum obat setelah makan tape ketan atau beras adalah sesuatu yang tidak dianjurkan.

sumber: doktersehat.com

editor: Am




Pengacara Temukan Tiga Kejanggalan Bendera Tauhid di Rumah Rizieq

Rumah Muhammad Habib Rizieq di Arab Saudi. Photo :
Dok. Kapitra Ampera

Detikriau.org – Pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, menemukan beberapa kejanggalan dalam kasus keberadaan bendera berlafaz kalimat tauhid di rumah kliennya di Mekah, Arab Saudi. Karena itulah dia menengarai peristiwa itu rekayasa belaka.

Kejanggalan pertama, kata Sugito, bendera yang diasosiasikan sebagai bendera organisasi Hizbut Tahrir itu tertempel lalu hilang dengan misterius. Rizieq, katanya, tentu tak tahu-menahu tentang keberadaan bendera itu dan bukan kliennya pula yang memasangnya, meski sempat tertempel di bagian belakang rumahnya.

“Bendera itu di sana pagi tapi siangnya tiba-tiba sudah hilang—ini salah satu kejanggalan,” kata Sugito dalam perbincangan dengan tvOne dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi pada Kamis, 8 November 2018.

Kejanggalan kedua, ujarnya, satu kamera pengawas atau CCTV di bagian belakang rumah Rizieq mendadak hilang sehingga sang tuan rumah tak mengetahui orang yang menempelkan bendera itu.

Sesungguhnya ada dua CCTV di luar rumah Rizieq: satu ditempatkan di depan dan yang lain di belakang. Anehnya, kata Sugito, CCTV di belakang hilang, sementara kamera serupa di depan tetap di sana.

Kejanggalan ketiga ialah foto bendera tertempel di belakang rumah Rizieq segera beredar dan ramai di Indonesia, lalu diberitakan oleh semua media massa di Tanah Air. Tetapi, anehnya lagi, kata Sugito, bendera itu sebenarnya sudah hilang sebelum beritanya begitu ramai di Indonesia, bahkan sebelum Rizieq diperiksa oleh polisi Arab Saudi.

Sugito berterus terang tak mengetahui asal-muasal foto bendera itu menyebar di media sosial dan pers Indonesia. Namun dia menengarai, si pemotret sengaja mengambil gambar bendera itu dari kejauhan, kira-kira di area lapangan futsal di belakang rumah Rizieq.

“Setelah itu (bendera) tidak ada lagi, tapi ada bukti foto (keberadaan bendera di rumah Rizieq Shihab), yang kemudian dikirim ke (orang-orang tertentu) di Indonesia,” katanya.

Padahal, dia menambahkan, beberapa saat setelah ramai foto kontroversial itu, hanya pers Indonesia yang ramai memberitakan, sementara pers internasional, bahkan pers Arab Saudi, tak memberitakannya sama sekali. “Langsung viral di Indonesia, padahal saya cek di Google belum ada berita semacam itu.”/viva.co.id

 




Polemik Habib Rizieq, BIN Bantah Operasi Intelijen di Mekah

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Photo : ANTARA FOTO/Reno Esnir

Jakarta – Badan Intelijen Negara (BIN) membantah operasi intelijen sebagai penyebab Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang sempat diperiksa kepolisian Arab Saudi. Pemeriksaan ini terkait pemasangan bendera hitam mengarah gerakan ekstrimis di kediaman Rizieq.

Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto megatakan pihaknya tak terkait dengan insiden pemangan bendera di Mekah tersebut.

“Itu tidak benar ya karena operasi intelijen. Kita ingin masalah ini jangan melebar kemana-mana,” kata Wawan dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Rabu, 7 November 2018.

Wawan menegaskan dalam polemik ini harus diselesaikan secara bijak. Ia menekankan kembali BIN justru punya peranan melindungi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri seperti Habib Rizieq.

“Kita ini selesai searif-arifnya. Memang menuduh intelijen itu paling enak. Padahal kan tidak melakukan itu. Tugas intelijen adalah melinduingi warga negara termasuk Habib Rizieq,” jelas Wawan.

Kemudian, ia meminta agar semua pihak bisa menjaga pernyataan dan tak berasumsi macam-macam. Ia menyinggung kabar operasi intelijen sudah menyebar lantaran berawal hanya dari asumsi.

“Dituduh melakukan operasi-operasi, itu kan hanya asumsi. Sebut ada cctv hilang. Ini kan ada perkiraan-perkiraan. Ada potret dan diviralkan yang digabung-gabungkan seolah-olah menjadi pembenaran,” tuturnya./viva.co.id




UMK Inhil Tahun 2019 Naik 8,3% Atau Sebesar Rp 2,75 jt.

Tembilahan, detikriau.org – Upah Minimum Kabupaten Indragiri Hilir untuk tahun 2019 disepakati sebesar Rp 2.750.618.96, ketentuan upah minimum ini diputuskan dalam sidang Dewan Pengupahan bertempat di aula kantor Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi, Jalan Keritang Tembilahan,  Rabu (7/11)

Dalam rapat tersebut dibahas secara  bersama antara pemerintah, karyawan dan pengusaha yang tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja Indonesia dan Asssosoasi Pengusaha Indonesia. Upah menimum Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2019 naik sebesar Rp 204.456,82 dari tahun sebelumnya  atau mengalami kenaikan 8,3 persen.

Pembina Dewan Pengupahan Inhil Drs Afrizal mengatakan, dalam menentukan besaran kenaikan upah pihaknya berpatokan pada  Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Pasal 44 ayat (2) tentang Pengupahan.

“Dalam peraturan itu sudah jelas rumus cara menghitung kenaikan upah, jadi kita tidak perlu lagi berdebat panjang lebar, cukup dengan berpedoman pada rumus yang sudah ditentukan,” kata Afrizal saat di wawancarai wartawan.

Dijelaskan Afrizal, rumus tersebut dihitung berdasarkan Inflasi Nasional ditambah dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Jadi inflasi nasional sebesar 2,88 persen, pertumbuhan ekonomi nasional 5,15 persen dapat hasil 8,3 persen.

“8,3 persen dikalikan dengan upah minimum tahun berjalan di Inhil Rp2.546.162,14 maka dapatlah hasil 204.456,82. Terakhir kita jumlahkan dapat lah hasil upah minimum kabupaten Rp 2.750.618, 96,” terang Afrizal yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan Pemkab Inhil.

Selanjutnya upah minimum yang telah disepakati ini akan diteruskan ke Gubernur Riau untuk mendapatkan SK, dengan demikian pada tahun 2019 upah minimum Rp 2.750.618, 96, sudah dapat diterapkan perusahaan – perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sementara itu Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi H Masdar menegaskan, setelah ditetapkan dengan SK Gubernur maka UMK wajib diterapkan, jika melanggar akan ada sangsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jadi dalam setiap tahunnya itu memang kita upayakan untuk terus naik meskipun tidak terlalu banyak sesuai dengan perhitungan dengan rumus yang kita lakukan. Diadakan sidang Dewan Pengupahan untuk bertukar pikiran terkait pengupahan. Pada intinya kita ingin perusahaan tetap sehat dan karyawan sejahtera, ” ungkap Masdar

Kenaikan UMK sesuai dngan ketentuan hanya pada batas ambang 12 % pertahun. Sedangkan untuk kenaikan UMK di Inhil masih dalam katagori sedang.” Kita melihat juga kemampuan perusahaan dalam membayar gaji karyawan. Tentunya kita tidak ingin jika keterbatasan perusahaan dalam membayar banyak terjadi PHK,” jelas Masdar./***




PRMI Utus Dua Orang Atlet Ikuti Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah Se-Riau di Siak

“keikutsertaan PRMI pada laga antar klub ini untuk yang ketiga kalinya setelah keikutsertaan pada ajang Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Se-Indonesia (KRAPSI) di Kolam Renang Gelora Bung Karno Senayan Jakarta”

Tembilahan, detikriau.org — Perkumpulan Renang Millennium Indragiri Hilir (PRMI) Kabupaten Inhil mengikutsertakan dua atlet renangnya untuk berlaga pada ajang Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Daerah Se-Riau (KRAPDA) yang dilaksanakan di Kolam Renang Indah Kiat Perawang Kabupaten Siak pada tanggal 9-10 November 2018.

Menurut Ketua sekaligus pelatih renang PRMI, Sugito, S.Pd, keikutsertaan anak didiknya pada perlombaan antar klub Se-Riau ini akan menjadi ajang uji kemampuan dan menambah pengalaman serta untuk menghidari rasa jenuh anak didiknya setelah mengikuti pelatihan di PRMI selama ini.

“Tentunya kita berharap kedua anak didik kami ini akan mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama PRMI dan Inhil khususnya,” Sampaikan Sugito di Tembilahan, Kamis (8/11/2018) sesaat menjelang keberangkatan dari Tembilahan menuju Perawang Kabupaten Siak.

Diterangkan Sugito, kedua anak didiknya itu adalah Putri Raudhatun Nafi’ah, Siswi Kelas IV SDN 032 Tembilahan, untuk nomor renang 50 dan 100 Meter Gaya Bebas Serta 50 dan 100 Meter Gaya Dada KU IV usia 10 s/d 11 tahun. Serta,

Gading Althaf Ramadhan, siswa kelas IV SD Faturrahman Tembilahan, untuk nomor renang 50 dan 100 Meter Gaya Bebas serta 50 dan 100 Meter Gaya Dada KU V usia 9 tahun kebawah.

Ditambahkan Sugito, keikutsertaan PRMI pada laga antar klub ini untuk yang ketiga kalinya setelah keikutsertaan pada ajang Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Se-Indonesia (KRAPSI) di Kolam Renang Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada 27 – 30 Desember 2015 dengan mengikutsertakan Muhammad Alief Wiratama serta pada ajang Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Se-Sumatra (KRAPSU) di Kolam Renang Aquatic Center Rumbai Pekanbaru pada 25 – 28 Maret 2017 dengan mengikutsertakan Dini Adhania, Muhammad Alief Wiratama serta Putri Raudhatun Nafi’ah.

“Meski kedua laga sebelumnya KRAPSI dan KRAPSU belum berhasil meraih prestasi tapi itu akan menjadi pengalaman mental bertanding buat anak-anak didik kami kedepannya. Do’akan semoga semoga kali ini kami bisa meraih hasil yang lebih baik,” Harap Sugito./Ari Permana